<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818</id><updated>2011-10-24T17:21:14.493+07:00</updated><category term='KEUTAMAAN ORTU'/><title type='text'>MIFTAHUS SHUDUR - KEKAYAAN HAKIKI ADALAH KAYA HATi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>133</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-7711889826104149156</id><published>2011-10-24T16:53:00.006+07:00</published><updated>2011-10-24T17:21:14.504+07:00</updated><title type='text'>Menghadirkan Alloh dalam Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_MSrZ3dtrVQ/TqU25b-magI/AAAAAAAAAWU/-jx_qGiKZII/s1600/allloh%2Blafdaz%2Bmerah%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 93px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_MSrZ3dtrVQ/TqU25b-magI/AAAAAAAAAWU/-jx_qGiKZII/s400/allloh%2Blafdaz%2Bmerah%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666996066506402306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-C4t8c5Uw09E/TqU20FDA3lI/AAAAAAAAAWI/qazXfyMDCK0/s1600/alloh%2Blafadz%2Bmerah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 237px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-C4t8c5Uw09E/TqU20FDA3lI/AAAAAAAAAWI/qazXfyMDCK0/s400/alloh%2Blafadz%2Bmerah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666995974451551826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menghadirkan Alloh dalam Hati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://wwwahamid.blogspot.com/2011/09/menghadirkan-alloh-dalam-hati.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============================&lt;br /&gt;Langit tak dapat menampung-Ku,&lt;br /&gt;bumipun tidak dapat memuat-Ku,&lt;br /&gt;begitupula ruang di antara keduanya.&lt;br /&gt;Hanya hati orang berimanlah&lt;br /&gt;yang dapat meliputi-Ku.&lt;br /&gt;(Hadis Qudsi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Ghazali, dalam Ihya' Ulumiddin, menuturkan bahwa suatu hari Imam 'Ali Zain al-'Abidin berwudu hendak salat. Tubuhnya bergetar. Orang-orang bertanya, “Apa yang menimpa Anda?" Imam menjawab, "Engkau tidak tahu di hadapan siapa sebentar lagi aku akan berdiri." Hatinya dipenuhi rasa takut yang luar biasa karena ia akan mene-mui Allah Swt. di dalam salatnya. Wajahnya menjadi pucat pasi dan hatinya berguncang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Futuhat Makkiyyah, karya Ibn 'Arabi, juga diceritakan pelbagai kisah tentang orang yang khusyuk. Salah satunya adalah kisah tentang seorang pemuda belia yang mempelajari tasawuf pada gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Pada suatu pagi, pemuda itu menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi la berkata, "Semalam aku khatamkan Alquran dalam salat malamku." Gurunya berkomentar, "Bagus. Kalau begitu, aku sarankan nanti malam bacalah Alquran dan hadirkan seakan-akan aku berada di hadapanmu dan mendengarkan bacaanmu." Esok harinya, pemuda itu mengeluh, "Ya Ustad, tadi malam aku tidak sanggup menyelesaikan Alquran lebih dari setengahnya." Gurunya menjawab, "Kalau begi¬tu, nanti malam bacalah Alquran dan hadirkan di hadapan¬mu para sahabat Nabi yang mendengarkan Alquran itu langsung dari Rasulullah saw." Keesokan harinya, pemuda itu berkata, "Ya Ustad, semalam aku tak sanggup menye¬lesaikan lebih dari sepertiga Alquran."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Nanti malam," kata gurunya, "bacalah Alquran dengan menghadirkan Rasu¬lullah saw. di hadapanmu, yang kepadanya Alquran itu diturunkan." Esok paginya pemuda itu bercerita, "Tadi malam aku hanya bisa menyelesaikan satu juz saja. Itu pun dengan susah payah." Sang guru kembali berkata, "Nanti malam, bacalah Alquran itu dengan menghadirkan Jibril a.s., yang diutus Tuhan untuk menyampaikan Al¬quran kepada Rasulullah saw."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Esoknya pemuda itu ber¬cerita bahwa ia tidak sanggup menyelesaikan satu juz pun dari Alquran. Gurunya lalu berkata, "Nanti kalau membaca Alquran, hadirkan Allah Swt. di hadapanmu. Karena se-betulnya yang mendengar bacaan Alquran itu adalah Allah Swt. Dialah yang menurunkan bacaan kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Esok harinya, pemuda itu jatuh sakit. Ketika gurunya bertanya, "Apa yang terjadi?" Anak muda itu menjawab, "Aku tidak bisa menyelesaikan bahkan al-Fatihah sekalipun. Ketika hendak kuucapkan iyydka na'budu, wa iyydka nasta'in, lidahku kelu. Bibirku tak sanggup melafalkannya, karena aku tahu hatiku tengah berdusta. Dalam mulut, kuucap¬kan, Tuhan, kepada-Mu aku beribadah,' tapi dalam hatiku aku tahu aku sering memperhatikan selain Dia. Ucapan itu tidak mau keluar dari lidahku. Sampai terbit fajar, aku tak bisa menyelesaikan iyydka na'budu wa iyydka nasta¬'in" Tiga hari kemudian, anak muda itu meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya yang diceritakan oleh guru tadi kepada muridnya adalah cara memperoleh hati yang khusyuk. Hati yang khusyuk adalah hati yang sanggup menghadirkan Allah SWT dihadapan kita. Hal itu membutuhkan olah rohani (ryadhoh) terlebih dahulu. Maka , dapat dipahami mengapa didalam tarekat, seseorang harus menghadirkan guru didalam doa-doa kita.&lt;/span&gt; Hal itu sebenarnya sebuah latihan dan jalan karena sangatlah sulit bagi kita untuk menghadirkan Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-7711889826104149156?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/7711889826104149156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=7711889826104149156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7711889826104149156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7711889826104149156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/10/menghadirkan-alloh-dalam-hati_24.html' title='Menghadirkan Alloh dalam Hati'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_MSrZ3dtrVQ/TqU25b-magI/AAAAAAAAAWU/-jx_qGiKZII/s72-c/allloh%2Blafdaz%2Bmerah%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-863946752612084512</id><published>2011-10-24T16:26:00.005+07:00</published><updated>2011-10-24T16:42:56.170+07:00</updated><title type='text'>Komentar NON-MUSLIM TENTANG NABI SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-1G-dQY1pHWw/TqUymCjJ33I/AAAAAAAAAVk/2LXhNhBtRyo/s1600/96964_planet-rekaan-artis-berdasarkan-data-ilmuwan-national-science-foundation_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-1G-dQY1pHWw/TqUymCjJ33I/AAAAAAAAAVk/2LXhNhBtRyo/s400/96964_planet-rekaan-artis-berdasarkan-data-ilmuwan-national-science-foundation_300_225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666991335216373618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar NON-MUSLIM TENTANG NABI MUHAMMAD S.A.W. &lt;br /&gt;APA KATA NON-MUSLIM TENTANG NABI MUHAMMAD S.A.W.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;=================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://wwwahamid.blogspot.com/2011/03/komentar-non-muslim-tentang-nabi.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi…&lt;br /&gt;(QS 33 al-Ahzab:40)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi…&lt;br /&gt;(QS 33 al-Ahzab:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, curahkan &lt;br /&gt;Ya Allah, curahkan shalawat atas junjungan kami Muhammad dan keluaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kumpulan cuplikan pendek dari berbagai tokoh terkemuka non-Muslim dari kalangan sarjana, penulis, filosof, penyair, politisi, dan aktifis di dunia Timur dan Barat. Perlu diketahui bahwa, tak seorang pun di antara mereka yang kemudian menjadi Muslim. Karena itu, kalimat-kalimat yang dicuplik di bawah ini merefleksikan pandangan pribadi mereka atas berbagai aspek kehidupan Nabi Muhammad s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Michael H. Hart (1932- )William Montgomery Watt (1909-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Profesor astronomi, fisika dan sejarah sains&lt;br /&gt;“Pilihan saya menempatkan Muhammad di urutan teratas dalam daftar orang-orang yang paling berpengaruh di dunia boleh jadi mengejutkan para pembaca dan dipertanyakan oleh banyak orang, tetapi dia (Muhammad) adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang sangat berhasil dalam dua tataran sekaligus, agama (ukhrawi) dan sekular (duniawi).”&lt;br /&gt;[The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History, New York, 1978, h. 33])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Profesor (Emeritus) Studi Bahasa Arab dan IslaProfesorm di University of Edinburgh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Kerelaannya dalam mengalami penganiayaan demi keyakinannya, ketinggian akhlak orang-orang yang mempercayainya dan menghormatinya sebagai pemimpin, dan kegemilangan prestasi puncaknya —semua itu membuktikan ketulusan hatinya yang sempurna. Tetapi kenyataannya, tak seorang tokoh besar pun dalam sejarah yang sangat kurang dihargai di dunia Barat seperti Muhammad. Menganggap Muhammad sebagai seorang penipu akan menimbulkan lebih banyak masalah ketimbang memecahkannya.”&lt;br /&gt;[Mohammad At Mecca, Oxford, 1953, h. 52]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alphonse de Lamartine (1790-1869)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyair dan negarawan Prancis&lt;br /&gt;“Filosof, orator, utusan Tuhan, pembuat undang-undang, pejuang, penakluk pikiran, pembaru dogma-dogma rasional dan penyembahan kepada Tuhan yang tak terperikan; pendiri dua puluh kerajaan bumi dan satu kerajaan langit, dialah Muhammad. Berkaitan dengan semua norma yang menjadi tolak ukur kemuliaan manusia, kita boleh bertanya, adakah manusia yang lebih besar daripada dia?”&lt;br /&gt;[Histoire De La Turquie, Paris, 1854, vol. II, h. 276-277]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Reverend Bosworth Smith (1794-1884)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mantan pengawas Trinity College, Oxford&lt;br /&gt;“… Dia Caesar sekaligus Paus; tetapi dia adalah Paus tanpa pangkat Paus dan Caesar tanpa pasukan Caesar. Tanpa tentara tetap, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pendapatan tetap, jika pernah ada manusia yang memiliki hak untuk mengatakan bahwa dia diperintah oleh Tuhan Yang Maha Benar, dialah Muhammad; karena dia memiliki semua kekuasaan tanpa peralatan dan pendukung untuk itu.”&lt;br /&gt;[Mohammed and Mohammedanism, London, 1874, p. 235]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mohandas Karamchand Gandhi (1869-1948)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pemikir, negarawan, dan pemimpin nasionalis India&lt;br /&gt;“…. Saya semakin yakin bahwa bukanlah pedang yang menaklukkan sebuah daerah bagi Islam untuk hidup pada zaman itu. Kesederhanaan yang teguh, nabi yang sama sekali tidak menonjolkan-diri, kesetiaannya yang luar biasa kepada janjinya, kasih sayangnya yang amat besar kepada para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, kepercayaannya yang mutlak kepada Tuhan dan kepada misinya; inilah, dan bukan pedang, yang mengantarkan segala sesuatu di hadapan mereka dan mengatasi setiap masalah.”&lt;br /&gt;[Young India (majalah), 1928, Volume X]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Edward Gibbon (1737-1794)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dianggap sejarawan Inggris terbesar di zamannya&lt;br /&gt;“Kesuksesan kehidupan Muhammad yang luar biasa disebabkan semata-mata oleh kekuatan akhlak tanpa pukulan pedang.”&lt;br /&gt;[History Of The Saracen Empire, London, 1870]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;John William Draper (1811-1882)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ilmuwan, filosof, dan sejarawan Amerika&lt;br /&gt;“Empat tahun setelah runtuhnya kekaisaran Roma Timur (Kaisar Justin), pada 569 Masehi, di kota Makkah, di jazirah Arab, lahirlah manusia yang di antara seluruh manusia telah memberikan pengaruh amat besar bagi umat manusia… Muhammad.”&lt;br /&gt;[A History of the Intellectual Development of Europe, London, 1875, vol.1, h. 329-330]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David George Hogarth (1862-1927)&lt;br /&gt;Ahli arkeologi Inggris, penulis, dan pengurus Museum Ashmolean, Oxford&lt;br /&gt;“Tindak-tanduk kesehariannya, yang serius ataupun yang sepele, menjadi hukum yang ditaati dan ditiru secara sadar oleh jutaan orang masa kini. Tak seorang pun diperhatikan oleh golongan umat manusia mana pun seperti Manusia Sempurna ini yang diteladani secara saksama. Tingkah laku pendiri agama Kristen tidak begitu mempengaruhi kehidupan para pengikut-Nya. Selain itu, tak ada Pendiri suatu agama yang dikucilkan tetapi memperoleh kedudukan mulia seperti Rasul Islam.&lt;br /&gt;[Arabia, Oxford, 1922, h. 52]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Washington Irving (1783-1859)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Terkenal sebagai “sastrawan Amerika pertama”&lt;br /&gt;“Dia makan secara sederhana dan bebas dari minuman keras, serta sangat gemar berpuasa. Dia tidak menuruti nafsu bermewah-mewah dalam berpakaian, tidak pula ia menuruti pikiran yang sempit; kesederhaannya dalam berpakaian dilatarbelakangi oleh sikapnya yang tidak mempedulikan perbedaan dalam hal-hal yang sepele…. Dalam urusan pribadinya dia bersikap adil. Dia memperlakukan kawan dan orang asing, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah, dengan cara yang adil. Dia dicintai oleh rakyat jelata karena dia menerima mereka dengan kebaikan hati dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka…. Keberhasilan militernya bukanlah kemenangan yang sia-sia dan sekali-kali tidak membuatnya merasa bangga, karena tujuan semuanya itu bukan untuk kepentingan pribadinya. Ketika dia memiliki kekuasaan yang amat besar, ia tetap sederhana dalam sikap dan penampilannya, sama seperti ketika dia dalam keadaan sengsara. Sangat berbeda dengan seorang raja, dia tidak suka jika, ketika memasuki ruangan, orang menunjukkan penghormatan yang berlebihan kepadanya.”&lt;br /&gt;[Life of Mahomet, London, 1889, h. 192-3, 199]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Annie Besant (1847-1933)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Teosof Inggris dan pemimpin nasionalis India, Presiden Kongres Nasional India pada 1917&lt;br /&gt;“Siapa pun yang mempelajari kehidupan dan sifat Nabi besar dari jazirah Arabia ini, siapa pun yang mengetahui bagaimana ia mengajar dan bagaimana ia hidup, pasti memberikan rasa hormat kepada Nabi agung itu, salah seorang utusan Tuhan yang luar biasa. Dan meskipun dalam uraian saya kepada Anda akan tersebut banyak hal yang barangkali sudah biasa bagi kebanyakan orang, akan tetapi setiap kali saya membaca-ulang tentang dia, saya sendiri merasakan lagi kekaguman yang baru, menimbulkan lagi rasa hormat yang baru kepada guru bangsa Arab yang agung itu.”&lt;br /&gt;[The Life and Teachings of Muhammad, Madras, 1932, h. 4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Edward Gibbon (1737-1794)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dianggap sejarawan besar Inggris di zamannya&lt;br /&gt;“Memorinya (yakni, Muhammad) sangat besar dan kuat, sikapnya sederhana dan ramah, imajinasinya agung, keputusannya jelas, cepat, dan tegas. Dia memiliki keberanian berpikir maupun bertindak.”&lt;br /&gt;[History of the Decline and Fall of the Roman Empire, London, 1838, vol.5, h.335]&lt;br /&gt;==================================================&lt;br /&gt;sumber :http://www.haddad-alwi.com/2008/04/14/apa-kata-non-muslim-tentang-muhammad-saw/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-863946752612084512?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/863946752612084512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=863946752612084512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/863946752612084512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/863946752612084512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/10/komentar-non-muslim-tentang-nabi.html' title='Komentar NON-MUSLIM TENTANG NABI SAW'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1G-dQY1pHWw/TqUymCjJ33I/AAAAAAAAAVk/2LXhNhBtRyo/s72-c/96964_planet-rekaan-artis-berdasarkan-data-ilmuwan-national-science-foundation_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-4348339754601215488</id><published>2011-10-18T11:09:00.008+07:00</published><updated>2011-10-18T13:25:24.389+07:00</updated><title type='text'>KISAH AL HABIB UMAR BIN HAFIZ</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-GuD0cfW3eaY/Tpz_pEyZbFI/AAAAAAAAAVY/DfIbvJh8N1M/s1600/habib%2Bumar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-GuD0cfW3eaY/Tpz_pEyZbFI/AAAAAAAAAVY/DfIbvJh8N1M/s400/habib%2Bumar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664683512450083922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HABIB 'UMAR BIN HAFIDZ MAKAN MAKANAN SISA SANTRI-SANTRINYA MASYA ALLAH SUNGGUH MULIA HATINYA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;by Majelis Rasulullah on 03:13 PM, 11-Sep-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini berasal dari anak pondok, Suatu ketika saat habib munzir sedang mondok di yaman, kebetulan saat itu dlm kondisi perang, shg sglanya serba sulit, disaat stok makanan sudah menipis karena saat itu pengiriman makanan dari luar yaman di blokir oleh pihak penjajah, makanan hanya cukup untuk keluarga habib umar. tapi ketika habib munzir slsai mkn memergoki anak habib umar sedang mengambil sisa2 makanan dri habib munzir dan santri2 yg lain, tanya habib munzir kpd anak trsbt sedang apa? Kata anak itu, saya mengambil sisa2 makanan yg tersisa buat abah (habib umar) belum makan, Masya Allah sungguh ahlaknya begitu mulia walaupun habib umar dan keluarganya tidak makan asal santri2nya tidak kelaparan. adakah diantara kita yg sanggup mencontoh ahlaknya habib umar bin hafid yg rela mementingkan orang lain daripada diri sendiri meskipun dalam kondisi yg sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR BLOGGER:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Subhanallah: Ya Allah jadikan kami mengikuti kesederhanaan ulama dan para dzuriat Rasul SAW di setiap masa keturunan kami dan berkat kedudukan Nabi Muhammad dan kharomah Para Walimu dan Keberkahan kaum Muslimin.. aku memohon Rahmatmu Ya Allah...&lt;br /&gt;Jadikan diriku, keluargaku, Bangsaku, Penerusku menjadi insan yang gemar berbuat kebaikan dan dijauhkan segala fitnah dunia dan akhirat dan selalulah beri keselamatan pada kami Ya Allah..amien. Washalallah Alla Sayidina muhammadin wa'alla allihi washohbihi wassallam Birohmatika Ya Arhamaa Rohimin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-4348339754601215488?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/4348339754601215488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=4348339754601215488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4348339754601215488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4348339754601215488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/10/kisah-al-habib-umar-bin-hafiz.html' title='KISAH AL HABIB UMAR BIN HAFIZ'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-GuD0cfW3eaY/Tpz_pEyZbFI/AAAAAAAAAVY/DfIbvJh8N1M/s72-c/habib%2Bumar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-2694905215845539854</id><published>2011-10-18T10:47:00.006+07:00</published><updated>2011-10-18T11:00:22.502+07:00</updated><title type='text'>ANAK YATIM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-csYcRFZ8Rk4/Tpz41dMDaiI/AAAAAAAAAVM/1ZrOhoH1gc8/s1600/Sayang_Anak_Yatim.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-csYcRFZ8Rk4/Tpz41dMDaiI/AAAAAAAAAVM/1ZrOhoH1gc8/s400/Sayang_Anak_Yatim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664676028577180194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: http://majelisratibmuhyinnufuussyamsisyumus.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daripada Abu Ummah diceritakan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Barang siapa yang membelai kepala anak yatim kerana Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengulas hadis riwayat Ahmad itu, Al-Hafizah Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: “Cukuplah sebagai bukti yang menetapkan dekatnya kedudukan Nabi dengan kedudukan orang yang mengasuh anak yatim, kenyataan bahawa antara jari tengah dan jari telunjuk tidak ada jari yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M Khalilurrahman Al-Mahfani dalam sebuah bukunya mencatatkan mengenai anak yatim: “Anak yatim adalah satu daripada komponen kehidupan yang harus kita rahmati. Dengan kata lain, kita harus menjadi rahmat bagi mereka, bukan menjadi musibah.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daripada Ibnu Abbas meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Orang yang memelihara anak yatim dalam kalangan umat Muslimin, memberinya makan dan minum, pasti Allah SWT akan masukkan ke dalam syurga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak boleh diampun.” (Hadis riwayat Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahawa pahalanya sangat besar bagi sesiapa yang berbuat baik atau memelihara anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daripada Abu Hurairah, Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Sebaik-baik rumah di antara orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan sebaik-baiknya dan seburuk-buruk rumah adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim, namun diperlakukan dengan buruk.” (Hadis riwayat Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat bagi mereka dizahirkan dalam bentuk kepedulian yang nyata, antara lain mengasuh mereka dalam keluarga kita, membantu ekonomi dan pendidikan, menjadi orang tua asuh, serta aktif mengelola rumah asuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga berjanji akan memberi pahala dan ganjaran yang setimpal kepada kaum Muslimin yang membantu meringankan beban anak yatim dengan memberi sumbangan wang ringgit (derma atau sedekah). Banyak atau sedikit sumbangan yang diberikan itu bukan ukurannya, tetapi keikhlasan yang penting. Allah melihat apa yang ada dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daripada Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Tidak ada suatu pagi yang dilalui oleh seorang hamba kecuali dua malaikat turun. Satu daripadanya berkata: Ya Allah, berilah ganti orang yang berinfak (dermawan). Malaikat yang satu lagi berkata: Ya Allah, berilah kehancuran bagi orang yang PELIT.” (Hadis riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad) &lt;br /&gt;Diposkan oleh Majelis Ratib Muhyin Nufuus Syamsi Syumus di 18:14 0 komentar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Label: ANAK YATIM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-2694905215845539854?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/2694905215845539854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=2694905215845539854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2694905215845539854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2694905215845539854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/10/anak-yatim.html' title='ANAK YATIM'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-csYcRFZ8Rk4/Tpz41dMDaiI/AAAAAAAAAVM/1ZrOhoH1gc8/s72-c/Sayang_Anak_Yatim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-7218134808848854500</id><published>2011-10-12T16:34:00.003+07:00</published><updated>2011-10-12T16:40:23.074+07:00</updated><title type='text'>Membeli Waktu Papa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_I5Dhr8bwEU/TpVf87KEzSI/AAAAAAAAAVA/VodAJkNZbcw/s1600/ayah-anak2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_I5Dhr8bwEU/TpVf87KEzSI/AAAAAAAAAVA/VodAJkNZbcw/s400/ayah-anak2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662537606765006114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber rujukan: http://sadeng-online.blogspot.com/2010/05/membeli-waktu-papa.html&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Arman adalah seorang karyawan perusaahan yang cukup terkenal di Jakarta, memiliki dua putra. Putra pertama baru berusia 6 tahun bernama Mahdi dan putra kedua berusia 2 tahun bernama Dika. Seperti biasa pukul 21.00 Arman sampai di rumahnya di salah satu sudut Jakarta, setelah seharian penuh bekeja di kantornya. Dalam keremangan lampu halaman rumahnya dia melihat Mahdi putra pertamanya ditemani Bik Yati pembantunya menyambut di gerbang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok belum tidur Mahdi?" sapa Arman sambil mencium anaknya. Biasanya Mahdi sudah tidur ketika Arman pulang dari kantor dan baru bangun menjelang Arman berangkat ke kantor keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mahdi menunggu Papa pulang, Mahdi mau tanya, gaji Papa itu berapa sih Pa?" kata Mahdi sambil membuntuti papanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa nih kok tanya gaji papa segala?"&lt;br /&gt;"Mahdi cuma pingin tahu aja kok Pa?&lt;br /&gt;"Baiklah coba Mahdi hitung sendiri ya. Kerja papa sehari digaji Rp 600.000, nah… selama sebulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Coba hitung berapa gaji papa sebulan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Sehari Papa kerja berapa jam Pa?" tanya Mahdi lebih lanjut.&lt;br /&gt;"Sehari papa kerja 10 jam Mahdi, nah hitung sana, Papa mau melepas sepatu dulu."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mahdi berlari ke meja belajarnya dan sibuk mencoret-coret dalam kertasnya menghitung gaji papanya. Sementara Arman melepas sepatu dan meminum teh hangat buatan istri tercintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Kalau begitu, satu bulan Papa digaji Rp 15.000.000 ya Pa? Dan satu jam papa digaji Rp 60.000" Kata Mahdi setelah mencorat-coret sebentar dalam kertasnya sambil membuntuti Arman yang beranjak menuju kamarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, pinter kamu Mahdi. Sekarang Mahdi cuci kaki lalu bobok" perintah Arman. Namun Mahdi masih saja membuntuti Arman sambil terus memandang papanya yang berganti pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pa, boleh tidak Mahdi pinjam uang Papa Rp 5.000 saja?" tanya Mahdi dengan hati-hati sambil menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudahlah Mahdi, nggak usah macam-macam, untuk apa minta uang malam-malam begini. Kalau mau uang besok saja. Papa ‘kan capek mau mandi dulu. Sekarang Mahdi tidur supaya besok tidak terlambat ke sekolah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Pa..."&lt;br /&gt;"Mahdi….!! Papa bilang tidur!" bentak Arman mengejutkan Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Mahdi beranjak menuju kamarnya. Setelah mandi Arman menengok kamar anaknya dan menjumpai Mahdi belum tidur. Mahdi sedang terisak pelan sambil memegangi sejumlah uang. Arman nampak menyesal dengan bentakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dipegangnya kepala Mahdi pelan dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafkan Papa ya Nak. Papa sayang sekali pada Mahdi” ditatapnya Mahdi anaknya dengan penuh kasih sambil ikut berbaring di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Nah katakan pada Papa, untuk apa sih perlu uang malam-malam begini. Besok ‘kan bisa? Jangankan Rp 5.000, lebih banyak dari itu pun akan Papa kasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mahdi nggak minta uang Papa kok, Mahdi cuma mau pinjam. Nanti akan Mahdi kembalikan, kalau Mahdi udah menabung lagi dari uang jajan Mahdi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, tapi untuk apa Mahdi?" tanya Arman dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mahdi udah menunggu Papa dari sore tadi, Mahdi nggak mau tidur sebelum ketemu Papa. Mahdi pengen ngajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang bahwa waktu papa berharga. Jadi Mahdi ingin membeli waktu Papa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu?" tanya Arman penuh perhatian dan kelihatan belum mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi Mahdi membuka tabungan, ada Rp 25.000. Tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 60.000, maka untuk setengah jam berarti Rp 30.000. Uang tabungan Mahdi kurang Rp. 5.000. Maka Mahdi ingin pinjam pada Papa. Mahdi ingin membeli waktu Papa setengah jam saja, untuk menemani Mahdi main ular tangga. Mahdi rindu pada Papa." Kata Mahdi polos dengan masih menyisakan isakannya yang tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arman terdiam, dan kehilangan kata-kata. Bocah kecil itu dipeluknya erat-erat, bocah kecil yang menyadarkan bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan kata-kata belaka namun berupa ungkapan perhatian dan kepedulian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita menjadi ayah yang baik bagi anak kita sendiri?? &lt;br /&gt;Kami juga berkaca dari cerita tersebut semoga Tuhan memberi kita Petunjuk...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-7218134808848854500?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/7218134808848854500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=7218134808848854500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7218134808848854500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7218134808848854500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/10/membeli-waktu-papa.html' title='Membeli Waktu Papa'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_I5Dhr8bwEU/TpVf87KEzSI/AAAAAAAAAVA/VodAJkNZbcw/s72-c/ayah-anak2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-7029094367569151499</id><published>2011-09-30T16:45:00.005+07:00</published><updated>2011-09-30T17:01:18.329+07:00</updated><title type='text'>Dunia yang Nisbi – Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-guZRXu9aKJs/ToWTaeEeWqI/AAAAAAAAAUw/6jdjszs_wvg/s1600/surga.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 94px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-guZRXu9aKJs/ToWTaeEeWqI/AAAAAAAAAUw/6jdjszs_wvg/s400/surga.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658090589818608290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://alkisah.web.id/2011/04/dunia-yang-nisbi-kalam-al-habib-abdullah-bin-husain-bin-thahir.html&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Perasaan senang, bahagia, tenteram, puas dan lapang dada ternyata tak timbul sebab keserasian suatu raihan manusia dengan keinginannya. Begitu sebaliknya, rasa sedih, masygul dan gundah gulana tak lahir karena kontradiksi harapan dengan kenyataan. Segala rasa itu adalah kesan maknawi yang dialirkan Sang Ilah ke hati hamba yang Ia kehendaki.”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak jarang, seseorang yang hidup dalam kemiskinan, cacat fisik dan kepelikan lain yang menyusahkan, nyatanya bisa menghirup perasaan legawa, sejahtera, serta bahagia. Rasa hati yang positif itu bisa menjalar ke kawan-kawan dekatnya, bahkan kepada orang yang memandang wajahnya atau menyebut dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Banyak pula orang yang hidup dalam kemewahan materi, keperkasaan raga, jaminan masa depan, dan kenyamanan, tapi, dengan segenap fasilitas itu, ia tak merasakan damai. Hatinya sempit, keruh, susah, sumpek dan penuh gelisah. Siapa saja yang membicarakan orang semacam ini bakal merasakan suntuk, apalagi memandangnya atau berkumpul bersamanya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Habib Abdullah bin Husein bin Thahir membaca gelagat manusia dalam kehidupannya. Sungguh tepat kiranya. Manusia memang sering teperdaya. Mereka senantiasa menyangka bahwa kebahagiaan hanya bisa direngkuh dengan kebendaan. Kekayaan pun mereka kejar-kejar setengah mati. Dan begitu mereka dapat, ternyata semua itu hampa, kosong, tak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAJJAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia ini tak ada bedanya dengan Dajjal. Sebuah hadis Nabi SAW mengenalkan sosok Dajjal kepada kita: Ia (Dajjal) datang dengan membawa surga dan nerakanya sendiri. Surga versi Dajjal yang disaksikan orang-orang, hakikatnya adalah neraka yang membakar. Sedang neraka milik Dajjal yang terlihat oleh mata, ternyata, itulah embun surga yang menyegarkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia pun segendang sepenarian. Ia mengusung surga dan neraka. Surga yang dihidangkan oleh dunia ternyata menyimpan azab, azab di dunia dan azab di akhirat. Sementara itu, neraka dunia yang dirasakan oleh manusia ternyata memendam sejuta nikmat, nikmat dunia dan nikmat akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Manakala kita menyaksikan seseorang dikaruniai anak yang banyak, limpahan emas dan perak, pakaian-pakaian megah, rumah dan kendaraan mewah, makan dan minuman lezat, istri nan jelita, kebun-kebun serta tanah-tanah yang lapang, jabatan tinggi, banyak pengikut, dan popularitas, kita pasti membayangkan bahwa ia telah berada di puncak kenikmatan dan kepuasan. Akan tetapi, bila kita mau merenungkan lebih jauh, kita tersadar: sejatinya ia berada di pusaran keletihan dan kepayahan; ia terkurung di dalam arus kesumpekan dan jurang fitnah serta marabahaya. Betapa tidak. Kalau kita kaji lagi, segenap kesusahan, keresahan dan laku dosa ternyata berpangkal dari kenikmatan-kenikmatan tersebut. Surga yang semu itu pun menjelma neraka.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Coba kita amati orang yang hidupnya pas-pasan dan merasa cukup dengan semua itu, yang jalan hidupnya zuhud, anaknya sedikit, pakaian dan rumah tinggalnya sederhana, tak bermodal, bukan tuan tanah, khumul dan tak dihiraukan orang banyak, serta menyepi dari keramaian, niscaya akan terbit rasa iba di hati kita akan keadaannya. Kita bakal menyangka bahwa orang seperti ini senantiasa digelayuti kesedihan. Kita takkan pernah tahu bahwa hati orang macam inilah yang sebenarnya jauh lebih bahagia dan damai dari orang model pertama tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu masih di dalam tataran dunia. Di akhirat kelak, sang manusia tak berpunya akan beroleh harapan selamat dan sukses lebih besar dari si kaya raya. Dari sini kita bisa menyerap kearifan: neraka dunia sebenarnya adalah surga. Memang, tak ada kata rehat atau enak dalam kehidupan di dunia. Akan tetapi bila kita membaca ihwal kedua macam orang di atas, kita bisa menyaksikan perbedaan yang sangat nyata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenisbian dunia yang dikuak oleh Habib Abdullah. Semoga mata kita terbuka hingga bisa lebih bijak lagi dalam menyikapi hidup. Bila dikaruniai rizki lebih, mungkin kita bisa berbagi, dan bila diberi cobaan kesulitan hidup, kita mampu bersikap kuat dan bersabar. Simaklah doa beliau berikut ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, tuntunlah kami menuju akhlak terindah, sungguh, tak ada yang kuasa mengantar kami ke sana selain diri-Mu. Palingkan jiwa kami dari akhlak-akhlak tak elok, sebab, nyatanya tak ada yang berdaya mengelakkan kami dari semua itu kecuali Engkau.”&lt;br /&gt;www.forsansalaf.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-7029094367569151499?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/7029094367569151499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=7029094367569151499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7029094367569151499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7029094367569151499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/09/dunia-yang-nisbi-kalam-al-habib.html' title='Dunia yang Nisbi – Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-guZRXu9aKJs/ToWTaeEeWqI/AAAAAAAAAUw/6jdjszs_wvg/s72-c/surga.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8402238823027340443</id><published>2011-09-29T14:52:00.007+07:00</published><updated>2011-09-30T17:05:16.536+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Sholat Dhuha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-1cmkQnmJVUA/ToWUU92S03I/AAAAAAAAAU4/tGkLnjsbMBA/s1600/shalat-bikin-sehat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 335px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-1cmkQnmJVUA/ToWUU92S03I/AAAAAAAAAU4/tGkLnjsbMBA/s400/shalat-bikin-sehat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658091594781479794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dari:http://alkisah.web.id/2010/03/rahasia-sholat-dhuha.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”&lt;br /&gt;[HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara: [1] puasa tiga hari setiap bulan, [2] dua rakaat shalat Dhuha dan [3] melaksanakan shalat witir sebelum tidur.”&lt;br /&gt;[HR. Bukhari, Muslim, Turmuzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan Ad-Darami] &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Abud Darda, ia berkata: “Kekasihku telah berwasiat kepadaku tiga hal. Hendaklah saya tidak pernah meninggalkan ketiga hal itu selama saya masih hidup: [1] menunaikan puasa selama tiga hari pada setiap bulan, [2] mengerjakan shalat Dhuha, dan [3] tidak tidur sebelum menunaikan shalat Witir.”&lt;br /&gt;[HR. Muslim, Abu Dawud, Turmuzi dan Nasa’i]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.&lt;br /&gt;[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Said [Al-Khudry], ia berkata: Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Dhuha, sehingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Dan jika beliau meninggalkannya, kami mengira seakan-akan beliau tidak pernah mengerjakannya”.&lt;br /&gt;[HR. Turmuzi, hadis hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rejeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.”&lt;br /&gt;[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anjuran Shalat Dhuha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah, ia berkata: “Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat Dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah SAW pasti akan meninggalkan sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib (fardhu).”&lt;br /&gt;[HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Malik dan Ad-Darami]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam Syarah An-Nawawi disebutkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aisyah berkata seperti itu karena dia tidak setiap saat bersama Rasulullah. Pada saat itu Rasulullah memiliki istri sebanyak 9 (sembilan) orang. Jadi Aisyah harus menunggu selama 8 hari sebelum gilirannya tiba. Dalam masa 8 hari itu, tidak selamanya Aisyah mengetahui apa-apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah istri beliau yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu Afdol untuk Shalat Dhuha &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha [pada waktu yang belum begitu siang], maka ia berkata: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat Dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari”.&lt;br /&gt;[HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penjelasan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak onta sudah bangun karena panas matahari itu diqiyaskan dengan pagi hari jam 08:00 AM, adapun sebelum jam itu dianggap belum ada matahari yang sinarnya dapat membangunkan anak onta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari rincian penjelasan diatas dapat disimpulkan waktu yg paling afdol untuk melaksanakan dhuha adalah Antara jam 08:00 AM ~ 11:00 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jumlah Rakaat Shalat Dhuha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; 4 RAKAAT&lt;br /&gt;Dari Mu’dzah, bahwa ia bertanya kepada Aisyah: “Berapa jumlah rakaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menunaikan shalat Dhuha?”&lt;br /&gt;Aisyah menjawab: “Empat rakaat dan beliau menambah bilangan rakaatnya sebanyak yang beliau suka.”&lt;br /&gt;[HR. Muslim dan Ibnu Majah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; 12 RAKAAT&lt;br /&gt;Dari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.&lt;br /&gt;[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; 8 RAKAAT&lt;br /&gt;Dari Ummu Hani binti Abu Thalib, ia berkata: “Saya berjunjung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun Fathu (Penaklukan) Makkah. Saya menemukan beliau sedang mandi dengan ditutupi sehelai busana oleh Fathimah putri beliau”.&lt;br /&gt;Ummu Hani berkata: “Maka kemudian aku mengucapkan salam”. Rasulullah pun bersabda: “Siapakah itu?” Saya menjawab: “Ummu Hani binti Abu Thalib”. Rasulullah SAW bersabda: “Selamat datang wahai Ummu Hani”.&lt;br /&gt;Sesudah mandi beliau menunaikan shalat sebanyak 8 (delapan) rakaat dengan berselimut satu potong baju. Sesudah shalat saya (Ummu Hani) berkata: “Wahai Rasulullah, putra ibu Ali bin Abi Thalib menyangka bahwa dia boleh membunuh seorang laki-laki yang telah aku lindungi, yakni fulan Ibnu Hubairah”.&lt;br /&gt;Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “sesungguhnya kami juga melindungi orang yang kamu lindungi, wahai Ummu Hani”.&lt;br /&gt;Ummu Hani juga berkata: “Hal itu (Rasulullah shalat) terjadi pada waktu Dhuha.”&lt;br /&gt;[HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tata Cara Shalat Dhuha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membaca surah Al-Fatihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan :&lt;br /&gt;&gt;&gt; Sebagaimana shalat sunat lainnya, Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadis yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca Qulya dan Qulhu adalah sunnah Rasulullah, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajr. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Doa pun tidak dibatasi, kita boleh berdoa apa saja asalkan bukan doa untuk keburukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Doa yang terkenal dalam mazhab Syafi’i ada pada slide selanjutnya. Selain doa itu kita boleh membaca doa yang kita sukai. Namun karena ada aturan mazhab, maka hendaklah kita jangan melupakan agar memulai doa itu dengan menyebut nama ALLAH, memuji syukur kepada-NYA dan kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-8402238823027340443?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/8402238823027340443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=8402238823027340443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8402238823027340443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8402238823027340443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/09/rahasia-sholat-dhuha.html' title='Rahasia Sholat Dhuha'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1cmkQnmJVUA/ToWUU92S03I/AAAAAAAAAU4/tGkLnjsbMBA/s72-c/shalat-bikin-sehat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-4768361882868037854</id><published>2011-09-13T14:29:00.004+07:00</published><updated>2011-09-13T14:57:01.559+07:00</updated><title type='text'>BAHAGIA: KAPAN?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mQMNnmT8pNY/Tm8LtH2BeXI/AAAAAAAAAUQ/t1vMApEvsDQ/s1600/merenung.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 345px; height: 262px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mQMNnmT8pNY/Tm8LtH2BeXI/AAAAAAAAAUQ/t1vMApEvsDQ/s400/merenung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651748927200917874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DISADUR DARI : bUKU HABIB HUSEIN ANIS HABSY&lt;br /&gt;JUDUL        : BAHAGIA DUNIA AKHIRAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan sebaiknya merasa bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda menjawab setelah kuliah. Ketahuilah setelah kuliah, Anda harus melamar pekerjaan, setelah itu akan mendambakan pekerjaan yang menyenangkan dan gaji yang cukup, kemudian anda harus memikirkan pernikahan, lalu Anda berusaha memiliki rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda setelah memiliki rumah itu bahagia? sama sekali tidak!&lt;br /&gt;Setelah Anda mempunyai rumah, Anda akan mendambakan anak, kemudian repot memikirkan pendidikan anak, lalu perhatian anda tertuju pada kesejahteraan anak.&lt;br /&gt;Urusan anak ini menyita perhatian Anda sehingga suatu saat Anda berfikir bahwa apabila anak-anak semua bisa hidup mandiri, tinggal dirumah sendiri, mengurus urusan sendiri maka Anda akan merasa bahagia. Benarkah demikian? pada saat anak2 telah pindah rumah dan membina rumah tangga mereka sendiri, Anda telah berusia lanjut, dan Anda mulai mengkawatirkan kesehatan Anda sendiri, jadi kapan sebaiknya kita berbahagia? Jawabnya adalah: S E K A R A N G !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JANGAN SIBUKKAN PIKIRAN ANDA&lt;/span&gt;  dengan hal-hal yang kurang menyenangkan atau pada orang-orang yang kurang Anda Sukai, sibukkan pikiran Anda dengan yang sebaliknya,sebab susah dan senang sering kali hanya ulah pikiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan sudi dipermainkan oleh pikiran Anda sendiri. Syukurilah semua yang anda miliki, jangan fokuskan perhatian pada apa2 yang belum anda punyai, karena ini akan menyebabkan Anda berkeluh kesah dan Keluhan Anda akan mendatangkan lebih banyak hal yang tidak menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-4768361882868037854?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/4768361882868037854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=4768361882868037854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4768361882868037854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4768361882868037854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/09/bahagia-kapan.html' title='BAHAGIA: KAPAN?'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mQMNnmT8pNY/Tm8LtH2BeXI/AAAAAAAAAUQ/t1vMApEvsDQ/s72-c/merenung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-6264292858070299200</id><published>2011-09-13T14:20:00.008+07:00</published><updated>2011-09-13T14:59:58.621+07:00</updated><title type='text'>H A W A  N A F S U</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-OqO_gw19Cr0/Tm8NdGUTlwI/AAAAAAAAAUY/90mcTEgPRkQ/s1600/rambu%2Bhawa%2Bnafsu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-OqO_gw19Cr0/Tm8NdGUTlwI/AAAAAAAAAUY/90mcTEgPRkQ/s400/rambu%2Bhawa%2Bnafsu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651750850936411906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari buku: Bahagia DUNIA AKHIRAT - Oleh: Habib Husein Anis Habsy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;H a w a  N a f s u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis tak dikenal (Un Known Author) menggambarkan hawa nafsu (desire) secara menarik dalam cerita berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang raja keluar dari istananya untuk berjalan2 pagi. Ia bertemu dengan pengemis tua. Raja bertanya, "Apa yang kau inginkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pengemis tertawa lalu berkata, " Kau bertanya seakan2 kau bisa memenuhi keinginanku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, Aku bisa memenuhi keinginanmu" kata raja tersinggung, "Apa keinginanmu, sebutkan saja!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Berpikirlah dua kali sebelum kau menjanjikan sesuatu," kata si pengemis&lt;br /&gt;Pengemis itu bukan pengemis biasa. DUlu ia adalah guru sang raja, tapi ia lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku akan memenuhi semua keinginanmu,Aku adalah raja adi kuasa, mustahil aku tidak mampu memenuhi keinginanmu,:raja bersikeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengemis akhirnya berkata,' Keinginanku sederhana saja.Penuhilah mangkok yng ku gunakan ini,"&lt;br /&gt;"Tentu,"kata raja. Ia memanggil salah seorang wazirnya lalu memerintahkan," Penuhilah mangkok ini dengan uang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wazir pergi mengambil uang dan menuangkan kedalam mangkok.Tapi uang itu lenyap dalam mangkok, lagi-lagi uang itu lenyap. Dan begitu seterusnya. Berita mulai tersebar dan orang-orang mulai berdatangan. Harga diri raja dipertaruhkan depan khalayak ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja berkata kepada wazirnya," kalau kekayaan kerajaan ini harus terkuras habis, aku rela, tapi aku tidak boleh kalah dengan pengemis ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intan berlian, mutiara, zamrud dan kekayaan lainnya mulai masuk kedalam mangkuk. Semua yang masuk ke dalamnya lenyap begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya masuk waktu maghrib, orang-orang yang berkerumunan terpaku membisu. " Aku mengaku kalah," kata sang raja. "Namun sebelum kau pergi, obatilah penasaranku ini, Sesungguhnya mangkuk ini terbuat dari apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengemis tertawa dan berkata "Tak ada yang perlu dirahasiakan, mangkok ini terbuat dari hawa nafsu manusia'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menginginkan komputer, mobil, atau rumah kita mengalami suasana yang penuh penantian. Kita merasa tegang; waktu berjalan sangat lambat. Setelah penantian yang panjang akhirnya sampailah baRang itu ketangan kita, dan kita merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Saat itu kita adalah orang yang paling bahagia di dunia. Namun dengan berjalannya waktu tiba-tiba rasa bahagia dan asyik itu lenyap begitu saja. Dan kemudian timbul keinginan baru. Setiap kali kita berhasil memenuhi suatu keinginan muncullah keinginan baru. Apakah kita rela dipermainkan oleh keinginan kita sampai ajal datang menjemput?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katakan pada hawa nafsu S T O P !!! lalu kita menikmati dan mensyukuri apa2 yang kita miliki. Sebab barang2 lama kita ternyata masih mengasyikkan dan bisa memenuhi keperluan kita, dan sebagian barang itu kita peroleh dengan susah payah dan juga tidak semua orang mampu memilikinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-6264292858070299200?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/6264292858070299200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=6264292858070299200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6264292858070299200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6264292858070299200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/09/h-w-n-f-s-u_4886.html' title='H A W A  N A F S U'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OqO_gw19Cr0/Tm8NdGUTlwI/AAAAAAAAAUY/90mcTEgPRkQ/s72-c/rambu%2Bhawa%2Bnafsu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-1592090718446603208</id><published>2011-01-18T08:03:00.003+07:00</published><updated>2011-01-18T08:10:10.915+07:00</updated><title type='text'>KEUTAMAAN AL-MA’TSURAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TTToNMlcERI/AAAAAAAAAT4/Ymt1Gv3e-w4/s1600/Winter%2BLeaves.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TTToNMlcERI/AAAAAAAAAT4/Ymt1Gv3e-w4/s400/Winter%2BLeaves.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563326753123602706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sunday, July 17, 2005&lt;br /&gt;KEUTAMAAN AL-MA’TSURAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diunngah dari:http://pedulidpk2.blogspot.com/2005/07/keutamaan-al-matsurat.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ma’tsurat adalah kumpulan wirid yang disusun oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna. Di dalamnya terdiri dari ayat-ayat pilihan dan lafal-lafal dari hadits Rasulullah saw. yang biasa beliau amalkan dalam wiridnya. Dinamakan Al-Ma’tsurat, karena memang semua yang ada dalam kumpulan wirid ini dituntunkan (ada riwayatnya) oleh Rasulullah saw. Kata ‘Ma’tsur’ sendiri artinya yang dituntunkan (ada riwayatnya) oleh Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Membaca wirid merupakan salah satu sarana dzikir (mengingat Allah) di samping sarana-sarana yang lain. Setiap mukmin harus senantiasa mengingat Allah dalam setiap kesempatan. Yang demikian ini akan menguatkan hatinya dan menjaga kestabilan jiwanya. Dzikir kepada Allah setiap saat juga merupakan karakteristik para ulul albab (orang-orang yang berakal). Allah berfirman,&lt;br /&gt;“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring ........ “ (Ali Imran : 191)&lt;br /&gt;Jamaah Ikhwanul Muslimin yang dirintis oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna ingin membina setiap mukmin menjadi sosok manusia seutuhnya. Disamping tarbiyah ruhiyah. Setiap anggota Ikhwanul dituntut untuk senantiasa ber-ittiba’ kepada sunnah Nabi saw. Diantaranya dengan mengamalkan wirid-wirid beliau setiap harinya.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasul Allah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab : 21)&lt;br /&gt;wirid Al-Ma’tsurat bisa kita amalkan setiap hari pada pagi dan petang hari. Allah berfirman,&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan nama) Allah dengan berdzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab : 41-42)&lt;br /&gt;Cukuplah kiranya hadits berikut untuk menjelaskan keutamaan dzikir dan para pelakunya.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman, “Aku itu ada pada persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan menyebutnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam sebuah jamaah, Aku akan menyebutnya di dalam jamaah yang lebih baik dari mereka.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka jika kamu membaca Al-Qur’an, mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dari Anas ra. dari nabi saw. bahwa beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa di waktu pagi mengucapkan a’udzu billahis sami’il alim ....., dia akan dibebaskan dari gangguan syetan hingga sore hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Hadits Ubay bin Ka’ab ra. menceritakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, tidaklah diturunkan dalam Taurat, Zabur, Injil, atau Furqon yang sebanding dengan Al-Fatihah. Sesungguhnya ia merupakan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Qur’an yang agung yang dianugerahkan kepada ku.” (HR. Tirmidzi dan ia mengatakan, ‘Hadits ini hasan shahih.’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan yang lainnya dengan sanad dari Ubay bin Ka’ab dari Nabi saw., bahwa beliau saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap pekerjaan yang bermanfaat yang tidak dimulai dengan ‘Bismillahirrohmanir-rohim’, maka perkara itu terputus.” Artinya, amal itu sedikit nilai berkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ad-Darami dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab dari ibnu Mas’ud ra. bahwa dia berkata, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari surat Al-Baqoroh di permulaan siang, maka ia tidak akan didekati oleh syetan hingga sore. Dan jika membacanya sore hari, maka ia tidak akan didekati oleh syetan sampai pagi hari dan ia tidak akan melihat sesuatu yang dibenci pada keluarga dan hartanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan juga oleh Ath-Thabrani dalam kitab Al-Kabir dan Al-Hakim dalam Shahih-nya, dari Ibnu Mas’ud ra. Nabi saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membaca sepuluh ayat; empat ayat dari awal surat Al-Baqoroh, ayat kursi dan dua ayat sesudahnya, serta ayat-ayat terakhir dari Al-Baqoroh tersebut, maka rumahnya tidak akan dimasuki oleh syetan sampai pagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Hubaib ra., ia berkata, “(Suatu ketika) kami keluar pada malam yang gelap gulita dan sedang hujan. Kami meminta kepada Rasululloh saw. agar berkenan mendo’a-kan kami. Maka kami pun menjumpai beliau, lalu beliau bersabda, ‘katakanlah !’ Saya tidak mengatakan apa-apa. Kemudian beliau bersabda, ‘katakanlah !’ Saya tidak mengatakan apa-apa. Kemudian saya bertanya, ‘apa yang harus saya kataka, wahai Rasululloh ?’ Beliau bersabda, ‘Qulhuwallohu ahad dan dua surat perlindungan (Al-Falaq dan An-Naas) tatkala sore dan pagi hari masing-masing tiga kali, niscaya ia sudah mencukupi dari segala sesuatu.” (Hadits riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i. At-Tirmidzi berkata, ini hadits hasan shahih.”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra. berkata, “Rasululloh saw. tatkala pagi hari selalu membaca : asbahna wa asbahal mulku lillah ......., dan ketika sore hari berkata : amsaina wa amsal mulku lillah .......” (Hadits riwayat Ibnu Sunni dan Al-Bazzar. Al-Baihaqi berkata ‘hadits ini sanadnya baik’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Dari Ubay bin Ka’ab ra. berkata, “Ketika pagi hari Rasululloh saw. Mengajarkan kepada kami untuk membaca : asbahna ‘ala fitrotil islam ......., dan ketika sore hari juga membaca do’a yang sama.” (Hadits riwayat Abdullah bin imam Ahmad ibnu Hambal dalam zawaid-nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt;Dari ibnu Abbas ra., ia berkata, “Telah bersabda Rasululloh saw., ‘barangsiapa membaca tiga kali : allahuma inni asbahtu mingka ......., maka wajib bagi Allah untuk menyempurnakan nikmat-Nya kepada orang tersebut.” (Hadits riwayat Ibnu Sunni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Ghannam Al-Bayadhi bahwa Rasulullah saw. bersabda, “barangsiapa ketika pagi membaca : allahumma ma-asbaha bi ......., maka sesungguhnya ia telah menunaikan syukur pada hari itu. Dan barangsiapa membacanya ketika sore hari, maka ia telah menunaikan syukur pada malam harinya.” (Hadits riwayat Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Hibban dalam shahih-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar ra., bahwasanya Rasulullah saw. bercerita kepada mereka tentang seorang hambadari hamba Allah yang mengatakan : ya rabbi lakal hamdu ......., maka dua malaikat merasa berat dan tidak tahu bagaimana harus mencatat (pahalanya). Kemudian keduanya naik ke langit seraya berkata, ‘Wahai Tuhan kami, sesungguhnya hamba-Mu telah mengatakan satu perkataan yang kami tidak tahu bagaimana mencatat (pahala)-nya.’ Allah swt. – Dia Mahatahu apa yang dikatakan hamba-Nya – berfirman, ‘Apakah yang dikatakan hamba-Ku ?’ kedua malaikat menjawab, ‘sesungguhnya ia mengatakan : ya rabbi lakal hamdu ........’ maka Allah swt berfirman, ‘Catatlah pahalanya sebagaimana yang diucapkan oleh hamba-Ku tadi, sampai ia berjumpa dengan-Ku niscaya Aku akan membalasnya.’” (Hadits riwayat Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan para perawinya tsiqoh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;br /&gt;Dai Abi Salam ra. – seorang pelayan Rasulullah saw. – dalam hadits marfu’, ia berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa ketika pagi dan sore hari mengatakan : radiitu billahi rabba .........., maka adalah wajib bagi Allah untuk meridhainya.” (Hadits riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.&lt;br /&gt;Dari Juwairah (Ummul Mukminin ra.), Nabi saw. keluar dari sisinya pagi-pagi untuk shalat shubuh di masjid. Beliau kembali (ke kamar Juwairah) pada waktu dhuha, sementara ia masih duduk di sana. Lalu Rasulullah saw. Bertanya, ‘engkau masih duduk sebagaimana ketika aku tinggalkan tadi ?’ Juwairah menjawab, ‘ya’ maka Rasulullah saw bersabda, ‘Sungguh, aku telah mengatakan kepadamu empat kata sebanyak tiga kali, yang seandainya empat kata itu ditimbang dengan apa saja yang engkau baca sejak tadi tentu akan menyamainya, (empat kata itu adalah) yakni : subhanallahi wabihamdihi, ‘adadakhalqihi ..........” (Hadits riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.&lt;br /&gt;Dari Utsman bin Affan ra. berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidaklah seorang hamba setiap pagi dan sore membaca : bismillahilladzi la yadhurru ......, kecuali bahwa tidak ada sesuatu yang membahayakannya.” (Hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi. Tirmidzi berkata, Hadits ini hasan Shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra. berkata bahwa suatu hari Rasulullah saw. berkutbah di hadapan kita, seraya bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai sekalian manusia, takutlan kalian kepada syirik, karena sesungguhnya syirik itu lebih lembut dari binatang semut.” Kemudian berkatalah seseorang kepada beliau, ‘bagaimana kita berhati-hati kepadanya wahai Rasul, sementara dia lebih lembut daripada binatang semut ?’ Rasulullah saw. Bersabda, ‘Katakanlah allahumma inna na’udzubika ........’ (Hadits riwayat Ahmad dan Thabrani dengan sanad yang baik. Juga diriwayatkan oleh Abu Ya’la sebagaimana hadits tadi dari Hudzaifah, hanya saja Hudzaifah berkata, ‘Beliau (Rasulullah saw.) membacanya tiga kali’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa menjelang sore membaca : a’uudzu bikalimatillahi ........ sebanyak tiga kali, maka tidak akan membahayakan baginya racun yang ada pada malam itu.” (Hadits riwayat Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. berkata, “Suatu hari Rasulullah saw. masuk masjid, tiba-tiba beliau jumpai seorang anshor yang bernama Abu Umamah. Rasulullah saw., bertanya ‘Wahai Abu Umamah, mengapa kamu duduk-duduk di masjid di luar waktu shalat ?’Abu Umamah ra. menjawab, ‘Karena kegalauan yang melanda hatiku dan hutang-hutangku, wahai Rasulullah.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Bukanlah aku telah mengajarimu beberapa bacaan, yang bila kau baca niscaya Allah akan menghilangkan rasa galau dari dirimu dan melunasi hutang-hutangmu ?’ Abu Umamah berkata, ‘Betul, wahai Rasulullah.’ Rasulullah bersabda, ‘Ketika pagi dan sore ucapkanlah : allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazan ......’ Kemudian aku melakukan perintah tadi, maka Allah menghilangkan rasa galau dari diriku dan melunasi hutang-hutangku.” (Hadits riwayat Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.&lt;br /&gt;Dari Abdurrahman bin Abu Bakar ra., dia berkata kepada ayahnya, “wahai ayahku, sesunguhnya aku mendengar engkau berdo’a, allahumma ‘afini fi badani ........ engkau lakukan itu tiga kali ketika pagi dan tiga kali ketika sore,” Sang ayah berkata, “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. berdo’a seperti itu, maka aku pun ingin mengikuti sunnah beliau.” (Hadits riwayat Abu Dawud dan yang lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.&lt;br /&gt;Dari Syaddad bin Aus ra., Nabi saw. Bersabda, “Sayyidul Istighfar (do’a permohonan ampunan yang terbaik) adalah : allahumma anta rabbi la-ilaha illa anta khalaqtani ....... barangsiapa membacanya ketika sore hari dengan yakin akan kandungannya, kemudian meninggal pada malam itu, maka ia pun akan masuk surga. Dan barangsiapa membacanya pada pagi hari dengan yakin akan kandungannya kemudian meninggal pada hari itu, maka ia akan masuk surga.” (Hadits riwayat Bukhari dan yang lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.&lt;br /&gt;Dari Zaid (pelayan Rasulullah saw.) berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘barangsiapa yang membaca : astagfirullahalladzi la-illa huwal hayyu ......, Allah akan mengampuninya, meski ia lari dari pertempuran.” (Hadits riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan Al-Hakim. Al-Hakim berkata, ‘Hadits ini shahih berdasarkan atas syarah Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.&lt;br /&gt;Dari Abu Darda’ ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa membaca shalawat kepadaku sepuluh kali ketika pagi dan sepuluh kali ketika sore, maka ia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat.” (Hadits riwayat Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.&lt;br /&gt;Dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya berkata, “Barangsiapa bertasbih kepada Allah seratus kali ketika pagi hari dan seratus kali ketika sore hari, maka ia seperti orang yang melakukan haji seratus kali. Barangsiapa bertahmid kepada Allah seratus kali ketika pagi hari dan seratus kali ketika sore hari, maka ia seperti orang yang membawa seratus kuda perang untuk berjihad di jalan Allah. Barangsiapa mengucapkan tahlil (Lailaha illallah) seratus kali ketika pagi hari dan seratus kali ketika sore hari, maka ia seperti memerdekakan seratus budak dari anak cucu Ismail. Barangsiapa mengucapkan takbir (Allahu Akbar) seratus kali ketika pagi hari dan seratus kali ketika sore hari, maka Allah tidak akan memberi seorang melebihi apa yang diberikan kepadanya, kecuali orang itu melakukan hal yang sama atau lebih.” (Hadits riwayat Tirmidzi dan ia berkata, ‘Hadits ini hasan.’ An-Nasa’i juga meriwayatkan hadits yang sama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Ummu Hani’ ra., Rasulullah saw. bersabda kepadanya, “Wahai Ummu Hani’, ketika pagi hari bertasbihlah kepada Allah seratus kali, bacalah tahlil seratus kali, bacalah tahmid seratus kali, dan bertakbirlah seratus kali, maka sesungguhnya seratus unta yang kau qurbankan, dan seratus tahlil itu tdak akan menyisakan dosa sebelumnya dan sesudahnya.” (Hadits riwayat Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.&lt;br /&gt;Dari Abu Ayyub ra., Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa ketika pagi hari membaca : la-ilaaha illallahu wahdahu la-syarika lahu ........ sepuluh kali, maka Allah akan mencatat setiap kali itu dengan sepuluh kebaikan dan menghapus sepuluh kejelekan, serta mengangkatnya dengan bacaan tadi sepuluh derajat. Bacaan tadi (pahalanya) bagaikan memerdekakan sepuluh budak, dan ia bagi pembacanya sebagai senjata bagi permulaan siang sampai menjelang sore, serta hari itu ia tidak akan mengerjakan pekerjaan yang akan mengalahkannya. Dan barangsiapa membacanya ketika sore hari, maka ia (pahalanya) seperti itu juga.” (Hadits riwayat Ahmad, Ath-Thabrani, Sa’id bin Mansur, dan yang lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.&lt;br /&gt;Dari Jubair bin Muth’im ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa membaca : subhanakallahumma wabihamdika ....... pada suatu majelis dzikir, maka bacaan itu seperti stempel yang dicapkan kepadanya. Dan barangsiapa mengucapkannya pada forum iseng, maka bacaan itu sebagai kafarat baginya.” (Hadits riwayat An-Nasa’i, Al-Hakim, Ath-Tharani, dan yang lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar berkata, “Kami meriwayatkan dalam kitab Hilyatul Auliya’ dari Ali ra., ‘Barangsiapa suka mendapatkan timbangan kebajikan yang sempurna, maka hendaklah di akhir majelisnya ia membaca subhana rabbika raabil ‘izzati amma yasifuun ............”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka&lt;br /&gt;_______, 1984. Al-Qur’an dan terjemahnya. Departemen Agama Republik Indonesia. jakarta&lt;br /&gt;Sabiq, S. 1988. Fikih Sunah. jil 5. Al-Ma’arif. Bandung. 254-313.&lt;br /&gt;An-Nawawi, S. 1996. Riyadhus Shalihin. Jil 2. Pustaka Amani. Jakarta. 363-368.&lt;br /&gt;Shaleh, Q., A. A. Dahlan, dan M. D. Dahlan,. 1993. Asbabun Nuzul : latar belakang historis turunnya ayat-ayat Al-Qur’an. Cet 15. CV. Diponegoro. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by peduli | 12:14 AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-1592090718446603208?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/1592090718446603208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=1592090718446603208' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1592090718446603208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1592090718446603208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/01/keutamaan-al-matsurat.html' title='KEUTAMAAN AL-MA’TSURAT'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TTToNMlcERI/AAAAAAAAAT4/Ymt1Gv3e-w4/s72-c/Winter%2BLeaves.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-3872241191818585958</id><published>2011-01-13T14:38:00.001+07:00</published><updated>2011-01-13T14:46:11.194+07:00</updated><title type='text'>SUKSES BISNIS KARENA HOKI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6tmTpXYiI/AAAAAAAAASw/2RRTTaIt9kQ/s1600/Waterfall.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6tmTpXYiI/AAAAAAAAASw/2RRTTaIt9kQ/s400/Waterfall.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561573463469548066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUKSES BISNIS KARENA HOKI&lt;br /&gt;Posted on Januari 12, 2011 by Perdana Akhmad S.Psi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : ustadz Zainal Abidin, L.c&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://metafisis.wordpress.com/2011/01/12/sukses-bisnis-karena-hoki/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang ditempuh para pembisnis dalam melancarkan usahanya beraneka ragam ada yang realistis dan ada pula yang tidak realistis. Yang realistis mereka menempuh cara dengan perbaikan manajemen, mengikuti training leadership, memperketat peraturan perusahaan, memperluas jaringan marketing, dan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Sedangkan mereka yang menempuh cara yang tidak realistis dengan menggunakan jasa dukun, meyakini hoki, neptu lahir atau pergi ke kuburan keramat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kita saksikan para usahawan kita bila menghadapi kepanikan bisnis mereka berlomba-lomba mendatangi paranormal karena mereka beranggapan bahwa para normal mengetahui hal-hal ghaib yang bisa membantu membangkitkan kembali bisnisnya, atau bisa mencarikan bentuk usaha yang membawa hoki. Dan yang lebih aneh lagi mereka mendatangi kuburan para wali dan tempat keramat untuk melancarkan rizkinya, memudahkan lobi bisnisnya, membantu kenaikan pangkatnya, mengairi ladang yang kering dan sebagainya, karena mereka meyakini bahwa para wali di alam barzah dan tempat keramat memiliki kekuatan ghaib yang berkaitan masalah rizki atau lainnya, mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah suatu bentuk kesyirikan dan menghilangkan ketawakalan kepada Allah serta ketergantungannya kepada ar-Razaq (dzat pemberi rizki), sementara kunci rizki dan perbendaraan bumi ditangan Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami”.( al-Munafiqun: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha Muslim harus meninggalkan cara-cara yang tidak realistis untuk mengembangkan usahanya apalagi mendatangi dukun ataupun tempat-tempat keramat karena hal itu akan mendatangkan murka Allah dan menumbuhkan rasa ketergantungan kepada makhluk dan paranoid dalam usaha, sementara rizki bila telah menjadi bagian kita tidak akan  lari sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, maka rezekinya akan menemuinya sebagaimana kematian menemuinya.” (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula membenarkan apa yang mereka kabarkan merupakan pelanggaran besar dan mendatangkan murka Allah berdasarkan hadits dari Imram bin Hushain berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan dari golongan kami orang yang menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda, burung dan lain-lain, yang bertanya dan yang menyampaikan, atau bertanya kpada dukun dan yang mendukuninya atau yang menyihir dan yang meminta sihir untuknya, dan siapa saja yang membuat buhulan dan barangsiapa yang mendatangi kahin dan membenarkan apa yang di katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.”(2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hukum mendatangi dukun, Imam Al Qurtubi rahimahulloh berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wajib bagi setiap orang yang mampu, baik da’i atau yang lainnya, untuk mengingkari orang yang melakukan perbuatan perdukunan di pasar dan mengingkari dengan keras terhadap siapa saja yang mendatangi para dukun. Tidak boleh kita tertipu, karena apa yang diberitakan itu benar atau banyaknya orang yang datang kepada mereka atau menggunakan julukan ahli ilmu. Sebenarnya mereka bukanlah ahli ilmu, tetapi yang lebih tepat adalah orang bodoh, karena mereka masih melakukan perbuatan yang terlarang.”(3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang jamaah bercerita bahwa dirinya pernah mempergunakan jasa dukun untuk melariskan dagangannya. Singkat cerita, benar apa yang dikatakan sang dukun dan tidak berapa lama usahanya maju dengan pesat, sehingga dia bergelimang dengan harta, keluarganya dimanjakan dengan kemewahan bahkan dia bingung bagaimana harus mempergunakan uangnya. Akan tetapi suatu saat, karena ia tidak bisa memenuhi apa yang diwajibkan jin atas dirinya, dalam sekejap usahanya hancur, hutang-hutangnya pun menumpuk dan para suplier tak henti-henti menagihnya. Karena merasa tidak sanggup menghadapai beban berat hidupnya ia meninggalkan tempat usahanya dan pergi ke Jakarta. Akan tetapi Jin-jin yang selama ini membantunya senantiasa meneror diri dan keluarganya dengan gangguan-gangguan yang berupa ular-ular kecil yang selalu muncul di tiap sudut lantai keramik rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hubungan dirinya dengan dunia klenik tidak lancar, kepercayaan dirinyapun hilang, ia menjadi lemah dan mudah berputus asa, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan memulai usaha dari mana. Selama ini, dalam menjalankan usahanya ia selalu bergantung dengan arahan dan ramalan paranormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kasus tersebut saya berkesimpulan bahwa mereka adalah orang-orang yang takut dengan masa depan, mereka akan optimis jika digambarkan masa depannya cemerlang, sebaliknya mereka berubah menjadi pesimis jika dikatan bahwa masa depannya suram dan tidak menguntungkan. Bila hal ini diteruskan dan dia tidak bertaubat memohon ampunan kepada Allah subhanahu wata’ala dan mengembalikan keyakinannya kepada Allah ia akan menjadi manusi yang kehilangan kepercayaan, hidup diliputi dengan kecemasan dan takut menatap masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana mereka dipermainkan oleh sang dukun yang telah bekerja sama dengan koleganya dari bangsa jin untuk menyengsarakan para pengusaha yang bingung untuk mencari solusi ternyata malah makin terpuruk ibarat sudah jatuh sambil duduk, tertimpa tangga dan terbentur tembok. Maka hendaknya seorang pengusaha muslim harus tetap istiqamah dalam menghadapi rintangan bisnis, tetap optimis dalam keterpurukan, sambil terus bangkit mencari solusi dan jalan keluar yang disertai tawakkal dan  yang tidak kalah pentingnya adalah berdoa kepada Allah memohon kemudahan dan jalan keluar serta mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai amal shalih. Kejarlah yang punya rizki yaitu Allah ta’ala jangan hanya pandai mengejar peluang rizki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, sederhanalah dalam mencari harta. Jangan rakus dan membabi buta tanpa memerhatikan aturan agama, dan jangan menodai hak orang lain, karena rezekimu tidak akan berpindah ke tangan orang lain, seorang hamba dalam mengarungi kehidupan hanya butuh terhadap tiga pilar karena tidak akan sukses kecuali dengannya: bersyukur, mencari kesehatan, dan bertobat dengan tobat nasuha.(4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote:&lt;br /&gt;1. Lihat Shahihul Jami’ no: 5240.&lt;br /&gt;2. Dikeluarkan Al-Bazzar sebagaimana dalam Kasyful Astaar 3/399  No.3044. At-Thabrani dalam al-Mu’jam Al-kabir 18/162  No.355 dan disebutkan oleh Al-Albani dalam Shahihil Jaami’ 2/956.&lt;br /&gt;3. Lihat Ahkamul Qur’an, al-Qurthubi, 2/ 44.&lt;br /&gt;4. Lihat al-Fawaid, Ibnu Qayyim, hal. 288.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filed under: ARTIKEL CAMPURAN, MACAM PRILAKU SYIRIK Ditandai: | hoki, bisnis&lt;br /&gt;« PENGERTIAN WAHABI DAN SIAPA MUHAMMAD BIN ADBUL WAHHAB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-3872241191818585958?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/3872241191818585958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=3872241191818585958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/3872241191818585958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/3872241191818585958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/01/sukses-bisnis-karena-hoki.html' title='SUKSES BISNIS KARENA HOKI'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6tmTpXYiI/AAAAAAAAASw/2RRTTaIt9kQ/s72-c/Waterfall.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-633637692610251714</id><published>2011-01-07T11:50:00.003+07:00</published><updated>2011-01-13T14:59:55.042+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Adab-Adab Berdoa&lt;br /&gt;Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi -shallallahu alaihi wasallam- »&lt;br /&gt;Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;January 20th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05 Shafar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6vzChFzKI/AAAAAAAAATA/hVRRA_alcUQ/s1600/Forest.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6vzChFzKI/AAAAAAAAATA/hVRRA_alcUQ/s400/Forest.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561575881232993442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِينَ آمَنُو&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Hasyr: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman tentang doa Ibrahim -alaihishshalatu wassalam-:&lt;br /&gt;رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ&lt;br /&gt;“Wahai Rabb kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan semua orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman tentang Nuh -alaihishshalatu wassalam- bahwa beliau berdoa:&lt;br /&gt;رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.” (QS. Nuh: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga tentang Nabi Muhammad -alaihishshalatu wassalam- dimana beliau diperintahkan dengan ayat:&lt;br /&gt;وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)&lt;br /&gt;Dari Abu Ad-Darda’  dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:&lt;br /&gt;مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dengan lafazh:&lt;br /&gt;دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan ringkas:&lt;br /&gt;Mendoakan sesama muslim tanpa sepengatahuan orangnya termasuk dari sunnah hasanah yang telah diamalkan turun-temurun oleh para Nabi -alaihimushshalatu wassalam- dan juga orang-orang saleh yang mengikuti mereka. Mereka senang kalau kaum muslimin mendapatkan kebaikan, sehingga merekapun mendoakan saudaranya di dalam doa mereka tatkala mereka mendoakan diri mereka sendiri. Dan ini di antara sebab terbesar tersebarnya kasih sayang dan kecintaan di antara kaum muslimin, serta menunjukkan kesempuraan iman mereka. Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya Allah dan Rasul-Nya memotifasi kaum muslimin untuk senantiasa mendoakan saudaranya, sampai-sampai Allah Ta’ala mengutus malaikat yang khusus bertugas untuk meng’amin’kan setiap doa seorang muslim untuk saudaranya dan sebagai balasannya malaikat itupun diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan orang yang berdoa tersebut. Berhubung doa malaikat adalah mustajabah, maka kita bisa menyatakan bahwa mendoakan sesama muslim tanpa sepengetahuannya termasuk dari doa-doa mustajabah. Karenanya jika dia mendoakan untuk saudaranya -dan tentu saja doa yang sama akan kembali kepadanya- maka potensi dikabulkannya akan lebih besar dibandingkan dia mendoakan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja satu batasan yang disebutkan dalam hadits -agar malaikat meng’amin’kan- adalah saudara kita itu tidak mengetahui kalau kita sedang mendoakan kebaikan untuknya. Jika dia mengetahui bahwa dirinya didoakan maka lahiriah hadits menunjukkan malaikat tidak meng’amin’kan, walaupun tetap saja orang yang berdoa mendapatkan keutamaan karena telah mendoakan saudaranya. Hanya saja kita mendoakannya tanpa sepengetahuannya lebih menjaga keikhlasan dan lebih berpengaruh dalam kasih sayang dan kecintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan adab-adab berdoa dari dalil-dalil di atas:&lt;br /&gt;1.    Jika dia mendoakan orang lain maka hendaknya dia mulai dengan mendoakan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Dari Ubay bin Ka’ab -radhiallahu anhu- dia berkata, “Jika Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- menyebut seseorang lalu mendoakannya, maka beliau mulai dengan mendoakan diri beliau sendiri.” (HR. At-Tirmizi: 5/463) Hanya saja juga telah shahih riwayat bahwa beliau -shallallahu alaihi wasallam- tidak memulai dengan diri beliau sendiri, seperti pada doa beliau untuk Anas, Ibnu Abbas, dan ibunya Abu Hurairah -radhiallahu anhum-. (Lihat Syarh An-Nawawi terhadap Shahih Muslim: 15/144, Fath Al-Bari: 1/218, dan Tuhfah Al-Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmizi: 9/328)&lt;br /&gt;2.    Dia mendoakan kedua orang tuanya ketika dia berdoa untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra`: 24)&lt;br /&gt;3.    Mendoakan kaum mukminin dan mukminat tatkala mendoakan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman, “Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-633637692610251714?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/633637692610251714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=633637692610251714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/633637692610251714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/633637692610251714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/01/keutamaan-mendoakan-orang-lain-tanpa.html' title='Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6vzChFzKI/AAAAAAAAATA/hVRRA_alcUQ/s72-c/Forest.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-4939915194085440869</id><published>2011-01-07T11:33:00.002+07:00</published><updated>2011-01-13T15:03:03.305+07:00</updated><title type='text'>Ayat Penjagaan (Alloh SWT)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6xdJ52bKI/AAAAAAAAATI/7vADDYcF3dA/s1600/Dock.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6xdJ52bKI/AAAAAAAAATI/7vADDYcF3dA/s400/Dock.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561577704282025122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 23 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syeikh Mustafa Haqqani: Ayat Khirzi Penangkal Sihir dan Jin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 29 Desember lalu, di zawiyah Hasbi, ba'da Maghrib, sh Mustafa memberikan pesan kepada kita semua mengenai pentingnya melazimkan ayatul hirz di zawiyah-zawiyah maupun di pribadi kita masing-masing. Apa manfaat dari ayatul hirz? Berikut salinan dari pesan yang disampaikan oleh Sh Mustafa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika saya di Malaysia, saya begitu tercekam. Negara Islam tapi koq banyakan pemecahan masalah hubungan antar pribadi dengan sihir. Saya jadi agak.. punya catatan "...lho koq?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah al adzim, hari-hari ini di kultur kita, ternyata sihir, lebih dari yang pernah aku saksikan di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya terangsang untuk meng-introduce ayatul hirz (Ayat-ayat Penangkal - red). Kata Rasulullah “barang siapa setelah maghrib membaca al-fatihah berikut 11 ayat dari surat al-baqarah”; tetapi beliau tidak mengatakan begitu: "berikut alif lam mim sampai muflihun, ayat kursi dan 2 ayat sesudahnya, dan 3 ayat yang terakhir…". --Barangkali ini juga kebijakan yang diambil oleh kalangan tradisional, maka bahagian yang vital dari surat al-baqarah ini di introduce dalam kesehariannya. Ternyata sekarang kita lihat gunanya. Sebab itu di maghrib, di subuh, seyogyanya kita sisipkan (ayatul hirz – red)--. Sebab kata Rasul: “…dijamin aman dari aneka macam kejahatan manusia, jin dan setan sampai waktu subuh”. Berarti habis subuh harus dibaca lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya banyak menjumpai kasus, telah mengadu kepada saya, merupakan fenomena interaktif tetapi pakai jinni power. Jadi barangkali lebih baik secara conditional di zawiyah-zawiyah kita atau di setiap pribadi kita, lazimkanlah ayatul hizr. Sehingga, karena itu, tadi, sesudah tahlil 10x, yang itu memang di-seyogyakan di waktu maghrib,dengan fadzilah, insyaAllah dijamin mantab aqidah dan husnul khotimah. Jadi sayang kalau tidak kita integrasikan: disambung dengan ayatul hizr, baru tasbih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, prinsipnya, patokannya, solat sunah ba'diyah itu disegerakan, dalam tradisi Naqshbandi, untuk mengelakkan kocar-kacir. Sebab Allah sendiri yang mengatakan, [arab] "the only way to aproach Me", kata Allah, "adalah kalau orang doyan dengan perfection. Sudah yang wajib, dilakukan yang sunah". Mekanismenya [arab] "sehingga dia semakin mencintai Aku dan Aku berlipat ganda kecintaannya kepada dia".[arab]. "kalau dia mencintai Aku, Aku jadi kuping dia, jadi mulut dia, jadi mata dia, jadi tangan dia, jadi kaki dia. apa yang tergerak di hati, Aku ya-kan. Barangsiapa kurangajar terhadap orang semacam itu, Aku sendiri yang mempermaklumkan perang!" (terhadap orang yang kurang ajar kepada orang semacam itu). Ini background; reference-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa, semua solat kita yang 5 itu ada qobliyahnya? Kecuali subuh &amp; ashar ada pula ba'diyahnya? Itu dibikin amat ketat. Artinya, mudah-mudahan tidak dengan karena kita menyisipkan ayatul hirz, solat sunahnya keteteran. Jadi setelah itu tetap untuk dilangsungkan amalan harian, yang di transformasikan dari Rasulullah melalui Sayyidina Abu Bakr dan yang terakhir kita terima dari sh Nazim. Jadi itu tetap untuk di-tradisikan. Itu belum selesai sampai solat ba'diyah tapi (ayatul hirz – red) ditaruh sesudah doa penutup solat.&lt;br /&gt;Merenunglah kalian, wahai orang yang dikedalaman hatinya ada fungsi yang bergetar, yang hidup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Adapun Ayat Khirzi adalah sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al Fatehah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al Baqarah ayat 1 s.d 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat Kursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al Baqarah ayat 256 s.d 257&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al Baqarah ayat 284 s.d 286&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al A'raaf ayat 54 s.d 56&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al Isro' ayat 110 s.d 111&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah As Shaffaat ayat 1 s.d 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Ar Rahman ayat 33 s.d 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al Hasyr ayat 22 s.d 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al Jin ayat 1 s.d 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Disarikan dari mailist : muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com&lt;br /&gt;Diposkan oleh Energi Enlightment di 01.01 0 komentar&lt;br /&gt;Self Healing ala Nabi SAW&lt;br /&gt;(Di intisarikan oleh Jokotry dari hasil shohbet-Untaian Mutiara Hikmah Syaikh Mustafa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dapat melakukan pengobatan sendiri dalam kondisi normal. Guru kami Syech Mustafa pernah mengajarkan cara Rosululullah dalam melakukan pengobatan, yaitu dengan mengusapkan tangan kanan kebagian yang sakit sebanyak tujuh kali, sambil mengucapkan doa berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَعُوْذُ بِعِزَّ ةِ اللهِ وَ قُدْر تِهِ وَ سُلْطَا نِهِ مِنْ شَرِّ مَا اَجِدُ وَاُخَدِرْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A’udzu bi izzatillaahi wa qudratihi wa shulthanihi min syarri maa ajidu wa ukhodir. (Aku berlindung kepada keagungan Allah, kekuasaanNya dan kemuliaanNya dari rasa sakit yang aku rasakan dan sembuhkanlah ya Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Kalau untuk diri sendiri (AJIDU), Untuk orang lain perempuan (AJIDU diganti TAJIDU), kalau untuk orang lain laki-laki (AJIDU diganti YAJIDU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Doa tersebut instruksi Nabi Muhammad ketika menjenguk Sayyidina Utsman yang sedang sakit. Nabi mengatakan kepada Utsman, untuk membaca doa tersebut diatas dan mengusapkan tangan kanannya sebanyak tujuh kali. Sayyidina Utsman melakukannya, dan akhirnya Allah berkenan menyembuhkan penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari mailist : muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com&lt;br /&gt;Diposkan oleh Energi Enlightment di 00.56 0 komentar&lt;br /&gt;Maqam Basyariyyah (Kemanusiaan) Nabi SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khutbat al-Jumu'ah, 24 Oktober, 1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid at-Tawhiid, Mountain View, California&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaah ir-Rahman ir-Rahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;was-shalaat was-salaam ala Sayiddina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan Saya baca terjemahan bahasa Inggrisnya. Dalam Surat al-Kahfi ayat 107, yang berbunyi, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal." 108, "Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya." 109, "Katakanlah: ‘Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).’" Dalam ayat 110 berbunyi, "Katakanlah: ’Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Ilah (Tuhan) kamu itu adalah Ilah (Tuhan) Yang Esa’". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhan-nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat-ayat ini, kita melihat bahwa Allah SWT telah berjanji bahwa barangsiapa berbuat baik, Ia pun akan memberikan pada mereka surga-surga. Mereka yang beriman, yang menerima Islam, yang tidak hanya menerimanya tanpa melakukan amal (perbuatan baik), karena kalian pun bisa menjadi Muslim tanpa amal—tetapi di sini Ia menekankan bahwa, "Wahai Muslim, Wahai Mu'min, kalian harus melakukan amal kebajikan." Dan Ia menekankan akan pentingnya melakukan perbuatan baik. Tidak hanya, "Aku percaya, aku seorang Muslim, dan aku berbuat kejahatan. Aku melakukan salatku tetapi aku berbuat kejahatan.” Tidak. Allah SWT menempatkan amal kebajikan bersama Iman, dus amal kebajikan adalah sejajar bersama Iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian bisa saja beriman, kalian bisa mengatakan, “La Ilaaha Ill-Allah Muhammadun RasulAllah”, tetapi mungkin kalian tidak melakukan perbuatan-perbuatan baik. Persyaratannya adalah bahwa kalian harus menjadi seorang yang beriman dan kalian harus berbuat kebajikan. Siapa yang berbuat kebajikan, mereka akan memperoleh Surga Firdaus. Mereka akan tinggal di dalamnya selama-lamanya. Mereka tidak akan berada di tempat lain. Allah SWT akan membalas mereka atas Iman mereka dan atas amal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa amal, kalian tak akan memperoleh Surga Firdaus. Allah SWT mungkin akan mengirim kalian ke tempat lain. Tapi, dengan amal kebajikan, kalian akan mendapatkan Jannat al-Firdaus.Muslim harus bekerja keras untuk melakukan amal kebajikan—dan tidak sekedar memikirkannya, “Aku datang dan salat, dan aku percaya bahwa Allah SWT adalah Pencipta kita dan Sayyidina Muhammad SAW adalah Utusan-Nya,” melainkan “Aku harus bekerja keras untuk kebaikan masyarakat, untuk kebaikan ummat Muslim. Maka aku akan meraih Jannat al-Firdaus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua, alhamdulillah, adalah orang-orang yang beriman. Jika kita tidak beriman tentu kita tidak akan datang ke sini. Jadi, kita harus beriman pada Pesan dari Allah SWT. Apa yang Allah SWT telah turunkan bagi kita melalui Sayyidina Muhammad SAW, kita harus menerimanya. Kita tak boleh mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain. Kita harus mengambil seluruhnya bersama-sama dan berusaha untuk maju, atau pencapaian kita akan Surga tidak akan lengkap. Kita mungkin hanya akan memperoleh derajat yang lebih rendah dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita tidak menginginkan hal itu. Setiap orang menginginkan lebih karena Allah SWT begitu Pemurah. Allah SWT adalah Sang Maha Pemurah Yang Mutlak. Kita ingin untuk berbuat lebih untuk mencapai lebih.Dan Allah SWT melanjutkan, “Katakanlah!”—“Qul Ya Muhammad SAW!” Hanya bagi Allah SWT-lah untuk mengatakan, “Katakan wahai Muhammad SAW! Jika seluruh lautan menjadi tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat Tuhanku, lautan itu akan habis, habis seluruhnya, tinta akan habis, pena-pun akan patah dan habis, sekalipun jika kita tambahkan lautan atas lautan atas lautan, seluruh lautan dan samudra itu akan habis, tetapi Kalimat-Kalimat Allah SWT itu tak akan pernah habis.” Ayat itu dimulai dengan, “Wahai Muhammad SAW, katakan pada mereka...,“ karena Sayyidina Muhammad SAW telah mengetahui, hal itu bukanlah bagi beliau, tapi bagi kita untuk mengetahuinya. Karena beliau yang telah diundang untuk Isra' dan Mi'raj, mengetahui pentingnya, mengetahui Tawhid Allah SWT (Keesaan Allah SWT), mengetahui Keagungan Allah SWT. Allah SWT berfirman pada beliau, “Qul!” Katakan pada siapa? Katakan pada mereka, pada Ummah, pada hamba-hamba Allah SWT, pada seluruh manusia. Di sinilah kita harus melihat bahwa ada suatu perbedaan antara status Muhammad SAW dengan status dari seluruh manusia. Allah SWT berfirman pada beliau, “Qul Ya Muhammad SAW”—“Katakan pada mereka Wahai Muhammad SAW, karena engkau sudah tahu. Aku telah memanggilmu ke Hadirat-Ku karena dirimu adalah intan permata yang paling berharga dalam alam semesta ini. Engkau mengetahui Keagungan-Ku. Maka, katakanlah pada mereka apa yang kau tahu tentang Diri-Ku. Katakan pada mereka bahwa sekali pun seandainya lautan dan samudra adalah tinta...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah pikiran kita bekerja, dengan imajinasi dan perumpamaan. Karena itulah Allah SWT memberikan pada kita suatu contoh dalam Quran Suci agar kita mengerti, perumpaan akan “samudra dan lautan sebagai tinta, untuk menulis Kalimat-kalimat Allah SWT.” Kemudian bayangkanlah bahwa lautan itu akan habis, sedangkan Kalimat-Kalimat Allah SWT tak akan pernah habis. Bahkan jika seandainya kalian menambahkan lagi samudra lalu lautan lalu samudra lalu lautan...” Jadi, artinya pengetahuan kita adalah apa? Pengetahuan kita bukan apa-apa, tidak ada apa-apanya. Seluruh ilmu dan pengetahuan yang kita banggakan hari ini, komputer, teknologi, rekayasa (engineering), fisika, kedokteran, semua nihil, bukan apa-apa, dibandingkan dengan Kalimat-Kalimat Allah SWT, dibandingkan dengan Ilmu dan Pengetahuan Allah SWT, dibandingkan dengan Ilmu dan Pengetahuan Nabi Muhammad SAW. Jika seluruh rekayasa dan teknologi ini, dan juga ilmu kedokteran ini, bukan apa-apa, itu berarti pengetahuan Sayyidina Muhammad SAW, yang telah Allah SWT berikan padanya, dapat melakukan mu'jizat dan keajaiban. Ilmu dan pengetahuan itu dapat mengubah apa pun di alam semesta ini. Pengetahuan dan Ilmu dari al-Quran Suci yang dapat kita pahami, dapat mengubah seluruh alam semesta ini. Di manakah pengetahuan itu? Di manakah ilmu dan sains itu? Karena Allah SWT telah melukiskan dalam al-Quran Suci bahwa pengetahuan iptek kita itu bukan apa-apa, maka ia tidak memiliki nilai apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat itu bermakna, “Katakan pada mereka, Ya Muhammad SAW, tentang apa yang kau ketahui tentang Diri-Ku. Tentang Ilmu-Ku dan katakan pada mereka bahwa pengetahuan yang telah Kami berikan pada mereka tak berarti apa-apa dibandingkan Ilmu-Ku. Bahkan seandainya samudra dan lautan ditambahkan atas samudra dan lautan lalu ditambahkan atas samudra dan lautan, Kalimat-Kalimat-Ku, Ilmu-Ku tak akan pernah habis!” Jadi, kita sangatlah kecil, tak berarti apa-apa. Jadi, ilmu yang telah diwahyukan oleh Allah SWT kepada kita melalui Quran Suci dapat melakukan kekuatan-kekuatan yang ajaib (mu'jizat). Di manakah ilmu itu? Kita harus mencari ilmu itu, kita harus melakukan riset dan penelitian atasnya. Bukan hanya riset untuk sains, bukan hanya riset untuk teknologi saja, karena sains teknologi tak bernilai apa-apa (dibandingkan ilmu dari Quran Suci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sains dan teknologi biasa tak akan mampu membawa kalian ke surga, tapi ilmu Allah SWT-lah yang akan membawa kalian ke surga. Dan karena ilmu manusia jika dibandingkan dengan ilmu Allah SWT adalah tak ada artinya, kita pun mesti menyadari betapa kurang dan lemahnya diri kita. Dan karena itu pulalah kita lalai dan bodoh akan ilmu dan pengetahuan tadi. Karena itulah mengapa Nabi SAW berkata kepada kita, dalam lanjutan ayat tadi, “Wahai Muslim, wahai manusia, Ilmu Allah SWT tak pernah habis. Bahkan setelah samudra di atas samudra...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang difirmankan Allah SWT setelah itu? Ia berfirman, “Katakanlah, 'Sesungguhnya aku ini hanyalah manusia seperti dirimu, tapi telah diwahyukan kepadaku." Apakah maknanya di sini? Banyak orang sekarang berkata, “Ah, Muhammad SAW tidaklah seperti kami, tapi ia lebih baik daripada kami karena telah diwahyukan padanya.” Tetapi, ini bukanlah makna dari ayat tersebut. Ayat tersebut bermakna, “Aku adalah seorang manusia yang telah mengerti Kemuliaan dan Keagungan Allah SWT, dan tak seorang pun dapat memperoleh pengetahuan ini.” Seberapa pun tingginya maqam dan kedudukan yang mungkin kita raih, kita tetaplah memilik batasan-batasan. Makna dari, “Aku adalah seorang manusia seperti dirimu,” BUKANLAH “Aku adalah suatu badan, suatu tubuh fisik sehingga engkau tidaklah lebih baik dariku dan aku tidaklah lebih baik darimu kecuali bahwa aku menerima wahyu.” Bukan! Maknanya yang benar adalah, “Wahai Muslim, sekalipun dengan apa yang telah Allah SWT berikan padaku, akan keagungan dan kenabian (nubuwwah) dan wahyu, tetaplah aku tidak akan mampu mengetahui seluruh ilmu Allah SWT, tetaplah seluruh karunia itu memiliki batasannya, bahkan bagiku.” Ayat itu tidaklah bermakna bahwa kalian dapat meminimalkan peran dari Sayyidina Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama baru kontemporer Islam. Tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas Ulama dalam Islam menekankan pentingnya ayat ini, di mana Sayyidina Muhammad SAW tengah menunjukkan pada orang-orang, “Bahkan dengan kebesaranku, bahkan dengan kekuatan yang Allah SWT telah karuniakan padaku, bahkan dengan Isra' dan Mi'raj, bahkan dengan wahyu, tetaplah aku terbatas dalam mengetahui Ilmu Allah SWT. Tetapi kalian pun terbatas dalam mengetahui pengetahuanku.” Sayyidina Muhammad SAW tengah menekankan, “Kalian terbatas dibandingkan pengetahuanku dan aku pun terbatas dibandingkan Ilmu dan Pengetahuan Allah SWT.” Wahai Muslim, Allah SWT tidak menerima syiriik (sekutu) apa pun. Dan itulah mengapa Sayyidina Muhammad SAW bersabda dalam ayat ini, “Aku hanyalah seorang manusia,” ini bermakna, “Aku tidaklah mensekutukan diriku sendiri dengan Allah SWT. Karena itulah ilmuku tidaklah sama. Dan, sebagai Nabi Muhammad SAW, Penutup para Rasul, tak seorang pun dapat meraih tingkatanku. Kalian harus mengetahui batasan kalian, dan aku pun mengetahui batasanku terhadap Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhair ibn Jandab RA, salah seorang Sahabat, berkata, “Apakah yang menjadi alasan turunnya ayat yang mengatakan, "Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhan-nya." Ayat itu turun untuk menunjukkan perbedaan di antara kita dan Nabi SAW; dan antara Nabi SAW dengan Allah SWT. Allah SWT berfirman, “Katakanlah, aku adalah seorang manusia seperti dirimu, tapi telah diwahyukan padaku,” bermakna, “Aku mengetahui batasanku, dan engkau pun mengetahui batasanmu, tetapi telah diwahyukan padaku bahwa jika seseorang ingin untuk melakukan amal, ingin untuk berada di Hadirat Tuhannya, namun karena dia tak mampu meraih pengetahuan Tuhannya, ia pun terbatas, maka hendaklah ia melakukan amal kebajikan, amal salih untuk Akhiratnya.” “Siapa yang ingin berada di Hadirat Allah SWT di Akhirat, hendaklah ia melakukan amal kebaikan. Dan hendaklah ia tidak menyekutukan seorang pun dalam ibadah kepada Allah SWT.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapakah ayat tersebut turun? Ayat itu bukanlah tentang syirik dalam menyembah seseorang bersama Allah SWT, ayat itu tidaklah bermakna demikian, sebagaimana mereka mengatakannya saat ini. Mereka melabeli mu'min dan muslim dengan menggunakan ayat-ayat Quran yang Allah SWT turunkan berkenaan dengan orang-orang Kafir, Yahudi, dan Kristen, mereka yang menyembah berhala, atau mensekutukan seseorang dengan Allah SWT. Ayat itu berkata, “Jangan sekutukan siapa pun.”Menurut Zuhair ibn Jandab RA, ia mendatangi Sayyidina Muhammad SAW dan berkata, “Ya RasulAllah SAW, terkadang aku melakukan sesuatu untuk Allah SWT, aku melakukan amal yang kulakukan untuk menyenangkan Tuhanku, dan aku akan melakukannya untuk ridha Allah SWT dan untuk cinta-Nya bagiku, tapi saat orang-orang tahu akan amal itu, aku akan senang jika orang-orang tahu akan apa yang telah kuperbuat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi SAW bersabda, “Ya Zuhair RA, jangan sekutukan siapa pun dalam ibadahmu.” Ini berarti jangan senang bahwa orang-orang tahu tentang apa yang telah kau perbuat, karena ini adalah kesyirikanmu. Kedudukanmu di hadapan Allah SWT seakan-akan dirimu bangga atas apa yang telah kau perbuat. Itu berarti kau ingin agar orang-orang menghormatimu dan mencintaimu karena engkau telah melakukan amal ini. Amal itu tidaklah murni bagi Allah SWT. Kini, kita menyaksikan orang-orang senang—saat mereka melakukan sesuatu, mereka ingin setiap orang tahu. Saat mereka melakukan pengumpulan dana, mereka ingin setiap orang untuk tahu berapa banyak yang telah mereka sumbangkan untuk masjid, atau untuk hal-hal Islami lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Karena mereka akan menjadi terkenal dalam masyarakat dan orang-orang akan menyebut mereka, “Oh, mereka adalah orang-orang yang amat baik.” Itu adalah syirik-mu atas amalmu di hadapan Allah SWT bersama seseorang lainnya. Kalian tak perlu itu. Itu tidaklah haram, tetapi itu tidaklah sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa 'ulama berkata, ada dua macam amal. Ada `amal al-mubtadi`iin dan `amal al-kamiliin, amal para pemula, dan amal orang-orang yang sempurna. Ini berarti bahwa mereka yang dalam Islamnya, berusaha untuk maju, senang untuk menunjukkan bahwa mereka tengah melakukan sesuatu. Mereka yang telah mencapai maqam kesempurnaan, suatu maqam dari tazkiyyatun-nafs, pensucian diri tak akan peduli apakah orang lain tahu atau tidak atas apa yang telah mereka perbuat, karena mereka melakukannya untuk Allah SWT. Wahai Muslim, amal kita mestilah hanya untuk Allah SWT, dan amal kita mestilah tersembunyi. Tak seorang pun mesti tahu apa yang telah kita lakukan. Maka, saat itulah, kita tak akan mengizinkan ego kita untuk bermain dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling berbahaya, sebagaimana disabdakan Nabi SAW, “Hal yang paling kutakutkan bagi ummatku adalah syirik tersembunyi, yaitu penyekutuan tersembunyi dalam amalan-amalan ummatku, bahwa mereka akan bangga di hadapan masyarakat, dan berkata, ‘Kami telah melakukan ini.’” Itu adalah di mana kalian menempatkan diri kalian di hadapan Allah SWT. Kalian mesti menyembunyikan diri kalian. Jika kalian memberikan sesuatu dengan tangan kanan kalian, tangan kiri kalian tak boleh tahu. Saat kalian menulis cek, tak seorang pun boleh tahu kecuali dirimu sendiri. Wahai Muslim, Allah SWT adalah Maha Penyayang terhadap diri kita, dan Dia mengirimkan bagi kita, dalam Islam, begitu banyak kebahagiaan, begitu banyak keagungan, dan begitu banyak cinta, hingga jika kita benar-benar mengikuti jalan dari Sayyidina Muhammad SAW, kita akan beroleh kebahagiaan dan kita akan melihat bahwa anak-anak kita pun tak akan hilang tersesat, karena Allah SWT tak suka menjadi seorang tiran bagi hamba-hamba-Nya. Allah SWT adalah Maha Pemurah terhadap hamba-hamba-Nya. Jika kita baik, kita pun akan melihat kebaikan. Jika kita melakukan suatu kesalahan, kita pun akan melihat sesuatu sepertinya. Wahai Muslim, sucikan hatimu, dan sucikan hatimu, dan bukalah dirimu sendiri pada cinta Allah SWT. Allah SWT berfirman, "Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu." Semoga Allah SWT menaruh kita dalam rahmat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa min Allah at tawfiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;©As-Sunnah Foundation of America (http://www.sunnah.org)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-4939915194085440869?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/4939915194085440869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=4939915194085440869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4939915194085440869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4939915194085440869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2011/01/ayat-penjagaan-alloh-swt.html' title='Ayat Penjagaan (Alloh SWT)'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6xdJ52bKI/AAAAAAAAATI/7vADDYcF3dA/s72-c/Dock.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-9118066545428923047</id><published>2010-11-04T10:32:00.002+07:00</published><updated>2011-01-13T15:05:57.795+07:00</updated><title type='text'>MENCARI KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6yNF-gpyI/AAAAAAAAATQ/cMn0T_SS9Vk/s1600/Toco%2BToucan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6yNF-gpyI/AAAAAAAAATQ/cMn0T_SS9Vk/s400/Toco%2BToucan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561578527861548834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENCARI KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT&lt;br /&gt;Kuliah Subuh : KH. Drs. Sandisi&lt;br /&gt;Sumber:www.suryalaya.co.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung. [al-Jumu'ah (62) : 10]. Berkaitan dengan ayat ini, Pangersa Abah mendapati dua kekhawatiran. Kekhawatiran pertama; Setelah seseorang mendapatkan talqin dzikir, dia "asyik" dengan dzikirnya kemudian melupakan kehidupannya di dunia, melupakan tugas dan kewajibannya sebagai orang tua, sebagai anak, sebagai warga masyarakat, melupakan kehadirannya sebagai manusia di muka bumi ini. Kekhawatiran yang kedua adalah sebaliknya, dia tidak mengamalkan dzikir yang telah diajarkan. Oleh karena itu, mari kita menyeimbangkan antara keduanya; bekerja di dunia dan beramal untuk akhirat. Seperti dalam sebuat hadits dikatakan: Tidak termasuk kebaikan, jika kita mencari kebaikan di dunia tapi melupakan akhirat atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat di atas, kita diperintahkan untuk shalat. Alhamdulillah, selain shalat secara lahir yang telah di atur oleh ilmu fiqih, kita juga telah diberi tahu tentang shalat secara bathin. Shalat secara lahir ditentukan waktunya; Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya serta shalat sunat lainnya. Sedangkan shalat bathin, tidak ditentukan waktunya. Kapan saja, dimana saja, sedang apa saja, baik dalam keadaan suci ataupun berhadats. Shalat bathin yaitu selalu Ingat Allah di dalam hati (dzikir Khofi) harus terus dilaksanakan. Banyak hadits yang menyinggung masalah shalat ini. Shalat adalah tiangnya agama ... Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab ... dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah shalat, kita diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi, ke barat, ke timur, ke utara ke selatan, kemana saja. Carilah karunia yang telah diberikan Allah. Menurut Imam al-Ghozali carilah karunia itu diartikan dengan mencari ilmu. Karena Nabi Muhammad Saw. bersabda: Barang siapa yang menghedaki dunia pakailah ilmu, barang siapa yang menghendaki akhirat pakailah ilmu. Barang siapa yang menghendaki kedua-duanya pakailah ilmu. Pangersa Abah selalu berharap, untuk terus belajar, terus menuntut ilmu, menambah pengetahuan, menambah pengalaman. Coba bandingkan Dua orang Tukang Batu. Yang satu hanyalah seorang tukang batu biasa. Dan yang satu lagi Tukang Batu Luar biasa yaitu seorang dokter yang bertugas mengambil batu ginjal dengan menjalankan operasi. Si Tukang Batu biasa, kerja seharian, mungkin hanya mendapatkan uang beberapa puluhan ribu rupiah saja, tapi seorang tukang batu luar biasa, hanya beberapa menit atau jam, bisa mendapatkan uang yang jauh berbeda. Begitu juga dengan ibadah. Apalah artinya ibadah siang malam tanpa dibarengi dengan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ilmu yang telah diberikan oleh Pangersa Abah adalah dzikir Khofi. Setiap pekerjaan baik yang kita laksanakan, apabila diiringi dengan ingat kepada Allah, maka dia akan bernilai ibadah, meskipun hanya berolah raga, mengikuti rapat, jalan-jalan dengan keluarga, nonton TV dan sebagainya. Tanpa diiringi dengan ingatan kepada Allah, meskipun shalat di depan Ka'bah, tiadalah artinya. "Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepuk tangan... [al-Anfal (8) : 35]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita tunaikan shalat, laksanakan tugas sehari-hari disertai dengan dzikrullah (selalu ingat kepada Allah di dalam hati).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-9118066545428923047?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/9118066545428923047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=9118066545428923047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/9118066545428923047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/9118066545428923047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2010/11/mencari-kehidupan-dunia-dan-akhirat.html' title='MENCARI KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6yNF-gpyI/AAAAAAAAATQ/cMn0T_SS9Vk/s72-c/Toco%2BToucan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-3847230492707204331</id><published>2010-08-23T09:48:00.001+07:00</published><updated>2011-01-13T15:11:13.387+07:00</updated><title type='text'>IBNU TAYMIAH PENGIKUT SYEIKH ABDUL QODIR JAILANI</title><content type='html'>IBNU TAYMIAH PENGIKUT SYEIKH ABDUL QODIR JAILANI&lt;br /&gt;Oleh : Dr. Afif Muhammad&lt;br /&gt;sumber: Manaqib-sitius PP Suryalaya-Tasik Malaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang yang mengkritik sesuatu, dianggap sebagai orang yang anti terhadap sesuatu yang dikritiknya itu. Misalnya Imam al-Ghazali sewaktu beliau mengkritik filsafat, beliau dianggap sebagai orang yang anti terhadap filsafat. Tidak hanya itu, bahkan beliau dianggap sebagai “Pembantai filsafat” (Pembunuh Ayam Bertelur Emas).&lt;br /&gt;Hal serupa diatas juga dialami oleh Ibnu Taymiyah ketika beliau mengkritik tasawuf. Ketika itu beliau dianggap sebagai ulama yang anti terhadap tasawuf oleh banyak kalangan. Bahkan sampai sekarang pun masih ada kalangan yang beranggapan demikian. Anggapan atau lebih tepatnya tuduhan demikian merupakan sesuatu hal yang tidak berdasar.&lt;br /&gt;Padahal berdasarkan pada penellitian, Ibnu Taimiyah ketika itu hanya mengkritik istilah tasawuf saja, bukan terhadap kehidupan tasawuf. Menurut Ibnu Taimiyah, tasawuf merupakan istilah yang tidak mempunyai akar sama sekali baik di dalam al-Qur’an maupun Hadits. Kalau tasawuf itu diartikan sebagai kejernihan hati, maka mestinya dipakai istilah sofa-yasfu-sofwan, bukan tashowufan. Dan kalau diartikan sebagai barisan yang rapat, maka istilah yang digunakan adalah sofa-ya suffu-soffan, bukan tashowuufan. Begitu juga bila diartikan bulu domba, maka yang ada adalah istilah suffan, bukannya tashowuffan. Dengan demikian menurut Ibnu Taimiyah, istilah tasawuf hanya mengada-ada saja. Dan menyarankan untuk menggunakan istlah yang laon saja. Adapun terhadap praktek kehidupan bertasawuf itu sendiri beliau tidak melarangnya.&lt;br /&gt;Salah satu bukti Ibnu Taimiyah tidak melarang praktek tasawuf adalah beliau menulis sebuah kitab yang merupakan sarah ,dari kitab “Futuhul Ghaib”, karya Syeikh Abdul Qodir Jaelani Q.S. dalam tradisi ilmiyah (menulis) di jaman klasik dibedakan antara membantah, mengkritik, dan menjelaskan (sarah). Tulisan yang bersifat membantah merupakan penolakan atau penentangan terhadap pandangan-pandangan yang dibantahnya. Artinya penulis yang membuat bantahan mengambil posisi “berlawanan” dengan penulis yang dibantahnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6zIfRUaiI/AAAAAAAAATg/ia-2aWlGmtY/s1600/Oryx%2BAntelope.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6zIfRUaiI/AAAAAAAAATg/ia-2aWlGmtY/s400/Oryx%2BAntelope.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561579548263606818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tulisan yang mengkritik merupakan tulisan yang hanya meluruskan dan memberikan saran terhadap tulisan-tulisan atau dari seorang “kawan”. Adapun sarah atau penjelasan merupakan tulisan yang bermakna menjelaskan pandangan-pandangan atau karya-karya dari orang yang dihormati dan memiliki pandangan yang sama dengan orang yang membuat sarah tersebut.&lt;br /&gt;Bisa saja sarah itu berupa penjelasan dari murid terhadap pandangan-pandangan gurunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-3847230492707204331?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/3847230492707204331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=3847230492707204331' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/3847230492707204331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/3847230492707204331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2010/08/ibnu-taymiah-pengikut-syeikh-abdul.html' title='IBNU TAYMIAH PENGIKUT SYEIKH ABDUL QODIR JAILANI'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6zIfRUaiI/AAAAAAAAATg/ia-2aWlGmtY/s72-c/Oryx%2BAntelope.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-5901180090688630154</id><published>2010-08-23T08:51:00.002+07:00</published><updated>2011-01-13T15:07:49.048+07:00</updated><title type='text'>BENTENGI DIRI DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BENTENGI DIRI DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godaan Iblis terhadap Nabi Adam As. patut kita jadikan contoh, betapa dahsyatnya godaan dan bujukan Iblis tersebut sehingga Adam dan Hawa harus turun ke bumi bersama dengan Iblis menjadi musuh untuk selamanya. Apa yang kurang dari Nabi Adam As.? Pangkatnya Nabi dan Rasul pertama, jabatannya Kholifatul fil ardh, Wakil Allah di muka bumi, ilmunya tinggi, sehingga para Malaikatpun bersujud kepadanya untuk memenuhi perintah Allah kecuali salah seorang diantaranya yang menganggap dirinya lebih baik dari Adam. Kekayaannya, Adam dipersilahkan menikmati semua yang ada di "surga" kecuali popon khuldi. Tetapi ... karena bujuk rayu Iblis yang begitu kuat, akhirnya Adam dan Hawa melanggar perintah Allah. Lihatlah diri kita, pangkat apa yang kita punya, jabatan apa yang kita miliki, kekayaan dan ilmu apa yang kita simpan? Iblis tetap akan menggoda kita, dan kita dipastikan akan terbujuk, tergelincir, tergoda sehingga melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya atau sebaliknya tidak mau melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6yuqofEII/AAAAAAAAATY/Q_5yqbkQzmE/s1600/Frangipani%2BFlowers.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6yuqofEII/AAAAAAAAATY/Q_5yqbkQzmE/s400/Frangipani%2BFlowers.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561579104636964994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara dilakukan oleh manusia untuk menjaga diri, keluarga, harta, jabatan, pangkat, kedudukan dan lain-lainnya. Seperti rumah tempat tinggal kita ditempeli dengan ayat-ayat Qur'an misalnya Ayat Kursi. Supaya tidak dibisa dimasuki maling, misalnya. Ayat Qur'an yang ditempel di dinding rumah kita, bisa jadi membuat syetan emoh masuk ke rumah kita. Tapi syetan itu pintar. Ketika rumah kita di tempeli ayat Qur'an, dia melihat yang punya rumahnya TIDAK DITEMPELI AYAT QUR'AN. Maka ... kitalah yang kemudian dimasuki syetan, Na'udzu billahi min dzaalik. Selanjutnya bisa ditebak, kita menjadi temannya. Parahnya lagi, tidak hanya syetan saya yang masuk ke dalam diri dan hati kita, tapi juga dunia dan segala isinya masuk ke dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil masuk ke hati, sehingga ketika mobil itu hilang atau dicuri, maka hati kita menjadi sakit. Keluarga di masukkan ke dalam hati, sehinga ketika salah seorang diantara mereka meninggalkan kita, hati kita menjadi sakit. Pangkat dan jabatan serta kedudukan, dimasukkan pula ke dalam hati, sehingga ketika hal tersebut tidak lagi ada pada diri kita, maka hati kita menjadi sakit dan seterusnya. Tetapi ... APAKAH kita pernah MERASA SAKIT ketika ALLAH HILANG DALAM HATI KITA? Kita seharusnya terus bersyukur karena telah bertemu dengan Pangersa Abah Anom yang telah menempelkan al-Qur'an ke dalam diri kita, ke dalam ruh kita, menempelkan Ismu dzat ke dalam hati kita. Bukan berarti tidak boleh mencari dunia, silahkan saja tapi jangan sampai dunia itu dimasukkan kedalam hati kita, cukup Allah saja yang ada di dalam hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, mari kita bersyukur kepada Allah, karena melalui Pangersa Abah, kita diajarkan untuk selalu mengisi hati kita dengan dzikrullah, membetengi diri kita dengan kalimat Laa Ilaaha Illallah, menuntun kita untuk selalu beribadah, memberikan contoh kepada kita untuk hidup bahagia di dunia juga sejahtera di akhirat. Kalau begitu, apa yang sudah kita berikan untuk Suryalaya? Jangan hanya omong saja yang besar, retorika saja yang begitu menarik tapi kosong dari realitas. Mari kita buktikan pengabdian kita kepada Pangersa Abah Anom, kepada pesantren Suryalaya di mana saja kita berada dengan tenaga, harta, pikiran, dengan diri yang dilandasi keikhlasan. Amin ya robbal 'alamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-5901180090688630154?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/5901180090688630154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=5901180090688630154' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5901180090688630154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5901180090688630154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2010/08/bentengi-diri-dengan-laa-ilaaha.html' title='BENTENGI DIRI DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAH'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS6yuqofEII/AAAAAAAAATY/Q_5yqbkQzmE/s72-c/Frangipani%2BFlowers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-6423478529798069188</id><published>2010-08-23T08:44:00.001+07:00</published><updated>2011-01-13T15:21:16.971+07:00</updated><title type='text'>KERUGIAN ORANG YANG LUPA KEPADA ALLAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KERUGIAN ORANG YANG LUPA KEPADA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, jauhilah maksiat, sebab terkadang ia menjadi penyebab tertutupnya rezeki bagimu. Jangan engkau melalaikan dzikir dan ketaatan, sebab adakalanya ia menjadi penyebab padamnya mata hati dan keterputusan dari Allah. Allah berfirman : "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri, rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai" (QS. al-A'raf : 205). Ketahuilah, orang yang menggunakan kesehatan dan msa mudanya untuk bermaksiat kepada Allah, maka perumpamannya adalah seperti diwarisi ayahnya uang yang banyak, lalu ia belikan ular, kalajengking, serta berbagai binatang berbisa lainnya, lalu meletakkan semuanya di kamar tidur, makan yang satu mematuknya, yang lain menyengatnya, dan ada juga yang menggigitnya. Bukankah mereka membunuhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, perumpamaanmu adalah tak ubahnya seperti burung-burung pemangsa daging yang terbang berkeliling di atas bangkai-bangkai berserakan. Mereka mencarinya, dan begitu menemukannya mereka pun langsung turun dan menggayangnya dengan badannya yang besar dan sayapnya yang kuat, tinggi terbangnya dan tajam matanya. Tapi karena sasarannya berada di tempat sangat rendah, maka seringkali ia harus merosot turun ke bawah sehingga jatuh ke dalam kotoran-kotoran. Wahai saudaraku, jadilah engkau seperti lebah, kecil tubuhnya, pendek sayapnya, jarang terbangnya, tetapi semangatnya besar, jiwanya tinggi dan tidak hinggap kecuali pada bunga-bunga, hanya mengisap sari bunga nan wangi, mengeluarkan madu nan lezat dan hanya berbuat kebajikan. Jiwa-jiwa itu agung, maka untuk memenuhi kehendaknya tubuh-tubuh pun merasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, lama sekali engkau berliku-liku di negeri ujian, diuji dengan musibah, didera dengan cambuk, agar engkau sadar dari kelupaanmu, bangun dari tidurmu, kembali kepada Tuhanmu, dan bebas dari dosamu. Tetapi, ujian itu tak akan berguna bagimu sedikitpun. Karena memang ujian itu sebenarnya bukan untuk orang yang sudah lupa (sepertimu), yang sedikitpun tak bisa menerima nasihat. Karena seorang wanita yang tak waraspun menyembelih anaknya di kamar sambil makan-makan dan tertawa, tidak menyadari apa yang sedang terjadi, tidak peduli dengan apa yang menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga engkau, engkau telah ditimpa berbagai musibah, seperti terlewatkannya bangun malam, tidak merasakan nikmatnya dzikir, hilang lezatnya bacaan al-Qur'an, meremehkan pemenuhan kewajiban, bebal dan tidak sedih, tidak menyesal, tetapi engkau malah banyak makan, tertawa, dan bersenang-senang. Semua itu terjadi karena kelalaian telah memadamkan hatimu, mematikan cahaya hatimu yang paling padam, merampas manisnya iman dari jiwamu, sehingga engkau tak lagi bisa membedakan antara yang berbahaya dan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS61pBc4JrI/AAAAAAAAATw/xtTgje8Ep9g/s1600/Autumn%2BLeaves.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS61pBc4JrI/AAAAAAAAATw/xtTgje8Ep9g/s400/Autumn%2BLeaves.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561582306217961138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang hidup pasti terperanjat ketika ditusuk jarum ataupun duri, sementara mayat tidak merasakan apa-apa meski disayat-sayat pedang atau gergaji. Maka, jika engkau tidak bersedih atas terlewatkannya dzikir dan ketaatan, tidak bersedih setelah maksiat, maka engkau adalah orang mati hati, tak bernurani, tidak dapat membedakan antara kebaikan dan kejahatan, antara kebahagian dan kesedihan, tidak mengenal mana yang bermanfaat dan yang membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu wahai saudaraku, tangisilah dirimu, berupayalah untuk membangunkan dan menghidupkan hatimu, mendekatkan dirimu dengan guru (musryid), duduklah di majelis dzikir, ilmu dan hikmah. Sebab di situ ada wangi dari tiupan surga, engkau akan menemukannya setelah bubar dari mejelis, dalam jalan hidupmu, di kampus, di toko, di rumah, atau sambil bersua bersama keluarga. Janganlah engkau lewatkan majelis-majelis dzikir, ilmu dan hikmah. Janganlah engkau katakan tidak ada gunanya hadir di majelis kebaikan dan ketaatan, karena aku telah terjerumus ke dalam dosa-dosa, dan aku tak kuasa meninggalkannya.&lt;br /&gt;Karena perkataan seperti itu adalah dari bisikan syetan yang terkutuk, yang rasukannya ke dalam jiwa dimaksudkan agar seorang mukmin terhalang dari kebaikan. Tetapi yang berburupun tetaplah wajib memanah. Jika engkau mendapatkan buruannya hari ini, maka hari esokpun masih ada, dan jangan engkau putus asa dari rahmat Allah. Allah berfirman : Katakanlah :" wahai hamba-hambaku yang melapaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. al-Zumar : 53)...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-6423478529798069188?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/6423478529798069188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=6423478529798069188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6423478529798069188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6423478529798069188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2010/08/kerugian-orang-yang-lupa-kepada-allah.html' title='KERUGIAN ORANG YANG LUPA KEPADA ALLAH'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/TS61pBc4JrI/AAAAAAAAATw/xtTgje8Ep9g/s72-c/Autumn%2BLeaves.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-7024613921299564353</id><published>2010-08-23T08:08:00.003+07:00</published><updated>2010-08-23T08:30:07.082+07:00</updated><title type='text'>JANGAN MERASA DIRI LEBIH MULIA DARI ORANG LAIN</title><content type='html'>sumber: http://www.suryalaya.org/manakib-buletin-isi.php?ID=105&lt;br /&gt;Setiap orang yang beriman hendaknya jangan sampai suka memperlihatkan sikap tidak baik, merasa diri kita lebih mulia daripada orang lain. Ingin menghina pada orang lain. Ingin menghina kepada sesama, karena Allah telah berfirman : Wahai orang-orang yang beriman jangan suka menghina segolongan diantara kamu kepada golongan lainnya siapa tahu lebih baik yang dihina daripada yang menghina. Hal ini perlu mengapatkan perhatian kita sepenuhnya, sebab hal tersebut secara tidak sadar kita lakukan. Kadang-kadang dirasakan seperti becanda saja, padahal kalau tidak cepat bertobat, bisa menimbulkan dzolim. Artinya menjadi orang yang selalu merasa kegelapan. Gelap dalam arti pikiran dan perasaan. Masalah seperti ini dipandang penting dalah tarekat, sampai ada istilah Muroqobah. Itu gunanya untuk merasakan gerak-gerik kita. Mulai dari ucapan, kelakuan termasuk i'tikad. Jelas tentang hal ini jangan sampai disepelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diterangkan dalam surat at-Taubat dalam al-Quran: Wa ammalladziina fii quluubiHim marodhun fazaadatHum rijsan ilaa rijsiHim wa maa tuuwaHum kaafirinn. Artinya : Orang-orang yang dalam hatinya berpenyakit, gerakan nafsu, ujub, riya, takabur, sombong, bohong, dzolim, khianat, jahat, dengki, benci dan seterusnya. Memang untuk menghina orang lain itu pekerjaan gampang tidak perlu repot-repot. Penyakit tersebut hampir tidak terasa, walaupun ia telah menyusup memasuki daerah perasaan kita. Tetapi kalau kita teliti dengan "kacamata rasa", baru kita menyadari bahwa perasaan kita sudah hampir ambruk. Sebab akibat lupa meneliti diri, bisa menimbulkan keinginan dalam hati untuk menghina orang lain. Padahal dirinya sendiri belum tentu benar. Pada dirinya sendiri banyak hal yang harus disingkirkan, yang pantas jadi ejekan, yang pantas ditiadakan, yang pantas dimusnahkan dan masih banyak kejelekan lainnya. Oleh karena itu sampai kita sempat melihat badan orang lain. Memang begitu lumrahnya, kotoran secuil pada badan orang lain kelihatan jelas, tapi badan sendiri sekujur tubuh penuh dengan kotoran yang menjijikan sama sekali tidak merasa. Lalau apa gunanya kita berdzikir? Kalau keadaan kita masih begitu juga. Padahal dzikir itu adalah sesuatu yang dapat menjadi garis pemisah antara yang baik dan yang jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ucapan saja sudah jelas, yaitu : Tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Allah Swt. Perintah ini benar-benar sudah jelas dengan ucapan yang nyata. Hasilnya hendaknya supaya berbekas pada amal, supaya tembus sampai i'tikad dengan benar-benar kokoh kuat, bisa memisahkan antara yang baik dan yang buruk. Dzikir dengan lisan, yang tembus ke dalam hati, langsung tembus ke rasa akan memperlihatkan hasil kebaikan yang nyata pada diri kita. Jangan pura-pura sedang dihadapan umum seperti bersahabat tidak memperlihatkan rasa benci tapi dibelakangnya sebaliknya. Jangan sampai begitu. Singkirkan sifat seperti itu. Untuk apa kita amalkan dzikir yang dua macam yaitu dzikir Jahar yang diucapkan dan dzikir khofi yang diingatkan. Kedua macam dzikir itu guna memberantas segala macam kesalahan. dari kesalahan besar, sedang dan kecil. Dari kesalahan yang terdengar sampai yang tidak kedengaran. Oleh karena itu harus bisa menjelmakan menjadi satu pendirian yang benar-benar Shaleh sehingga bisa menghindarkan diri dari amal yang tidak diridhoi Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEMUA MILIK ALLAH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada di bumi ini, akan binasa. Dan yang tetap abadi hanyalah Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Termasuk kita manusia akan hancur binasa. Jadi mengapa merasa ingin memiliki. Semuanya milik Allah. Apalagi kalau milik Allah tersebut kita gunakan untuk hal-hal yang tidak baik seperti menghina orang lain sehingga timbul perselisihan, perkelahian sehingga membuat orang tidak senang. Oleh karena itu, kita harus pasrah dan terbuka. Yakinkan bahwa diri kita tidak punya apa-apa. Tidak pernah mengadakan apa-apa. Tidak pernah membantu apa-apa. Tidak pernah menambah apa-apa. Kita tidak kaya, buka miskin. Tidak pintar bukan bodoh. Semua pemberian Allah. Kita tidak punya dan tidak memiliki sesuatu. Coba bayangkan, kalau dalam hati kita ada sedikit saja rasa memiliki, apalagi sampai tidak terasa terucapkan, itu sama saja artinya dengan mengambil hak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus terus berpegang teguh kepada Allah yang Maha Kuasa. Agar mendapat perlindungan sepenuhnya dari-Nya. Penuh pertolongan Allah, penuh dengan petunjuk Allah, penuh dengan hidayah Allah, penuh dengan kasih Allah. Tapi sebaliknya, apabila AKU yang merasa, aku yang punya, itu artinya mengambil wewenang Allah. Akibatnya kita akan dipenuhi kebingungan, kesusahan. Meskipun kaya, pintar tapi hatinya penuh dengan kebingungan. Sebagai sorang mu'min, selamanya harus merasa gembira. Kenapa tidak? Seumur hidup merasa dipelihara oleh Allah. Jika tidak memiliki perasaan tersebut maka perasaan kita akan bingung dan susah selamanya. Semoga Allah mengampuni kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita yang sedang belajar tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah Suryalaya, mari intropeksi diri. Tingkatkan amal ibadah kita sehingga kita menjadi hamba-Nya. Koreksi diri, sehingga bisa memisahkan yang baik dan yang buruk. Tumbuhkan rasa saling menghormati, menyayangi, tolong menolong supaya kita berada dalam ridhonya. Tidak ada jalan lain kecuali dengan menggunakan dzikir sebagai alatnya. Fainna dzikro saeful mu'miniin. Sesungguhnya dzikir itu pedangnya orang-orang yang beriman. Dzikir itu untuk membasmi, menyingkirkan segala godaan syetan, bujukan nafsu yang datangnya dari luar dan dalam. Setelah kita memiliki senjatanya, tinggal digunakan dengan sebaik-baiknya. insya Allah terbuka pintu kebahagiaan dunia dan akhirat. amin ya robbal 'alamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-7024613921299564353?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.suryalaya.org/manakib-buletin-isi.php?ID=105' title='JANGAN MERASA DIRI LEBIH MULIA DARI ORANG LAIN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/7024613921299564353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=7024613921299564353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7024613921299564353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7024613921299564353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2010/08/jangan-merasa-diri-lebih-mulia-dari_23.html' title='JANGAN MERASA DIRI LEBIH MULIA DARI ORANG LAIN'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8119364067919125244</id><published>2010-03-30T11:28:00.002+07:00</published><updated>2010-03-30T16:48:33.636+07:00</updated><title type='text'>Meninggalkan Kepercayaan Yang Salah</title><content type='html'>cuplikan : Buku Spiritual Thinking Priatno H Martokoesoemo - halaman 111-114&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang mempercayai hal-hal yang salah dan batil, dia berpotensi menjadi gila. Dia gila dunia, gila harta, gila wanita, gila minuman,gila klenik dan lain2. Sebaliknya jika seseorang yakin bahwa Tiada Tuhan Selain Alloh,maka dia bukanlah orang gila karena dia mempercayai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan yang salah sering diekspresikan orang gila, bisa mengakibatkan kehancuran total. Sebaliknya kepercayaan yang benar akan menuju keselamatan karena izin Allah. Untuk itu kita perlu memilah-milah mana kepercayaan yang benar dan mana yang salah dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang percaya dengan hal-hal yang benar tidak akan tertipu oleh dunia ini. Dia justru akan mengajak saudara-saudaranya untuk menyadari gebyar duniawi yang menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebenaran Datang dari Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, saya ingin menentukan apa yang benar dan apa yang salahsehingga saya selalu penuh emosi saat berdebat dengan orang lain.  Namun saya lalu sadar bahwa saya masih mempunyai kepercayaan yang salah.  Saya kadang-kadang mengira bisa menguasai kebenaran dan memperlihatkannya kepada orang lain.  Tetapi dalam praktiknya ternyata tidak semudah yang saya duga.  Saya yakin kebenaran itu datang dari allah dan hanya atas izinNya suatu kebenaran bisa menyebar kemana-mana.&lt;br /&gt;Menurut hemat saya kepercayaan yang salah hanya membuat orang menderita,sakit hati,dan jauh dari Allah. Sementara, orang yang percaya kebenaran, hidupnya akan merasa cukup,penuh kehangatan, dan bahagia.&lt;br /&gt;Jika ada seseorang yangpercaya bahwa hanya sukunyalah yang paling baik, maka dia mempercayai hal yang salah.Mengapa? Karena baik dan tidaknya seseorang bukan bergantung dari asal sukunya, melainkan dari amal perbuatannya.  Orang yang berbuat baik bisa berasal dari suku mana saja,sebagaimana juga orang yang berbuat salah dan dosa.  Suku adalah kumpulan orang.didalamnya pasti ada orang saleh (sekaligus penjahat seperti yang dimiliki suku lain.  Sekali lagi,tidak ada suku yang paling baik.&lt;br /&gt;Contoh lain tentang kepercayaan yanalah. Dulug sewaktu kecil, anda mungkin percaya bahwa ada monster di bawah tempat tidur.  Tetapi seiring berjalannya waktu anda lalu tidak percaya dengan hal-hal yang jelas salah dan berbau takhayul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Merujuk Ke Teks Suci&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelatihan Spiritual Thinking (ST) biasanya saya mencari kepercayaan fundamental yang salah, lalu mengubahnya dengan kepercayaan yang fleksibel dan benar.  Proses mengubah kepercayaan sebetulnya sangat sederhana, tetapi kadang sulit dimengerti.&lt;br /&gt;Salah satu hal yang membuat orang menjadi stres dan mengalami histeria adalah karena dia berpegang pada sesuatu yang salah,tetapi sangat mempercayainya.  Bahkan seseorang terlalu eksterm pada kepercayaan yang salah bisa mengalami tekanan batin. Contohnya dia selalu percaya bahwa seseorang (Bisa Ayah,Istri,pacar, teman atau siapapun)adalah orang yang "suci dan sempurna"  . Namun suatu hari ia melihat orang tersebut melakukan maksiat. Diapun mengalami stres dan tekanan batin karena tidak bisa menerima kenyataan yang dijumpainya.&lt;br /&gt;Karena meyakini kepercayaan yang salah,maka seseorang kadang terpaksa melawan dirinya sendiri. Disatu sisi, alam bawah sadar mengatakan bahwa suatu hal dianggap benar,tetapi disisi lain alam sadar mengatakan salah. Tabrakan kepercayaan dalam diri manusiaadalah hal yang tidak menyenangkanserta bisa mengakibatkan kebingungan dan kemarahan.&lt;br /&gt;Salah satu kiat yang paling mujarab untuk meninggalkan kepercayaan yang salah dan kadaluarsa adalah dengan merujuk pada teks suci yaitu Alquran dan hadis.  Carilah kumpulan kepercayaan yang anda punyai, lalu gantilah dengan nilai-nilai yang tersurat di dalam alquran dan hadis.  Dengan cara ini insya allah hidup anda akan damai, bahagia dan penuh makna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-8119364067919125244?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/8119364067919125244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=8119364067919125244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8119364067919125244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8119364067919125244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2010/03/meninggalkan-kepercayaan-yang-salah.html' title='Meninggalkan Kepercayaan Yang Salah'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8597714238659110136</id><published>2010-01-31T22:06:00.004+07:00</published><updated>2010-01-31T22:44:30.455+07:00</updated><title type='text'>Belajar Kesederhanaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/S2WhRGIcbuI/AAAAAAAAASU/0UjnE2Bz7ZM/s1600-h/pasar+batu.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 61px; height: 94px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/S2WhRGIcbuI/AAAAAAAAASU/0UjnE2Bz7ZM/s400/pasar+batu.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432925840568250082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur dan menerima pemberian Alloh SWT kerap kali jarang terucap di hati kita. Adanya adalah berkeluh kesah kurang. Seperti penulis yang sekarang bertugas di Pulau Sumatra yang merantau dari Pulau Jawa alangkah terenyuhnya melihat pedagang di pasar di Lampung yang nota bene merupakan perdagangan batu alam yang mana ada seorang yang bersikap sederhana, tawadhu, dan ibadah karena Alloh SWT dan ikhlas , jujur dengan dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau punya kegemaran mendakwakan asma Alloh disetiap langkah hidupnya. Dzikir tak pernah lepas dari napasnya. Di otaknya tidak ada rasa ingin membohongi pembeli ataupun mengelabuhi pembeli sehingga margin keuntungannya terlalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibilang sederhana menurut ukuran normal sih beliau dibawah rata-rata. Uang lima ribu rupiah begitu berharga dimatanya..kita liat andai orang kantor atau teman2 punya lima ribu aja kayaknya ngerasa bokek minta ampun ..adanya hanya mengeluh aja. bEgitu dia jalani hidup dengan yakin bahwa rejeki ada yang mengatur, asma -asma Alloh SWT dan shalawat tidak pernah lepas dari bibirnya.masya allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau selain berjualan batu alam juga menyepuh cincin di pasar..penghasilannya kalo dilogika sih gak cukup buat makan enam anaknya dirumah. Tapi anehnya ALloh SWT mencukupi rejekinya.Anaknya semua sekolah dan masalah makan sih cukup aja...dia juga ada kebun dan pohon kelapa sebagai sandaran hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap optimis bahwa Alloh maha Rahman ,Maha Rahim, Maha pemberi Rezeki selalu tertanam diucapan dan dihatinya.Ketika penulis kesana kerap kali nasehat itu diucapkannya dengan ikhlas tanpa ada maksud apa supaya penulis membeli atau bertransaksi dengan dia..dia ngerocos aja bahwa semua ini perwujudan asma Nya dan kita jalani semua berdasarkan aturannya dengan syareat yang dibawah Nabi Muhammad SAW. Dan satu pesan beliau bahwa jangan bergantung pada manusia "nanti ujungnya kecewa" dan Hanya Alloh SWT sandaran hidup. Pesan dia cari sandaran yang gak ada saingannya..loh apa ya?? waktu itu. Beliau jelaskan Alloh SWT adalah tidak ada saingannya karena Dia Esa (Tauhid) dan  harus tanamkan itu dihati.Kalo manusia mah kalo kita sandarkan pada jabatan ada saingan yang lebih tinggi, kalo harta ada yang lebih kaya, kalo tampan ada lagi, kalo tenar ada yang lebih tenar, kalo berkuasa ada lagi yang lebih, kalo sakti ada yang lebih sakti, kalo keturunan ningrat  ada yang lebih ningrat, kalo cerdas ada lagi yang lebih. Bahkan sama makhluk lainpun jangan bergantung padanya (Jin, Dukun, atau apapun yang dianggap keramat) karena kita ini pemimpin jadi kita yang harusnya melalui dakwah harus memimpin mereka, semua niat karena Alloh, biar pakai batu alam kalo niatnya mencintai keindahan ciptaan Alloh dan Asmanya silahkan aja asal jangan diselewengkan untuk klenik atau ritual nyeleneh lainnya..kalo sandarannya ALLOH SWT siapa saingannya??? hanya Alloh SWT saja yang tidak bergantung pada sesuatupun.itulah sandaran asli kita.Maka kita cari sandaran asli biar tidak berbuntut penyesalan karena ketipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri merasa iri dan salut kepada beliau, dimana dari penghasilanpun kayaknya beliau dengan syukur mampu membawa keluarga ke arah keberkahan hidup. Mungkin mulailah kita harus mulai memandang orang yang lebih kecil dari kehidupan ekonomi kita.Rasa syukur dan mampu berdakwah walaupun kecil keliatan dimata manusia tapi dengan ikhlas itu adalah power yang dahsyat...Dan Alloh SWT Maha tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita juga perlu malu ..kadang rasa kurang dari penghasilan bulanan kita mungkin akibat rasa menerima kita masih belum diimbangi kesyukuran dan yakin bahwa ALLoh SWT maha pemberi dan tau jatah rejeki kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Pada Alloh SWT kita berharap dan mari bercermin pada semua ciptaan Alloh SWT bahwa kita memang patut bersyukur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-8597714238659110136?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/8597714238659110136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=8597714238659110136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8597714238659110136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8597714238659110136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2010/01/belajar-kesederhanaan.html' title='Belajar Kesederhanaan'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/S2WhRGIcbuI/AAAAAAAAASU/0UjnE2Bz7ZM/s72-c/pasar+batu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-4897287694088700121</id><published>2010-01-18T10:00:00.004+07:00</published><updated>2010-01-18T10:31:01.692+07:00</updated><title type='text'>Segerakanlah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber: http://www.republika.co.id/berita/101137/&lt;br /&gt;Oleh Muhammad Arifin Ilham&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu lahir kehidupan. Dari waktu seseorang dibekap kerugiaan. Dan dari waktu berkelindan antara kemapanan dan kemalangan. Karena itu, waktu ibarat sebilah pedang; ia bisa menyebabkan kematian. Di saat yang lain, ia pun bisa memberi banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung mereka yang bisa menjadikan waktunya selalu lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Maka, hendaknya kita isi lembar hidup yang masih Allah sisakan untuk kita, dengan amal-amal terbaik. Waktu yang berlalu tidak mungkin kembali. Dan waktu yang akan datang tidak mungkin ditahan. Untuk itu, kita mesti bersegera melakukan amalan berikut, tanpa ada niat menundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, taubat. Tidak ada amalan yang bisa menyegerakan lahirnya kebaikan kecuali taubat. Dari taubat, terbuka pintu rahmat dan keberkahan. Taubatlah yang memberikan kesempatan seseorang untuk meraih apa yang tidak ia dapatkan. ''Bersegeralah kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi ...'' (QS Ali Imran [3]:133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, shalat. Di antara dosa besar adalah menunda waktu shalat. Dan orang yang berani menunda shalat apalagi sampai meninggalkannya, berarti tidak yakin akan kematian yang siap mengincarnya. ''Sesungguhnya orang-orang munafik menyangka bisa menipu Allah, tapi sungguh Allahlah yang menghinakan mereka. Yaitu ketika mereka diseru untuk shalat, mereka bermalas-malasan ...'' (QS an-Nisa [4]:142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, membayar utang. Rasulullah dan para sahabat menunda menshalatkan mayit yang masih punya utang. Karenanya, jangan tunda membayar utang jika sudah mampu untuk membayarnya. Kelak di akhirat, amal kebaikan seseorang akan berpindah kepada yang memberi utang lantaran ketika di dunia tidak membayar utang padahal ada kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bersedekah. Bersedekah berarti memanggil rezeki yang berlimpah. Dan menunda sedekah sama dengan menunda datangnya rezeki yang berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, berbuat baik. Hendaknya kita tidak menunda pekerjaan yang baik sampai besok, jika bisa dilakukan hari ini. Karena beban dan kewajiban esok hari sudah berbeda nuansanya dengan hari ini. ''Ketika telah selesai mengerjakan suatu perbuatan, maka (bergegaslah) mengerjakan (amalan) lain.'' (QS al-Insyirah [94]: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kebaikan di atas, masih ada empat amalan baik lainnya. Yaitu, menikah, berwasiat, menguburkan mayat, dan meminta maaf. Kesalahan yang belum termaafkan akan menjadi hambatan kelak saat kita menghadapi pengadilan Allah. ''Dan minta maaflah kalian, karena itu akan mendekatkan kepada ketakwaan.'' (QS al-Baqarah [2]:237)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-4897287694088700121?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/4897287694088700121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=4897287694088700121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4897287694088700121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4897287694088700121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2010/01/segerakanlah.html' title='Segerakanlah'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8630924623992130437</id><published>2010-01-18T10:00:00.003+07:00</published><updated>2010-01-18T10:05:36.264+07:00</updated><title type='text'>Asmaul Husna</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asmaul Husna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disadur :http://islam.elvini.net/allah.cgi?asmaulhusna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul.&lt;br /&gt;Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'râf: 180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;No Nama Arti Antara lain&lt;br /&gt;terdapat dalam&lt;br /&gt;1  ar-Rahmaan  Yang Maha Pemurah  Al-Faatihah: 3&lt;br /&gt;2  ar-Rahiim  Yang Maha Pengasih  Al-Faatihah: 3&lt;br /&gt;3  al-Malik  Maha Raja  Al-Mu'minuun: 11&lt;br /&gt;4  al-Qudduus  Maha Suci  Al-Jumu'ah: 1&lt;br /&gt;5  as-Salaam  Maha Sejahtera  Al-Hasyr: 23&lt;br /&gt;6  al-Mu'min  Yang Maha Terpercaya  Al-Hasyr: 23&lt;br /&gt;7  al-Muhaimin  Yang Maha Memelihara  Al-Hasyr: 23&lt;br /&gt;8  al-'Aziiz  Yang Maha Perkasa  Aali 'Imran: 62&lt;br /&gt;9  al-Jabbaar  Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari  Al-Hasyr: 23&lt;br /&gt;10  al-Mutakabbir  Yang Memiliki Kebesaran  Al-Hasyr: 23&lt;br /&gt;11  al-Khaaliq  Yang Maha Pencipta  Ar-Ra'd: 16&lt;br /&gt;12  al-Baari'  Yang Mengadakan dari Tiada  Al-Hasyr: 24&lt;br /&gt;13  al-Mushawwir  Yang Membuat Bentuk  Al-Hasyr: 24&lt;br /&gt;14  al-Ghaffaar  Yang Maha Pengampun  Al-Baqarah: 235&lt;br /&gt;15  al-Qahhaar  Yang Maha Perkasa  Ar-Ra'd: 16&lt;br /&gt;16  al-Wahhaab  Yang Maha Pemberi  Aali 'Imran: 8&lt;br /&gt;17  ar-Razzaq  Yang Maha Pemberi Rezki  Adz-Dzaariyaat: 58&lt;br /&gt;18  al-Fattaah  Yang Maha Membuka (Hati)  Sabaa': 26&lt;br /&gt;19  al-'Aliim  Yang Maha Mengetahui  Al-Baqarah: 29&lt;br /&gt;20  al-Qaabidh  Yang Maha Pengendali  Al-Baqarah: 245&lt;br /&gt;21  al-Baasith  Yang Maha Melapangkan  Ar-Ra'd: 26&lt;br /&gt;22  al-Khaafidh  Yang Merendahkan  Hadits at-Tirmizi&lt;br /&gt;23  ar-Raafi'  Yang Meninggikan  Al-An'aam: 83&lt;br /&gt;24  al-Mu'izz  Yang Maha Terhormat  Aali 'Imran: 26&lt;br /&gt;25  al-Mudzdzill  Yang Maha Menghinakan  Aali 'Imran: 26&lt;br /&gt;26  as-Samii'  Yang Maha Mendengar  Al-Israa': 1&lt;br /&gt;27  al-Bashiir  Yang Maha Melihat  Al-Hadiid: 4&lt;br /&gt;28  al-Hakam  Yang Memutuskan Hukum  Al-Mu'min: 48&lt;br /&gt;29  al-'Adl  Yang Maha Adil  Al-An'aam: 115&lt;br /&gt;30  al-Lathiif  Yang Maha Lembut  Al-Mulk: 14&lt;br /&gt;31  al-Khabiir  Yang Maha Mengetahui  Al-An'aam: 18&lt;br /&gt;32  al-Haliim  Yang Maha Penyantun  Al-Baqarah: 235&lt;br /&gt;33  al-'Azhiim  Yang Maha Agung  Asy-Syuura: 4&lt;br /&gt;34  al-Ghafuur  Yang Maha Pengampun  Aali 'Imran: 89&lt;br /&gt;35  asy-Syakuur  Yang Menerima Syukur  Faathir: 30&lt;br /&gt;36  al-'Aliyy  Yang Maha Tinggi  An-Nisaa': 34&lt;br /&gt;37  al-Kabiir  Yang Maha Besar  Ar-Ra'd: 9&lt;br /&gt;38  al-Hafiizh  Yang Maha Penjaga  Huud: 57&lt;br /&gt;39  al-Muqiit  Yang Maha Pemelihara  An-Nisaa': 85&lt;br /&gt;40  al-Hasiib  Yang Maha Pembuat Perhitungan  An-Nisaa': 6&lt;br /&gt;41  al-Jaliil  Yang Maha Luhur  Ar-Rahmaan: 27&lt;br /&gt;42  al-Kariim  Yang Maha Mulia  An-Naml: 40&lt;br /&gt;43  ar-Raqiib  Yang Maha Mengawasi  Al-Ahzaab: 52&lt;br /&gt;44  al-Mujiib  Yang Maha Mengabulkan  Huud: 61&lt;br /&gt;45  al-Waasi'  Yang Maha Luas  Al-Baqarah: 268&lt;br /&gt;46  al-Hakiim  Yang Maha Bijaksana  Al-An'aam: 18&lt;br /&gt;47  al-Waduud  Yang Maha Mengasihi  Al-Buruuj: 14&lt;br /&gt;48  al-Majiid  Yang Maha Mulia  Al-Buruuj: 15&lt;br /&gt;49  al-Baa'its  Yang Membangkitkan  Yaasiin: 52&lt;br /&gt;50  asy-Syahiid  Yang Maha Menyaksikan  Al-Maaidah: 117&lt;br /&gt;51  al-Haqq  Yang Maha Benar  Thaahaa: 114&lt;br /&gt;52  al-Wakiil  Yang Maha Pemelihara  Al-An'aam: 102&lt;br /&gt;53  al-Qawiyy  Yang Maha Kuat     Al-Anfaal: 52&lt;br /&gt;54  al-Matiin  Yang Maha Kokoh  Adz-Dzaariyaat: 58&lt;br /&gt;55  al-Waliyy  Yang Maha Melindungi  An-Nisaa': 45&lt;br /&gt;56  al-Hamiid  Yang Maha Terpuji  An-Nisaa': 131&lt;br /&gt;57  al-Muhshi  Yang Maha Menghitung  Maryam: 94&lt;br /&gt;58  al-Mubdi'  Yang Maha Memulai  Al-Buruuj: 13&lt;br /&gt;59  al-Mu'id  Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27&lt;br /&gt;60  al-Muhyi  Yang Maha Menghidupkan  Ar-Ruum: 50&lt;br /&gt;61  al-Mumiit  Yang Maha Mematikan  Al-Mu'min: 68&lt;br /&gt;62  al-Hayy  Yang Maha Hidup  Thaahaa: 111&lt;br /&gt;63  al-Qayyuum  Yang Maha Mandiri  Thaahaa: 11&lt;br /&gt;64  al-Waajid  Yang Maha Menemukan  Adh-Dhuhaa: 6-8&lt;br /&gt;65  al-Maajid  Yang Maha Mulia  Huud: 73&lt;br /&gt;66  al-Waahid  Yang Maha Tunggal  Al-Baqarah: 133&lt;br /&gt;67  al-Ahad  Yang Maha Esa          Al-Ikhlaas: 1&lt;br /&gt;68  ash-Shamad  Yang Maha Dibutuhkan  Al-Ikhlaas: 2&lt;br /&gt;69  al-Qaadir  Yang Maha Kuat          Al-Baqarah: 20&lt;br /&gt;70  al-Muqtadir  Yang Maha Berkuasa  Al-Qamar: 42&lt;br /&gt;71  al-Muqqadim  Yang Maha Mendahulukan  Qaaf: 28&lt;br /&gt;72  al-Mu'akhkhir  Yang Maha Mengakhirkan  Ibraahiim: 42&lt;br /&gt;73  al-Awwal  Yang Maha Permulaan  Al-Hadiid: 3&lt;br /&gt;74  al-Aakhir  Yang Maha Akhir  Al-Hadiid: 3&lt;br /&gt;75  azh-Zhaahir  Yang Maha Nyata  Al-Hadiid: 3&lt;br /&gt;76  al-Baathin  Yang Maha Gaib    Al-Hadiid: 3&lt;br /&gt;77  al-Waalii  Yang Maha Memerintah  Ar-Ra'd: 11&lt;br /&gt;78  al-Muta'aalii  Yang Maha Tinggi  Ar-Ra'd: 9&lt;br /&gt;79  al-Barr  Yang Maha Dermawan  Ath-Thuur: 28&lt;br /&gt;80  at-Tawwaab  Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa': 16&lt;br /&gt;81  al-Muntaqim  Yang Maha Penyiksa  As-Sajdah: 22&lt;br /&gt;82  al-'Afuww  Yang Maha Pemaaf  An-Nisaa': 99&lt;br /&gt;83  ar-Ra'uuf  Yang Maha Pengasih  Al-Baqarah: 207&lt;br /&gt;84  Maalik al-Mulk  Yang Mempunyai Kerajaan Aali 'Imran: 26&lt;br /&gt;85  Zuljalaal wa al-'Ikraam Maha Memiliki Kebesaran  serta   Kemuliaan  Ar-Rahmaan: 27&lt;br /&gt;86  al-Muqsith  Yang Maha Adil                    An-Nuur: 47&lt;br /&gt;87  al-Jaami'  Yang Maha Pengumpul            Sabaa': 26&lt;br /&gt;88  al-Ghaniyy  Yang Maha Kaya                   Al-Baqarah: 267&lt;br /&gt;89  al-Mughnii  Yang Maha Mencukupi            An-Najm: 48&lt;br /&gt;90  al-Maani'  Yang Maha Mencegah            Hadits at-Tirmizi&lt;br /&gt;91  adh-Dhaarr  Yang Maha Pemberi Derita    Al-An'aam: 17&lt;br /&gt;92  an-Naafi'  Yang Maha Pemberi Manfaat     Al-Fath: 11&lt;br /&gt;93  an-Nuur  Yang Maha Bercahaya             An-Nuur: 35&lt;br /&gt;94  al-Haadii  Yang Maha Pemberi Petunjuk     Al-Hajj: 54&lt;br /&gt;95  al-Badii'  Yang Maha Pencipta             Al-Baqarah: 117&lt;br /&gt;96  al-Baaqii  Yang Maha Kekal             Thaahaa: 73&lt;br /&gt;97  al-Waarits  Yang Maha Mewarisi             Al-Hijr: 23&lt;br /&gt;98  ar-Rasyiid  Yang Maha Pandai             Al-Jin: 10&lt;br /&gt;99  ash-Shabuur  Yang Maha Sabar             Hadits at-Tirmi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-8630924623992130437?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/8630924623992130437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=8630924623992130437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8630924623992130437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8630924623992130437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2010/01/asmaul-husna-disadur-httpislam.html' title='Asmaul Husna'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8264338225339292097</id><published>2009-09-22T19:50:00.002+07:00</published><updated>2009-09-22T20:03:36.821+07:00</updated><title type='text'>KUN Fayakun - Yusuf Mansyur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SrjLE-BLu5I/AAAAAAAAARU/9256WPXWAo8/s1600-h/remajaislam-48.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 48px; height: 48px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SrjLE-BLu5I/AAAAAAAAARU/9256WPXWAo8/s400/remajaislam-48.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384276640749304722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sudah lama&lt;br /&gt;saya tidak berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Kun Fayakuun&lt;br /&gt;mengajarkan sederhana kepada penontonnya tentang Kekuatan Do'a.&lt;br /&gt;Kekuatan percaya pada Allah. Kekuatan pasrah pada Kehendak-Nya.&lt;br /&gt;Dan semua itu memotivasi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; oleh : Yusuf Mansyur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari gini, banyak yang berputus asa. Atau sedikitnya, berkurang imannya kepada Allah. Banyak yang tidak percaya bahwa ia bisa berhasil. Tidaklah sedikit yang percaya bahwa nasib buruk akan menimpanya. Atau, tidak mau meyakini bahwa pertolongan Allah itu bakal datang. Sebagiannya hanya mau percaya bahwa hidupnya ya gitu-gitu aja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga akan ada perubahan, sbb otaknya mengatakan ia tidak mungkin berubah. Tanya saja kepada seorang pegawai yang gajinya kurang. Ia akan memandang segala kekurangannya, dan kekalahannya setiap bulan secara keuangan. Tanya juga para pedagang yang kekurangan modal. Baginya, ia bakalan punya keuntungan berlipat-lipat kalau ia bisa memiliki modal tambahan yang berlipat-lipat. Tanya pula mereka yang memiliki hutang segunung, sedangkan pekerjaan dan usaha sdh tidak ada. Apalagi kalau kemudian peluang dan kesempatan juga terasa gelap baginya. Maka, hutang itu katanya tidak akan pernah terbayarkan. Tanya pula kepada mereka yang terkena kanker, atau anggauta keluarganya ada yang kena penyakit kronis, menahun. Ia akan lihat kematian yang cepatlah jawaban yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kun Fayakuun, ia saya suarakan agar diri ini tidak melemah. Tidak jatuh dlm keputusasaan. Tidak larut dalam kesedihan. Dan yang lbh penting lagi, tumbuh kemudian keinginan tuk berubah, dan percaya bahwa segalanya masih mungkin, sebab tuhannya adalah Allah Yang Maha Kuasa. Kun Fayakuun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penulis Blog menambahkan perlunya berserah diri pada ALLAH sepenuhnya, pasrah ikhlas atas semua usaha kita.Ingat " Tiada Daya dan Upaya hanyalah Allah SWT ", Hanya Allah SWT sang Maha kuasa, Dialaha sang Super Power Dunia Akhirat, Penulis Blog sendiri juga belajar pasrah dan berserah diri karena keterbatasan ilmu maka penulis masih berusaha dengan belajar pada orang bijak, cerdik cendikia, alim ulama dan orang shaleh..dan hanya kepadanya segalanya kami gantungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua akan dinilai Allah selama kita mengikuti kebenaran..sekali lagi kebenaran, kebenaran bisa aja cahayanya dipadamkan tetapi sebenarnya dia tidak padam, karena itulah kuasa ALLAH SWT mengalahkan nafsu keserakahan manusia dan makhluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun penguasa, atasan, bangsawan,hartawan berusaha menghalangi kebenaran tapi kebenaran akan tetap mencari jalannya...Kun fayakun..Allah Maha Penolong kita..Allah hu Akbar..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-8264338225339292097?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/8264338225339292097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=8264338225339292097' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8264338225339292097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8264338225339292097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/09/kun-fayakun-yusuf-mansyur.html' title='KUN Fayakun - Yusuf Mansyur'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SrjLE-BLu5I/AAAAAAAAARU/9256WPXWAo8/s72-c/remajaislam-48.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-3466826627635090483</id><published>2009-09-21T21:57:00.003+07:00</published><updated>2009-09-21T22:01:41.639+07:00</updated><title type='text'>Dua Kenikmatan Yang Sering Dilupakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SreUvcTJo4I/AAAAAAAAARE/zaP77_CVoNU/s1600-h/habibmunzir.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 78px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SreUvcTJo4I/AAAAAAAAARE/zaP77_CVoNU/s400/habibmunzir.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383935422315996034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa    &lt;br /&gt;Thursday, 17 September 2009&lt;br /&gt;Dua Kenikmatan Yang Sering Dilupakan&lt;br /&gt;Senin, 14 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(صحيح البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;“dua kenikmatan yg sering dilupakan banyak orang, kesehatan dan kelowongan waktu” (Shahih Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sama – sama kita muliakan Guru kita yang kita cintai fadhilatul sayyid ad da’i ilallah Al Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Athas matta’Anallahu bihi, para ulama, para kyai, dan para tokoh masyarakat yang hadir, para sesepuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Limpahan puji kehadirat Allah, Maha Raja Tunggal dan Maha Abadi, Yang Maha Melimpahkan Rahmat dengan Kemuliaan-Nya sepanjang waktu dan zaman. Yang di malam mulia ini, di malam 25 Ramadhan, yang padanya terdapat sedemikian banyak hujan cahaya Rahmat Illahi, menghujani umat Nabi Muhammad Saw dengan tawaran – tawaran Illahi yang disampaikan kepada utusan Allah yang paling suci, Sayyidina Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Taharraw lailatalqadri fil witri min al’asyril awakhiri min ramadhan”. Demikian riwayat Shahihain Bukhari dan Muslim. “Temuilah kemuliaan malam lailatulqadr di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, di malam ganjil”. Dan hadits lainnya “temuilah kemuliaan lailatulqadr di 7 malam terakhir, di malam ganjil di bulan Ramadhan”. Semoga malam ini, malam kemuliaan bagiku dan kalian dilimpahi cahaya kemuliaan lailatulqadr dan segala Anugerah-Nya. Di malam 25 Ramadhan, kita berkumpul di dalam cahaya Anugerah Ilahi, terang – benderang menghujani para tamu-Nya yang berdatangan ke Baitullah, berdatangan ke istana Keridhoan Allah ini dan tiadalah 1 orang tamu yang akan dikecewakan oleh Sang Maha Dermawan terkecuali semua tamu disambut dengan Anugerah Luhur, disambut dengan semulia – mulia Anugerah. Anugerah yang tidak bisa diberikan pada makhluk satu sama lainnya, Anugerah yang hanya dimiliki Allah berupa Anugerah yang kekal dan abadi, Kasih Sayang Allah ditumpah-ruahkan, dihujankan dan dihamparkan kepada para tamu – tamu Allah. Mereka yang berkumpul di dalam dzikir, berkumpul di dalam taklim, dan kemuliaan shalawat dan dzikir dzikir Nabawiy, semoga aku dan kalian selalu di dalam Kasih Sayang Rahmat Allah yang abadi dhahiran wa bathinan, dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, Sang Nabi Saw bersabda “matsalulladzii yadzkurullah walladzii laa yadzkurullah matsalul-hayyi wal-mayyiti”, demikian diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari. “Perumpamaan orang – orang yang bedzikir mengingat Allah dengan orang yang tidak pernah mengingat Allah, bagaikan perumpamaan yang hidup dan yang mati”. Jiwanya padam dari Keluhuran Ilahi, ia makan dan minum melewati hari – harinya dan lepas dari Anugerah yang abadi. Di hadapan manusia, ia hidup, berbicara dan berbuat. Namun di hadapan Allah, tiada bedanya dengan yang mati, karena ia tidak mau mengingat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Beruntunglah kita yang hadir di majelis agung ini, semoga selalu dalam kemuliaan dzikir sepanjang hidup kita. Dalam pekerjaan, dalam aktifitas, dalam rumah tangga, dalam siang dan malam, semoga jiwa kita selalu diingatkan Allah dan digetarkan Allah pada Cahaya Kemuliaan Nama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Oleh sebab itu di malam – malam terakhir ini khususnya, perbanyaklah dzikir dengan menyempurnakan shalat fardhu kita semampunya, dengan memperbanyak dan menambah khusyu’nya semampunya, menyempurnakan shalat tarawih semampunya, memperbanyak bacaan Alqur’an semampunya, meninggalkan segala dosa semampunya, melaksanakan hal – hal yang mulia semampunya. Sungguh teriwayatkan di dalam Shahih Muslim, ketika turunnya firman Allah Swt “Lillahi maa fissamaawaati wamaa fil ardh, wa in-tubduu maa fii anfusikum awtukhfuuhu yuhaasibkum bihillah, fayaghfiru liman yasyaa’ wa yu’addzibu man yasyaa, wallahu ‘alaa kulli syaiin qadiir”&lt;br /&gt;Milik Allah seluruh langit dan bumi. Dan Allah Swt mengetahui semua apa yang tersembunyi dan semua yang terlihat. Semua perbuatan kita yang terlihat oleh makhluk atau perbuatan kita yang disembunyikan berupa dosa dan pahala, Allah Maha Melihatnya dan tiada yang tersembunyi bagi Allah. Maka Allah akan menghisab kalian, QS. Al Baqarah : 284). Demikian firman Allah Swt dan Mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan akan menurunkan siksa bagi yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayat ini turun, berdatangan para sahabat kehadapan Sang Nabi Saw, mereka berlutut dan menangis di hadapan Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, Allah sudah perintahkan shalat, puasa, zakat dan apa semampu kami, namun sekarang datang firman Allah, kami akan dihisab, bagaimana ini sungguh sangat berat?”, maka Nabi Saw bersabda sebagaimana riwayat Shahih Muslim “apakah kalian akan berkata sebagaimana orang – orang yahudi yang ketika diperintah mereka berkata “sami’na wa ashaynaa faquuluu sami’na wa atha’naa”.&lt;br /&gt;Kalian ini jangan seperti orang yahudi, kata Rasul saw. Kenapa? Orang yahudi ketika diperintah Allah, ia berkata “kami dengar tapi kami tidak mau taat, katakan kami dengar dan kami taat”. Maka para sahabat menunduk, menghentikan tangisnya seraya berkata “sami’na wa atha’naa” kami dengar dan kami taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian indahnya iman para sahabat radhiyallahu anhum. Dalam keadaan sunyi senyap, ketika para sahabat mengalah dan menerima apapun yang sangat berat yang mereka keluhkan pada Sang Nabi Saw, maka turunlah ayat “aamanarrasuulu bimaa unzila ilaihi min rabbihii wal mu’minuna kullu aamana billahi wa malaikatihii wa kutubihii wa rasulihii laa nufarriqu baina ahadin min rusulihii wa qaluu sami’na wa athanaa ghufranaka rabbana wa ilaikal mashir, laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maaktasabat..” sampai akhir ayat. Demikian indahnya Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka mengadu pada Sang Nabi saw, mereka tidak mampu jika harus melewati hisab setelah mereka berjuang dengan apa – apa yang mereka mampu. Lalu bagaimana dengan hisab dari apa – apa yang mereka tidak mampu? Allah menjawab “Allah tidak memaksa lebih dari kemampuan kalian”, mereka berkata “sami’na wa athanaa ghufranaka rabbana wa ilaikal mashir” kami dengar dan kami taat, pengampunan-Mu dan kepada-Mu kami akan kembali dan Allah tidak memaksa seseorang lebih dari kemampuannya. Demikian indahnya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar kemampuanmu, berbuatlah dan Allah tidak akan menghisab dengan yang lebih dari itu. Allah akan menghisab jika kita mampu tapi kita tidak melakukannya, itu yang akan dihisab oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan hal – hal yang kita mampu dan kita masih melakukannya? Allah masih mengajarkan doa “rabbana laa tu-akhidznaa in-nasiinaa aw-akhthanaa” Wahai Allah ampuni kami, jika kami salah dan kami lupa. Allah yang ajarkan. Kalau bahasa logika kita, enak sekali sudah berbuat salah lalu minta pengampunan dosa? Allah yang ajari untuk memberi pengampunan-Nya kepada semua pendosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah kepada-Ku, “rabbana walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahu ‘alalladziina min qablinaa” jangan bebani kami seperti umat – umat yang terdahulu beban yang berat, beri kami beban yang lebih ringan.&lt;br /&gt;Memangnya boleh seperti itu? minta beban yang lebih ringan?. (sungguh telah) Diajari oleh Allah, agar kau mendapat beban hidup yang lebih ringan. Minta kepada Allah, “Rabbiy di zaman para sahabat bebannya berat sekali, aku tidak mampu berbuat seperti mereka”. Allah sudah ajari agar jangan dibebani umat seperti beban yang berat tapi beri kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi” jangan bebani kami dari apa – apa yang kami tidak mampu.“Wa’fu ‘annaa waghfirlanaa warhamnaa anta mawlaanaa fanshurnaa ‘alal qaumilkafiriin” kasih sayangilah kami, maafkanlah kami, dan tolonglah kami dari orang – orang non muslim yang memusuhi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong agar mereka diberi hidayah, tolong agar mereka yang memusuhi diberi hidayah dan jika mereka memerangi, tolong diberi pertolongan agar kita menang. Demikian indahnya doa yang diajarkan oleh Allah Swt kepadaku dan kalian dan seluruh umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Rasul Saw bersabda “wallahi inniy la-astaghfirullah wa atubuilaihi fil yaumi aktsara min sab’ina marrah”.&lt;br /&gt;Demikian riwayat Imam Bukhari didalam musnidnya. “Demi Allah, bahwa aku ini bertaubat dan beristighfar kepada Allah setiap hari lebih dari 70X”. Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari mensyarahkan makna hadits ini dengan syarah yang panjang, namun ringkasnya adalah Rasul Saw adalah orang yang paling mulia dan ma’shum. Bagaimana beliau bertaubat dan beristighfar atas apa? karena tidak ada dosanya. Maka dua pendapat yang paling kuat dikatakan oleh Al Imam Ibn Hajar, yang pertama adalah Rasul Saw beristighfar dari kemuliaan – kemuliaan yang lewat dari hari – harinya yang belum sempat beliau laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang kedua adalah beliau beristighfar untuk seluruh umatnya, karena Rasul saw kalau berdoa tidak pernah untuk dirinya tapi selalu menyertakan umatnya. Beliau beristighfar dan bertaubat untuk umatnya pula, karena didalam riwayat yang tsigah didatangkan kepadaku amal – amal pahala kalian umatku setelah aku wafat dan apabila amal kalian baik, aku memuji Allah dan bila amal kalian buruk, aku beristighfar untuk kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Sayyidina Nabi Muhammad Saw yang sudah diperintahkan Allah Swt, “fa’lam annnahu Laa ilaaha illallah, wastaghfir lizanbika walil mukminina wal mukminat” Allah sudah perintahkan kepada Nabi saw untuk beristighfar kepada mukminin dan mukminat, maka Rasul saw beristighfar lebih dari 70X dan bertaubat setiap harinya. Kalau yang tidak pernah berdosa saja seperti ini, bagaimana aku dan kalian?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, taubat itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Taubat itu adalah menyesali dosa kita dan berniat ingin meninggalkan apa yang telah kita perbuat dari dosa. Jika nanti berbuat lagi jangan difikirkan, itu adalah hari esokmu. Yang penting adalah dosamu yang lalu dan saat ini.&lt;br /&gt;Bagaimana niatnya? Bila kau berniat “Rabbiy..Rabbiy.. (tuhanku.. tuhanku..) aku ini ingin meninggalkan dosa – dosaku dengan kesungguhan”, dan niat itu adalah taubat. Itu kemuliaan taubat tumpah padamu dan cinta-Nya Allah sangat memanjakan mereka – mereka yang bertaubat.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, semoga aku dan kalian di malam hari ini, di detik agung ini, di malam mulia ini, di majelis mulia ini, semua diterangi dengan cahaya kemuliaan taubat. Kita menyesal dan tidak senang dengan semua dosa yang pernah kita lakukan, semoga Allah beri kekuatan di hari esok untuk memberikan kekuatan bagi kita meninggalkan dosa – dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Sebagian di hatinya berkata “aku ini terjebak dosa karena urusan – urusan nafkah” atau urusan lainnya, maka minta kepada Allah kemudahannya agar kau bisa lepas dari dosa itu. Kalau masalah nafkahnya membawa dosa, minta kepada Allah, berikan jalan padaku yang mudah agar mendapatkan nafkah yang lebih baik, atau dalam pekerjaan atau dalam rumah tangganya atau lainnya, adukan kepada Allah, “Rabbiy aku berbuat seperti ini bukan karena kemauanku tapi terjebak, maka tolonglah dengan kemudahan.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, Yang Maha Mendengar, mendengar semua getaran jiwamu siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, bagaimana indahnya Allah Swt berbuat kepada hamba – hamba yang dicintai-Nya. Semoga aku dan kalian dicintai Allah siang dan malam dan merindukan Allah, sebagaimana sabda Nabi saw “man ahabba liqa'iy ahbabtu liqa'ah” barangsiapa rindu jumpa dengan-Ku maka Aku pun rindu jumpa dengannya. (Shahih Bukhari), Sebagian orang berfikir kalau rindu jumpa dengan Allah, dirindukan Allah, cepat wafat dong??,&lt;br /&gt;justru tidak, karena Allah Swt Maha Mampu Memanjangkan Usianya didalam kerinduannya kepada Allah agar semakin dahsyat rindunya, agar semakin dilimpahi kebahagiaan di dunianya, agar ia tahu bagaimana Allah memuliakan hamba – hamba yang rindu pada-Nya di dunia dan akhirat, karena Allah-lah Sang Pemilik dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Kalau menyambung silaturahmi saja bisa meluaskan rezki kita, sebagaimana sabda Sang Nabi Saw riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda “barangsiapa yang ingin diluaskan rezkinya maka ia menyambung silaturahminya”. Bagaimana orang yang menyambung silaturahmi cinta dengan Allah. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, maka Allah akan luaskan rezkinya dhahiran wa bathinan, dunia wal akhirah. Semoga aku dan kalian di dalam kelompok orang yang rindu dan cinta kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw berjalan bersama para sahabatnya (dalam riwayat yang tsigah) maka lewatlah merangkak seorang bocah kecil menyeberangi jalan maka dalam salah satu riwayat Rasul saw mengambilnya, dalam riwayat lain Sayyidina Umar yang mengambilnya, “apakah bayi ini punya ibu?” maka tak lama keluarlah ibunya dari sebuah kemah dan berkata “ibni..ibni”, (anakku.. anakku..) mengambil anak itu, memeluknya dan menyusuinya. Maka para sahabat menangis melihatnya, Rasul saw bertanya “kenapa kalian menangis?, apa yang membuat kalian menangis?”, para sahabat berkata “kelembutan ibu itu kepada anaknya, kami terharu dan menangis wahai Rasul, betapa cintanya ibu itu kepada anaknya”. Rasul saw bersabda “Inallah arham bi’ibaadihi min hadzihi liwaladihaa” Allah lebih cinta dan sayang kepada hamba-Nya daripada anak ini kepada ibunya, lalu Rasul Saw bertanya apakah mungkin ibu ini melemparkan bayinya ke api?, (para sahabat menjawab) mustahil wahai Rasullulah…!”,. Demikian pula Allah Swt kepada hamba – hambaNya yang dicintai-Nya, akan selalu dibela oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan di dalam Musnad Imam Ahmad bahwa ketika kejadian seperti ini seorang wanita melihat Rasul saw, ia sedang membenahi kayu dan bara api yang menyala, lalu ia mengangkat bayinya “wahai Rasul aku sungguh tidak akan mungkin melemparkan bayiku ke dalam api, apakah Allah akan melemparkan hamba – hambaNya yang cinta kepada-Nya ke dalam api?”, maka Rasul Saw menutup wajahnya, menunduk dan menangis, seraya berkata : “demi Allah, sungguh Allah tidak akan memberi siksaan dan kehinaan kepada mereka yang mengucap tiada Tuhan selain Allah”. Semakin sempurna kalimat ini di sakaratul maut kita, semakin lepas kita dari siksanya Allah Swt. Sebagaimana sabda Sang Nabi saw riwayat Shahih Bukhari “man qaala lailahailallah khaalishan min qalbihi haramahullahu alannaar” barangsiapa yang mengucap lailahailallah dari dasar hatinya dan ia wafat maka Allah haramkan ia dari api neraka. (Shahih Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, semoga aku dan kalian dalam cahaya keagungan lailahailallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah (tsiqah : kuat), ketika seorang yang cinta kepada Allah di masa hidupnya tapi ia sudah terlanjur banyak berbuat dhalim kepada orang lain maka ketika didalam sidang akbar ia dihadapkan ke hadapan Allah Swt dan ditimbang amalnya, sebagaimana hadits yang telah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu bahwa disana itu pertimbangan amal, bukan pertimbangan harta dan dinar dan dirham, jadi alat tukarnya pahala dan dosa. Orang yang pernah berbuat dosa dan belum sempat meminta maaf akan diambil pahalanya oleh orang yang pernah ia dhalimi. Kalau pahalanya sudah habis untuk membayar hutang – hutang dosanya pada makhluk, maka masih tersisa hutang – hutang dosa, diambil dosa orang itu ditangguhkan padanya sebesar dosanya. (Shahih Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang hamba yang mencintai Allah, berdiri di sidang akbar, ia banyak berbuat dhalim kepada orang dan belum sempat meminta maaf dan memohon ridho, namun Allah tidak membiarkan hamba yang mencintai-Nya ini masuk ke dalam neraka, Allah membelanya. “Hamba-Ku apa yang kau dapat dari mizan (timbangan), bagaimana timbangan amalmu?”, “habis Rabbiy, masih tersisa dosa – dosa orang ini yang ditumpahkan padaku, aku harus masuk neraka untuk menebusnya”. Allah bertanya kepada sang penuntut “engkau pernah didhalimi oleh orang yang cinta kepada-Ku ini?”, “betul wahai Allah”, “kenapa engkau tidak memaafkannya?”, “wahai Allah, kalau aku memaafkannya, aku pasti masuk neraka, karena aku pun mempunyai tunggakan dosa yang banyak. Tidak kumaafkan pun aku masih harus masuk neraka, apalagi kalau aku memaafkannya, makin lama aku di neraka”, maka Allah berkata “lihat ke atas”, lalu ia pun melihat ke atasnya, ia lihat istana cahaya yang megah dan mewah. Bergetar ia melihat istana itu dan berkata “Rabbiy, untuk siapa istana itu?”, Allah berkata “untukmu, kalau kau mau memaafkan hamba-Ku yang Ku-cintai”, Allah tidak mau hamba yang merindukan dan mencintai-Nya menyentuh neraka, Allah tebus dosanya, mudah bagi Allah memberikan surga kepada orang itu. “Ini untukmu kalau kau mau memaafkan hamba-Ku yang Ku-cintai”, “kumaafkan wahai Allah, kumaafkan, aku bebas dari neraka, Alhamdulillah aku mendapat surga yang demikian megahnya”. Maka Allah persilahkan hamba-Nya yang dicintai-Nya masuk ke dalam surga. Semoga Allah Swt menjadikanku dan kalian hamba yang dicintai-Nya dengan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ya Rahman Ya Rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, Idul Fitri telah dekat di hadapan kita. Tinggal kurang lebih 4 malam lagi ramadhan, sekitar 4 malam lagi, setelah itu selesai. Bagaimana dengan ramadhan kita yang lalu? Maafkan semua orang – orang yang pernah berbuat salah padamu, jangan jadikan jiwa kita mendendam, karena apa? karena dengan memaafkan dosa orang lain kepada kita, Allah akan pemaaf kepada kita. Jangan maafkan orang itu yang berbuat jahat padamu karena dia. Tapi maafkan karena Allah…., Aku memaafkannya bukan karena dia, tapi karena Allah, aku punya dosa kepada Allah dan punya salah kepada Allah, kalau aku tidak maafkan orang ini, bagaimana? aku malu minta maaf kepada Allah atas dosaku. Tapi sebaliknya, kalau kau melupakan orang yang pernah berbuat jahat padamu, tanpa menunggu ia meminta maaf, kau sudah maafkan atas nama Allah Swt dan dimaafkan. Allah Swt akan malu tidak memaafkan.&lt;br /&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika seorang yang selalu menghutangi orang lain, ia menghutangi harta, dihutangi oleh orang lain. Ia berkata kepada pembantunya “kalau orang yang susah, biar.., biar saja.., jangan ditagih hutangnya”. Di saat hari kiamat, dia ditagih oleh dosa – dosanya, maka Allah berkata “biarkan dia, biarkan, maafkan ia”. Di masa hidupnya ia pemaaf, maka di hari kiamat Allah malu untuk tidak memaafkannya.&lt;br /&gt;Semoga Allah menerangi jiwaku dan jiwa kalian dengan sifat pemaaf. Orang yang dibenci, di fitnah dan di musuhi itu (misalnya aku, misalnya engkau) kita tidak mendendam, kita makin mulia di sisi Allah, dia makin hina disisi Allah. Kita dapat pahala tanpa beramal sudah ada tumpukan pahala karena memaafkan kesalahan orang pada kita. Orang jahat pada kita, dhalim pada kita, kita maafkan, kita makin diangkat oleh Allah dan dilimpahi keberkahan, dia makin hina disisi Allah. Maka apa ruginya kita memaafkan orang lain?, jika dengan itu kita mendapatkan anugerah dari kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, semoga Allah membersihkan jiwa kita dari sifat dendam dan sifat musuh kepada orang lain, terutama saudara – saudari kita muslimin – muslimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah kita kepada hadits mulia yang kita baca bersama – sama tadi. “Ni’mataani maghbubun fihima katsirun minannaas, ashshihatan walfaraaghu” Dua hal kenikmatan yang sering dilupakan oleh orang, kesehatan dan kekosongan waktu. Kesehatan sering dilupakan oleh orang, demikian pula kekosongan waktu. Ini dua kenikmatan besar dari Allah untuk kita mendapatkan kemuliaan, kebahagiaan, kesuksesan, kesejahteraan. Ini anugerah waktu diberi oleh Allah, kesehatan dan kekosongan waktu. Dipakai apa kekosongan waktu kita dan kesehatan kita?. Kalau sudah sakit, hadirin – hadirat sungguh kenikmatannya sehat baru terasa. Barangkali kalian juga sering merasakan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah enam bulan di kursi roda, tidak bisa berdiri. Kata dokter perlu delapan tahun baru bisa berdiri. Tapi Alhamdulillah dengan doa Guru Mulia, beliau mendoakan dan selesai. Tapi enam bulan saya di kursi roda. Itu enam bulan hadirin.., melihat gelas di depan meja, saya tidak bisa berdiri mencapainya. Iri melihat orang yang bisa berjalan. Rabbiy alangkah nikmatnya berjalan... dua meter dihadapanku, aku tidak bisa mengambilnya, tidak bisa turun dari ranjang, harus nunggu ada yang membawakan kursi roda. Gelas di hadapan dua meter tidak bisa meraihnya, haus harus nunggu orang datang. Ini keadaan kenikmatan bagi mereka yang berjalan,terasa sekali nikmatnya. Betapa indahnya mereka bisa berjalan, kesana – kemari, bisa keluar rumah, bisa kemana – mana, Saya duduk di kursi..., Itu hadirin – hadirat, tentunya kita tidak menginginkan datangnya musibah tapi ingatlah kenikmatan dari Allah, kesehatan kita dan kelowongan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelowongan waktu itu, kalau ada waktu kosong gunakan untuk hal yang abadi, afdhol. Gunakan untuk hal yang mencari kemuliaan di dunia, jika niatnya baik maka akan baik. Namun untuk hal yang abadi, afdhol. Kalau cuma beberapa menit ambil wudhu, sudah, sepanjang kau belum batal (maka) jadi pahala. Duduk, berdiri, berjalan, keluar rumah, jadi pahala itu selama engkau masih dalam keadaan suci dan berwudhu. Berapa menit wudhu?, (sekitar 2 menit saja atau kurang) kosong waktu 2 menit, wudhulah (maka) sampai kau batal wudhu, kau dalam ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, demikian indahnya kekosongan waktu diberikan oleh Allah Swt maka sempurnakanlah. Akan datang masanya kita akan kehilangan semua waktu kita dan Rasul saw bersabda riwayat Imam Bukhari didalam Shahihnya. “jika datang waktu kosong di waktu sore, jangan menunggu waktu kosong besok pagi, apapun yang bisa kau perbuat dari kemuliaan, perbuatlah. Bisa silaturahmi, silaturahmi, tidak bisa dengan telpon, tidak bisa telepon, (maka) sms, tidak bisa sms, berdoa untuk muslimin – muslimat. Berbuat apapun, jangan sampai tunggu besok pagi, sekarang jalankan selama ada waktu yang kosong. Kalau sudah datang waktu sore, jangan menunggu (menunda berbuat baik) waktu pagi. Lakukan apa yang bisa kita lakukan pada waktunya. Ambil waktu sehatmu dari sebelum waktu sakitmu dan ambil kesempatan mulia di masa hidupmu sebelum engkau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, berlian – berlian kehidupan yang abadi diajarkan oleh Nabi kita Muhammad saw dan tentunya jangan lupa mencintai Rasulullah Saw. Manusia yang paling mencintai umatnya, paling mencintaiku dan kalian dunia dan akhirat. Dan ucapan ini merupakan firman Allah “laqad jaa-akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim” datang kepada kalian seorang Rasul dari bangsa kalian, sangat berat memikirkan musibah kalian dan sangat menjaga kalian dan berlemah lembut kepada umatnya yaitu orang – orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS. At Taubah : 128)&lt;br /&gt;Cinta beliau abadi kepada umatnya, sebelum umatnya mencintai beliau saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Kerinduan Rasul saw pada orang yang rindu pada beliau sudah disampaikan di masa hidup beliau bahwa akan datang orang yang rindu kepada beliau setelah beliau wafat. Seraya bersabda sambil menangis “aku rindu pada saudara – saudaraku”, para sahabat berkata “kami saudaramu ya Rasulullah”, Rasul berkata “mereka itu adalah orang – orang yang hidup setelah aku wafat, mereka ikut agama Islam dan mereka itu rindu melihat wajahku lebih dari harta dan keluarganya”.(Shahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya (diantaranya) perkumpulan seperti ini, kita meninggalkan harta dan keluarga kita. Rumah kita tinggal, harta kita tinggal, kesibukan tinggal, duduk disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini kita tidak melihat Rasulullah (saw), kalau kita melihat Rasul (saw) barangkali dari minggu lalu kita tidak keluar dari tempat ini untuk menunggu munculnya wajah Sayyidina Muhammad Saw. Semoga Allah memuliakanku dan kalian yang mencintai Nabi kita Muhammad Saw. Ada beberapa dari saudara – saudara kita, bukan satu orang yang bermimpikan disaat acara di Masjid At-Tiin bahwa Ahlulbadr bersama kita berjumpa dengan Rasulullah Saw. Semoga ini menjadi qabul bagi kita bersama Ahlulbadr di dunia dan akhirat. Di dunia dalam keberkahan Ahlulbadr, di akhirat bersama Ahlulbadr dan Imam Ahlulbadr Sayyidina Muhammad Saw dalam kedamaian. Ya Rahman Ya Rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, Al Imam Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi alaihi rahmatullah, (atasnya Rahmat Allah swt) seorang Al hafidz dan seorang muhaddits yang meriwayatkan lebih dari 5000 hadits,. Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi melakukan 7X pergi haji, pahalanya dihadiahkan untuk Rasulullah Saw. Dan ia menyembelih 12.000 ekor kambing, pahalanya untuk Rasulullah Saw. Dan ia berkata “aku meng-khatamkan 12.000X khatamul qur’an, kuhadiahkan untuk Rasulullah Saw”. Hadirin, siapa diantara kita berlomba – lomba mengirim hadiah untuk Sayyidina Muhammad Saw. Semoga acara di At-Tiin itu menjadi hadiah bagi Rasulullah Saw. Amin allahumma amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa hal yang perlu saya jelaskan sebelum saya menyelesaikan tausiyah dan doa. Banyak muncul pertanyaan tentang zakat profesi. Zakat profesi tidak diakui dalam seluruh madzhab. Zakat setiap bulan tidak diakui oleh seluruh madzhab. Bahwa semua madzhab, Imam Hambali, Hanafi, Syafi’i, Maliki tidak mengakui adanya zakat bulanan atau zakat penghasilan. Yang ada adalah zakat harta dan zakat tijarah (dagang). Zakat cuma ada 7, tidak ada lebih dari itu :&lt;br /&gt;1. Zakat Ma’din (tambang emas, perak, besi atau lainnya) semua tambang itu ada zakatnya. Zakatnya begitu dapat langsung dikeluarkan zakatnya, bukan penghasilan tapi dari tambang bumi.&lt;br /&gt;2. Zakat Rikaz (harta karun) pendaman harta kalau ditemukan ada zakatnya&lt;br /&gt;3. Zakat Ni’am (hewan ternak) kalau memelihara hewan berupa kambing, unta, sapi, kerbau ada zakatnya&lt;br /&gt;4. Zakat Tsimar (buah – buahan)&lt;br /&gt;5. Zakat Maal (harta)&lt;br /&gt;6. Zakat Tijarah (perdagangan)&lt;br /&gt;7. Zakat Fitrah (badan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada lagi zakat penghasilan. Jadi sebagian orang yang mengada – adakan di masa sekarang ini sungguh bukan hal yang benar. Kalau disebut shadaqah penghasilan atau shadaqah profesi kita terima, Karena shadaqah hukumnya sunnah, boleh – boleh saja. Tapi kalau zakat, zakat itu fadhu a’in, tidak boleh ditambah – tambah fardhu a’in. Kalau sudah fardhu a’in tidak dilakukan, orang yang tidak mengeluarkan zakat, maka halal harta dan darahnya. Jadi tidak bisa zakat profesi diada – adakan sebagai zakat. Kalau shadaqah profesi / penghasilan setiap bulan mau shadaqah 2,5%, jangankan setiap bulan, mau setiap hari pun shadaqah merupakan sunnah Nabi saw. Tentukan setiap hari shadaqah, atau hari Jum’at shadaqah atau tiap bulan potong gaji, mau 2,5%, mau 10%, mau 20%, mau 50%, mau seluruhnya, silahkan tapi shadaqah…., jangan bicara zakat.&lt;br /&gt;Kalau zakat adalah hal yang fardhu a’in dan tidak bisa ditambah atau dikurangi. Kalau alasan mereka zakat profesi katanya zaman sekarang banyak orang keluar dari Islam karena kemiskinannya, jadi harus ditambah. Kalau begitu banyak yang maksiat, shalat ditambah menjadi 7X setiap harinya??. Tidak bisa begitu tentunya, shalat fardhu tetap 5 waktu dalam jumlah 17 rakaat, tidak bisa ditambah lagi, kalau mau ditambah lagi dengan hal – hal yang sunnah maka afdhal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula zakat, tidak bisa ditambah lagi dan tidak ada dalilnya. Dalil yang dipegang oleh mereka yang mengatakan bahwa Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan ra menjalankan setiap bulan mengeluarkan zakat atau shadaqah, Dikatakan oleh para muhaddits kita bahwa itu untuk dirinya. Kalau untuk dirinya maka itu terserah yang mengeluarkan setiap bulannya. Misalnya saya atau kalian tiap bulan mengeluarkan sekian, terserah, tapi ia tidak memerintahkan untuk yang lainnya tapi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Dan dijelaskan oleh Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Nawawi menjawab tentang masalah ini bahwa orang – orang yang mengatakan adanya zakat selain haul dan nishob (haul : sempurna setahun, Nishab : batas minimal harta yg dikenai zakat) adalah mereka tidak memperhatikan hadits shahih riwayat Imam Malik dari Nafi’ dari ibn Umar yang ini dikatakan oleh Imam Bukhari sebagai silsilah Dzahabiyah (rantai sanad hadits tekuat), maksudnya silsilah perawi hadits yang paling shahih adalah dari Imam Malik dari Nafi dari Ibn Umar dari Rasulullah saw yang mengatakan tidak ada orang yang zakat harta kecuali melewati 1 tahun baru bisa dizakati kalau melewati nishob. Apa itu nishob? Nishob itu adalah batas minimal, kalau lebih dari itu maka wajib mengeluarkan zakat harta. Jadi (jika) mempunyai (gaji/penghasilan) bulanan, tidak ada kewajiban mengeluarkan zakat. Tapi kalau menaruh uang, terus disimpan sampai setahun dan tidak kurang dari nishob. Berapa nishob?, Nishob adalah harga 84gram emas murni. Jadi seharga 84gram emas murni itu berbeda – beda, setiap hari berbeda. Berapa 84gram emas murni itu? seandainya 84 juta (misalnya) berarti kalau mempunyai harta lebih dari 84 juta sampai setahun tidak kurang, kena zakatnya 2,5% itu zakat harta.&lt;br /&gt;Tapi kalau profesi dan gaji tiap bulan tidak ada zakatnya. (mengada adakan zakat bulanan pada gaji dan profesi) Itu adalah bid’ah dhalalah yang diada – adakan dengan riwayat yang tidak shahih. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bermunajat kepada Allah Swt, masih tersisa 4 malam dihadapan kita. Semoga Allah muliakan kita didalam keluhuran, di malam yang agung ini dan juga jangan lupa acara – acara kita masih di depan kita. Malam selasa yang akan datang, mereka yang sudah mudik semoga diberi keselamatan oleh Allah Swt, mereka yang ada di Jakarta, punya kesempatan hadir, majelis ini tidak pernah libur selama saya masih hidup, insya Allah majelis ini berlanjut walau malam lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Semoga Allah tidak mengurangi waktu kita untuk jumpa dengan Rasulullah Saw di surga firdaus kelak, amin allahumma amin. Dan juga malam sabtu yang akan datang, ziarah kubronya bukan malam mingu tapi malam sabtu karena malam 29 kita ziarah kubro ke luar batang dari majelisnya di masjid walikota depok. Dari sana konvoi ke luarbatang, insya Allah. Saya harapkan jamaah semuanya jangan mendahului ke makam, ikut duduk diacara bersama kemuliaan shalawat Rasul Saw di majelis, baru menghadap ziarah ke maqam Al Habib Husein bin Abibakar Alaydrus luar batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hadirin – hadirat, yang memiliki waktu malam sabtu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mengenai) Malam ahad, (yaitu) malam minggu, kita lihat keputusan, kalau malam lebaran ya takbiran malam minggu, atau malam senin (lebaran) kita lihat keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.&lt;br /&gt;Kita bermunajat kepada Allah demi malam – malam agung nan mulia ini, Rabbiy jadikanlah malam ini malam termulia sepanjang usia kami, pastikanlah Kau menjawab segenap doa di malam mulia ini. Ya Rahman Ya Rahim, doa kami, munajat kami, harapan kami, kesusahan kami, keluh kesah kami, kami angkat detik ini dari semua perasaan dan kami tumpahkan di samudera keluasan-Mu. Rabbiy Rabbiy pastikan kami menjadi hamba yang paling Kau cintai dan jadikan kami bersama orang – orang yang Kau cintai, limpahi kami kebahagiaan dunia dan akhirat, limpahi kami kedamaian dunia dan akhirat, juga bagi ayahbunda kami, juga bagi masyarakat kami, bagi bumi Jakarta dan seluruh wilayah muslimin. Ini bangsa kita, bangsa muslimin terbesar di muka bumi, limpahi kemakmuran, tenangkan bumi dari musibah, tenangkan bumi dari gempanya, tenangkan lautan dari tsunami, tenangkan angin dari segala puyuhnya, tenangkan hujan dari segala banjirnya. Ya Rahman Ya Rahim, jadikanlah hari – hari kami dipenuhi Rahmat, jadikanlah siang dan malam kami dalam cahaya Rahmat, inilah doa di malam agung. Ya dzaljalali wal ikram, kabulkanlah dan pandang semua niat dan hajat semua hadirin – hadirat, pandang seluruh wajah dengan semua harapan mereka yang berpadu pada nama-Mu Yang Maha Luhur, semua hajat kami yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui, kabulkanlah Rabbiy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. didalam nama-Mu tersimpan segenap anugerah, dalam nama-Mu tersimpan segala kenikmatan dan kebehagiaan, dalam nama-Mu tersimpan penciptaan dunia dan akhirat, Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. didalam nama-Mu tersimpan takdir kami, ketentuan hidup kami dalan nama-Mu, Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah&lt;br /&gt;Kita teruskan dengan munajat meminta kepada Allah disingkirkan segala musibah, kesusahan, dan kesulitan kita dengan bertawassul kepada Ahlulbadr. Ya tafadhol masykura.. Malam selasa depan sudah bulan syawal dan majelis mulai pukul 21.00 WIB. karena ramadhan (majelis dimulai) pukul 21.30 atau 21.15 WIB karena ada tarawih, jadi kalau selain ramadhan majelis mulai jam 9 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, saya mohon doa karena tempat kita ini sudah semakin Allhamdulillah padat dan tidak mencukupi. Kita mau pindah juga, jamaah berat terutama masyarakat juga berat, sebagian besar jamaah juga berat bila pindah tempat. Lantas apa yang bisa kita perbuat?, Kita berharap dan saya mohon doa pada jamaah juga agar turut mendoakan tempat sebelah ini insya Allah akan kita bebaskan untuk memperluas Majelis Rasulullah Saw…, Semoga tempat sebelah ini bisa kita bebaskan dan menjadi tanah daripada majelis kita diperluas ke sebelah ini, jadi wilayahnya bisa dipadu majelisnya.. tanah sebelah bisa kita bebaskan untuk milik Majelis Rasulullah Saw (jika ada kemampuan).&lt;br /&gt;Cukup luas tanah disebelah ini, bisa dibebaskan sekaligus untuk markas kita yang selama ini masih mengontrak dan ini niat hanya bergantung kepada Allah Swt dan menggantungkan dengan doa (belum ada kemampuan dananya), dengan amin, harapan kalian, semoga doa ini diijabah. Amin allahumma amin. Kita mintakan doa penutup (pada) Guru kita yang kita cintai Al Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Attas tentunya dengan talqin, ya tafadhol masykura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Monday, 21 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-3466826627635090483?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/3466826627635090483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=3466826627635090483' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/3466826627635090483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/3466826627635090483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/09/dua-kenikmatan-yang-sering-dilupakan.html' title='Dua Kenikmatan Yang Sering Dilupakan'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SreUvcTJo4I/AAAAAAAAARE/zaP77_CVoNU/s72-c/habibmunzir.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-6461341933355753400</id><published>2009-09-21T21:37:00.004+07:00</published><updated>2009-09-21T21:48:11.382+07:00</updated><title type='text'>Pengobatan- Bengkel HATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SreRGrzM8MI/AAAAAAAAAQ8/iSSgdNLaeUQ/s1600-h/Winter+Leaves.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SreRGrzM8MI/AAAAAAAAAQ8/iSSgdNLaeUQ/s400/Winter+Leaves.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383931423567442114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assallamuaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Metode pengobatan Mas Danu dengan prinsip perbuatan kita yaa berakibat pada fisik kita baik berupa keluhan penyakit dan sejenisnya. Beliau menganjurkan agar dalam bertindak agar senantiasa memperhatikan akhlak yang mulia dan menghindari emosi, jengkel dan negative thinking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tulisan ini menyadur atau mencuplik dari http://poncosusanto.blogspot.com dan penulis mengucapkan terima kasih pada blogger tersebut semoga hanya ALLAH SWT Yang membalas kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada kebaikan dari metode pengobatan ini maka hanya Allah SWT yang tahu, dan perlu telaah lebih lanjut dari para pakar dan ulama pada umat agar kita mendapat ilmu yang bermanfaat. amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dibawah ini ada beberapa yang dapat dicatat dari Bengkel Hati=&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    * Diabetes= karena satu: selalu merasa nasehatnya paling benar,&lt;br /&gt;      Dua: jika menyuruh pada suami/istri/anak harus di jalani walaupun sebenarnya dia tidak mampu.&lt;br /&gt;    * Gagal ginjal Sehingga cuci darah setiap beberapa hari sekali= karena, jika ia belum punya suami atau isteri karena memendam jengkel pada orang tua. Jika sudah punya isteri atau suami ya karena juga memendam rasa jengkel pada suami atau isterinya. karena terlalu jengkel , kalau melihat saja atau teringat, rasa jengkelnya sangat kuat.&lt;br /&gt;    * Perut Kembung= Karena sulit menerima nasehat. Sebenarnya mau di nasehati tapi dia menundanya dulu hingga beberapa lama.&lt;br /&gt;    * Tumor payudara kanan= karena kita sering meminta pada suami untuk melakukan kebaikan, tetapi suami malas melakukan, sehingga kita jengkel.&lt;br /&gt;    * Anak sakit katarak= karena salah satu kedua orang tuanya sering merendahkan, baik suami ke istri atau istri ke suami atau ke orang lain&lt;br /&gt;    * Kaki tangan kiri kesemutan= karena kalau melakukan pekerjaan baik dirumah atau di kantor sering kali ngomel.&lt;br /&gt;    * Bronchitis = orangnya diam mudah tersinggung&lt;br /&gt;    * Pusing - pusing = sering berpikir yang terlalu berat, sering curiga, apa yang diucapkan merasa benar, kalau menyuruh dengah marah.&lt;br /&gt;    * Beser= takut akan sesuatu, khawatir an, tidak Percaya Diri.&lt;br /&gt;    * Cacar= keinginan yang kuat dengan nafsu tetapi ditahan.&lt;br /&gt;    * Kaki sakit (pengapuran) kanan lutut= punya keinginan walau keinginannya baik seperti menyuruh anak sholat tapi dengan marah/kesal.&lt;br /&gt;    * Bengkak jantung= orangnya merasa lebih pandai.&lt;br /&gt;    * Pembekuan Darah= keinginan yang terlalu kuat.&lt;br /&gt;    * Gagal ginjal= emosi yang disimpan pada isteri atau suami.&lt;br /&gt;    * Sakit Maag= kalau di nasehati selalu tidak mau, sering emosional, sering ngomel dalam keluarga.&lt;br /&gt;    * Jantung bocor Sesak nafas= Sering Jengkel pada suami/isteri, kalau di nasehati selalu ditolak.&lt;br /&gt;    * Tengkuk pegel menjalar ke tulang belakang= sering emosi disimpan dalam hati, orangnya kaku.&lt;br /&gt;    * Nyeri perut kanan-kiri= karena sering marah pada istri atau suami dan anaknya.&lt;br /&gt;    * Kaki Kapalen(eksim kering)= karena kalau melihat keadaan rumah, kalau ingin melakukan pekerjaan tapi tidak dikerjakan.&lt;br /&gt;    * Darah rendah= karena kekhawatiran seseorang yang terlalu tinggi.&lt;br /&gt;    * Keropos tulang pinggul (oestoporosis)= Karena sering marah-marah di rumah.&lt;br /&gt;# Kanker Kelenjar Getah Bening= Seseorang punya kehendak yang ia yakini benar dengan keinginan yang kuat serta ada rasa jengkelnya,(semua perkataanya harus di turuti/ikuti) tetapi ada benturan dari keluarga yang melarang nya sehingga jadi jengkel/ marah.&lt;br /&gt;# Belum Punya Keturunan= sperma kurang lancar dahulunya orangnya pendiam, pernah merasa jengkel/marah yang disimpan pada orang tua. Segeralah minta maaf pada ortu.&lt;br /&gt;# Stroke= hobinya marah-marah.rasa jengkel yang disimpan.&lt;br /&gt;# Tidak kuat berdiri/betis terasa sakit,pinggang sakit=suka menyuruh-nyuruh sambil jengkel. Sering membaca amalan-amalan tertentu yang berhubungan dengan duniawi.misal amalan agar rumah tidak kemalingan&lt;br /&gt;# Sakit Pinggang=sering marah-marah pada suami/isteri.&lt;br /&gt;# Bayi sakit kista pada pita suara,susah bernafas,ngorok= Karena ibunya hobinya menggunjing orang dengan rasa jengkel.&lt;br /&gt;# Bayi minum susu selalu muntah= Karena ibunya si bayi kalau di nasehati kurang terima&lt;br /&gt;# Jantung=sering marah-marah pada suami/isteri.&lt;br /&gt;# Jantung coroner= Orangnya merasa bangga / sombong.&lt;br /&gt;# Anemia= sering jengkel yang disimpan berhari-hari pada suami/isteri.orangnya pendiam&lt;br /&gt;# Tumor Ganas Rahim=sering marah dan ngomelin pada suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Anak putri belum punya jodoh.= karena kedua orang tuanya kurang komunikasi. Jadi kesannya seperti bukan suami-isteri.Biasanya orangnya egois mau menang sendiri-sendiri.Sebaiknya segeralah berdamai dalam hati.Karena yang tau hanya yang bersangkutan.jangan saling Egois. Saling pengertianlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Keluhan ini terjadi pada bpk Heri = yang anaknya belum bisa bicara sejak lahir= Karena dulu waktu ibunya mengandung yang kalau marah itu diam tidak diungkapkan tidak mau ngomong sampai ber hari-hari yang disimpan dan juga marah pada orang tuanya. Untuk kesembuhan: Istighfar menyadari kesalahan, berdo'a agar diampuni Allah Swt. Mohon dilancarkan bicaranya si anak tadi. Jangan lupa sholat tahajud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Ibu Sri di Maros-makasar.sakit Sinusitis= diawali dengan berpikir yang terlalu berat. Biasanya orangnya pendiam kalau ada masalah di cari jalan keluarnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Ibu Tuti: tangan ba'al(stroke)= Kalau mengerjakan sesuatu dengan ngomel/ emosi/ menggerutu baik dirumah maupun di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki sakit=pertama : jika yang sakit lutut, itu biasanya kalau menyuruh itu harus. Kedua: kalau yang sakit belakang lutut karena jika menyuruh dengan ngomel.&lt;br /&gt;Perut sakit= biasanya orangnya tak mau dinasehati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Ibu Maya di semarang-sakit kaki asam urat= apabila dinasehati malah menasehati.&lt;br /&gt;# Mas Taufik-sakit Tumor Batang Otak= karena sewaktu isterinya mengandung dia marah,jengkel pada orangtua, pada mertua, dan pada isteri tetapi hanya diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semuanya penyakit ini bisa sembuh kalau kita mau menyadari akan kemarahan kita. Dengan meredam kemarahan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Dengan tidak dendam pada orang yang kita benci. Dan tidak menyimpan dalam hati. Dengan berdoa kepada Allah SWT. Mohon ampun segala kesalahan yang pernah diperbuatnya.&lt;br /&gt;Intinya disini adalah kalau marah jangan di simpan.&lt;br /&gt;Yang ingin berkonsultasi bisa langsung diTelevisi TPI setiap hari minggu jam 04.30 pagi. Dan hari senen jam 04.30 pagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-6461341933355753400?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/6461341933355753400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=6461341933355753400' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6461341933355753400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6461341933355753400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/09/pengobatan-bengkel-hati.html' title='Pengobatan- Bengkel HATI'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SreRGrzM8MI/AAAAAAAAAQ8/iSSgdNLaeUQ/s72-c/Winter+Leaves.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-163639290159072958</id><published>2009-09-21T11:26:00.000+07:00</published><updated>2009-09-21T11:27:59.537+07:00</updated><title type='text'>Menangkal sihir - HabibMunzir</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari website Majelis Rasulullah asuhan Habib Munzir Al Musawwa , jamaah menanyakan bagaimana caranya menangkal sihir, pelete dan pengaruh jin.&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat bagi semua Pembaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini jawaban dari Habib Munzir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   1. A&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;nda jangan risau, Nabi kita Muhammad saw telah mengajari penangkalnya, anda membacalah surat Al Baqarah&lt;/span&gt;, memang surat itu panjang, namun anda bisa membacanya sedikit sedikit, bila selesai misalnya dua halaman, maka tiupkan di air, teruslah demikian hingga sempurna surat Al Baqarah,atau anda mengajak beberapa orang teman sama sama membaca didepan air yg terbuka atau botol air terbuka, bila selesai maka anda minumkan pada ayah anda, tanpa perlu ia ketahui, misalnya anda masukkan di wadah airnya, atau Bak mandinya, atau yg sekiranya akan diminum olehnya atau tersentuh dg tubuhnya.Cobalah saudaraku, resep agung ini selalu mujarab, bila anda menemui kendala teruslah konsultasi dg saya mengenai kelanjutannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;penangkal sihir dengan resep nawabiy adalah sabda beliau saw : “Barangsiapa yg setiap hari di pagi hari memakan 7 kurma Ajwah, maka tak akan bisa ditembus dengan sihir dan tak akan dicelakai racun (Shahih Bukhari).atau surat AL Baqarah, sabda Rasulullah saw, Rumah yg dibacakan padanya surat Albaqarah akan membuat semua syaitan dan jin jahat menghindar” (Shahih Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   3. Lanjutkan dzikir ratib al haddad tersebut, penangkal jin sudah terkandung padanya, yaitu akhir sura AL Baqarah dan ayat Kursi, barangsiapa yg membacanya maka semua jin akan menyingkir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. saya sarankan anda mendawamkan ratib alattas, ia adalah salah satu kumpulan dzikir nabawiy yg sangat kuat menentang dan melawan sihir atau kekuatan penunduk dari sihir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-163639290159072958?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/163639290159072958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=163639290159072958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/163639290159072958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/163639290159072958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/09/menangkal-sihir-habibmunzir.html' title='Menangkal sihir - HabibMunzir'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8427593298920277049</id><published>2009-09-21T10:12:00.003+07:00</published><updated>2009-09-21T10:17:28.399+07:00</updated><title type='text'>SIHIR DAN PENCEGAHANNYA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara Menangkal Dan Menanggulangi Sihir&lt;br /&gt;DISADUR DARI: BUKU HUKUM SIHIR DAN PERDUKUNAN&lt;br /&gt;SYEKH ABDUL AZIS BIN ABDULLAH BIN BAZ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mensyari’atkan kepada hamba-Nya supaya mereka menjauhkan diri dari kejahatan sihir sebelum terjadi pada diri mereka, dan Allah menjelaskan pula tentang bagaimana cara pengobatannya bila ia terjadi pada diri mereka. Ini merupakan rahmat dan kasih sayang Allah, kebaikan dan kesempurnaan ni’mat-Nya kepada hamba-Nya.&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa penjelasan tentang usaha menjaga diri dari bahaya sihir sebelum terjadi, begitu pula usaha dan cara pengobatannya bila terkena sihir, yakni dengan cara-cara yang dibolehkan menurut syara’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tindakan preventif yakni usaha menjauhkan diri dari bahaya sihir sebelum terjadi. Cara yang paling penting dan bermanfa’at adalah penjagaan dengan melakukan dzikir yang disyariatkan, membaca do’a dan ta’awwudz sesuai dengan tuntunan Rasulullah  diantaranya  seperti di bawah ini&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat lima waktu sesudah membaca wirid yang disyariatkan setelah salam atau dibaca ketika akan tidur. Karena ayat kursi termasuk ayat yang paling besar nilainya di dalam Al Qur’an. Rasulullah  bersabda dalam satu hadits shahih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِي فِيْ لَيْلَةٍ لم يَزَلْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ حَافِظ وَلاَ يَقْرَبُهُ شَيْطَانٌ حَتىَّ يُصْبِح ))&lt;br /&gt;“Barang siapa yang membaca ayat kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan setan tidak akan mendekatinya sampai subuh.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ayat tersebut dalam surat Al Baqarah 255: &lt;br /&gt;                                                                                                        &lt;br /&gt;“Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, tidak terkena rasa mengantuk dan tidak tidur, kepunyaan-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi.  Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;B. Membaca Surat Al Ikhlas, surat Al Falaq, dan Surat An Naas pada setiap selesai shalat lima waktu, dan membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah subuh dan di awal malam sesudah shalat Maghrib, dan sebelum tidur.&lt;br /&gt;C. Membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah ayat 285-286, pada permulaan malam, sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;(( مَنْ قَرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ آخرِ سُوْرَةِ البَقَرَةِ فِيْ لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ ))&lt;br /&gt;]متفق عليه[.&lt;br /&gt;“Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya (sebagai pencegah dari segala kejahatan).” &lt;br /&gt; Adapun bacaan  ayat tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;                                                          &lt;br /&gt;“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya, mereka mengatakan kami tidak membeda-bedakan seseorangpun dengan yang lainnya diantara Rasul-rasul-Nya, dan mereka mengatakan: Kami dengar  dan kami taat, mereka berdo’a: Ampunilah kami  ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat  kembali". (QS Al Baqarah 285).&lt;br /&gt;                                                                                                      &lt;br /&gt;"Allah tidak mebebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya, Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa dari (dosa) yang ia kerjakan. Mereka berdo’a: Ya Rabb kami janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Rabb kami janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat, sebagaimana Engkau telah bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Yaa Rabb kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa-apa yang kami tidak sanggup memikulnya, dan maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” ( QS Al Baqarah 286 ).&lt;br /&gt;D. Banyak membaca:&lt;br /&gt;أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَّات مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ&lt;br /&gt;"Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan".&lt;br /&gt;Hendaklah dibaca pada malam dan siang hari ketika singgah di suatu tempat, ketika masuk dalam suatu bangunan, ketika berada di tengah padang pasir, di udara atau di laut.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah : &lt;br /&gt;(( مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً فَقَالَ أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَّات مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرّهُ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ )) ]رواه مسلم[.&lt;br /&gt;“Barang siapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan: (aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan) maka tidak ada sesuatupun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu”.&lt;br /&gt;    E. Membaca do’a di bawah ini masing-masing tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam:&lt;br /&gt;(( بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فيِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم )) ] رواه أبو داود والترمذي [.&lt;br /&gt;“Dengan nama Allah, yang tidak ada yang membahayakan bersama nama-Nya sesuatupun yang ada di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (HR Abu Daud dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;Bacaan Dzikir dan ta’awudz ini merupakan sebab yang besar untuk memperoleh keselamatan dan menjauhkan diri dari kejahatan sihir dan kejahatan lainnya bagi mereka yang selalu mengamalkannya secara benar disertai keyakinan yang penuh kepada Allah, bertumpu dan pasrah kepada-Nya dengan lapang dada dan hati yang khusyu’.&lt;br /&gt;2) Bacaan-bacaan seperti ini juga merupakan senjata ampuh untuk menghilangkan sihir yang sedang menimpa seseorang, dengan cara dibaca dengan hati yang khusyu’, tunduk, dan merendahkan diri, seraya memohon kepada Allah agar dihilangkan bahaya dan malapetaka yang dihadapi. Do’a-doa’ berdasarkan riwayat yang kuat dari Rasulullah  untuk  menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh sihir dan lain sebagainya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;A- Rasulullah  meruqyah (menjampi-jampi) shahabatnya dengan bacaan:&lt;br /&gt;(( اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً )) ]رواه البخاري[. &lt;br /&gt;“Ya Allah Pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan-Mu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”.&lt;br /&gt; (HR Bukhari).&lt;br /&gt;Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali.&lt;br /&gt;Do’a yang dibaca Jibril  ketika menjampi Rasulullah  :&lt;br /&gt;((بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ وَمِنْ كُلِّ شَرِّ نَفْسٍ أوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيك، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ)) &lt;br /&gt;“Dengan nama Allah aku menjampimu, dari segala yang mengganggumu dan dari segala kejahatan setiap jiwa, atau dari mata yang dengki, Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku menjampi-Mu.” &lt;br /&gt;Hendaklah do’a ini diulang tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      B- Pengobatan sihir dengan cara lainnya, terutama bagi laki-laki yang tidak dapat berjima’ dengan istrinya karena terkena sihir, dengan cara mengambil tujuh lembar daun bidara yang masih hijau ditumbuk atau diulek dengan batu atau alat tumbuk lainnya, sesudah itu dimasukkan ke dalam sebuah bejana atau wadah, kemudian tuangkanlah air ke dalam wadah itu secukupnya untuk mandi, bacakan ayat kursi ke dalam bejana tersebut, bacakan pula surat Al kafirun, Al Ikhlas, An-Naas dan ayat-ayat penangkal  sihir yang lainnya  dalam surat Al-A’raf ayat: 117-119, Yunus ayat: 79-82, Surat Thaha ayat: 65-69.&lt;br /&gt;Surat Al-A’raf 117-119:&lt;br /&gt;                                                 &lt;br /&gt; “Dan kami wahyukan kepada Musa: Lemparkanlah tongkatmu, maka sekonyong- konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan, karena itu nyatalah yang benar dan batal-lah apa yang mereka kerjakan, Maka mereka terkalahkan di tempat itu dan jadilah mereka hina.&lt;br /&gt;Bacaan surat Yunus 79-82: &lt;br /&gt;                                                                                          &lt;br /&gt;“Fir’aun berkata: datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai, maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: lemparkanlah apa yang kalian hendak lemparkan. Maka tatkala mereka telah melemparkan, Musa berkata: apa yang kamu lakukan dari sihir itu Allah akan menampakkan kebatilannya, Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsung pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan, dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang banyak dosa tidak menyukainya.”&lt;br /&gt;Bacaan surat Thaha ayat: 65-69:&lt;br /&gt;                                                                                                                &lt;br /&gt;“Mereka berkata Hai Musa pilihlah, apakah kamu yang melemparkan dahulu ataukah kamilah orang yang mula-mula melemparkan? Berkata Musa: silahkan kamu sekalian melemparkan, maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berfirman: Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang) dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya menelan apa yang mereka perbuat, sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu hanya tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.”&lt;br /&gt;Setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut di atas hendaklah minum tiga teguk dari airnya dan sisanya dipakai untuk mandi &lt;br /&gt;Dengan cara ini mudah-mudahan Allah  menghilangkan penyakit yang sedang diderita, dan seandainya masih diperlukan pengobatan seperti ini beberapa kali, boleh saja dilakukan kembali dua kali atu lebih sampai benar-benar hilang penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     C- Cara pengobatan  lainnya, sebagai cara yang paling bermanfaat ialah berupaya mengerahkan tenaga dan daya untuk mengetahui di mana tempat sihir dipendam, diatas gunung atau di tempat manapun berada dan bila sudah diketahui tempatnya, ambil dan musnahkan sehingga lenyaplah sihir tersebut.&lt;br /&gt;Inilah beberapa penjelasan tentang perkara-perkara yang dapat menjaga diri dari sihir dan usaha pengobatan atau cara penyembuhannya. Dan hanya kepada Allah-lah kita mohon pertolongan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pengobatan dengan cara–cara yang dilakukan oleh tukang-tukang sihir  yaitu dengan mendekatkan diri kepada jin disertai penyembelihan hewan atau cara–cara mendekatkan diri lainnya, semua itu tidak dibenarkan karena termasuk perbuatan setan bahkan termasuk perbuatan syirik yang paling besar yang wajib dihindari.&lt;br /&gt;Demikian pula pengobatan dengan cara bertanya kepada dukun dan tukang ramal dan menggunakan petunjuk sesuai dengan apa yang mereka katakan, semua itu tidak dibenarkan dalam Islam, karena dukun-dukun tersebut adalah para pendusta dan pembohong yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib dan kemudian menipu manusia. &lt;br /&gt;Rasulullah  telah memperingatkan orang-orang yang mendatangi mereka, menanyakan mereka dan membenarkan apa yang mereka katakan, sebagaimana telah dijelaskan hukum-hukumnya di awal tulisan ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rasulullah  ditanya tentang nusyrah, maka beliau menjawab,"itu adalah termasuk amalan setan." (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud dengan sanad yang baik).&lt;br /&gt;Nusyrah adalah upaya menghilangkan sihir dari orang yang terkena sihir, dan yang dimaksudkan oleh Nabi dengan nusyrah dalam hadist tersebut adalah yang dilakukan oleh kaum jahiliyah, yaitu menanyakan kepada tukang sihir untuk menghilangkan sihir, atau menghilangkannya dengan sihir yang semisalnya dari tukang sihir yang lain. Adapun melepaskan sihir dengan ruqyah dan doa-doa ta`awwudz yang disyariatkan serta doa-doa yang diperbolehkan, maka hal itu tidak mengapa, seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim, Syaikh Abdurrahman bin Hasan dalam bukunya "Fathul Majid", dan para ulama lainnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kepada Allah  tempat kita memohon agar seluruh kaum muslimin dilimpahkan kepada mereka kesejahteraan, kesehatan, dan keselamatan dari segala kejahatan, dan semoga Allah melindungi mereka, agama mereka dan menganugerahkan kepada mereka pemahaman pada agama-Nya, serta memelihara mereka dari segala sesuatu yang menyalahi syariat-Nya. &lt;br /&gt;Semoga shalawat dan salam selalu terlimpah atas hamba Rasul-Nya, Muhammad, keluarga, beserta para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-8427593298920277049?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/8427593298920277049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=8427593298920277049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8427593298920277049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8427593298920277049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/09/sihir-dan-pencegahannya.html' title='SIHIR DAN PENCEGAHANNYA'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-2571113831406711357</id><published>2009-05-31T13:35:00.003+07:00</published><updated>2009-05-31T13:40:22.439+07:00</updated><title type='text'>Surat dari Bekas “Artis Porno”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SiImFhH5-cI/AAAAAAAAAQk/9zBYp2ipn-Y/s1600-h/tobat.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SiImFhH5-cI/AAAAAAAAAQk/9zBYp2ipn-Y/s400/tobat.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341873984247560642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Surat dari Bekas “Artis Porno”&lt;br /&gt;Wednesday, 24 September 2008 &lt;br /&gt;dari: www.hidayatullah.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shelley Luben mantan aktris porno mengaku bisa keluar dari dunia gelap  bernama 'industri pornografi’ dan memilih menjadi aktivis melawan ekploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Gadis cantik, bertubuh seksi dan mata yang membangkitkan gairah seakan-akan berkata "i want You". Itu kesan yang terlihat di setiap sampul film porno. Tapi, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kisah dan pengakuan Shelley Luben tentang masa buruk dan seluk beluk industri maksiat itu. Tulisan ini diturunkan sebagai pelajaran bagi kita semua. Terutama para aktivis yang “menurut mata” terhadap dampak industri pornografi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, Aku tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels (jenis minuman alkohol import original. Sejenis  Jhonny Walke yang juga masuk Indonesia, red) daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku untuk "berpura-pura" di film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Benar tidak ada diantara kami –gadis-gadis blonde yang menyukai being in porn movie. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi porn industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: "Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya memang benar kami punya pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit sepanjang hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll. setiap hari menghantui kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas bintang pornografi pornografi mati akibat HIV, bunuh diri, pembunuhan dan obat pada tahun 2007. Antara 2003 dan 2005, 976 orang pemain dilaporkan dengan 1.153 hasil positif STD. 66% dari pemain pornografi terkena Herpes, penyakit yang tak dapat disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu. Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan laki-laki ‘biasa’, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia, semacam gejala lapar yang tidak pernah terpuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan seks) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka untuk diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua Tipuan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri film porno tidak lebih dari “seks palsu” dan “tipuan kamera”. Percayalah…….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kiriman Abidin MA diambil dari situs http://www.shelleylubben.com. Tulisan ini didedikasikan oleh Shelley untuk semua aktris pornografi yang terjangkit HIV, meninggal akibat overdosis atau bunuh diri/www.hidayatullah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-2571113831406711357?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/2571113831406711357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=2571113831406711357' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2571113831406711357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2571113831406711357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/05/urat-dari-bekas-artis-porno.html' title='Surat dari Bekas “Artis Porno”'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SiImFhH5-cI/AAAAAAAAAQk/9zBYp2ipn-Y/s72-c/tobat.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-6071817467521148481</id><published>2009-05-24T20:07:00.002+07:00</published><updated>2009-05-24T20:11:53.339+07:00</updated><title type='text'>SAKIT YANG MEMBAWA BERKAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShlHhEOxgsI/AAAAAAAAAQU/MsqwKV9ORdU/s1600-h/orang+sakit.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShlHhEOxgsI/AAAAAAAAAQU/MsqwKV9ORdU/s400/orang+sakit.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339377466621395650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sakit yang Membawa Berkah&lt;/span&gt;    &lt;br /&gt;Ditulis oleh Prof.Dr. Komuraddin Hidayat   &lt;br /&gt;Jumat, 27 Februari 2009 07:30&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari : www.uinjkt.ac.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA semua pernah sakit dan tentu saja kalau bisa, sakit itu jangan hadir lagi.Namun secara statistik, sakit selalu datang berulang kali pada kita dengan tingkat kepedihan dan penderitaan berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya,Raja Firaun termasuk orang yang sedikit sekali dihampiri sakit. Paling banter hanya batuk ringan dan flu. Dia selalu sehat dan gagah perkasa sehingga membuat dirinya sombong dan mabuk kekuasaan sampai-sampai menganggap dirinya Tuhan yang paling pantas ditakuti dan disembah oleh rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin majunya ilmu kedokteran dan semakin banyaknya orang berkunjung ke rumah sakit dan toko obat,atau ada juga yang ke dukun, jelas menunjukkan satu hal: semua orang ingin sehat dengan ongkos apa pun dan berapa pun, bahkan ada yang mesti berutang sana-sini. Ketika kesehatan menjauh dari kita, tiba-tiba pola hidup berubah. Hidup menjadi tidak produktif, pikiran dan emosi terkena imbasnya. Dunia yang semula terasa ramah dan pemurah, lalu berubah menjadi pelit dan masam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blessing in Disguise&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Barat punya ungkapan bijak, blessing in disguise. Ungkapan ini ekuivalen dengan ungkapan ”hikmah di balik musibah”.Bahwa di balik peristiwa sakit atau bahkan tragedi yang menimpa manusia atau bangsa seringkali muncul anugerah selama kita mampu membaca lalu menggalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks politik, karena musibah tsunami, gerakan separatisme Aceh Merdeka bisa diredam dan jalan ke arah kedamaian di Aceh menjadi jauh lebih mulus.Semua itu sulit dibayangkan kalau saja tidak terjadi musibah tsunami. Gara-gara Nagasaki dan Hiroshima dibom tentara Sekutu, rakyat Indonesia memperoleh momentum emas untuk menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.Tentara Jepang lalu ngacirpulang kampung. Dalam konteks individu, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;pernah saya bertemu seorang ibu supersibuk dan superwoman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dia sangat aktif dan produktif hidupnya dalam bisnis dan sebagai produsen film. Dalam memimpin anak buahnya dia sangat perfeksionis. Semua harus dikerjakan dengan hasil optimal sampai anak buahnya pontang-panting mengikuti cara kerjanya. Begitu pun pembantu rumah tangganya. Mesti apik kerjanya karena kalau tidak, sang majikan yang akan mengerjakannya sendiri. Pendeknya, dunia seakan dalam genggamannya sendiri karena sulit memercayakannya kepada orang lain. Suatu hari musibah datang dan tidak bisa ditolak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dia terserang penyakit yang mengharuskannya istirahat total di atas tempat tidur dan untuk memenuhi hajat hidupnya banyak tergantung pada pembantunya di rumah.Mulai dari makan, minum, buka jendela, ganti pakaian, semuanya mesti minta tolong pembantunya yang selama ini kurang dia hargai kinerjanya,kecuali yang terpenting menjaga rumah. Terbayang,betapa laju kehidupan yang semula berjalan kencang dan mulus tiba-tiba berhenti mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup berubah drastis. Langit seperti runtuh, porak-porandalah ritme hidupnya yang telah dibangun bertahun-tahun. Dia mesti belajar berdamai dengan dirinya dan sakitnya meski perlu waktu dan energi kesabaran amat tinggi. Berbagai upaya pengobatan dia lakukan,tetapi tetap saja kesembuhannya lamban sekali. Sedikit demi sedikit ada kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dengan susah payah dia belajar membuka jendela di pagi hari. Subhanallah, serunya suatu pagi.Dengan perjuangan berat dia membuka jendela lalu tertatap matahari pagi dengan cahayanya kuning keemasan. Mengapa baru sekarang saya bisa mengagumi indahnya sang surya yang begitu indah dan pemurah memancarkan cahayanya untuk menghangatkan semua penghuni bumi ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirnya berucap pelan penuh kekhusyukan.Lalu dia beralih memandang dedaunan yang rindang di belakang rumahnya.Dia amati daun yang sudah menguning jatuh diterpa angin.Dia dengarkan suara kokok ayam yang terasa merdu. Nyanyian burung yang terasa ceria di telinga. Semua ini merupakan nyanyian dan tarian alam yang sudah berlangsung ribuan dan bahkan jutaan tahun. Mengapa baru sekarang aku bisa mengamati dan mengagumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa aku mesti sakit dahulu dan tidak mampu berjalan baru bisa membaca ayat-ayat Tuhan ini? Sesalnya dalam hati.Dengan kondisi fisiknya yang hampir tak berdaya itu, dia baru mampu menghargai betapa besar jasanya pembantu di rumah yang setia melayani makan, minum, membersihkan badan, menyediakan obat, dan menemaninya ketika diperlukan. Tanpa mereka saya akan sangat sengsara dalam kesepian.Namun mengapa selama ini aku tak mampu melihat ketulusan para pembantuku ini? Kata hatinya menyadari kesalahannya yang selama ini merasa sebagai superwoman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Demikianlah. Setelah sakit cukup parah, ibu tadi mengalami perubahan amat drastis dalam memandang kehidupan. Dalam memandang orang-orang di sekitarnya. Dalam memandang matahari, memaknai malam ketika datang menyelimuti bumi, mencermati ketika daun jatuh diterpa angin. Bahkan juga telinganya menjadi peka mendengarkan nyanyian burung.Mata hatinya menjadi peka setelah sakit. Dia merasa, di balik sakit yang menimpanya terdapat bingkisan kasih Ilahi berupa peringatan agar dia menjadi rendah hati, menghargai sesamanya, dan mensyukuri kehidupan untuk memperbanyak amal kebajikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita semacam itu mudah ditemukan kalau saja kita mau menggali berbagai peristiwa di sekitar kehidupan kita sendiri.Teman saya sebulan lalu kakinya tersandung batu dan jempol kakinya terluka serius sehingga mesti dioperasi. Sebulan tidak bisa bermain golf, permainan yang amat digemarinya. Dia mesti membatalkan agenda bepergian ke luar negeri.Padahal peristiwanya sederhana. Hanya tersandung batu. Saya tersadar, katanya melalui telepon, betapa sombongnya saya, seakan dunia dalam genggaman saya.Saya punya uang bisa berkeliling dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Namun sekarang saya mesti di rumah, berjalan dengan tongkat. Saya merenung, katanya. Saya mesti bertobat, memperbanyak zikir kepada Allah, membaca buku, dan berkumpul dengan keluarga. Ketika sakit, kita menjadi semakin sadar, betapa istri dan anak-anak sangat mencintai kita. Namun kadang kita tidak merespons mereka karena lebih sibuk di luar bersama orang lain dengan dalih mencari uang untuk keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Padahal yang keluarga dambakan bukan lagi uang, tetapi kebersamaan yang hangat.Keluarga rindu salat berjamaah di rumah, dilanjutkan bincang-bincang penuh keintiman dalam suasana religius. Tidak mudah menemukan anugerah di balik musibah. Namun jika Anda atau keluarga dekat pernah sakit cukup serius, coba renungkan dan gali hikmah di baliknya. Insya Allah akan ditemukan suatu parsel kasih sayang Ilahi di balik musibah itu. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-6071817467521148481?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/6071817467521148481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=6071817467521148481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6071817467521148481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6071817467521148481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/05/sakit-yang-membawa-berkah.html' title='SAKIT YANG MEMBAWA BERKAH'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShlHhEOxgsI/AAAAAAAAAQU/MsqwKV9ORdU/s72-c/orang+sakit.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-5391186743627605296</id><published>2009-05-24T19:56:00.002+07:00</published><updated>2009-05-24T19:59:03.019+07:00</updated><title type='text'>MENGENAL TUHAN DI HARI TUA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShlEigE8DyI/AAAAAAAAAQM/dfigXzRlr1A/s1600-h/MASA+TUA.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShlEigE8DyI/AAAAAAAAAQM/dfigXzRlr1A/s400/MASA+TUA.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339374192741322530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengenal Tuhan di Hari Tua    &lt;br /&gt;Ditulis oleh Prof.Dr. Komaruddin Hidayat   &lt;br /&gt;Jumat, 08 Mei 2009 09:47&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SALAH satu kesenangan saya adalah bersilaturahmi, berbincang-bincang dengan orang yang sudah lanjut usia. Banyak pelajaran yang amat sangat berharga untuk diperhatikan, mengingat orang tua pernah melalui masa muda,sementara yang muda belum pernah menjadi tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih muda, membayangkan perjalanan ke depan itu terasa jauh, jalannya terjal. Tetapi ketika seseorang telah memasuki usia lanjut, kata mereka, masa muda serasa baru kemarin berlalu.Waktu berjalan begitu cepat. Panggung kehidupan berganti aktor dan cerita. Saya memiliki sahabat sekaligus guru, usianya di atas 80 tahun, biasa saya panggil Pak Iwan, tinggal di Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai alumni ITB dia sangat bangga dengan almamaternya yang senantiasa memelihara semangat Bung Karno untuk berani menatap dunia dengan kepala tegak. Pak Iwan ini pernah belajar manajemen di AS dan pernah bekerja sebagai konsultan Bank Dunia untuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat kecewa mengapa kita lebih kagum dan memberi gaji tinggi kepada konsultan asing, padahal kualitas mereka tidak selalu lebih baik dari orang Indonesia.“Orang kita lebih hebat dari konsultan asing, tapi mental bangsa ini sakit, mudah kagum pada bangsa kulit putih,” keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar bidang manajemen, yang paling mengesankan bagi saya adalah kecintaannya pada buku filsafat dan tasawuf. Tiada hari tanpa membaca, lalu membuat beberapa catatan berupa kesimpulan dan kritik terhadap buku yang dibacanya. Ketika ada teman yang berkunjung, dengan antusias Pak Iwan akan berbagi ilmu dan pengalaman hidupnya yang sungguh sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang saya lagi jatuh cinta pada Alquran,”katanya. Menurutnya, terjemahan bahasa Inggris rasanya lebih pas ketimbang bahasa Indonesia. Struktur dan karakter bahasa Indonesia terasa miskin, kurang mampu mewadahi gagasan Alquran yang tertuang dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malu, menyesal namun juga bersyukur, mengapa baru sekarang setelah usia lanjut baru tertarik dan berkesempatan mendalami Al-Qur’an dan buku-buku filsafat agama. Dulu saya merasa bangga dan senang mengoleksi literatur asing yang menyajikan berbagai teori ilmiah kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setelah membaca terjemahan Al-Qur’an dan buku-buku filasafat serta tasawuf, kebanggaan tadi lenyap. Semua koleksi buku-buku itu tak lebih sebagai penafsiran dan elaborasi lebih lanjut dari kandungan Al-Qur’an. Ada ilmuwan yang sering bersikap sombong menolak agama dengan dalih ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain ada orang yang kurang menghargai sains modern karena alasan agama.“ Ilmu agama dan sains menawarkan kebenaran, keduanya datang dari sumber yang sama, dari Tuhan Yang Mahabenar. Jangan keduanya dipertentangkan. Dulu saya memuja sains, tetapi ternyata terbatas hanya untuk menyelesaikan masalah teknis kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memaknai dan memahami tujuan hidup, kita mesti bertanya pada filsafat dan agama, dan semua ini ternyata saya temukan dalam Al-Qur’an,” katanya. Semakin lanjut usia seseorang, tujuan belajar terasa semakin ikhlas dan mendalam, yaitu untuk menemukan wisdom of life.Orang tua yang suka belajar dan akrab dengan Al-Qur’an akan memperoleh kecerdasan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari tua dijalani dengan damai dan produktif secara moral-spiritual, bukan lagi terobsesi dengan kenikmatan materi. Memahami Al-Qur’an tanpa bantuan ilmu pengetahuan lain, ibarat berburu ikan,hasilnya tidak akan banyak. Seorang ahli ilmu kedokteran pasti akan lebih peka dan lebih dalam memahami ayat-ayat yang berkenaan dengan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun sarjana ahli ekonomi, psikologi, dan sains lain, ilmu yang mereka kuasasi akan menjadi penunjuk jalan yang andal dan teman dialog yang cerdas untuk menangkap pesan-pesan Al-Qur’an. Kesaksian dan pengetahuan tentang Tuhan terasa dangkal kalau hanya sekadar ditandai dengan ikrar dua kalimat syahadat, tanpa didasari oleh ilmu pengetahuan dan pengalaman beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian tentang keesaan dan keagungan Tuhan tentu lebih terasa mantap kalau seseorang menguasai ilmu alam yang didukung laboratorium, sehingga lebih menghayati betapa kecilnya manusia di tengah semesta dan di hadapan Tuhan. Saya merasa iri dan terinspirasi menyaksikan orang tua yang sudah lanjut usia begitu antusias membaca buku dan lidahnya semakin sering menyebut asma Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diisi dengan belajar, berzikir, dan berbagi dengan yang muda, hari tua bukannya hari-hari kekalahan dan pengangguran, melainkan justru produktif untuk menambah kualitas hidup.“ Ketika membaca Al-Qur’an, sering saya dibuat kaget,” kata Pak Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak formula ayat Al-Qur’an membenarkan teori-teori yang dia pelajari selama ini,namun ada pula yang mengkritiknya. Kadang dirinya merasa diinterogasi dan ditelanjangi oleh Al-Qur’an. Semua ini membuatnya semakin bergairah membaca Al-Qur’an, lalu diperhadapkan dengan teori-teori ilmiah yang pernah dia pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian banyak teori ilmiah modern, ternyata di abad ketujuh sudah dikatakan oleh Nabi Muhammad. Kalaupun ada orang yang tidak mempercayai kenabian Muhammad, sulit untuk menolak kenyataan bahwa dia seorang superjenius. Sebab pada abad ketujuh di padang pasir ia bisa mewariskan untaian kalimat-kalimat yang begitu indah, memancing analisis dan beberapa pernyataannya sangat visioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya bersyahadat untuk mengenal Tuhan memerlukan proses dan perjuangan panjang. Untuk melaksanakan perintah iqra’, membaca, berefleksi, dan berkontemplasi tentang semesta dalam upaya mengenal Sang Penciptanya, diperlukan kejernihan hati, kecerdasan nalar, dan keluasan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan usaha ini tak kenal henti sampai tarikan nafas terakhir. Memasuki usia lanjut, kekuatan fisik seseorang pasti menurun. Namun hal itu justru memberikan peluang bagi pengembangan moral-spiritual seseorang. Bahkan anggota keluarga yang muda akan terinspirasi dan senang melihatnya karena terjauhkan dari penyakit pikun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur dan sangat terinspirasi oleh beberapa orang tua seperti Pak Iwan itu. Misalnya saja Kyai Ali Yafie yang saya jumpai belum lama ini.Wajah mereka ceria,matanya selalu bersinar, otaknya sangat aktif,hatinya selalu terbuka.Kalau diajak bicara selalu mengumbar senyum kedamaian dan kepasrahan terhadap Tuhan. Beruntung sekali orang seperti itu dan orang-orang yang menyayangi, menyantuni, dan mau belajar dari mereka mengenai keagungan hidup dan kompleksitas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tulisan ini pernah dimuat di Seputar Indonesia, 8 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-5391186743627605296?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/5391186743627605296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=5391186743627605296' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5391186743627605296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5391186743627605296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/05/mengenal-tuhan-di-hari-tua.html' title='MENGENAL TUHAN DI HARI TUA'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShlEigE8DyI/AAAAAAAAAQM/dfigXzRlr1A/s72-c/MASA+TUA.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-7688167321350208351</id><published>2009-05-24T11:14:00.003+07:00</published><updated>2009-05-24T11:20:01.531+07:00</updated><title type='text'>HARTA BARAKAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShjKMbavggI/AAAAAAAAAP8/iqXmHidpbM8/s1600-h/HARTA.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 115px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShjKMbavggI/AAAAAAAAAP8/iqXmHidpbM8/s400/HARTA.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339239673114886658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SUMBER:http://pesantren.or.id&lt;br /&gt;PP&gt;NURUL HUDA - MERGOSONO - Kota Malang&lt;br /&gt;Sering sekali kita mendengar perihal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;harta barokah. Namun apakah sebenarnya yang dimaksud dengan harta yang barokah itu, dan apakah hubungannya dengan zakat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta yang barokah ialah harta yang menyebabkan seseorang yang mempergunakannya memperoleh ketenangan dan ketenteraman jiwa sehingga mampu mendorongnya untuk berbuat kebaikan kepada sesama. Harta yang demikian inilah pada hakekatnya sangat didambakan dan dicari oleh setiap orang; sebab ketenangan dan ketenteraman jiwa itulah yang menjadi faktor penentu bagi kebahagiaan hidup seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Riyadus Shalihin dijelaskan bahwa yang dimaksud barokah adalah sesuatu yang dapat menambah kebaikan kepada sesama, ziyadatul khair 'ala al ghair. Bila dikaitkan dengan harta, maka yang dimaksud dengan harta yang barokah itu sebagaimana dipaparkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta-harta yang barokah itu, haruslah yang halal dan baik, karena sesuatu yang diambil dari yang tidak halal dan tidak baik tidak mungkin mampu mendorong kita kepada kebaikan diri maupun orang lain, sebagaimana isyarat Allah swt. dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 168 yang artinya:&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الاَرْضِ حَلاَلاً طَيِّبًا وَلاَ تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Wahai manusia, makanlah dari apa-apa yang ada di bumi yang halal dan yang baik. Dan janganlah kamu sekalian mengikuti jejak langkah dari Syaithan, karena sesungguhnya Syaithan itu adalah musuhmu yang nyata".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang lain Nabi Muhammad juga pernah menyatakan kullu lahmin nabata minal harom, fan naaru aula bihi. Setiap daging yang timbul atau dihasilkan dari sesuatu yang haram maka hanyalah neraka yang patut menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Secara rinci yang dimaksudkan dengan halal di sini adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Halal wujudnya, yaitu apa saja yang tidak dilarang oleh agama Islam, seperti makanan dan minuman yang tidak diharamkan oleh syari'at agama Islam.&lt;br /&gt;   2. Halal cara mengambil atau memperolehnya, yaitu cara mengambil atau cara memperoleh yang tidak dilarang oleh syari'at agama Islam, seperti harta yang diperoleh dari ongkos pekerjaan yang halal menurut pandangan syari'at agama Islam, sedang ongkos tersebut juga berasal dari hasil pekerjaan yang halal.&lt;br /&gt;   3. Halal karena tidak tercampur dengan hak milik orang lain, karena sudah dikeluarkan zakatnya. Harta yang demikian itu, jika berupa bahan makanan dan dimakan oleh seseorang, maka pengaruhnya sangat positif bagi kesehatan mental atau jiwa seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang lahir di dunia ini oleh Allah swt. telah dibekali dengan dua macam dorongan nafsu, yakni: nafsu yang mendorong manusia untuk berbuat durhaka dan nafsu yang mendorong untuk berbuat taqwa (kebajikan). Dalam surat As Syams ayat 7 dan 8 Allah swt. telah berfirman:&lt;br /&gt;وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا . فَأَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوَاهَا .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Demi jiwa dan apa-apa yang menyempurnakannya, maka Allah mengilhamkan pada jiwa tersebut kedurhakaan dan ketaqwaannya"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua macam dorongan tersebut tidak dapat berwujud menjadi perbuatan yang nyata, manakala dalam diri seseorang tidak ada energi. Sedangkan energi itu adalah berasal dari bahan makanan. Sehingga apabila bahan makanan yang dimakan oleh seseorang adalah halal, maka energi yang ditimbulkan oleh bahan makanan tersebut adalah energi yang halal. Energi yang halal inilah yang mudah diserap dan dipergunakan oleh dorongan yang mengajak kepada perbuatan-perbuatan yang baik, benar dan haq. Sedang perbuatan-perbuatan yang baik, benar dan haq yang dilakukan oleh seseorang akan diserap oleh organ jiwa yang oleh Sigmund Freud disebut dengan "Ego Ideal". Ego Ideal inilah yang selalu menghibur dan menenteramkan jiwa seseorang. Sebaliknya, jika bahan makanan yang dimakan oleh seseorang adalah berasal dari harta yang haram, maka energi yang timbul dari bahan makanan tersebut adalah energi yang haram, yang akan diserap oleh nafsu yang mengajak kepada kejelekan, kesalahan dan kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala seseorang telah melakukan perbuatan yang jelek atau salah atau batil, maka perbuatan ini akan diserap oleh organ jiwa yang oleh Sigmund Freud disebut conscience. Kemudian conscience ini selalu menuntut jiwa manusia itu sendiri atas kejelekan atau kesalahan atau kebatilan yang telah dilakukan, sehingga ketenteraman jiwa menjadi terganggu. Semakin banyak kejelekan atau kesalahan atau kebatilan yang dilakukan oleh seseorang, maka semakin besar tuntutan dari consciense dan semakin goncang ketenangan dan ketenteraman jiwanya, sehingga pada akhinya orang yang selalu memakan makanan yang berasal dari harta yang haram akan dihadapkan pada dua alternatif, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jika kondisi jasmaninya kuat, maka jiwanya akan jebol dan akan terkena penyakit jiwa.&lt;br /&gt;   2. Jika kondisi jiwanya kuat, maka dia akan terserang penyakit psychosomatica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang yang dimaksud dengan makanan yang baik menurut ayat 168 dari surat Al Baqarah di atas, adalah baik menurut syarat-syarat kesehatan. Sebab makanan yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan akan menyebabkan kondisi jasmani menjadi mudah terserang oleh berbagai macam penyakit. Seseorang tidak akan memperoleh ketenangan dan ketenteraman jiwa manakala badan jasmaninya selalu sakit-sakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu perlu kita ketahui bahwa harta yang diberikan oleh Allah swt. kepada seseorang itu di dalamnya terdapat hak milik fakir miskin yang dititipkan oleh Allah swt. kepadanya. Hal ini telah diterangkan oleh Allah swt. dalam Al Qur'an surat Adz Dzaariyaat ayat 19:&lt;br /&gt;وَفِى أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّآئِلِ وَالْمَحْرُوْمِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harta orang miskin yang dititipkan oleh Allah swt. pada orang-orang kaya itu harus dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak, baik berupa zakat wajib maupun zakat sunnat, agar harta orang-orang kaya tersebut menjadi halal, karena tidak lagi tercampur dengan hak milik orang-orang miskin. Jadi zakat ini mempunyai peranan yang penting sekali untuk membuat harta yang kita miliki menjadi barokah karena zakat juga merupakan elemen yang menjadikan harta itu bisa memberikan kebahagiaan dan kebaikan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau mengadakan penelitian atau research terhadap orang-orang kaya yang hartanya tercampur oleh harta yang tidak halal, baik wujudnya, atau cara mengambilnya, atau belum dizakati, maka kita akan mendapati kehidupan keluarga mereka itu ternyata tidak bahagia sebagaimana yang kita bayangkan. Kebahagiaan yang mereka dambakan ternyata hanya sebagai fatamorgana belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur'an surat An Nur ayat 39 Allah swt. telah berfirman:&lt;br /&gt;وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيْعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَآءً حَتَّى اِذَا جَــآءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللّهَ عِنْدَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ ؛ وَاللّهُ سَرِيْعُ الحِسَابِ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungannya".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi harta yang barokah itu sangat besar peranannya dalam mencapai kebahagiaan hidup seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Itulah sebabnya maka Nabi Muhammad saw. pernah bersabda:&lt;br /&gt;طَلَبُ الْحَلاَلِ فَرِيْضَةٌ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Mencari yang halal itu adalah kewajiban sesudah shalat fardlu".&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-7688167321350208351?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/7688167321350208351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=7688167321350208351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7688167321350208351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7688167321350208351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/05/harta-barakah.html' title='HARTA BARAKAH'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShjKMbavggI/AAAAAAAAAP8/iqXmHidpbM8/s72-c/HARTA.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8106487941971782335</id><published>2009-05-24T01:18:00.001+07:00</published><updated>2009-05-24T01:21:04.399+07:00</updated><title type='text'>Rasisme, Daki Kelam Peradaban</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasisme, Daki Kelam Peradaban&lt;/span&gt;     &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prof.Dr.Ahmad Syafii Maarif   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 10 Juni 2008&lt;br /&gt;Social List Bookmarking Widget&lt;br /&gt;Adalah sahabat saya, pengusaha Maher Algadrie (putra Hamid Algadrie, seorang pejuang nasional dari Partai Sosialis Sutan Sjahrir), yang pernah bertutur kepada saya bahwa dari keturunan Arab Yaman ada yang punya gen radikal dan revolusioner. Saya tidak tahu apakah seorang Habib Rizieq Shihab, Abu Bakar Ba'asyir, Abdullah Sungkar, Habib Alhabsyi, dan sederetan yang lain, punya nasab revolusioner dari Yaman itu. Watak radikal dan revolusioner dengan mudah sekali dapat berubah menjadi beringas jika lepas kendali dari akal sehat dan kejernihan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kita jujur bahwa ideologi radikal ini tidak hanya dimiliki oleh gen Yaman. Hampir semua suku bangsa di muka bumi punya gen serupa. Untuk Indonesia, sejak 10 tahun terakhir, secara kebetulan dipimpin oleh warga Indonesia keturunan Arab dengan pakaian yang serbakhas Arab. Wawancara saya dengan Sinar Harapan beberapa hari yang lalu, yang menyebut Arab tidak tertuju kepada teman-teman Arab yang berbudaya damai, intelektual, santun, dan menyatu. Dengan pernyataan ini, saya berharap agar riak-riak dan protes-protes kecil yang langsung disampaikan kepada saya oleh teman-teman keturunan Arab, semuanya adalah sahabat saya, posisinya sekarang sudah menjadi terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika telah terjadi sedikit salah paham, anggaplah Resonansi ini mengakhiri kontroversi itu. Tidak ada niat secuil pun untuk melansir rasisme dalam wawancara itu. Seluruh napas hidup saya mengembuskan formula ini: Lawan segala bentuk rasisme karena ia adalah daki kelam peradaban. Di samping antirasisme, saya juga menentang beringanisme dan budaya kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, saya ingin menjelaskan posisi saya sebagai seorang egalitarian. Berdasarkan pemahaman saya terhadap ayat 13 surat Alhujurat, ''Sesungguhnya kamu yang termulia di sisi Allah adalah yang paling takwa.'' Bagi saya, ayat ini adalah deklarasi yang paling fundamental tentang doktrin persamaan posisi manusia di depan Allah dan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun, tidak peduli keturunan siapa, nasab apa, raja, dan rakyat jelata, punya posisi yang sama untuk merebut dan meraih martabat takwa itu. Di depan ayat ini; raja, sultan, khalifah, pangeran, amir, para habib (haba'ib), qaba'il, sayyid, darah biru, darah kuning, darah campuran, dan mereka yang merasa lebih dari yang lain; tanpa takwa, seluruhnya rontok berguguran dan tidak punya bobot apa-apa di mata Allah. Pertanyaannya adalah mengapa sebagian umat Islam masih saja berbangga diri dengan serbanasab dan keturunan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang terjadi; melalui akuan keturunan nabi atau keturunan raja si anu, hulubalang si anu; telah berlaku perbudakan spiritual di kalangan sementara umat yang menjadi pengikutnya, pengikut yang telah kehilangan daya kritikal, kejernihan, dan akal sehat, modal yang teramat dasariah bagi manusia merdeka. Dalam pemahaman saya terhadap Alquran, hanya manusia merdeka sajalah yang layak diberi martabat mulia, baik di sini maupun di sana nanti. Budak, tidak semata-mata mereka yang dirantai kakinya. Budak juga mereka yang tidak punya keberanian untuk menjadi menusia merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, seperti halnya suku-suku lain di muka bumi yang lebih memilih hidup damai, harmoni, dan rukun, keturunan Arab pun berada dalam kategori ini, kecuali kelompok-kelompok beringas dan menganut ideologi kekerasan dalam mencapai tujuan. Dan, ini adalah sebuah penyakit peradaban (baca: kebiadaban) yang terdapat pada semua suku bangsa yang telah kehilangan keseimbangan dalam hidup bermasyarakat. Mereka adalah musuh peradaban yang sebenarnya. Bola sejarah harus digiring ke kutub peradaban, bukan ke kutub lawannya, jika bumi ini mau dijadikan tempat tinggal yang damai, sejuk, dan penuh persaudaraan lintas suku, bangsa, agama, dan latar belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika, SElasa 10 Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-8106487941971782335?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/8106487941971782335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=8106487941971782335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8106487941971782335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8106487941971782335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/05/rasisme-daki-kelam-peradaban.html' title='Rasisme, Daki Kelam Peradaban'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-883017681179838534</id><published>2009-05-24T01:02:00.001+07:00</published><updated>2009-05-24T01:05:27.126+07:00</updated><title type='text'>Bolehkah Mengasuransikan Harta dan Jiwa?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Shg6pLStHdI/AAAAAAAAAPU/Aysn6LJj8aQ/s1600-h/asuransi.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Shg6pLStHdI/AAAAAAAAAPU/Aysn6LJj8aQ/s400/asuransi.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339081837328014802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bolehkah Mengasuransikan Harta dan Jiwa?&lt;br /&gt;30/01/200&lt;/span&gt;7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi adalah suatu akad yang mengharuskan perusahaan asuransi (muammin) untuk memberikan sejumlah harta kepada nasabah atau kliennya (muamman) ketika terjadi musibah seperti kecelakaan, kebakaran atau lainnya sebagaimana disepakati dalam akad (transaksi). Dalam akad asuransi, nasabah membayarkan secara rutin dan berkala atau secara kontan kepada perusahaan asuransi di saat hidupnya. Sementara Perusahaan pada saatnya akan memberikan imbalan berupa uang atau ganti rugi barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Singkatnya, asuransi merupakan salah satu cara pembayaran ganti rugi kepada pihak yang mengalami musibah, yang dananya diambil dari iuran premi seluruh peserta asurans&lt;/span&gt;i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Forum Bahtsul Masa’il (BM) pada Muktamar Ke-14 Nahdlatul Ulama di Magelang pada 14 Jumadil Ula 1358 H atau 1 Juli 1939 M mengharamkan akad asuransi tersebut, baik dalam bentuk harta maupun jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asuransi rumah, misalnya, disepakati merupakan transaksi judi. Para ulama mengambil keterangan dari Kitab al-Nahdlatul Islamiyah, halaman 471-472, bahwa asuransi menyerupai pemberian kupon “Ya Nashib..!” dimana seseorang yang membelinya selama hidupnya menunggu tanpa memperoleh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nasabah dijanjikan memperolah jaminan rumah jika terbakar. Jaminan ini memang disukai barangkali karena bila pemiliknya meningal atau terjadi kebakaran pada rumahnya maka ia memperoleh uang sebesar jaminan yang telah ditetapkan. Sementara selama menempati rumah tersebut ia harus membayar premi yang ditetapkan pihak perusahaan asuransi. Dikatakan, itu jelas merupakan judi murni karena dua pihak yang telah melakukan transaksi pada dasarnya masing-masing tidak mengetahui siapakah diantara mereka yang memeperoleh keuntungan, sampai uang yang disepakati oleh keduanya diberikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat akad asuransi sudah mulai membudaya, pada Konferensi Besar Pengurus Syuriah NU ke-1 di Jakarta, 21-25 Syawal 1379 H 18-22 April 1960, ditegaskan kembali keharaman akad asuransi tersebut, terutama berkenaan dengan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Musyawarah memutuskan seperti yang sudah diputuskan oleh Muktamar NU ke-14, yakni mengasuransikan jiwa atau lainnya di kantor asuransi itu haram hukumnya, karena termasuk judi. Para ulama mengambil ibarat dari Syeikh Bakhit, seorang Mufti Mesir, dalam Ahkamul Fuqaha II , yang sempat diterbitkan dalam majalah Nurul Islam, Nomor VI, Jilid I halaman 367 berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asuransi jiwa itu jauh dari akal sehat dan menimbulkan kekaguman yang hebat. Tidak ada perusakan yang mampu memperpanjang umur dan menjauhkan takdir. Ia hanya memberikan iming-iming dengan keamanan serupa dengan yang dilakukan oleh para Dajjal. Para petugas mereka akan berkata kepada Anda sama seperti penyataan yang telah disebutkan dalam pembahasan tentang asuransi harta benda atau pernyataan yang sejenisnya. Ia akan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya ketika aku membayar satu premi, jika aku mendadak meninggal, maka aku berhak atas warisanku yang telah aku jaminkan ketika aku masih hidup. Dan itu berarti membantu meringankan kepada ahli waris setelah kepergianku. Dan jika aku tetap hidup dalam tempo yang telah ditetapkan maka aku berhak memperoleh kembali semua yang telah dibayarkan beserta keuntungannya. Dengan demikian, maka aku beruntung dalam dua hal tersebut (mati dan hidup).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demikian halnya perusahaan asuransi berhak mengelola keuangan yang dihimpun dariku dan dari orang lain sehingga menjadi modal yang besar sebagaimana yang Anda lihat berbentuk proyek-proyek niaga. Risiko kerugian sangat sedikit; karena masing-masing orang sangat menjaga hidup dan hartanya, dan akan berusaha semampunya. Masing-masing akan berkarya bagi kepentingan dirinya, sehingga masing-masing pihak beruntung.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menyatakan bahwa setiap yang diucapkan dalam akad asuransi mengandung klaim denda terhadap satu pihak secara wajib tanpa suatu kepastian mengenai pengganti yang sepadan. Padahal dalam Islam hendaknya ada kesesuaian pengganti dari masing-masing pihak yang bertransaksi agar dapat mewujudkan keadilan, walaupun itu relatif. Jika salah satu pihak saja yang me!akukan klaim denda wajib tanpa memberikan keuntungan kepada yang lain maka tidak ada keadilan di sini, dan itu merupakan judi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya salah satu diantara mereka, entah pihak perusahaan asuransi atau nasabah, mempunyai keinginan untuk menundukkan orang lain. Para ulama menilai akad asuransi lebih besar bahayanya dari pada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengutip Syeikh Bakhit, dikatakan, perundang-undangan Allah SWT yang benar itu mesti berpedoman pada adanya keseimbangan antara manfaat dan mudharat. Jika manfaamya lebih besar, maka Allah akan menghalalkannya. Sedangkan jika maharatnya lebih besar, maka Allah akan mengharamkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baru pada Munas Alim Ulama Lampung, 1992,  asuransi harta (kerugian) dan jiwa diperbolehkan, itu pun dengan syarat yang sangat ketat. Asuransi kerugian hanya diperbolehkan bagi obyek-obyek yang menjadi agunan bank; dan atau ketika asuransi kerugian tersebut tidak dapat dihindari karena terkait oleh ketentuan-ketentuan pemerintah, seperti asuransi untuk barang-barang yang diimpor dan diekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asuransi jiwa hukumnya haram kecuali apabila memenuhi ketentuan bahwa asuransi jiwa tersebut mengandung unsur saving (tabungan). Pada waktu menyerahkan uang premi, pihak tertanggung beniat untuk menabung untungnya pada pihak penanggung (perusahaan asuransi). Sementara pihak penanggung bemiat menyimpan uang tabungan milik pihak tertanggung dengan cara-cara yang dibenarkan/dihalalkan oleh syariat agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada Munas yang sama para ulama secara mutlak membolehkan praktik ”asuransi sosial” dalam pengertian asuransi yang memberikan jaminan kepada masyarakat dan diselenggarakan oleh pemerintah, seperti asuransi kecelakaan lalu lintas (jasa raharja), asuransi TASPEN, ASTEK. ASKES, ASABRI. Asuransi sosial dapat bersifat asuransi kerugian (harta) dan asuransi jiwa. (A Khoirul Anam)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-883017681179838534?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/883017681179838534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=883017681179838534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/883017681179838534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/883017681179838534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/05/bolehkah-mengasuransikan-harta-dan-jiwa.html' title='Bolehkah Mengasuransikan Harta dan Jiwa?'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Shg6pLStHdI/AAAAAAAAAPU/Aysn6LJj8aQ/s72-c/asuransi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-7912632544307037052</id><published>2009-05-24T00:43:00.003+07:00</published><updated>2009-05-24T00:57:19.743+07:00</updated><title type='text'>Pendapatan Pejabat di Luar Gaji Pokok&lt;</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Shg48n2tnTI/AAAAAAAAAPM/x8CtpCz6cqk/s1600-h/sinder.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 86px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Shg48n2tnTI/AAAAAAAAAPM/x8CtpCz6cqk/s400/sinder.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339079972389494066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan Pejabat di Luar Gaji Pokok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;16/02/2009&lt;br /&gt;Telah diketahui bahwa gaji pokok para bupati, gubernur, anggota dewan perwakilan rakyat dan para pejabat lainnya jelas-jelas tidak dapat menutup biaya yang dikeluarkan selama masa kampanye. Namun nyatanya masih saja banyak yang berminat. Hal ini lantaran para calon pejabat yakin penghasilan di luar gaji pokok atau biasa disebut dengan ceperan itu jumlahnya lebih banyak, seperti dari persenan (fee) para kontraktor yang menang tender, serta uang lembur, tunjangan-tunjangan dan lain-lain yang yang melebihi dari gaji pokok dan jumlahnya berlipat-lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah konsep fiqh tentang pendapatan di luar gaji pokok di atas. Halalkah pendapatan di luar gaji pokok itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kitab mu’tabarah yang menjadi rujukan pesantren seperti Bughyatul Mustarsyidin, Roudlotut Tholibin, I’anatut Tholibin, Ahkamus Shulthoniyah, Ihya` Ulumiddin, Ta’liqatut Tanbih fi Fiqhis Syafi’i dan Al-Bajuri tidak ada penjelasan secara khusus mengenai gaji pokok dan gaji ceperan untuk para pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitab Bughyatul Mustarsyidin secara sederhana dijelaskan bahwa gaji para hakim, juga para wakil rakyat yang bekerja untuk kemaslahatan umat diambilkan dari kas negara (baitul maal), dengan kadar yang pantas dan tidak berlebihan. Selanjutnya, setelah mendapatkan gaji itu, para pejabat tidak diperkenankan mengambil imbalan dari dua orang yang sedang bertransaksi, para hakim tidak boleh memungut sesuatu pun dari pihak-pihak yang bermasalah, dan para petugas nikah atau Kantor Urusan Agama (KUA) tidak boleh menerima pemberian dari orang yang melangsungkan akad akad nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hakim diharamkan menerima suap (riswah). &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam Roudlotut Thalibin, mengutip Syeikh Abu Hamid, dijelaskan, jika pun kas negara tidak cukup dana (rizki) untuk menggaji para hakim, maka diperkenankan meminta rizki kepada pihak-pihak bermasalah dan disepakati sebelum permasalahan disidangkan. Penjelasan serupa juga ditemukan dalam kitab I’anatut Tholibin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Persoalan penghasilan di luar gaji pokok dikaitkan dengan pembahasan tentang riswah atau suap. Namun dalam banyak pembahasan, riswah dibedakan dengan pengertian hadiah. Dalam kitab Ihya` Ulumiddin disebutkan, Imam Ghazali ditanya, apa mungkin riswah dan hadiah dibedakan, toh keduanya tidak mungkin diberikan tanpa ada maksud, kenapa riswah dilarang sementara hadiah tidak, apa yang membedakan keduanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali menjawab, memberikan sesuatu kepada orang lain memang tidak mungkin tanpa maksud. Dalam penjelasan yang panjang lebar Imam Ghazali menjelaskan bahwa pemberian itu sejatinya dimaksud untuk mendekatkan diri dengan pihak yang diberi, atau si pemberi berharap akan memperoleh dampak dari pemberian itu. Jika si pemberi sekedar berharap mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dengan pemberian itu maka hukumnya maksuh saja, dan ini adalah hadiah. Sementara jika pemberian itu dimaksud untuk mempengaruhi keputusan hakim atau kebijakan pemerintah, atau si pemberi memberikan hadiah kepada para hakim dan pejabat atas kebijakan yang menguntungkan dirinya, maka itu adalah riswah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإنْ كَانَ جَاهُهُ بِوِلَايَةٍ تَوَلَّاهُ مِنْ قَضَاءٍ أوْ عَمَلٍ أوْ وِلَايَةِ صَدَقَةٍ أوْ جَبَايَةِ مَالٍ أوْ غَيْرِهِ مِنَ اْلأَعْمَالِ السُّلْطَانِيَةِ حَتَّى وِلَايَةِ الْأَوْقَافِ مَثَلاً وَكَانَ لَوْلَا تِلْكَ اْلوِلَايَةِ لَكَانَ لَايَهْدَى إلَيْهِ فَهَذِهِ رِشْوَةٌ عَرَضَتْ فِيْ مَعْرِضِ الْهَدِيَّةِ-- إحياء علوم الدين؛ ج 2/ ص 152-153&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apabila hadiah itu diberikan berkaitan dengan jatuhnya keputusan pengadilan, atau pencairan dana sosial dan berbagai kebijakan pemerintah yang lain seperti terkait wakaf, dan jika tanpa maksud itu seseorang tidak akan memberikan hadiah maka yang semacam ini disebut riswah (suap), meskipun kelihatannya seperti hadiah. (Ihya’ Ulumiddin 2: 152-153)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kembali kepada pertanyaan di atas, berdasarkan beberapa uraian dalam kitab-kitab mu’tabarah tersebut, bisa disimpulkan bahwa pendapatan yang diperoleh dari hasil ‘main mata’ dengan para kontraktor berupa uang persenan hukumnya adalah haram, sekalipun ada Undang-Undang yang membenarkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sedangkan pendapatan lain yang didapat dari gaji lembur atau berbagai fasilitas tambahan yang diberikan dari negara dibolehkan sepanjang itu setimpal dengan jerih payah yang dilakukan dalam mengurus rakyat atau mewujudkan kemaslahatan umat. Definisi setimpal ditentukan oleh adat atau berdasarkan rata-rata penghasilan masyarakat setempat (qadra kifayatil laiqah min ghairi tabdzir), atau mungkin tepatnya tidak terlalu jauh melebihi upah minimum regional (UMR).--&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari hasil bahtsul masail Diniyah Waqiiyah Syuriyah PWNU Jawa Timur di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Dukun, Gresik. Pertanyaan tentang gaji lebihan pejabat ini diajukan oleh PCNU Blitar. (A. Khoirul Anam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-7912632544307037052?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/7912632544307037052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=7912632544307037052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7912632544307037052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7912632544307037052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/05/pendapatan-pejabat-di-luar-gaji-pokok.html' title='Pendapatan Pejabat di Luar Gaji Pokok&lt;'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Shg48n2tnTI/AAAAAAAAAPM/x8CtpCz6cqk/s72-c/sinder.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8985687603029836250</id><published>2009-05-21T10:53:00.002+07:00</published><updated>2009-05-21T11:00:34.954+07:00</updated><title type='text'>Makna Persahabatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShTR1TuW7RI/AAAAAAAAAO0/u6NgJN2yEVE/s1600-h/sahabat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 302px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShTR1TuW7RI/AAAAAAAAAO0/u6NgJN2yEVE/s400/sahabat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338122172098866450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makna Persahabatan&lt;br /&gt;By A Ilyas Ismail MA&lt;br /&gt;Selasa, 12 Mei 2009 pukul 18:30:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bookmark and Share&lt;br /&gt;Makna Persahabatan CORBIS/ILUSTRASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan jiwa manusia, selain karena bakat-bakat alam yang dibawa sejak lahir, sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, termasuk lingkungan pergaulan dan persahabatan. Demikian pendapat penganut madzhab konvergensi atau interaksionisme yang merupakan sintesis dari madzhab nativistik dan environmentalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan umat Islam, terutama kaum sufi dan orang-orang yang menaruh perhatian dan concern terhadap pendidikan moral umat, pengaruh positif-negatif dari pergaulan dan persahabatan itu sudah cukup lama menjadi perbincangan. Tak heran bila diskursus atau wacana tentang persahabatan itu (shuhbah) selalu mewarnai karya-karya mereka. Suhrawardi, lewat bukunya 'Awarif al-Ma'arif, menyebut persahabatan itu sebagai kecenderungan fitri manusia dan merupakan salah satu dari sekian banyak nikmat dan anugerah Allah SWT (Q.S. 3:103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan, kata Suhrawardi, dapat diibaratkan seperti pintu yang akan mengantar manusia menuju sorga atau neraka. Mengapa? Jawabannya, seperti diutarakan Ibn Abbas, karena persahabatan dapat menimbulkan kebaikan dan keburukan sekaligus. ''Tak ada yang dapat merusak manusia selain manusia itu sendiri,'' demikian Ibn Abbas. Agar persaudaraan dan persahabatan itu melahirkan kebaikan-kebaikan, duniawi maupun ukhrawi, maka dalam persaudaraan itu harus ditegakkan nilai-nilai atau sifat-sifat yang terpuji. Di antaranya adalah sifat saling tolong menolong dalam kebaikan (Q.S. Al-Maidah, 2), saling berpesan dalam kebenaran (Q.S. Al-Balad, 17), dan saling kasih mengasihi di antara mereka (Q.S. Al-Fath, 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan dan persahabatan harus pula didasarkan pada kesamaan idealisme dan cita-cita. Dalam kaitan ini, Ibnu 'Athailah, lewat kitab Hikam-nya mengingatkan. Katanya: ''Jangan kamu bergaul dan berteman dengan orang yang idealisme, cita-cita, sikap, dan prilakunya tidak mendorongmu ke jalan yang benar, yaitu jalan Allah SWT.'' Ini mengandung makna bahwa tidak setiap orang layak dijadikan sebagai teman atau sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan yang sejati, menurut satu Hadits, adalah persaudaraan antara dua anak manusia yang diikat oleh tali dan rasa cinta kepada Allah SWT. Lalu, mereka hidup bersama karena Allah, berjuang bersama karena Allah, dan mati bersama juga karena Allah. Inilah realitas persaudaraan yang sungguh sangat sejati dan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan di mana sekat-sekat antara kebenaran dan kebatilan semakin kabur (tasyabuh), maka identifikasi tentang siapa kawan dan siapa lawan menjadi kabur pula. Dalam keadaan demikian, petuah kaum sufi dalam wacana persaudaraan menjadi relevan untuk direnungkan kembali. Semoga persaudaraan dan persahabatan kita kekal dan abadi!! - ah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-8985687603029836250?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/8985687603029836250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=8985687603029836250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8985687603029836250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8985687603029836250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/05/makna-persahabatan.html' title='Makna Persahabatan'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShTR1TuW7RI/AAAAAAAAAO0/u6NgJN2yEVE/s72-c/sahabat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8599091345824824834</id><published>2009-05-09T11:37:00.002+07:00</published><updated>2009-05-09T11:48:01.288+07:00</updated><title type='text'>Teman dalam kesenangan</title><content type='html'>Assalammu'alaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berpegang teguhlah kamu pada tali Alloh.Dia adalah satu satunya PenolongMu. Dia adalah Penolong dan pelindung yang paling baik (Al Hajj (22):78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini dalam bergaul hanya status pangkat,jabatan dan harta saja yang menjadi tolak ukur sebagian manusia jaman sekarang. nilai -nilai kejujuran,prestasi, maupun reputasi baik adalah nomor sekian. Orang cenderung mimelih teman yang kaya,mengenakkan, membuat jabatan terjamin..sebenarnya dia lupa bahwa hanya pada tali Alloh lah segalanya bergantung, hanya padanya kita bergantung..bergantung pada manusia ujung2nya akan membikin kecewa ,coba aja terapkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Qadir Al Jailani berpesan 'Takutlah pada Alloh dan percayakan seluruh kebutuhanmu pada Alloh' jangan mengharap dan menginginkan sesuatu kecuali diri Nya. Bersandarlah pada Alloh,bukan kepada yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa jika kita terus bergantung kepada seseorang maka semakin lelahlah orang tersebut menghadapi kita ini suatu kenyataan psikologis yang tak terbantahkan. Hanya sedikit orang yang bisa memikul beban orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teman yang baik adalah yang shaleh dan selalu mengingatkan pada kebaikan..tidak hanya teman dimeja makan,teman bercanda,teman dikala kita menjabat,teman mencari uang, teman teman waktu seegalanya satu kepentingan...kepentingan hilang pertemanan hilang itu suatu ketidak jujuran sebenarnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iri hati dan dengki akan menjadi suatu hal yang dapat merusak hubungan dan hindari berpersepsi,semua kita pikir yang baik untuk semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah kita hindari teman yang tidak baik yang dapat menjerumuskan diri, orang pelit, orang menang sendiri..kita tanamkan kebaikan tetapi kita juga harus waspada akal bulus mereka yang dapat merugikan kita, daripada nanti kecewa dan kecewa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-8599091345824824834?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/8599091345824824834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=8599091345824824834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8599091345824824834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/8599091345824824834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/05/teman-dalam-kesenangan.html' title='Teman dalam kesenangan'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-1827014123345205984</id><published>2009-04-13T01:42:00.002+07:00</published><updated>2009-04-13T01:45:10.230+07:00</updated><title type='text'>Law of Spiritual Attraction</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SeI2rFbsxHI/AAAAAAAAAOk/BcL2KeBE0PY/s1600-h/gelombang.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 79px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SeI2rFbsxHI/AAAAAAAAAOk/BcL2KeBE0PY/s400/gelombang.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323877823325979762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Judul: Law of Spiritual Attraction: Prinsip Sukses Beyond LOA&lt;br /&gt;Penulis: Priatno H. Martokoesoemo&lt;br /&gt;Penerbit: Mizania, Bandung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Cetakan: I, Agustus 2008&lt;br /&gt;Tebal: 355 halaman&lt;br /&gt;Peresensi: Tatik Chusniyati*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti ingin hidup sukses. Tapi tidak semua orang dengan gampang memperoleh kesuksesan dalam kehidupannya. Dengan prinsip Law of Spiritual Attraction (LoSA), Priatno H. Martokoesoemo berusaha mengurai secara panjang lebar sebuah benang merah yang dapat menarik kehendak Tuhan untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;Tuhan sebagai penguasa hati, turut menggerakkan pikiran dan hati manusia untuk mencapai kesuksesan. Inilah maksud dari pesan Nabi Muhammad bahwa kehendak Tuhan bergantung pada apa yang manusia pikirkan dan cita-citakan. Betapa kita semua menginginkan jalan menuju kesuksesan, lahir dan batin.&lt;br /&gt;Dalam Law of Spiritual Attraction ini sengaja dirancang berbagai teknik untuk melatih hati dan pikiran dalam menggali kesuksesan. Dengan menyimak buku ini pembaca akan mengetahui tips menggapai keberhasilan di setiap lini kehidupan. Dan dengan izin Tuhan, efek domino dalam perubahan kehidupan akan segera dimulai.&lt;br /&gt;Dengan metode LoSA Anda akan mulai melihat bahwa Anda dapat mentransformasikan pikiran Anda pada kesuksesan dalam setiap fase kehidupan Anda.” Karena itu, jika pikiran Anda mempunyai impian untuk sukses, Anda akan secara cepat mencapai tujuan yang penting bagi Anda (hlm.19).&lt;br /&gt;Yang menarik, Priatno sejak awal konsisten menyatakan bahwa bagian terpenting dalam menetapkan tujuan sejatinya didorong oleh tekad hati dan iman, sehingga menimbulkan rasa senang yang menghasilkan daya pengggerak untuk maju. Contoh yang bagus dalam hal ini adalah sang miliuner Donald Trump. Dia selalu menekankan seseorang untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan dan dapat menikmatinya.&lt;br /&gt;Adalah Bill Gates, setelah menjadi salah satu miliuner terkaya, dia tetap bekerja karena sangat mencintai apa yang dia lakukan. Steve Jobs, pendiri Apple Computers dan Pixar Entertainment, bersedia bekerja tanpa dibayar saat dia diangkat sebagai CEO Apple. Mereka adalah orang-orang yang merasa bahagia dan menikmati pekerjaannya untuk mendapat “kenikmatan” yang lebih. Itulah contoh prestasi yang diraih dengan perasaan senang dalam proses menjalaninya.&lt;br /&gt;Lalu, pernahkah Anda mengalami bekerja hingga lupa makan dan tidur karena Anda begitu menyenangi pekerjaan yang sedang Anda hadapi? Tetapi, berkat kesenangan Anda terhadap suatu pekerjaan, akhirnya Anda sukses menyelesaikannya dengan mudah. Mudah di sini diartikan bukan sebab pekerjaannya yang mudah, melainkan karena perasaan senang yang membuat pekerjaan menjadi mudah.&lt;br /&gt;Nah prinsip LoSA dalam buku ini terfokus pada pencapaian yang menyenangkan dan menenangkan. Banyak orang yang berhasil melewati proses suatu pekerjaan dengan stres, ketakutan, dan kelelahan. Namun setelah mendapatkan semuanya, mereka malah merasa tidak puas. Dengan metode LoSA diharapkan dapat membangun pencapaian dengan mudah karena semua dilakukan secara otomatis dan ikhlas sehingga bisa menarik segala keinginan dengan ridha dan bantuan Sang Penggerak.&lt;br /&gt;Buku ini bukan saja menyediakan wawasan nan melimpah-ruah dari bacaan, tradisi agama dan ajaran moral, studi psikologi dan perilaku terbaru, bahkan melengkapinya dengan kisah, ucapan, kasus faktual, bahkan tes yang langsung bisa dipraktikkan. Teknik dan metodenya sangat mudah diaplikasikan dan bisa langsung dirasakan manfaatnya dalam mengubah mindset, perasaan, dan sikap seseorang terhadap situasi dan kondisi yang dialaminya.&lt;br /&gt;Saya melihat konsep pemikiran Priatno dalam buku ini bisa dikembangkan lebih jauh ke hal-hal yang aplikatif dan berguna bagi banyak orang. Terlepas dari kekurangan yang ada, buku ini layak diapresiasi sebagai bekal sangat berharga guna meniti tangga kesuksesan lahir dan batin, dengan visi dan misi spiritual yang jernih.&lt;br /&gt;*)Pengajar Ma’had Abdurrahaman bin ‘Auf Universitas Muhammadiyah Malang.&lt;br /&gt;Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-1827014123345205984?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/1827014123345205984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=1827014123345205984' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1827014123345205984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1827014123345205984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/04/law-of-spiritual-attraction.html' title='Law of Spiritual Attraction'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SeI2rFbsxHI/AAAAAAAAAOk/BcL2KeBE0PY/s72-c/gelombang.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-227311997345918008</id><published>2009-04-03T11:45:00.001+07:00</published><updated>2009-04-03T11:47:15.600+07:00</updated><title type='text'>KEHANCURAN EKONOMI ULAH KITA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SdWUxtEp0GI/AAAAAAAAAOc/vlVr2A8SccM/s1600-h/bumi_matahari2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 386px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SdWUxtEp0GI/AAAAAAAAAOc/vlVr2A8SccM/s400/bumi_matahari2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320322116441722978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Friday, 03 April 2009 08:53&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemimpin dunia berusaha mengatasi problem yang dihadapi oleh ekonomi ribawi. Padahal ekonomi ribawi dijamin kehancurannya Allah  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Muhaimin Iqbal *      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). QS 42:30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini para pemimpin dunia yang tergabung dalam G-20 dijadwalkan bertemu di London untuk mencari solusi atas krisis finansial global yang sudah berlangsung sejak tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan pertemuan-pertemuan petinggi negara yang biasanya dihiasi banyak senyum dan tawa; pertemuan kali ini nampaknya akan cukup tegang karena sedari awal sudah ada dua kubu yang bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubu Amerika, Inggris dan negara-negara pendukungnya memandang stimulus ekonomi-lah solusi dari krisis ini. Sementara Perancis dan Jerman berpendapat bahwa pengetatan regulasi finansial harus menjadi prioritas yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar forum para pemimpin dunia tersebut bertemu, sejak kemarin demonstrasi hebat terjadi di London. Lebih dari 4000 demonstran yang sudah mulai mengarah pada anarki ini mengusung tema anti kapitalisme, karena menurut mereka kapitalisme inilah yang telah menimbulkan kesengsaraan yang mereka kini derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kala dunia lagi sibuk mengatasi krisis ini, kita di Indonesia lagi berpesta pora menghabiskan dana yang nggak kehitung jumlahnya. Setelah pesta ‘demokrasi’ ini selesai minggu depan, jumlah yang kecewa akan berpuluh kali lipat dari yang bergembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ?, karena setiap kursi yang diperebutkan mereka harus bersaing dengan puluhan bahkan ratusan kandidat lainnya. Padahal masing-masing kandidat telah menguras harta kekayaannya untuk kursi yang mereka perebutkan tersebut. Maka tepatlah langkah antisipatif yang dilakukan oleh rumah sakit- rumah sakit jiwa (RSJ) di berbagai daerah yang berbenah dan bersiap kebanjiran tamu dari para mantan calon anggota legislative ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua masalah yang berbeda ini saya gabung dalam satu tulisan karena diantara keduanya ada benang merah persamaannya. Yaitu mereka menciptakan musibah bagi diri (atau bangsa) mereka sendiri seperti ayat yang saya kutip di awal tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin dunia berusaha mengatasi problem yang dihadapi oleh ekonomi kapitalisme ribawi – padahal ekonomi yang ribawi ini sudah dijanjikan kehancurannya oleh Allah Ta’ala pencipta kita semua. (QS 2 : 276 &amp; 279)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para caleg yang sangat ingin (tetap) menjadi anggota legislative dengan mengeluarkan seluruh sumber daya yang dimilikinya, mudah-mudahan mereka sadar tentang apa tugas mereka setelah benar-benar terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas utama anggota legislative adalah membuat undang-undang atau membuat hukum; padahal muslim yang membaca Al-Quran dan mengerti maknanya tentu tahu bahwa kalau kita berhukum kepada hukum selain hukum Allah – maka menurut Al-Quran kita dihukumi sebagai kafir (QS 5 :44) , dhalim (QS 5:45) dan fasik (QS 5:47). Kalau yang berhukum (yang menggunakan) saja dihukumi seperti ini, lantas apa hukumnya bagi orang yang membuat hukum diluar hukum Allah tersebut ?, lantas apa pula hukumnya bagi orang yang membantu (memilih) mereka untuk menjadi pembuat hukum selain hukum Allah ?. Biarlah pertanyaan ini jadi renungan kita masing-masing menjelang hari pemilihan minggu depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat kecil saya barangkali berguna bagi sebagian besar calon (karena sebagian besarnya tentu tidak akan kepilih); bersyukurlah Anda bila nanti tidak kepilih. Bisa jadi Allah Ta’ala sedang sayang kepada Anda sehingga Anda diselamatkan olehNya, bisa jadi pula kalau Anda kepilih malah membuat musibah untuk diri dan bangsa Anda sendiri. Buatlah kecewa RSJ-RSJ yang telah siap menerima Anda, karena Anda tidak kunjung datang, karena Anda bukannya stress malah bersyukur dan berbahagia dengan tidak menjadi anggota legislative. Berterima kasih pulalah Anda pada saudara-saudara Anda yang tidak memilih Anda, karena dengan demikian mereka telah ikut berpartisipasi menyelamatkan Anda dengan ijin Allah. Wallahu A’lam. [www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Direktur Gerai Dinar. Tulisan ini adalah hasil kerjasama www.geraidinar.com dan www.hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto: GI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-227311997345918008?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/227311997345918008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=227311997345918008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/227311997345918008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/227311997345918008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/04/kehancuran-ekonomi-ulah-kita.html' title='KEHANCURAN EKONOMI ULAH KITA'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SdWUxtEp0GI/AAAAAAAAAOc/vlVr2A8SccM/s72-c/bumi_matahari2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-5529199867233842856</id><published>2009-03-18T12:05:00.003+07:00</published><updated>2009-03-18T17:39:53.078+07:00</updated><title type='text'>TOBAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ScCB9f9haAI/AAAAAAAAAN8/7wh6FAfu9GQ/s1600-h/ShowLetter.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ScCB9f9haAI/AAAAAAAAAN8/7wh6FAfu9GQ/s200/ShowLetter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314390453848729602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Atas segala Kesalahan dan  Dosa kita, Penulis dengan rendah hati mengajak diri sendiri dan para Pembaca sekalian untuk bertobat dan Hanya dengan mohon Rahmat Nya lah kita berharap atas ampunan terhadap dosa kita....amien:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Anjuran untuk bertobat dan bergembira dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;     &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.:&lt;br /&gt;      Ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sungguh Allah akan lebih senang menerima tobat hamba-Nya yang beriman daripada seseorang yang berada di tanah tandus yang berbahaya bersama hewan tunggangan yang membawa bekal makanan dan minumannya. Lalu dia tidur kemudian ketika bangun didapati hewan tunggangannya tersebut telah menghilang. Dia pun segera mencarinya sampai merasa dahaga kemudian dia berkata dalam hatinya: Sebaiknya saya kembali ke tempat semula dan tidur di sana sampai saya mati. Lalu dia tidur dengan menyandarkan kepalanya di atas lengan sampai mati. Tetapi ketika ia terbangun didapatinya hewan tunggangannya telah berada di sisinya bersama bekal makanan dan minuman. Allah lebih senang dengan tobat seorang hamba mukmin, daripada orang semacam ini yang menemukan kembali hewan tunggangan dan bekalnya. (Shahih Muslim No.4929)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;  Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:&lt;br /&gt;      Rasulullah saw. bersabda: Sungguh Allah akan lebih senang menerima tobat hamba-Nya ketika ia bertobat kepada-Nya daripada (kesenangan) seorang di antara kamu sekalian yang menunggang untanya di tengah padang luas yang sangat tandus, lalu unta itu terlepas membawa lari bekal makanan dan minumannya dan putuslah harapannya untuk memperoleh kembali. Kemudian dia menghampiri sebatang pohon lalu berbaring di bawah keteduhannya karena telah putus asa mendapatkan unta tunggangannya tersebut. Ketika dia dalam keadaan demikian, tiba-tiba ia mendapati untanya telah berdiri di hadapan. Lalu segera ia menarik tali kekang unta itu sambil berucap dalam keadaan sangat gembira: Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhan-Mu. Dia salah mengucapkan karena terlampau merasa gembira. (Shahih Muslim No.4932&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tentang besarnya kasih sayang Allah Taala yang senantiasa mendahului murka-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;     &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;      Bahwa Nabi saw. bersabda: Tatkala Allah menciptakan makhluk, Allah telah menuliskan dalam kitab catatan-Nya yang berada di sisi-Nya di atas arsy bahwa sesungguhnya kasih sayang-Ku mengalahkan murka-Ku. (Shahih Muslim No.4939)&lt;br /&gt;    *&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;      Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Allah telah menjadikan kasih sayang-Nya terbagi dalam seratus bagian. Dia menahan sembilan puluh sembilan bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi. Dari satu bagian itulah para makhluk saling kasih-mengasihi sehingga seekor induk binatang mengangkat cakarnya dari anaknya karena takut melukainya. (Shahih Muslim No.4942)&lt;br /&gt;    *&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      H&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;adis riwayat Umar bin Khathab ra.:&lt;br /&gt;      Bahwa ia datang menghadap Rasulullah saw. dengan membawa beberapa orang tawanan. Di antara para tawanan itu terlihat seorang wanita sedang mencari-cari, lalu jika ia mendapatkan seorang bayi di antara tawanan dia langsung mengambil bayi itu lalu mendekapkannya ke perut untuk disusui. Lalu Rasulullah saw. berkata kepada kami: Bagaimana pendapat kamu sekalian, apakah wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, demi Allah, sedangkan dia mampu untuk tidak melemparnya. Rasulullah saw. bersabda: Sungguh Allah lebih mengasihi hamba-Nya daripada wanita ini terhadap anaknya. (Shahih Muslim No.4947)&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;      Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Terdapat seorang lelaki yang belum pernah melakukan satu kebajikan pun berkata kepada keluarganya apabila dia mati, maka hendaklah mereka membakar jenazahnya lalu menebarkan setengah dari abunya ke daratan dan yang setengah lagi ke lautan. Demi Allah! Jika sekiranya Allah kuasa atasnya, tentu Dia akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Dia timpakan kepada seorang pun di dunia ini. Kemudian ketika orang itu meninggal mereka segera melaksanakan apa yang diperintahkan. Lalu Allah memerintahkan daratan untuk mengumpulkan abu jenazahnya yang ditebarkan kepadanya, dan memerintahkan lautan untuk mengumpulkan abu jenazahnya yang ditebarkan kepadanya. Kemudian Allah berfirman: Mengapa kamu melakukan ini? Orang itu menjawab: Karena takut kepada-Mu wahai Tuhanku padahal Engkau sendiri lebih mengetahui. Lalu Allah mengampuni orang tersebut. (Shahih Muslim No.4949)&lt;br /&gt;    *&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:&lt;br /&gt;      Dari Nabi saw. bahwa seorang lelaki di antara umat sebelum kalian telah Allah karuniakan harta kekayaan dan anak keturunan, lalu ia berpesan kepada anak-anaknya: Kamu sekalian harus melakukan apa yang aku perintahkan kalau tidak maka aku akan mengalihkan harta warisanku kepada orang lain. Jika aku telah meninggal nanti, maka bakarlah jenazahku. Sejauh pengetahuanku orang itu juga berkata: Kemudian tumbuklah sampai halus (abu sisa pembakaran itu) lalu tebarkanlah ke arah hembusan angin karena aku sama sekali tidak menyimpan satu kebajikan pun di sisi Allah padahal Allah berkuasa untuk menyiksaku. Lalu orang itu mengambil perjanjian dengan mereka. Demi Tuhan, mereka pun melaksanakan perintah itu. Allah bertanya kepada orang itu: Apa yang membuatmu berbuat demikian? Orang itu menjawab: Rasa takut terhadap-Mu. Jadi, alasan perbuatannya itu tiada lain hanyalah karena takut kepada Allah. (Shahih Muslim No.4952)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Diterimanya tobat dari segala dosa, meskipun dosa dan tobat diperbuat berulang kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra:&lt;br /&gt;      Dari Nabi saw. tentang yang beliau riwayatkan dari Tuhannya, beliau bersabda: Seorang hamba melakukan satu perbuatan dosa lalu berdoa: "Ya Allah, ampunilah dosaku". Allah Taala berfirman: Hamba-Ku telah berbuat dosa dan dia mengetahui bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau akan menghukum karena dosa itu. Kemudian orang itu mengulangi perbuatan dosa, lalu berdoa lagi: Wahai Tuhan-ku, ampunilah dosaku. Allah Taala berfirman: Hamba-Ku telah berbuat dosa dan dia mengetahui bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menyiksa karena dosa itu. Kemudian orang itu melakukan dosa lagi, lalu berdoa: Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku. Allah Taala berfirman: Hamba-Ku telah berbuat dosa dan dia mengetahui bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menghukum karena dosa itu serta berbuatlah sesukamu, karena Aku benar-benar telah mengampunimu. Abdul A`la berkata: Aku tidak mengetahui apakah Allah berfirman "berbuatlah sesukamu" pada yang ketiga kali atau keempat kali. (Shahih Muslim No.4953)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4. Tentang kecemburuan Allah Taala dan larangan perbuatan keji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;   Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:&lt;br /&gt;      Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pujian daripada Allah maka oleh karena itulah Dia memuji Zat-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah maka karena itu Allah mengharamkan perbuatan keji. (Shahih Muslim No.4955)&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;      Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang diharamkan. (Shahih Muslim No.4959)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Firman Allah Taala: Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus dosa perbuatan-perbuatan buruk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.:&lt;br /&gt;      Bahwa seorang lelaki telah mencium seorang perempuan, lalu orang datang menemui Nabi saw. untuk menceritakan hal itu kepada beliau. Maka turunlah ayat: Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau ingat. Lelaki itu bertanya: Apakah ayat ini untukku, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. bersabda: Untuk siapa saja di antara umatku yang melakukan hal itu. (Shahih Muslim No.4963)&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:&lt;br /&gt;      Seorang lelaki datang menemui Nabi saw. lalu berkata: Ya Rasulullah! Aku telah melanggar hukum hudud, maka laksanakanlah hukuman itu atas diriku! Kemudian tibalah waktu salat dan ia pun ikut salat bersama Rasulullah saw. Setelah menyelesaikan salat, orang itu berkata lagi: Ya Rasulullah! Sesungguhnya aku telah melanggar hukum hudud, maka laksanakanlah hukuman Allah itu atas diriku! Rasulullah saw. bertanya: Apakah engkau ikut melaksanakan salat bersama kami? Orang itu menjawab: Ya! Rasulullah saw. bersabda: Kamu telah diampuni. (Shahih Muslim No.4965&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-5529199867233842856?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/5529199867233842856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=5529199867233842856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5529199867233842856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5529199867233842856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/03/tobat.html' title='TOBAT'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ScCB9f9haAI/AAAAAAAAAN8/7wh6FAfu9GQ/s72-c/ShowLetter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-1939841488055550082</id><published>2009-03-18T10:56:00.001+07:00</published><updated>2009-03-18T10:58:57.951+07:00</updated><title type='text'>Tanggung Jawab Intelektual &amp; Spiritual</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ScBxKmVo_EI/AAAAAAAAAN0/LCjYLkTZCu0/s1600-h/MARADONA.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ScBxKmVo_EI/AAAAAAAAAN0/LCjYLkTZCu0/s200/MARADONA.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314371987201129538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dari: Majalah ESQ&lt;br /&gt;Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (QS. Al Mudatsir: 38).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika Umar bin Abdul Azis mendapat promosi, dari jabatan gubernur Madinah menjadi khalifah, ia menangis dan pingsan. Ia menyatakan bahwa beban kewajiban seberat ribuan gunung telah diletakkan ke pundaknya. Padahal, untuk mengurus diri sendiri pun, ia merasa belum mampu. Sekarang, ia diberi amanah mengurus umat&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Umar bin Abdul Azis ra dilantik menjadi khalifah, ia pergi ke musolanya dan menangis tersedu-sedu. Ketika ditanya penyebabnya, ia mengatakan sedang memikul amanat umat, dan ia menangisi orang-orang yang menjadi amanatnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yaitu, kaum fakir miskin yang lemah dan lapar, ibnu sabil yang terlantar, orang-orang yang dizalimi dan dipaksa menerimanya, orang-orang yang banyak anaknya dan berat beban hidupnya. “Aku merasa bertanggungjawab atas beban mereka. Karena itu, aku menangisi diriku sendiri karena beratnya amanat atas diriku,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, semasa ia menjabat sebagai khalifah, tak satu pun makhluk di negerinya menderita kelaparan. Tak ada serigala mencuri ternak penduduk kota, tak ada pengemis di sudut-sudut kota, tak ada penerima zakat karena setiap orang mampu membayar zakat. Lebih mengagumkan lagi, penjara tak ada penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menjadi khalifah, di dalam hati ia berjanji tidak akan mengecewakan amanah yang diembannya. Itulah bentuk tanggungjawab Umar bin Abdul Azis sebagai seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin terpilih adalah individu yang mampu bertanggungjawab secara penuh terhadap kesejahteraan dan kepapaan atau maju-mundur kehidupan rakyatnya. Untuk melaksanakan tanggungjawab terhadap rakyat, pemimpin terpilih harus mampu merespon setiap keluhan rakyat dan sekaligus memberikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya para pemimpin memiliki rasa tanggungjawab yang menyeluruh terhadap bawahannya, sebenarnya, bisa kita pedomani dari kata-kata Umar bin Khattab ra. “Seandainya ada keledai yang jatuh dari atas gunung di kawasan Irak sehingga patah kakinya, pasti Allah swt meminta pertangungjawabanku karena tidak membuat jalan untuk dilintasi keledai tersebut. Kalau kambing tersasar sehingga hilang di pinggiran Sungai Efrat, maka Umar akan bertanggungjawab pada hari akhirat.”&lt;br /&gt;Begitu juga Ali bin Abi Talib ra ketika melihat Umar bin Khattab ra sedang berlari. Ali bertanya, “Kenapa kamu lari wahai Umar?” Umar pun menjawab, “Aku lari karena ingin mengejar unta sedekah yang telah lepas dari tambatannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tanggungjawab yang tinggi Umar bin Khatab terhadap kekhalifan mendorongnya hampir saban hari mengecek sendiri situasi warganya. Ia meninjau dari rumah ke rumah, baik secara secara formal maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keterbatasan Umar bin Khatab untuk mengelilingi seluruh wilayah kepemimpinannya, sedangkan ia perlu mengetahui keadaan yang sebenarnya, maka bila musim haji tiba, ia selalu mengumpulkan rakyatnya untuk membuat pengaduan-pengaduan. Di samping itu, ia juga telah mendirikan sebuah Biro Pengaduan untuk mengetahui semua keluhan dan keperluan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, di akhir hayatnya, Umar bin Khatab berkata: “Sekiranya aku dapat hidup lebih lama lagi, maka akan kukelilingi semua wilayah rakyatku sehingga aku dapat melihat dengan mata kepalaku sendiri keadaan mereka. Aku tahu mereka mempunyai berbagai keperluan yang tidak dapat terpenuhi tanpa kehadiranku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Umar bin Khattab, lain pula kisah Utsman bin Affan. Sejalan dengan perluasan wilayah Islam, mulai timbul perbedaan pendapat mengenai qiraah (bacaan) Al-Qur’an. Hal ini segera ditanggapi oleh Khalifah Utsman bin Affan untuk menuliskan Al-Qur’an ke dalam satu mushaf. Penulisan itu disesuaikan dengan tulisan aslinya (hasil pengumpulan pada masa Abu Bakar ra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Utsman memberikan tanggungjawab penulisan Al-Qur’an itu kepada Zaid bin Tsabit dibantu Abdullah bin Zubair, Sa’id bin Ash, dan Abdurrahman bin al Haris. Setelah terkumpul ke dalam satu mushaf, Utsman mengirimkan salinan Al-Qur’an tersebut ke beberapa kota besar, masing-masing satu kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap individu harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran surat Al-An’am: 164, “Dan tidaklah seseorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tanggungjawab harus diajarkan kepada anak sejak usia dini. Di Provinsi Zhejiang China, ada seorang anak lelaki bernama Zhang Da. Dari 1,4 milyar penduduk China, ia dinyatakan sebagai salah satu dari 10 orang yang telah melakukan perbuatan luar biasa, pada Januari 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan suami sakit. Sejak hari itu, Zhang Da hidup dengan seorang ayah yang tak bisa bekerja, tak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi itu memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhang Da memulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai ke sekolah, ia harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang, ia menemukan sejenis jamur, atau rumput, dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba itu semua, ia tahu mana yang masih bisa diterima oleh lidah dan perutnya, dan mana yang tidak bisa ia makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jam pulang sekolah, di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu itu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup seperti itu dijalaninya selama lima tahun, tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Sejak umur 10 tahun, ia mulai melaksanakan tanggungjawab untuk merawat ayahnya. Menggendongnya ke toilet, menyeka dan memandikannya. Semua dikerjakannya dengan rasa tanggungjawab. Perhatian terhadap ayahnya begitu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat, membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik mengatasi semua itu. Ia pun mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang dibelinya. Kemudian, ia belajar memberikan injeksi/suntikan. Setelah merasa mampu, ia nekat menyuntik ayahnya sendiri. Selang lima tahun, ia sudah terampil dan ahli menyuntik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhang Da pantang menyerah dan mau bekerja keras. Itulah kisah seorang bocah ingusan yang memikul tanggungjawab besar dalam keluarga. Di situlah tanggungjawab mengambil peran besar. Karena, bentuk dari tanggungjawab adalah siap menerima kewajiban atau tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pemimpin, di akhirat kelak akan ditanya oleh Allah swt tentang setiap orang di bawah kepemimpinannya. Tidak terkecuali pemimpin besar atau pemimpin kecil, pemimpin umum atau pemimpin khusus. Misalnya, pemimpin negara, daerah, kampung, tentara, politik, dakwah, pendidikan, pemuda, pemimpin rumah tangga dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang, apa pun profesinya, tidak boleh sembarangan menjalankan pekerjaan. Misalnya, seorang dokter yang tak memiliki kemampuan untuk melakukan prosedur tertentu, tidak boleh nekat melakukannya. Sebab, jika dilakukan, itu adalah bentuk pelanggaran tanggungjawab. Seharusnya, dia merujuk pasien ke dokter ahli yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadits: “Siapa yang melantik seseorang untuk memimpin sepuluh orang di antara kamu, sedangkan dalam kumpulan tadi masih ada orang yang lebih layak tetapi tidak kamu lantik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya kamu telah mengkhianati Allah, Rasulnya, dan seluruh masyarakat Islam. Dan siapa yang mati dalam keadaan ia menipu rakyatnya, ia tidak akan dapat mencium bau surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achmad Faruq, yang sudah 20 tahun lebih bekerja di penerbangan, merasa harus bertanggungjawab lebih dari pekerjaannya sebagai pilot. Sebelum terbang, ia kerap terjun langsung melakukan pengecekan kondisi pesawat. Tindakan itu dirasanya tidak semata-mata untuk keselamatan para penumpang, tapi juga tanggungjawab spiritual kepada Allah. “Ini tak kalah penting, untuk mendekatkan diri pada Allah,” kata pilot yang kini bertugas di Lion Air itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah seorang pimpinan, secara lisan maupun tulisan, tidak berarti melepaskan seorang bawahan dari tanggungjawab atas semua perbuatannya. Al-Qur’an mencela orang-orang yang melakukan dosa dengan alasan pimpinannya menyuruh berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya andaikata kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul.’ Dan mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar’.” (QS Al-Ahzab 66-67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membantah mereka dengan tegas: “Harapanmu itu sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu, karena kamu telah menganiaya dirimu sendiri. Sesungguhnya kamu bersekutu dalam adzab itu.” (QS Az-Zukhruf: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini jelaslah bahwa pemimpin yang dzalim tidak akan bisa memaksa hati seseorang kendati mampu memaksa lahiriyahnya. Oleh sebab itu, rakyat atau bawahan pun harus bertanggungjawab terhadap akidahnya dan perbuatannya, kendati di sana ada perintah dan larangan dari pimpinan. KARYATI NIKEN SUGESTI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-1939841488055550082?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/1939841488055550082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=1939841488055550082' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1939841488055550082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1939841488055550082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/03/tanggung-jawab-intelektual-spiritual.html' title='Tanggung Jawab Intelektual &amp; Spiritual'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ScBxKmVo_EI/AAAAAAAAAN0/LCjYLkTZCu0/s72-c/MARADONA.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-2975841056148940809</id><published>2009-02-27T14:51:00.005+07:00</published><updated>2009-02-27T15:00:20.334+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Ponari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Saec-RZ4HuI/AAAAAAAAANk/uKIbDU_GvlM/s1600-h/klenik.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 83px; height: 107px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Saec-RZ4HuI/AAAAAAAAANk/uKIbDU_GvlM/s200/klenik.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307383279517179618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Saebi6VZW5I/AAAAAAAAANc/i25cvd3rsWQ/s1600-h/manusia+purba.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 117px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Saebi6VZW5I/AAAAAAAAANc/i25cvd3rsWQ/s200/manusia+purba.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307381709956275090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fenomena Wong Sakti (Ponari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saudara,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedikit mengenyitkan dahi dan berpikir ketika melihat masyarakat di daerah yang katanya   gudangnya santri tiba-tiba gempar dengan batu sakti Ponari. Penulis heran, kenapa masyarakat begitu gampang di kejutkan 'batu ajaib' dik Ponari yang gak tau apa2 itu. Katanya bisa nyembuhkan penyakit dan lain-lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ada yang keliru atau memang kehidupan masyarakat sudah terhimpit ekonominya sehingga apa aja dijual termasuk Keimanan, tapi kata orang ndeso dan kuto makan tuh iman kalo biaya berobat mahal dan ke dokter kantong kami sangat jauh sekali.Kita harus cari solusi berarti jangan salahkan "Para Ponari Mania" walaupun secara akhidah mereka Saudara kita yang perlu dibina dengan baik oleh semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah aktual yang terjadi,rakyat mulai kehilangan akal sehatnya, akal agamanya,akal kalau anak sekecil itu apa bisa jadi wong sing sekti (hemmm.)Tugas kita harus mulai membimbing dengan halus dan tanpa menyinggung mereka bahwa ini fenomena tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari kasus Ponari seyogyanyalah mari kita mulai mengulurkan tangan membayar zakat, sedekah dan kita tujukan untuk masyarakat miskin yang butuh untuk biaya kesehatannya, sangatlah cuek kalo kita nge "lupa" bayar sedekah sungguh tega kita ini lihat kondisi masyarakat yang sudah mulai nekat asal bisa sembuh.(sebenarnya mereka akidahnya mulai sakit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal aneh dan nyleneh malah jadi pembenaran kalo orang itu sakti dan linuwih,wis pokoknya tok cer kata wong ndeso ataupun orang kuto. ini hal yang dapat merupakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;test case&lt;/span&gt; bagi mahasisiwa, pelajar, santri, ulama,kyai,nyai untuk membina umat lahir batin karena inilah jihad yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita punya peran serta dalam jihad (perjuangan )ini atau kah malah datang ke ponari minta sembuh (atau semakin sakit iman kita)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua pihak mari kita kembalikan ke jalan yang benar, mereka Saudara kita seiman seakidah jangan sampai terpeleset di rel yang jauh dari tuntunan Rasul SAW.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-2975841056148940809?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/2975841056148940809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=2975841056148940809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2975841056148940809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2975841056148940809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/02/fenomena-ponari.html' title='Fenomena Ponari'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Saec-RZ4HuI/AAAAAAAAANk/uKIbDU_GvlM/s72-c/klenik.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-2416571618204226616</id><published>2009-02-27T14:20:00.001+07:00</published><updated>2009-09-21T10:52:12.536+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Ponari</title><content type='html'>Fenomena Wong Sakti (Ponari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara,&lt;br /&gt;Sedikit mengenyitkan dahi dan berpikir ketika melihat masyarakat di daerah yang katanya   gudangnya santri tiba-tiba gempar dengan batu Ponari. Penulis heran, kenapa masyarakat begitu gampang di kejutkan 'batu ajaib' dik Ponari yang gak tau apa2 itu. Katanya bisa nyembuhkan penyakit dan lain-lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ada yang keliru atau memang kehidupan masyarakat sudah terhimpit ekonominya sehingga apa aja dijual termasuk Keimanan, tapi kata orang ndeso makan tuh iman kalo biaya berobat mahal dan kedokter kantong kami sangat jauh sekali.Kita harus cari solusi berarti jangan salahkan "Para Ponari Mania" walaupun secara akhidah mereka Saudara kita yang perlu dibina dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah aktual yang terjadi,rakyat mulai kehilangan akal sehatnya, akal agamanya,akal kalau anak sekecil itu apa bisa jadi wong sing sekti (hemmm.)Tugas kita harus mulai membimbing dengan halus dan tanpa menyinggung mereka bahwa ini fenomena tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari kasus Ponari seyogyanyalah mari kita mulaimengulurkan tangan membayar zakat, sedekah dan kita tujukan untuk masyarakat miskin yang butuh untuk biaya kesehatannya, sangatlah cuek kalo kita nge "lupa" bayar sedekah sungguh tega kita ini lihat kondisi masyarakat yang sudah mulai nekat asal bisa sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal aneh dan nyleneh malah jadi pembenaran kalo orang itu sakti dan linuwih,wis pokoknya tok cer kata wong ndeso ataupun orang kuto. ini hal yang dapat merupakan test case bagi mahasisiwa, pelajar, santri, ulama,kyai,nyai untuk membina umat lahir batin karena inilah jihad yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita punya peran serta dalam jihad ini?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-2416571618204226616?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/2416571618204226616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=2416571618204226616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2416571618204226616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2416571618204226616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/02/fenomena-ponari_27.html' title='Fenomena Ponari'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-5003884462715323730</id><published>2009-02-26T10:25:00.002+07:00</published><updated>2009-02-26T10:30:32.161+07:00</updated><title type='text'>KRISIS EKONOMI ITU BIASA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SaYMpfZedvI/AAAAAAAAANU/2fo-arByVVQ/s1600-h/BUNMI.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SaYMpfZedvI/AAAAAAAAANU/2fo-arByVVQ/s200/BUNMI.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306943117845231346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SaYMV2o_4BI/AAAAAAAAANM/_aHLXVdiOac/s1600-h/paguyanganana.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SaYMV2o_4BI/AAAAAAAAANM/_aHLXVdiOac/s200/paguyanganana.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306942780486967314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Krisis Ekonomi Itu Biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 18/01/2009 23:01 WIB Cetak |  Kirim |  RSS&lt;br /&gt;dari: mmnasution@eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan yang lalu , di sebuah acara reuni “sekolah dasar” , beberapa teman lama berkumpul di sebuah café di bilangan Jakarta , kami sangat surprise , karena kami masih bisa berkumpul walau lebih dari dua puluh lima tahun tak pernah bertemu sebelumnya, acaranya sangat hangat dan penuh canda, meskipun wajah dan penampilan kami sudah tidak semungil dan selucu dahulu. Di tengah gurauan dan canda, terselip pembicaraan serius seorang rekan mengenai kegelisahannya terhadap dampak krisis ekonomi yang tidak menentu ini, usahanya mengalami penurunan bahkan terancam ditutup dalam waktu yang segera mungkin, dia mengalami kebingungan yang amat sangat, saya berpendapat bahwa masalah krisis itu bukan saja berdampak kepada dirinya saja, tetapi juga menyita perhatian khususnya para praktisi usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beritanya sangat mudah ditemukan di media cetak, elektronik televisi, radio maupun berbagai situs internet, setiap hari, ya, hampir setiap hari tentunya, memberitakan krisis ekonomi yang kian merosot tajam, hal tersebut bukan saja di negeri yang kita cintai ini, bahkan krisis ini mendunia. Bukan saja perusahaan yang bergerak di perbankan yang terkena dampak langsung, juga perusahaan otomotif, manufaktur, tambang, real estate, dan lainnya yang berskala raksasa bisnis, sebutlah perusahaan besar seperti Citibank, general motor, ford, Volkswagen, lehmann brothers, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lepas juga , berdampak kepada perusahaan lokal di negeri yang kita cintai ini, dari perusahaan berskala kecil maupun besar, hal ini membuat gusar para direksi dan pemegang saham, dan juga memunculkan kekhawatiran ancaman PHK maupun dirumahkan bagi ribuan pegawai yang bernaung di perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak analisa pakar ekonomi, ditinjau dari angka demi angka, asumsi demi asumsi, bahwa waktu pemulihannya memakan waktu satu hingga tiga tahun, waktu yang relatif lama untuk proses pemulihan, dan inipun menjadi kekawatiran para pekerja yang telah dan akan terancam di PHK, karena dana kompensasi yang mereka peroleh dari hasil PHK hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sekian bulan saja, dan bagaimana selanjutnya hidup mereka, ini menjadi beban kehidupan yang berat. Bila krisis ini tak terselesaikan dalam waktu dekat maka para analis memprediksikan bukan saja krisis ekonomi yang terjadi lebih dasyat, juga akan merambat kepada krisis politik maupun sosial, mengerikan sekali…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Begitulah krisis bila melanda&lt;/span&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda, bahwa kelapangan dan kesempitan akan selalu datang silih berganti dan selalu di jumpai oleh setiap generasi, ingatkah anda resesi yang terjadi di tahun 1998, krisis politik maupun ekonomi terjadi di negeri ini, betapa banyak perusahaan yang mengalami pailit ataupun resesi, berhasilkah mereka melewatinya? Apakah setelah itu dunia usaha mati dan tenggelam? Toh dunia usaha tetap berjalan paska krisis tersebut , pemulihannya ada yang mengalami hanya bilangan bulan saja, bahkan ada yang membutuhkan bilangan tahun dalam pemulihannya, tapi tetap saja setelah masa itu semua orang mendapati kadar rezekinya masing masing..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain era 1998 dinegeri ini, terjadi juga di waktu sebelumnya, yaitu pada tahun 1960-an, tak jarang pemandangan sehari hari, rakyat negeri ini antri beras, antri bahan pokok, bahkan terjadi pemotongan nilai mata uang, pada saat itu drastis terjadi perubahan peta bisnis di Indonesia, banyak perusahaan berskala besar rontok, tetapi tak sedikit beberapa perusahaan baru muncul menggantikan generasi sebelumnya sebagai motor penggerak perekonomian. Toh tetap saja setelah masa itu semua orang mendapati kadar rezekinya masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di amerika pun selain di tahun 2008 ini, pernah mengalami permasalahan krisis ekonomi sekitar tahun 1930-an, begitupun di jepang, eslandia, jerman, dan berbagai negeri lainnya dengan tingkat pengaruh yang berbeda beda, bahkan krisis ini juga menimpa pula zaman para Rasul, lihatlah kisah Nabi Yusuf as dalam menghadapi tujuh tahun masa paceklik, zaman Nabi Musa , begitupun zaman Nabi Muhammad SAW, mereka para Rasul Allah pun tak terlepas menghadapi masa masa sulit di perjalanan hidupnya. Toh tetap saja setelah masa itu semua orang mendapati kadar rezekinya masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah dunia, silih berganti, lapang dan serba keterbatasan datang dan pergi…karena konsep hidup tidak pernah menjelaskan bahwa indikator sukses itu adalah kaya, dan hidup ini bukan untuk meraih dan menikmati kekayaan atau hidup pasrah dengan kemiskinan, hidup ini bukan hanya mencari makan dan minum, hidup ini punya arti yang lebih, berbahagialah anda sebagai muslim, karena konsep hidup dalam Islam sangat jelas, hidup itu adalah perjuangan , hidup itu merupakan sarana aktualisasi aqidahnya, hidup itu adalah berjuang untuk kepentingan aqidahnya dan bukan sebaliknya, hidup itu hanyalah wasilah atas implementasi konsep Ibadah kepadaNYA dalam arti yang total, senang dan susah semuanya ujian, dan sukses dari ujian tersebut adalah penghuni SurgaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagi seorang muslim, yakinlah krisis ekonomi itu adalah hal yang BIASA. Dia akan hadir di tengah tengah kita. Dia akan menjadi bahagian episode kehidupan kita, dia akan menjadi ujian agar kita bisa meloncat dan berlari lebih cepat dari sebelumnya, ujian itu bisa membuat kita terjatuh, gagal, lalu bangkit kembali. Dan kita yakin bahwa sifatnya ujian itu hanyalah sesaat waktu, tidak akan selamanya badai itu berlangsung, dia akan normal kembali, ingatlah malam pun PASTI selalu berganti dengan siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu muslim harus menyadari dalam menghadapi ujian ini bahwa permasalahan bukanlah terletak pada posisi lapang maupun sempit , tetapi dia harus mempersiapkan kesabaran di kala susah, dan banyak bersyukur di kala lapang, dan di setiap waktunya dalam kondisi apapun selalu ada usaha untuk peningkatan keimanan dan amal sebagai aktualisasi keyakinan aqidahnya. Dan dia merasa bahagia karena dia yakin ujian ini terjadi juga karena kehendak Allah SWT, dan dia yakin pula bahwa hanya Allah lah tempat dia berharap agar membebaskan dirinya dari permasalahan ujian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNYA kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS 57:22-23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Al Quran menjelaskan bagaimana seharusnya muslim bersikap, dan benarlah juga apa yang di sampaikan Umar bin Khattab, ‘’Demi allah, selama Aku masih menjadi muslim, aku tidak akan pernah peduli dengan keadaanku.’’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga teringatlah sebuah kisah sahabat Nabi bernama Abdurrahman bin Auf, dia adalah saudagar kaya raya di kota Mekah, beliau termasuk golongan awal yang tersentuh dengan dakwah yang di bawa oleh Rasul SAW. Pada saat di perintahkan untuk berhijrah menuju Madinah, beliau dengan bersegera meninggalkan seluruh hartanya di kota Mekah, beliau begitu militan dalam mengikuti intruksi keimanannya, tak ada rasa sayang dan khawatir terhadap perniagaannya yang telah di kelolanya sekian tahun. Akibat dari keyakinannya saat itu , dia pun mengalami jatuh pailit seketika , buat dia, harta yang melimpah tak ada artinya di banding nilai keimanan yang harus dia pertahankan, walau setelah hijrah tersebut dia tidak memiliki apapun walau seorang isteri pun (penulis tidak menemukan literatur kisahnya apakah beliau sudah beristeri atau tidak sewaktu di Mekah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu di madinah, suatu hari, seorang sahabat Anshar bernama Said bin Rabi berkata kepadanya, “ Saudaraku, bagianmu setengah dari harta kekayaanku, aku memiliki dua rumah, engkau bebas memilihnya, aku juga memiliki dua isteri, engkau pun bebas memilih salah satu yang engkau suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf tidak tertarik dengan tawaran itu, dia tidak ingin menjadi beban saudara seimannya, sambil berkata, “ Terima kasih, semoga Allah memberkati keluarga dan harta kekayaanmu. Aku hanya ingin engkau menunjukkan di mana letak pasar. Aku seorang pedagang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, selang beberapa tahun kemudian, Abdurrahman bin Auf sudah menjadi orang terkaya di kota Madinah. Bahkan nilai kekayaannya lebih banyak dari harta yang ditinggalkan di Mekah, inilah hasil sebuah keyakinan, beginilah Allah mengganti apapun pengorbanan hambaNYA yang yakin. Dalam sejarah , terukir indah bahwa harta kekayaannya itu menjadi pendukung utama dalam perjuangan Islam masa itu, dan tak pernah habis hingga beliau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah rekanku , sejarah indah telah terabadikan, masa lapang dan sempit itu akan selalu berulang dengan berbagai sebab dan kadar pengaruhnya, dan kisah kisah tersebut selalu menjadi penguat keimanan dan pelajaran bagi yang berupaya memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, bila anda mengalami kebangkrutan, kefakiran, tertimpa paceklik, jatuh miskin, jangan terlalu lama bersedih. Segeralah bangkit, teruslah berikhtiar dan perkuat keyakinan, sekali lagi kehidupan ini bukan hanya untuk makan dan minum, ada tugas yang lebih mulia yang harus kita implementasikan. Hilang dan berkurangnya harta itu biasa, tapi janganlah hilang keyakinan dan kurangnya beramal soleh, justru keyakinan dan amal soleh tersebut harus di perkuat walau kondisi serba terbatas. Niscaya dan yakinlah siapa tahu Allah akan memberikan jalan keluar dan mengganti yang jauh lebih baik dari apa yang anda miliki sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mmnasution@eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-5003884462715323730?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/5003884462715323730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=5003884462715323730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5003884462715323730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5003884462715323730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/02/krisis-ekonomi-itu-biasa.html' title='KRISIS EKONOMI ITU BIASA'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SaYMpfZedvI/AAAAAAAAANU/2fo-arByVVQ/s72-c/BUNMI.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-4915969147634496968</id><published>2009-02-09T07:55:00.003+07:00</published><updated>2009-02-09T08:10:20.571+07:00</updated><title type='text'>PENGELOLAAN HARTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SY-ANCNG1VI/AAAAAAAAAMk/xXuXBq5_23A/s1600-h/HARTA+BENDA+UTK+DIJUALSEWA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SY-ANCNG1VI/AAAAAAAAAMk/xXuXBq5_23A/s200/HARTA+BENDA+UTK+DIJUALSEWA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300596247856862546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Islam dan Pengelolaan Harta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dari: http://www.qalbu.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bahasa Arab, (mâl) sebagai kata benda (noun) bermakna harta, tapi sebagai kata kerja (verb) bermakna condong atau cenderung. Jadi harta adalah sesuatu yang memang orang selalu condong / cenderung kepadanya. Orang selalu berkeinginan dan tak akan terpuaskan akan harta. Jangankan orang miskin, orang kaya pun selalu berkecenderungan terhadap harta. Ada orang yang mengejar harta dengan cara-cara yang rasional, bekerja keras dan jujur; ada juga yang dengan cara-cara irrasional (misal, penggalian harta karun di Batu Tulis Bogor, yang berdasarkan wangsit), spekulasi (judi) atau penyalahgunaan kekuasaan (korupsi). Karena itu harta, selain sebagai sesuatu yang dicenderungi, juga merupakan batu sandungan besar bagi manusia dalam kehidupannya. Harta adalah cobaan (fitnah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wa’ lamuu innamaa amwaalukum wa awlaadukum fitnatun&lt;br /&gt;“Dan ketahuilah bahwasanya harta kalian dan keturunan kalian adalah fitnah (ujian)…”&lt;br /&gt;(QS Al-Anfal 8:28)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu juga dalam hal harta, selain penting menaruh perhatian pada cara-cara perolehannya, juga pada cara-cara penggunaannya. Orang dituntut bertanggungjawab atas cara dia memperoleh harta, juga cara dia menggunakan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Taqwa dan Adil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukan agama yang semata mengatur hubungan manusia secara vertikal dengan Tuhannya saja (ibadah ritual), tapi juga mengatur hubungan manusia secara horisontal dengan manusia lain dan lingkungannya (ibadah sosio-kultural). Nilai tertinggi dalam ibadah ritual (hubungan manusia dengan Tuhan) adalah taqwa, tapi nilai tertinggi dalam ibadah sosial adalah adil. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Untuk menjadi taqwa orang harus adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I’diluu huwa aqrobu littaqwaa&lt;br /&gt;“Adillah kalian, karena adil sangat dekat dengan taqwa…”&lt;br /&gt;(QS Al-Maidah 5: 8)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artinya, tidak mungkin seseorang akan menjadi taqwa di hadapan Allah kalau orang itu tidak memiliki apresiasi, pemihakan dan upaya penegakkan keadilan. Salah satu aspek keadilan itu adalah keadilan dalam perolehan, pemilikan dan pengelolaan harta. Sikap yang tidak adil dalam perolehan, pemilikan dan pengelolaan harta akan mengurangi derajat taqwanya di hadapan Allah SWT dan mempersulit kehidupan orang itu di akhirat kelak. Kesalahan bertindak dalam mengelola harta bukan saja menimbulkan kerugian di dunia, tapi juga di akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shalih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT tidak menilai seseorang semata-mata berdasarkan hasil yang diperoleh orang itu, tapi lebih berdasarkan pada niat dan amal orang itu. Niat adalah motif, keyakinan, itikad, dasar sekaligus tujuan. Sedangkan amal adalah kerja, usaha, perbuatan, ikhtiar, perjuangan atau proses mencapai tujuan. Allah SWT menaruh perhatian besar pada kerja karena Dia sendiri pun Tuhan yang selalu sibuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yas aluhu man fissamaawaati wal ardhi kulla yawmin huwa fii sya’ nin&lt;br /&gt;“Semua yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia berada dalam kesibukan”&lt;br /&gt;(QS 55:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalau nilai tertinggi untuk niat adalah ikhlâsh, maka nilai tertinggi untuk amal (kerja) adalah shâlih. Dalam Bahasa Inggris, shalih bermakna appropriate (tepat, seimbang), artinya seimbang dalam hal kebenarannya, kebaikannya dan kemanfaatannya. Suatu perbuatan harus dilakukan dengan dasar/tujuan yang benar, cara yang baik dan menghasilkan manfaat. Tidak bisa hanya mementingkan satu aspek dan mengesampingkan yang lain. Misal, tujuan benar untuk memuliakan tamu, tapi caranya dengan memberi teh manis pada tamu yang menderita diabetes mellitus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengelolaan Harta yang Shalih akan membuahkan Adil dan Taqwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda memiliki harta, apa yang bisa/harus Anda perbuat dengan harta itu? Ada tiga kemungkinan rasional yang bisa kita perbuat dengan harta itu, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menyimpannya&lt;br /&gt;- membelanjakannya&lt;br /&gt;- menginvestasikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memberikan pertimbangan dan arahan bagaimana melakukan ketiga hal itu dengan benar, baik dan bermanfaat agar perbuatan kita menjadi (shalih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Menyimpan Harta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimpan harta hendaknya dilakukan sekadarnya saja untuk berjaga-jaga menghadapi keperluan kritis yang mendadak. Menimbun harta dalam jumlah besar dan berlama-lama bukanlah perbuatan yang shalih, baik ditinjau sudut teknis, finansial maupun moral. Orang yang menimbun-nimbun harta secara teknis dan finansial akan menghadapi problem-problem sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Problem keamanan, penyimpanan dan pemeliharaan fisik&lt;br /&gt;      Harta benda akan menyita ruang penyimpanan, berupa tanah memerlukan pemagaran dan pengawasan agar tidak diserobot orang, berupa hewan dan tumbuhan memerlukan makan/pupuk dan pemeliharaan, berupa uang/emas memerlukan tempat yang aman.&lt;br /&gt;    * Problem psikis/kejiwaan.&lt;br /&gt;      Uang yang ada di tangan mendorong orang untuk boros (gatal belanja); mobil dan perhiasan yang dipakai membuat orang tampil sombong sekaligus merasa tidak aman (takut dirampok).&lt;br /&gt;    * Problem ekonomis&lt;br /&gt;          o Inflasi&lt;br /&gt;            Meningkatnya harga barang dan jasa sehingga untuk membeli barang/jasa tersebut diperlukan uang yang lebih banyak.&lt;br /&gt;          o Depresiasi&lt;br /&gt;            Berkurangnya nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Berkurangnya harga barang seiring dengan berjalannya masa.&lt;br /&gt;          o Pajak&lt;br /&gt;            Pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;          o Zakat&lt;br /&gt;            Bahkan harta anak yatim pun terkena zakat, apalagi harta orang biasa. Emas yang disimpan terkena zakat. Tanah / bangunan yang tidak ditinggali dan tidak digunakan sebagai alat produksi terkena zakat setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mendepositokan uang bukanlah cara yang tepat (shâlih) untuk menambah kekayaan. Deposito hanya cocok untuk hedging dan memarkir sementara dana yang idle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Problem penilaian moral&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara moral Islam mencela orang yang suka menyimpan/mengendapkan harta dan tidak melibatkannya dalam aktifitas perekonomian.&lt;br /&gt;”Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak, serta tidak membelanjakannya di jalan Allah, sampaikanlah kabar gembira pada mereka tentang adanya azab yang sangat pedih…”&lt;br /&gt;(QS 9:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Celakalah setiap pengumpat dan pencela; yang sibuk menimbun harta dan menghitung-hitungnya; menyangka hartanya akan membuatnya kekal; tidak, dia akan dicampakkan kedalam Huthamah; tahukah engkau apa itu Huthamah?; api Allah yang menyala-nyala; yang menjilat hingga ke ulu hati.”&lt;br /&gt;(QS 104:1-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…agar harta tidak beredar di kalangan orang kaya di antaramu saja…”&lt;br /&gt;(QS 59:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu menyimpan harta bukanlah pilihan yang terbaik. Bahkan dengan mendepositokannya kita hanya menambah nilai nominal harta pokok dengan bunga, tapi setelah dikurangi pajak, inflasi, depresiasi dan zakat sebenarnya nilai ekonomis uang kita berkurang. Kalaulah tidak karena untuk berjaga-jaga terhadap kebutuhan kritis yang mendadak sebaiknya kita tidak menyimpan harta. Simpanlah harta sekadar kebutuhan berjaga-jaga, selebihnya investasikan (libatkan dalam proses ekonomi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Membelanjakan Harta (Infaq, Nafqah, dan Shadaqah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab anfaqa bermakna membelanjakan harta (to spend) dan infâq bermakna pembelanjaan (spending).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aktifitas perekonomian infaq menempati posisi yang sangat penting, sebab dengan adanya infak (pembelanjaan) akan meningkatkan peredaran uang di pasar, menumbuhkan permintaan (demand) terhadap barang dan jasa; mengundang adanya penyediaan barang/jasa (supply); merangsang kegiatan produksi; dan akhirnya mendorong orang untuk berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus pendapatan nasional dalam ekonomi makro adalah Y = C + I + G + X – M dimana:&lt;br /&gt;C = konsumsi, belanja masyarakat;&lt;br /&gt;I = investasi;&lt;br /&gt;G = belanja pemerintah;&lt;br /&gt;X = ekspor;&lt;br /&gt;M = impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kalau belanja masyarakat (C) meningkat maka keseluruhan pendapatan nasional juga akan meningkat. Karena itu membangun perekonomian suatu bangsa dapat di-push dengan investasi atau di-pull dengan konsumsi (belanja masyarakat). Ketika Indonesia mengalami krisis moneter dimana para investor banyak yang lari meninggalkan Indonesia, salah satu kebijakan pemerintah adalah mendekatkan hari-hari libur nasional dengan hari Ahad sehingga liburan akhir pekan menjadi lebih panjang. Orang akan lebih leluasa berlibur ke daerah dan membelanjakan hartanya sepanjang perjalanan. Aktifitas belanja inilah yang menarik roda perekonomian rakyat untuk terus menggelinding sehingga dampak negatif dari lemahnya investasi dapat dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, infaq (aktifitas belanja) terkait langsung dengan ketaqwaan seseorang. Allah SWT membenci orang yang menimbun-nimbun harta, mengendapkannya begitu saja, sehingga tidak terlibat dalam proses ekonomi dan tidak membawa manfaat bagi orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang membelanjakan harta, baik dalam keadaan lapang maupun sempit…”&lt;br /&gt;(QS 3:133-134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam keadaan sempit (misal, krisis ekonomi) orang harus tetap membelanjakan hartanya baik untuk nafkah keluarganya maupun untuk shadaqah bagi orang lain. Infaq (belanja) untuk kepentingan sendiri dan keluarga disebut nafaqah (nafkah), sedangkan untuk kepentingan orang lain disebut shadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shadaqah berasal dari kata shaddaqa yang artinya membenarkan. Di dalam al-Qur’an Allah SWT banyak berjanji untuk memberikan balasan berlipat ganda pada orang-orang yang membelanjakan harta di jalan-Nya (untuk fakir miskin dan kepentinga umum lainnya). Lalu banyak orang yang membenarkan (shaddaqa) janji-janji tersebut, karena mereka mengimani Allah SWT. Maka harta yang dibelanjakan di jalan Allah, dalam rangka membenarkan (shaddaqa) janji-janji Allah, disebut shadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafkah (belanja untuk diri-sendiri dan keluarga) otomatis akan terjadi dengan sendirinya karena orang memerlukannya, sehingga tidak memerlukan dorongan moral. Tapi shadaqah (belanja untuk kepentingan pihak lain) sangat memerlukan rangsangan moral karena manusia berkecenderungan untuk pelit. Maka jangan heran kalau al-Qur’an banyak berbicara tentang shadaqah atau infaq dalam konteks shadaqah, tapi tidak terlalu banyak bicara tentang nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang sering bingung membedakan infaq dan shadaqah, sekarang jelaslah sudah bahwa shadaqah adalah bagian dari infaq, atau, salah satu bentuk infaq adalah shadaqah. Shadaqah adalah infaq yang ditujukan bagi kepentingan orang lain (umum), bukan untuk diri sendiri/keluarga. Hukum dasar shadaqah adalah wajib, tidak boleh ada orang yang tidak membelanjakan hartanya untuk kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ambillah dari harta mereka shadaqahnya, dengan itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka; dan doakanlah mereka sesungguhnya doamu akan menenteramkan mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”&lt;br /&gt;(QS 9:103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena wajibnya, maka shadaqah bukan saja bisa ditunaikan berdasarkan inisiatif dan kerelaan pribadi tapi juga bisa dipaksakan pada pribadi-pribadi yang enggan melakukannya. Tentu saja yang memiliki daya paksa itu adalah lembaga publik (negara), bukan sembarang orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, meskipun hukum dasar shadaqah adalah wajib tapi Allah SWT tidak menentukan jumlah maksimalnya. Yang ditentukan adalah jumlah minimalnya. Jumlah minimal shadaqah itulah yang disebut zakat. Jadi zakat adalah seminim-minimnya shadaqah! Zakat adalah bagian dari shadaqah yang tidak bisa tidak ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, yang seharusnya banyak dipromosikan adalah shadaqah. Orang harus didorong untuk banyak bershadaqah, harus dibangkitkan kesadarannya untuk bershadaqah sebanyak-banyaknya. Kalau yang dipromosikan cuma zakat, itu sih cuma minimalnya shadaqah.&lt;br /&gt;Bahwa buku-buku fiqih (hukum Islam) banyak menekankan soal zakat karena zakat adalah jumlah minimal shadaqah yang wajib dikeluarkan, yang kalau tidak dikeluarkan orang akan berdosa. Namun kalau kita cermati keseluruhan ayat-ayat al-Qur’an tentang itu, semangatnya adalah mendorong orang untuk bershadaqah yang maksimal, bukan yang minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Maka adapun orang yang suka memberi dan bertaqwa, lalu membenarkan (shaddaqa) kebaikan, maka (Allah SWT) akan memudahkannya pada kemudahan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan adapun orang yang kikir dan menimbun-nimbun harta, lalu mendustakan kebaikan, maka (Allah SWT) akan memudahkannya pada kesulitan.”&lt;br /&gt;(QS 92:5-10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ayat di atas menampakkan lawan-lawan sikap sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberi vs  kikir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;taqwa vs menimbun harta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;membenarkan vs  mendustakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudahan hidup vs kesulitan hidup &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin mendapatkan kemudahan hidup banyaklah memberi, karena banyak memberi adalah cermin ketaqwaan sekaligus bukti bahwa Anda membenarkan janji-janji Allah. Sebaliknya kikir dan menimbun-nimbun harta adalah cerminan sikap mendustakan agama (seakan Tuhan dan akhirat tidak ada) dan hanya akan mengarahkan pada kesulitan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Shadaqah yang tercampur dalam suatu harta akan merusak harta itu secara keseluruhan.”&lt;br /&gt;(HR al-Bazzar dan al-Bayhaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shadaqah yang utama adalah yang diberikan dengan kesungguhan oleh orang yang dalam kesempitan.”&lt;br /&gt;(HR Abu Hurayrah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena zakat adalah minimalnya shadaqah, maka pada zakat ada batas-batas minimal seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* minimal nilai harta yang dikenakan zakat (nishab),&lt;br /&gt;    * minimal tarif zakat 2 ½ %, 5 %, 10 %, 20 % (pembayaran melebiha tarif disebut shadaqah),&lt;br /&gt;    * minimal waktu penyimpanan harta yang terkena zakat (hawl), dan&lt;br /&gt;    * minimal target orang yang menerima zakat (8 ashnâf)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Boros belanja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun Islam mendorong orang untuk berinfaq namun Islam tidak mengizinkan orang untuk boros dalam berinfaq. Orang tidak boleh boros dalam memberi nafkah, juga tidak boleh boros dalam memberi shadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Dan orang-orang yang ketika membelanjakan hartanya tidak berlebihan (israf), juga tidak pelit, mereka bersikap pertengahan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(QS 25:62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Isrâf (boros)&lt;/span&gt; dalam nafkah (membelanjai diri sendiri/keluarga) jelas tidak baik karena akan menimbulkan obesitas (kegemukan), gangguan kesehatan, kesombongan dan kemubadziran. Boros dalam shadaqah juga tidak baik, karena tidak efektif dalam memberantas kemiskinan (membuat fakir miskin semakin menggantungkan nasib pada shadaqah), tidak menjamin pemerataan distribusi shadaqah, juga membuat shadaqah tidak berkelanjutan (misal, bertumpuk pada bulan ramadhan saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan sementara:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Menyimpan harta hendaknya dilakukan sekadarnya saja, hanya untuk berjaga-jaga memenuhi kebutuhan kritis. Harta selebihnya hendaknya dibelanjakan dalam bentuk infaq nafkah maupun infaq shadaqah.&lt;br /&gt;    * Tapi membelanjakan harta (infaq) pun tidak boleh boros dan berlebihan. Cukup yang pertengahannya saja. Sedangkan harta masih bersisa. Lalu apa lagi yang harus diperbuat dengan sisa harta itu?&lt;br /&gt;    * Lakukanlah investasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Menginvestasikan Harta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi adalah penyertaan harta dalam aktifitas ekonomi yang produktif untuk menghasilkan nilai tambah. Ada banyak keutamaan (afdhaliyât) dari investasi antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Harta tumbuh berkembang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;  Investasi&lt;/span&gt; (selain beresiko rugi) juga memberikan nilai tambah sehingga harta akan terus tumbuh dan berkembang nilainya. Dengan itu akan ada lebih banyak kemanfaatan yang bisa dihasilkan.&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Warisan yang banyak bagi anak cucu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;      Islam mengingatkan kita untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah dan meminta-minta. Maka harus ada investasi untuk menyiapkan warisan yang banyak bagi generasi berikutnya.&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; * Efek Pengganda (muliplying effect).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Dengan investasi akan ada lebih banyak pabrik dan kantor yang dibangun, lapangan kerja akan terbuka lebih luas, pengangguran terkurangi, lebih banyak supplier dibutuhkan.&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;  * Shadaqah berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Dari keuntungan dari investasi dikeluarkan shadaqahnya (minimal zakatnya). Karena investasi adalah proses yang berkelanjutan maka shadaqah pun tersedia secara berkelanjutan. Orang boleh saja menshadaqahkan 100% hartanya, tapi dengan itu dia hanya bershadaqah sekali saja. Tapi dengan invesatasi shadqah bisa dilakukan berulang-ulang.&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Insentif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Dengan empat keutamaan di atas maka Allah SWT pun memberikan insentif terhadap investasi. Harta yang diinvestasikan sebagai modal tetap tidak dikenakan zakat terhadapnya. Zakat (shadaqah) adalah manfaat sosial dari harta. Harta yang diinvestasikan sudah memberikan manfaat sosialnya (dalam bentuk point 3 dan 4 di atas) maka ia tidak dikenakan zakat lagi. Contoh harta sebagai modal tetap adalah ruko, pabrik dan perkebunan. Sedangkan barang dagangannya (inventory), masuk kategori harta simpanan, karenanya tetap dikenakan zakat. Begitu juga hasil panen atau hasil sewanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda membeli rumah baru (selain yang Anda tinggali sekarang) lalu Anda membiarkan saja rumah itu (tidak disewakan, misalnya) maka status rumah itu adalah harta simpanan. Rumah itu harus dibayarkan zakatnya setiap tahun (2 ½ % dari nilai pasarnya yang mengendap selama setahun). Karena setiap tahun nilai rumah itu terus meningkat, maka zakat yang harus Anda keluarkan juga meningkat setiap tahunnya. Anda pun harus mengeluarkan biaya pemeliharaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau Anda beli rumah itu untuk disewakan, maka statusnya adalah sebagai barang modal tetap. Rumah itu tidak dikenakan zakat. Yang dikenakan zakat adalah hasil sewanya saja (itu pun setelah dikurangi biaya pemeliharaan). Sebab dengan menyewakannya Anda tidak menyebabkan rumah itu menjadi sumber daya ekonomi yang idle, rumah itu memberi multiplying effect bagi penyewanya dan masyarakat luas (misal kantor tempat si penyewa bekerja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua uraian di atas nampak Islam mendorong orang untuk berinvestasi. Tinggal lagi masalahnya adalah bagaimana investasi itu dilakukan, apa perangkat dan tekniknya, organisasi dan metodenya, persyaratan dan evaluasinya, perencanaan dan pengendaliannya, tempat dan waktunya, sasaran dan targetnya, serta pertimbangan-pertimbangan lainnya. Maka untuk lebih lengkap memahami itu semua Anda harus menuntaskan mengkaji artikel ini. Apa yang penulis sampaikan di atas baru dimensi normatif dari pengelolaan harta. Sedangkan dimensi praktis dan aplikatifnya akan diuraikan pada kesempatan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-4915969147634496968?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/4915969147634496968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=4915969147634496968' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4915969147634496968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4915969147634496968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/02/pengelolaan-harta.html' title='PENGELOLAAN HARTA'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SY-ANCNG1VI/AAAAAAAAAMk/xXuXBq5_23A/s72-c/HARTA+BENDA+UTK+DIJUALSEWA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-4677897646781786023</id><published>2009-02-03T10:42:00.002+07:00</published><updated>2009-02-03T10:45:37.705+07:00</updated><title type='text'>BANGSA YANG KEHILANGAN RUJUKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYe9h5lxP3I/AAAAAAAAAMM/vXg0a8PYzLU/s1600-h/1_302152403l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYe9h5lxP3I/AAAAAAAAAMM/vXg0a8PYzLU/s200/1_302152403l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298411876717248370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bangsa yang Kehilangan Rujukan Budaya&lt;/span&gt;'     &lt;br /&gt;Prof. DR. Ahmad Syafii Maarif   &lt;br /&gt;http://www.muhammadiyah.or.id&lt;br /&gt;Rabu, 02 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImageUngkapan dalam judul ini tidak berasal dari saya, tetapi dari Bung Saini KM, sastrawan dan dramawan, asal Sumedang, lahir 18 Juni 1938. Sejak beberapa tahun terakhir kami sama-sama menjadi anggota Akademi Jakarta (AJ). Bung Saini yang santun dan tidak banyak bicara, tetapi sudah terlatih berpikir dalam, karena itu ia gelisah mengamati kultur bangsa yang sedang jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah wawancara panjang, Saini sampai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kepada kesimpulan bahwa bangsa ini secara kultural sedang kalah&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berbagai indikator telah dibentangkannya dalam wawancara itu. Pada saat berbicara tentang tindak kekerasan yang sedang marak di mana-mana dengan berbagai alasan, Saini meneropong akar pokoknya karena bangsa ini telah kehilangan rujukan budaya. Kulturalisasi (pembudayaan) telah ditelan komersialisasi yang ganas dan dangkal&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih rinci Saini bertutur: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perilaku keras, beringas, korupsi, keterpurukan ekonomi yang berkelanjutan adalah pertanda kekalahan budaya itu. Karakter bangsa dibentuk oleh kreativitas bangsa itu sendiri. Kreativitas itu akan berkaitan erat dengan kesejahteraan dan kekenyalan bangsa ketika menghadapi persoalan. Bangsa yang kreatiflah yang akan bertahan dan kukuh berdiri di tengah bangsa-bangsa lain.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saini berkali-kali mengatakan: "Kita kalah," sebuah rintihan sastrawan yang mestinya mendapat tanggapan, dari mereka di panggung kekuasaan. Dengan menyadari secara sungguh-sungguh bahwa kita memang lagi berada di bawah, siapa tahu kita bisa bangkit kembali dari segala macam ketidakberesan yang menyesakkan napas. Sebab itu, kata Saini, kita perlu rujukan budaya tradisi yang bernilai dinamis dan positif yang memang terdapat pada semua subkultur bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aini juga mengkritik perilaku elite yang seenaknya saja menjual aset-aset bangsa tanpa perhitungan jangka panjang. Memang, telah lama terlihat elite bangsa ini gemar 'menggadaikan' kedaulatan, demi menutup defisit anggaran&lt;/span&gt;. Orang yang kehilangan rujukan budaya akan dengan enteng saja menjual segala yang mungkin dijual, tidak mau berpikir panjang; dengan menempuh cara yang serbapragmatis itu, mereka tidak sadar pada akhirnya kedaulatan bangsa yang akan terjual. Bukankah dengan demikian kita telah mengundang sosok penjajah dalam format lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Hatta, dalam usia 26 tahun, dalam pidato pembelaannya di depan mahkamah Belanda di Den Haag, pada 9 Maret 1928, berkata: Selamat tinggal politik memohon dan mengemis! Selamat tinggal politik mohon restu! Selamat tinggal politik menadahkan tangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Politik mengemis dan menadahkan tangan kepada asing adalah bagian dari kultur budak. Bukankah kutipan Bung Hatta itu terlahir dari pemimpin yang punya harga diri, sekalipun pada waktu itu Indonesia masih terjajah?&lt;/span&gt; Dengan kebiasaan kita menjual aset strategis kepada pihak asing, bukankah itu berarti kita telah kehilangan ketegasan sikap membela kedaulatan bangsa dan negara? Terakhir bergulir pula berita Krakatau Steel (KS), juga mau dijual ke asing. Tetapi, karena ada perlawanan dari dalam dan bantuan pers dan tokoh-tokoh masyarakat, kabarnya KS tidak jadi dijual. Coba banyangkan KS sebagai industri baja strategis bagi pertahanan negara, lalu dikuasai asing, bukankah dengan cara latah itu kita telah menggadaikan kedaulatan kita? Mengapa kita dengan mudah saja 'menadahkan tangan' kepada asing agar mau membeli aset yang sebenarnya mampu kita kelola sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi bangsa yang sedang kehilangan rujukan budaya ini, saya mengimbau semua komponen bangsa yang masih siuman untuk berteriak lebih keras dan lantang lagi tetapi santun untuk mengingatkan pihak pemerintah dan DPR agar berhati-hati membuat keputusan penting. Salah-salah tingkah, akibat buruknya akan ditanggung oleh anak cucu kita di kemudian hari. Jangan-jangan yang tersisa buat mereka nanti hanyalah ampas Republik yang telah sangat merana dan telah kehilangan segala-galanya. Kritik seorang seniman santun Saini patut benar direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika, 1 Juli 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-4677897646781786023?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/4677897646781786023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=4677897646781786023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4677897646781786023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4677897646781786023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/02/bangsa-yang-kehilangan-rujukan.html' title='BANGSA YANG KEHILANGAN RUJUKAN'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYe9h5lxP3I/AAAAAAAAAMM/vXg0a8PYzLU/s72-c/1_302152403l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-6782329284264246821</id><published>2009-01-28T14:45:00.004+07:00</published><updated>2009-01-28T15:11:02.277+07:00</updated><title type='text'>Inspirasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYAQRJLCuzI/AAAAAAAAAL8/B-1snkLS4Q4/s1600-h/Sunset.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYAQRJLCuzI/AAAAAAAAAL8/B-1snkLS4Q4/s200/Sunset.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296251048493759282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEMANGAT BERBAGI BUKAN MENGGEROGOTI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Renungan : Eko Bayu Aji&lt;br /&gt;Sudah sekian lama kita dikenal sebagai negara muslim terbesar di dunia, ada teman yang nakal mengartikan besar jumlah orangnya aja bukan besar karya dan perannya. Apa itu benar??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita teliti lagi bahwa peran kita di dunia Muslim belum banyak didengar seperti negara kaya di Arabia sana atau di timur tengah sana, kita masih repot berbenah. Jadi contoh model Demokrasi, Ekonomi Kerakyatan, atau Hak Azasi, penegakan Hukum, dan lain - lain. Semua itu ada harganya gak gratis, kita harus juga acungi apresiasi bagi perjuangan ide-ide mereka. Tapi mana ide yang membuat kita tegak, bangga, dan harga diri sejajar dengan teman sepermainan waktu kecil seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Australia, serba kita harus berbenah gak ada kata menyerah. Apalagi mau jadi model negara muslim dunia masih perlu waktu,kita terlalu lama dan terlalu banyak santai, malas, menggantungkan orang lain, kesukuan,pilih2 teman, ayo hilangkan perbedaan. Kita Sama makhluk Tuhan yang ada di dunia ini wajib bagi umat muslim khususnya berbuat kebaikan pada siapa saja kita jadikan ini model peradaban manusia Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat menggerogoti ada dimana mana, ga usah bilang korupsi uang dulu... liat kita telah membuang banyak waktu untuk saling menyalahkan, santai,malas belajar, dan tidak mau mentransfer teknologi negara lain akhirnya yang kaya yang 'berkuasa' dan yang miskin yang 'tidak berkuasa' setelah yang 'tidak berkuasa' memerintah juga mental belum di up grade berulang terus lupa lupa..apa yang harus diprioritaskan kelupaan. Jadi Sarjana lupa tugasnya,jadi Magister mana karyanya, jadi Profesor mana karya nyatanya buat masyarakat? atau ada yang buntu ini? gimana solusinya? apa dengan debat di TV,koran,radio? Rakyat butuh kerja,anak perlu sekolah, orang sakit butuh obat, negara butuh dana buat rakyat, orang pintar butuh fasilitas untuk penelitian, semua punya kebutuhan..jadi ayo minimal jangan jadi penyebab kebuntuan karena "Visi menjadi manusia Bermanfaat" itu nasehat Nabi SAW yang mudah diucapkan tapi perlu kesabaran dan kekuatan untuk menjalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangant berbagi juga diukur dari seberapa derma kita atau sedekah kita pada kaum yang kurang 'beruntung'.. sebenarnya banyak potensi otak manusia Indonesia yang unggul dan cerdas2. Cuman mental atau akses perlu kita buka lebar dan semua secara bersama-sama bekerja sama jangan salahkan negara aja kalo susah tapi kelakuan kitalah yang bikin tumpukan tabungan kesulitan semua orang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan penulis juga bagian dari kemalasan???atau agen kemalasan?? &lt;br /&gt;Cuma dari diri sendiri saya cuma bisa menghimbau sudah kah saya baik??&lt;br /&gt;Penulis melanjutkan minum seteguk kopi hangat sambil berucap " Segala Puji Bagi MU" Hamba berserah dan berusaha"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita terus maju dan jadi pencerah sekitar kita. Amien&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-6782329284264246821?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/6782329284264246821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=6782329284264246821' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6782329284264246821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/6782329284264246821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/01/inspirasi.html' title='Inspirasi'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYAQRJLCuzI/AAAAAAAAAL8/B-1snkLS4Q4/s72-c/Sunset.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-1088080782386132067</id><published>2009-01-28T12:50:00.002+07:00</published><updated>2009-01-28T12:52:22.958+07:00</updated><title type='text'>MENCINTAI ORANG LAIN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SX_ykHKo_NI/AAAAAAAAAL0/dM-WyMB-D_A/s1600-h/Blue+hills.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SX_ykHKo_NI/AAAAAAAAAL0/dM-WyMB-D_A/s200/Blue+hills.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296218389023882450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mencintai orang lain&lt;br /&gt;By Republika Newsroom&lt;br /&gt;Rabu, 28 Januari 2009 pukul 10:57:00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhilah yang haram, niscaya kamu menjadi ahli ibadah. Relalah dengan rezeki Allah kepadamu, niscaya kamu menjadi yang terkaya. Berperilakulah yang baik kepada tetanggamu, niscaya kamu termasuk orang mukmin. Cintailah orang lain pada hal-hal yang kamu cintai untuk dirimu, niscaya kamu tergolong muslim. Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kyai Alhamdulillah &lt;/span&gt;(begitulah julukan beliau) di dusun sunyi di kota Rembang, Jawa Tengah, di tengah pesantrennya, begitu dahsyat mencintai orang lain. Beliau menurunkan peraturan: siapa pun yang bertamu di rumahnya, dilarang keras untuk pulang sebelum makan terlebih dulu. Maka, tamu-tamu yang datang itu, biar pun berjumlah lima belas orang, semuanya dijamu dengan hidangan yang setaraf dengan suguhan orang kota. Subhanallah. Begitu tekun ia mempraktekkan sunnah Rasul, bahkan dengan daya tafsir yang begitu indah. Tiga hal yang elok telah beliau tunjukkan: mencintai orang lain, kedermawanan, dan kearifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak belakang dengan gejolak masyarakat yang berangkat ke arah sebaliknya, sang Kyai telah menjungkirbalikkan sisi gelap norma-norma yang telah menghantui kehidupan. Inilah zaman di mana di negeri kita pemujaan kepada materi sudah mencapai taraf yang tak dapat dibayangkan oleh akal sehat. Sudah tidak penting lagi apakah kekayaan yang didapat itu penuh bergelimang dengan keringat, airmata, dan darah orang lain. Sudah tak peduli kerakusan itu dapat menggoyahkan keutuhan berbangsa dan bernegara. Lalu muncul sang Kyai, dan banyak lagi kyai yang lain yang berteberan di dusun-dusun, yang diam, tekun, dan menjalankan syariah agama dengan kesungguhan seorang cendekiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mencintai orang lain, mendahulukan kepentingan orang lain, tanpa pamrih, tanpa sogokan, merupakan ''binatang langka'' untuk kurun waktu yang sedang kita hidupi sekarang ini. Di pusat-pusat pemerintahan, orang seperti Pak Kyai ini seharusnya memegang tampuk pimpinan, pengambil kebijakan dan keputusan bagi kepentingan orang banyak, tanpa pandang bulu. Memang, hal itu butuh keyakinan, keberanian, dan belas kasih, tanpa mengharap imbalan jasa. - ah&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-1088080782386132067?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/1088080782386132067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=1088080782386132067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1088080782386132067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1088080782386132067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/01/mencintai-orang-lain.html' title='MENCINTAI ORANG LAIN'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SX_ykHKo_NI/AAAAAAAAAL0/dM-WyMB-D_A/s72-c/Blue+hills.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-7623427115568964235</id><published>2009-01-02T07:44:00.002+07:00</published><updated>2009-01-02T07:59:13.503+07:00</updated><title type='text'>TENANG ..Pasti..Ada solusinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SV1lBVuoeeI/AAAAAAAAALs/Cgy1wY3XzoQ/s1600-h/1151570208.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SV1lBVuoeeI/AAAAAAAAALs/Cgy1wY3XzoQ/s200/1151570208.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286492611289840098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tenang....., Pasti ada solusinya..."&lt;br /&gt;oleh: Nurcahyo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tenang dan Iman adalah rahmat&lt;br /&gt;Setiap manusia yang hidup didunia, tidak pernah bisa menghindar dari sesuatu yang kita sebut sebagai masalah/problema/persoalan. Karena setiap mahluk yang berpikir, akan selalu merasa ada yang harus diprioritaskan untuk disikapi. Karenanya itu, keimanan sangat diperlukan dalam diri individu. Jika saja umat manusia tidak diberi iman (keyakinan) oleh Allah Swt, akan banyak sekali orang yang bunuh diri sebelum menghadapi persoalannya, akan banyak sekali orang orang yang berbenturan, akan kacau dunia ini tanpanya.. Iman.. yang secara fitrah dimiliki oleh setiap insan.&lt;br /&gt;Individu yang memelihara imannya dengan baik, insyaAllah akan memiliki sikap tenang yang baik, akan terlihat secara lahir (perilaku) dan terasa didalam batin. Seperti halnya Rasululloh Saw, seorang manusia yang diberi rahmat ketenangan batin yang kuat oleh Allah Swt, karenanya itu jika kita ingat kembali kisah kisah Rasulullah Saw dan para sahabatnya, jelas sekali diterangkan bahwa para sahabat Rasul merasa tenang jika berada didekat beliau. Ternyata sikap tenang itu dapat memvibrasikan ketenangan pula kepada lingkungan sekitar. Karena orang yang tenang, yakin bahwa setiap persoalan yang menghadangnya, Allah Swt senantiasa menuntunnya.&lt;br /&gt;Akan tetapi, ketika manusia sudah buntu dengan jalan pikirannya, sudah kusut dengan perasaannya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;bagaimana mencari solusi untuk menghadapi permasalahannya, hanya ada 2 pilihan yang dapat dilakukan, yaitu ingat kepada Allah swt dan berusaha mendekatkan diri padaNya atau memilih jalan yang tidak diridhoi oleh Allah Swt dan terjebak dalam lingkaran setan... (Na’udzubillah..&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;‘Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya..’ (QS_2 : 286), Bahwa Allah Swt melimpahkan rahmat kepada seluruh mahluk diseluruh alam raya ini, termasuk perasaan tenang dan solusi (petunjuk). Subhanallah.. Begitu luasnya rahmat Allah Swt pada kita. Jika saja setiap individu meyakini ayat ini, insyaAllah.. kita tidak akan mendapati banyak orang yang membunuh dirinya sendiri atau bahkan orang lain, tidak akan banyak orang yang terkena stress karena keadaan ekonomi. Ketika penulis mendengar ada seorang ibu yang membunuh kedua anaknya yang masih balita karena kondisi ekonomi keluarganya yang terpuruk, Astaghfirullah.. Tambah lagi pembelajaran kehidupan bagi penulis, agar kita senantiasa mendoakan ibu itu dan juga Negara Indonesia agar perekonomian bangsa kita kembali stabil. Dan kita sebagai ummat muslim, disarankan untuk saling membantu, padahal jika merujuk kembali kepada konsep sedekah dalam islam seperti halnya infak dan zakat mal, tentunya kecemburuan sosial ekonomi, kemiskinan, kebodohan tidak akan se-merajalela sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saling mengingatkan untuk kebenaran dan kesabaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bumi kita saat ini sudah semakin tidak stabil, tidak seimbang disebabkan oleh keberadaan insan yang cenderung menyikapi permasalahannya dengan menyakiti mahluk/individu lain. Bahkan alam pun terkena dampak perilaku ke-tidakseimbang-an ini, mulai dari penebangan hutan yang berlebihan, eksplorasi sumber daya alam yang tidak sesuai aturan. Mungkin, tanpa disadari, kitapun sering melakukan hal ini, walaupun baru kecil kecilan, tidak terkecuali penulis. Memang bukan suatu kesalahan jika kita memanfaatkan mahluk ataupun alam sebagai salah satu alternative solusi hidup yang positif, asal tidak dengan kadar yang berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan akan merusak keseimbangan. Indikasi perilaku tidak seimbang adalah ketika keinginan keinginan pribadi individu ataupun organisasi cenderung menghalalkan segala cara, cenderung tidak memikirkan kepentingan orang lain, cenderung menyakiti lingkungan sekitar, oleh karena itu, jika kita kaitkan dengan salah satu ayat Al-Qur’an dalam QS. Al-Ashr bahwa setiap muslim seharusnya bisa saling mengingatkan tentang berbuat kebenaran dan berbuat sabar. Sangat damai jika kemasan ‘mengingatkan’ yang disampaikan-pun  sesuai tuntunan islam, yaitu dengan bahasa santun dan perilaku yang menenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kisah Nabi Musa dan doanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebuah kisah yang diambil dari QS_20 ayat 25-28, ketika Nabi Musa AS menghadapi Fir’aun dan para pengikutnya untuk menyerukan Tauhid dan berbuat Keadilan, Nabi Musa AS yakin dan bertawakal pada Allah Swt agar beliau dijauhkan dari rasa takut dan gugup.. beliau berdo’a. ‘Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, lepaskanlah halangan dari lidahku, agar mereka dapat memahami ucapanku’. Tenang.. doa ini membuat dia tenang.. kedekatannya kepada Allah SWT membuat hati, pikiran dan perilakunya sangat tenang, karena dia sangat yakin bahwa Allah dengan ke-Maha Besarannya akan membimbing dan mempermudah jalannya menuju situasi yang lebih baik dari kemungkinan kemungkinan buruk yang diduga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tenang memunculkan potensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sikap tenang dapat memunculkan potensi yang dimiliki oleh setiap individu, petunjuk dari Allah Swt pun akan lebih mudah hadir. Ada cerita menarik, ketika seseorang diuji dengan proses ketenangan yang berkaitan dengan potensi intuisi yang dimilikinya. Adalah seorang mahasiswa salah satu universitas terkemuka di yogyakarta yang baru saja selesai mengenyam pendidikan Sarjana Hukumnya di daerah itu. Orang tua kandungnya bertempat tinggal di Jakarta. Mahasiswa itupun harus memilih tempat apakah di Yogya ataukah di Jakarta untuk meneruskan studi masternya. Singkat cerita, akhirnya dia berencana untuk meneruskannya di yogya saja, karena sudah kadung cinta dengan daerah istimewa ini. Dalam perjalanannya di yogyakarta, tiba tiba hati kecilnya menggerakkannya harus kembali ke Jakarta, dan dia tidak mengerti mengapa demikian (tidak sesuai rencana). Dalam setiap langkah hidupnya dia selalu merasa ada yang membimbingnya. Intuisi / instingnya mengarahkan dia harus ke Jakarta. Dengan sikap tenang dan perasaan yakin, dia tidak memikirkan apa yang harus dilakukannya setelah sampai di Jakarta. Beberapa minggu kemudian setelah sampai Jakarta, dia bertemu dan diajak oleh temannya untuk menemaninya mendaftar ujian PNS, diapun disarankan oleh temannya untuk mendaftarkan diri juga. Lucunya, sebenarnya dia tidak ingin menjadi PNS, karena menghargai temannya akhirnya dia ikutan. Tetapi tidak pernah diduga sebelumnya, akhirnya dia lolos seleksi.. Alhamdulillah.. dan master hukumnya-pun diteruskan dengan biaya dari kantornya. Subhanallah.. Padahal dia tidak pernah mengetahui apa yang akan didapatkannya dengan mengambil sikap demikian.. Wallahu ‘alam.. Ternyata Allah Swt lebih mengetahui yang terbaik buat dia. Sikap tenang merupakan tahapan awal dalam mencapai solusi permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips menyikapi permasalahan dengan 5T &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;I.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Allah sangat dekat dengan hambanya yang tenang&lt;br /&gt;    * Dengan tenang, pikiran akan lebih jernih dan akan lebih mudah untuk memanajemen emosi&lt;br /&gt;    * Menarik nafas dalam dalam ketika marah dapat membantu mencairkan ego&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips menenangkan diri dengan relaksasi spontan :&lt;br /&gt;a.    Posisi duduk dikursi&lt;br /&gt;b.    Punggung tidak bersandar kekursi, sikap duduk tidak perlu di tegak tegakkan atau dibungkuk bungkukkan, rileks saja&lt;br /&gt;c.    Telapak kaki menyentuh lantai (alas kaki lebih baik dibuka)&lt;br /&gt;d.    Kedua tangan diletakkan diatas paha&lt;br /&gt;e.    Cari posisi yang menurut anda paling nyaman dengan cara menggerakan sedikit dari bagian bagian tubuh anda&lt;br /&gt;f.    Pejamkan mata, fokuskan pikiran anda pada dada anda&lt;br /&gt;g.    Sambil menarik nafas melalui hidung, kerutkan telapak kaki, pantat, telapak tangan, dan wajah anda sampai optimal (note : ketika menarik nafas, bayangkan kecemasan anda)&lt;br /&gt;h.    Tanpa menahan nafas, langsung keluarkan nafas melalui mulut dengan spontan dan cepat.. kaki, tangan, pantat, wajah kembali keposisi semula&lt;br /&gt;i.    Kendurkan seluruh otot bagian tubuh anda&lt;br /&gt;j.    Ulangi tahapan ini dari ‘e’ sampai dengan ‘i’&lt;br /&gt;k.    Lakukan sampai 3x&lt;br /&gt;Islam menganjurkan kepada kita, disaat memiliki problema, dekatilah Dzat yang Maha Pemberi Petunjuk dengan membaca dan mengamalkan Asmaul Husna atau mengkaji AlQur’an.. InsyaAllah jalan menuju kebahagiaan akan terbuka lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Tekun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menekuni niat awal (istiqamah).&lt;br /&gt;Mencapai konsisten memang tidak mudah, selama manusia hidup didunia, kita diberikan kesempatan seluas luasnya oleh Allah Swt untuk menabung pahala didunia bakal bekal di akhirat.&lt;br /&gt;Bioritme setiap orang mengalami fluktuatif setiap waktunya, karenanya itu kita sering merasakan mood nyaman dan tidak nyaman, adalah manusiawi jika diliputi hal demikian. Konsisten adalah bentuk dari sikap disiplin dan kedisiplinan merupakan salah satu bentuk dari sikap tanggung jawab. Sebagai khalifah yang mengemban amanah Allah Swt, ada baiknya kita melakukan sikap ini. Ketika mood sedang turun, sangat dianjurkan bagi setiap muslim untuk recharge jiwa dengan mengikuti pengajian, silaturahmi untuk saling mengingatkan hal hal positif, membaca buku tentang ajaran islam, mengkaji Al-Qur’an, terus meng-update wawasan dan pengetahuan tentang pedoman pedoman hidup cara islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teliti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teliti terhadap perbaikan diri sendiri. Berikan kesempatan pada diri kita untuk mengevaluasi diri, kelemahan apa yang harus diperbaiki, apa yang membuat orang lain kecewa pada kita sebagai insan yang tidak sempurna. Kita sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tetapi bukan berarti tidak memperbaiki diri, sebagai hamba Allah yang ingin menempati tempat yang mulia, proses perbaikan diri ini mutlak diperlukan, tetapi bukan berarti pula kita harus selalu mengikuti isi kepala orang lain (keinginan). Teliti adalah sikap memeriksa untuk mendapatkan hasil terbaik. Setiap individu berhak memberikan pandangan kepada kita, tetapi sebagai mahluk yang dikaruniai kemampuan untuk berpikir, kita juga diberikan kesempatan untuk memilih pandangan mana yang sesuai dengan kemampuan kita, yang sekiranya tidak akan banyak orang yang akan kecewa dengan hasil dari keputusan kita yang pada akhirnya menjadikan ‘itu’ sebagai solusi untuk mensejahterakan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Tanggulangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Hadapi permasalahan anda dengan berpikir positif dan yakin bahwa anda diberi kemampuan oleh Allah Swt untuk dapat menyelesaikannya&lt;br /&gt;    * Hadapi persoalan anda dengan orang dan waktu yang tepat. Orang yang tepat adalah pihak yang terkait dengan persoalan yang anda hadapi. Waktu yang tepat adalah suatu masa dimana anda sudah sampai pada tahapan tenang, tekun dan teliti.&lt;br /&gt;    * Jangan menunda dan menghindari persoalan, karena persoalan tidak akan pernah selesai sampai anda menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tawakal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Yakin bahwa Allah Swt menuntun jalan hidup kita&lt;br /&gt;    * Menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt&lt;br /&gt;    * Merupakan tahapan inti dari seluruh tahapan, manusia menjalankan proses dan berusaha dengan totalitas, Allah Swt-lah yang menentukan yang terbaik untuk hambanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-7623427115568964235?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/7623427115568964235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=7623427115568964235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7623427115568964235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7623427115568964235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/01/tenang-pastiada-solusinya.html' title='TENANG ..Pasti..Ada solusinya'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SV1lBVuoeeI/AAAAAAAAALs/Cgy1wY3XzoQ/s72-c/1151570208.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-2483940111135022452</id><published>2009-01-02T00:44:00.001+07:00</published><updated>2009-01-02T00:47:16.574+07:00</updated><title type='text'>UMUR KITA BUAT APA?</title><content type='html'>Umur Kita Buat Apa?&lt;br /&gt;kh.wafiudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah siang, selesai shalat dzuhur penulis buka-buka Al-Qur’an. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tiba-tiba mata penulis tertuju pada sebuah ayat dalam surat Al-Anbiya (21). Ayat pertama dalam surat itu sangat menarik perhatian penulis. Berulang-ulang ayat itu penulis baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)." (QS Al Anbiya’: 1&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa semakin dekat kepada manusia, saat-saat perhitungan untuk mereka, tapikarena bodohnya, karena lalainya, mereka lalu mengabaikan semua itu. Hal ini mengandung makna perjalanan waktu terus berputar. Waktu makin dekat dan akan datang saatnya kita menghadapi perhitungan-perhitungan atas segala perbuatan di dunia, namun kita sering lalai. Karena bodohnya kita atau karena sibuknya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah mahluk serba bisa, bisa bertindak apa saja. Manusia bisa menggali gunung yang di dalamnya banyak tanah, pasir dan bebatuan, tidak hanya yang kecil bahkan yang besar-besar. Manusia mampu menyelam ke dalam lautan yang sangat dalam sekalipun. Manusia mampu menjelajah ruang angkasa. Manusia mampu menciptakan kabel yang sangat tipis namun bisa dilalui oleh informasi yang sangat banyak, dengan fiber optik manusia bisa membuat jaringan komunikasi, mendekatkan jarak yang saling berjauhan di dunia, dengan teknologi internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, segala macam kehebatan sainsdan teknologi itu memperkokoh keyakinan pada diri kita bahwa manusiadapat melakukan segala-galanya. Kemudian muncul sebuah pertanyaan dalam benak penulis,kalau memang manusia bisa mengatasi semua masalahnya, suatu saat nanti,maka keyakinan akan keberadaan Tuhan bisa saja semakin hari semakin tipis.Kemudian manusia semakin punya harapan bahwa kehidupan itu bisa lebih dinikmati dengan semakin panjang karena segala-galanya bisa diciptakan. Kesan-kesan seperti itu muncul manakala kita menyadari keberadaan yang kolektif bersama manusia lain. Ketika kita sadar, kita hidup bersama manusia lain. Saling memberi, saling memberikan manfaat, saling memberikan sumbangan-sumbangan, maka seakan-akan muncul kekuatan itu, kepercayaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seringkali kita lupa bahwa kita juga makhluk individual yang Allah mematikan manusia dengan konsep-konsep yang tidak kolektif. Setiap manusia menghadap Allah secara individu. Hubungan manusia dengan Allah bersifat individual yang tercermin pada Surat Al Baqarah ayat 286:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"…Lahaa Maa Kasabat Wa ‘alayhaa mak tasabat…" artinya: …seseorang mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di dalamnya peristiwa kematian. Ia bersifat individual dan tidak bisa dicegah secara kolektif. Biasanya apabila manusia menghadapi kematiannya, ia akan sangat egois. Perhatikan kisah-kisah kapal laut yang karam, pada beberapa peristiwa kecelakaan kapal laut, para penumpangnya lebih menyelamatkan dirinya sendiri, meski di sampingnya ada anggota keluarga terdekat. Seorang ayah, secara sadar atau tidak, melepas anaknya. Suami istri saling melepas pasangannya ketika diamuk gelombang dan disaat mulai tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perhatikan juga Al Qur’an Surat ‘Abasa (80) ayat 33-37:&lt;br /&gt;“Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua) (33) pada hari ketika manusia lari dari saudara-saudaranya (34) dari ibu dan bapaknya (35) dari istri dan anak-anaknya (36) Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya (37)”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemajuan teknologi, manusia akhirnya berasumsi kiamat rasanya masih panjang, karena segala macam problem-problem alam, bencana-bencana alam, masih bisa diatasi oleh manusia secara kolektif. Tetapi lain halnya dengan kematian. Ia tidak bisa dihindari secara kolektif maupun individual. Ia kapan saja bisa datang, sehingga wajar orang bilang kematian adalah kiamat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita renungkan, semakin hari kiamat kecil semakin dekat dengan kita. Usia kita, meski secara urut baris selalu bertambah, tetapi ternyata semakin mendekati azal, sementara kita tidak sadar apa yang sudah kita perbuat dalam hidup ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Allah Swt berfirman dalam surat Al Hasyr (59): 18&lt;br /&gt;Artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi itu tadi; “Iqtaraba linnas” artinya telah semakin dekat bagi manusia saat-saat evaluasi untuk dirinya, saat-saat perhitungan untuk dirinya. Namun kebanyakan manusia  terlena dalam kelalaiannya sehingga mengingkari keberadaan mati dan kiamat itu. Secara kolektif mungkin masih berpikiran kiamat ‘masih panjang’ tetapi secara individual tidak lama lagi kita akan mati. Apabila pada setiap pertambahan tahun terjadi pengurangan jatah kehidupan. Sedangkan Allah membatasi usia hingga umur 40 tahun, sekarang 39 tahun, maka sisa satu tahun lagi. Betapa singkat waktu tersisa bagi kita. Rugilah kita apabila hidup tidak diisi dengan iman dan amal shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berbicara masalah waktu ada beberapa hal yang berhubungan dengan waktu, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Waktu adalah sesuatu yang unrenewable, sesuatu yang tidak bisa diperbaharui,&lt;br /&gt;    * Waktu adalah sesuatu yang unsubstituted, sesuatu yang tidak bisa diganti,&lt;br /&gt;    * Waktu adalah sesuatu yang unrecycled,  sesuatu yang tidak&lt;/span&gt; bisa diulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahaminya kita ambil permisalan salah satu sumber daya alam kita, minyak bumi. Minyak merupakan sumber daya alam yang terpendam didalam bumi. Fosil-fosil yang ratusan ribu mungkin jutaan tahun terpendam di dalam bumi mendapat tekanan dan temperatur tinggi berubah menjadi minyak. Tetapi ketika minyak sudah disedot keluar dan dibakar, orang tidak bisa memperbaharui, tidak bisa menanam bibit minyak lagi, dia sumber daya alam yang unrenewable, yang tidak bisa diperbaharui. Berbeda dengan tumbuh-tumbuhan, contoh pohon padi, setelah selesai dipanen, kita bisa cari bibitnya, benihnya. Lalu kita tanami kembali. Pohon padi adalah sesuatu yang newable, bisa diperbaharui. Sedangkan waktu tidak bisa diperbaharui kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi walaupun minyak habis dan tidak bisa diperbaharui, dia masih bisa tersubstitusi artinya ada alternatif pengganti. Jika minyak habis masih ada energi batu bara, energi panas bumi, energi nuklir. Sedangkan yang namanya waktu bukan saja tidak ada alternatifnya, tetapi juga tidak ada pengganti (unsubstitusi). Jadi jika waktu telah habis/berlalu maka tidak ada apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika waktu bisa diulang (recycled) mungkin kita ingin jadi kanak-kanak lagi. Karena masa kanak-kanak itu masa-masa indah, masa-masa tanpa problema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang waktu membuat manusia  lupa diri bahwa dia sesungguhnya memiliki kelemahan. Kira-kira melalui cara apa kita bisa introspeksi terhadap diri kita, karena selama ini kadang kita tidak merasa kalau kita telah berbuat suatu kedzaliman atau kesalahan kepada pihak lain, mungkin ada langkah-langkah tertentu agar kita juga mengingat kembali kalau kita salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah apakah kita bisa melihat diri kita jika kita masih ada di dalam diri sendiri? Mari kita ambil sebuah ilustrasi. Mengapa dalam sebuah pertandingan sepakbola, di dalam stadion, penonton yang berada di tribun atas lebih pintar dari pemain yang ada di lapangan? Karena penonton yang ada di tribun atas berjarak dengan permainan, maka penonton bisa melihat seluruh permainan. Jarak pandang pemain hanyalah apa yang ada di depannya, sedangkan pendangan penonton di tribun atas lebih luas. Mereka bisa melihat kekosongan, kekurangan, kelebihan atau kesalahan pemain. Begitu juga dalam hidup, apakah kita bisa melakukan evaluasi jika kita masih terlibat dalam aktifitas kehidupan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita cenderung baru bisa menghargai isteri kalau sedang jauh darinya. Jika isteri tak ada terpaksa harus masak sendiri, mencuci sendiri dan lain-lain. Para istri juga baru bisa menghargai suami jika sedang jauh dari suami. Jika suami pergi keluar kota, turun hujan lalu atap rumah bocor, banyak air tergenang di dalam rumah, lalu mulai berangan-angan, ”jika saja suamiku ada…, ah kan, lumayan bisa memperbaiki atap yang bocor.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi agar kita bisa mengevaluasi diri, lepaskan ego. Keluar dari kehidupan diri, keluar dari rutinitas. Untuk bisa melakukan observasi kita harus membuat jarak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-2483940111135022452?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/2483940111135022452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=2483940111135022452' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2483940111135022452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/2483940111135022452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2009/01/umur-kita-buat-apa.html' title='UMUR KITA BUAT APA?'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-4259756419820434128</id><published>2008-12-25T14:47:00.000+07:00</published><updated>2009-09-21T10:52:12.546+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>  Bahaya Fitnah  	  PDF   	  Cetak   	  E-mail&lt;br /&gt;Konstoleh Alwi Shahab   &lt;br /&gt;Jumat, 03 September 2004&lt;br /&gt;Berbicara tentang kejelekan orang lain dan mencelanya disebut menggunjing jika benar, dan disebut fitnah jika tidak benar. Tentu saja, tidak ada seorang manusia pun yang bebas dari dosa. Orang bijak mengatakan, manusia itu tidak lepas dari kesalahan dan lupa. Dengan begitu, manusia itu memang tidak sempurna, ia bisa berbuat khilaf.Manusia pada umumnya hidup di balik tabir, yang oleh Tuhan --dengan kebuak dapat dimungkiri bahwa dampak dari fitnah bukan saja terhadap mereka yang difitnah, tapi juga terhadap masyarakat luas. Di tanah air kita sendiri seringkali terjadi keributan dan kerusuhan yang disebabkan oleh fitnah dan adu domba. Begitu besarnya bahaya dan dosa fitnah, hingga oleh Islam dikategorikannya sebagai perbuatan lebih kejam dari pembunuhan. Bahkan, Nabi Muhammad SAW lebih mempertegasnya lagi dengan sabdanya, ''Tidak akan masuk surga orang yang menghambur-hamburkan fitnah (suka mengadu domba).'' (HR Abu Dawud dan At-Thurmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Islam, perilaku manusia dan tindakannya di dalam kehidupan merupakan salah satu dari fenomena akidahnya. Untuk itu kita diminta untuk berpegang teguh pada akidah yang telah ditetapkan dan digariskan agama. Para ulama mengatakan, kalau akidah kita baik, maka akan baik dan lurus pula perilaku kita. Dan, apabila akidah kita rusak, akan rusak pula perilaku kita. Oleh karena itu, maka akidah tauhid dan iman adalah penting dan dibutuhkan oleh manusia untuk menyempurnakan pribadinya dan mewujudkan kemanusiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ajakan kepada akidah ini merupakan hal pertama yang dilakukan Rasulullah agar ia menjadi batu pertama dalam bangunan umat Islam. Hal ini, karena kekokohan akidah ini di dalam jiwa manusia akan mengangkatnya dari materialisme yang rendah dan mengarahkannya kepada kebaikan, keluruhan, kesucian, dan kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila akidah ini telah berkuasa, maka ia akan melahirkan keutamaan-keutamaan manusia yang tinggi seperti keberanian, kedermawanan, kebajikan, ketenteraman, dan pengorbanan. Orang yang berpegang pada akidah tidak akan mau melakukan perbuatan-perbuatan yang mengarah pada fitnah. Karena dengan akidahnya itu, ia tidak ingin tergelincir pada jurang kedosaan yang dikutuk agama. Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-4259756419820434128?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/4259756419820434128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=4259756419820434128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4259756419820434128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/4259756419820434128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2008/12/bahaya-fitnah-pdf-cetak-e-mail.html' title=''/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-7605581353956548866</id><published>2008-12-25T14:43:00.000+07:00</published><updated>2008-12-25T14:44:47.816+07:00</updated><title type='text'>BAHAGIA DENGAN BERBAGI</title><content type='html'>Kontribusi dari Aziz Hamid   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali orang yang memiliki harta kekayaan yang berlimpah, tetapi berperilaku bakhil, kikir, dan hanya mementingkan diri sendiri. Mereka tidak pernah peduli terhadap penderitaan, kesusahan, dan kesulitan orang lain. Dengan berperilaku seperti itu, mereka menganggap akan menjadi lebih baik, lebih menyejahterakan, dan lebih membahagiakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan pandangan hidup seperti ini secara tajam dikritik oleh Allah SWT dalam firman-Nya pada Surat Al-Imran ayat 180. Ayat tersebut berbunyi, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;''Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah SWT berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.''&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ayat tersebut, Allah SWT juga mengingatkan kita bahwa sikap kikir dan hanya mementingkan diri sendiri itu pasti akan banyak membawa kerusakan. Bukan hanya tatanan kehidupan pribadi dan keluarga yang dirusak. Perilaku tersebut juga merusak masyarakat dan bangsa di dunia ini apalagi di akhirat nanti. Hal ini jelas sangat berbeda secara diametral dengan pandangan orang-orang pragmatis, materialis, dan egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan yang hakiki dan sejati justru akan dapat diraih manakala kita mampu memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain yang membutuhkan. Fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang menderita lainnya, yang kini jumlahnya semakin banyak, adalah kalangan yang banyak memerlukan kepedulian manusia-manusia yang senang berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Tabrani dari Abi Darda dikemukakan bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat, ''Inginkah kalian mendapatkan ketenangan batin dan kebahagiaan yang hakiki serta terpenuhi segala kebutuhan hidup? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah makanan dari sebagian makananmu.'' Dalam hadis sahih lainnya dikemukakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, ''Sesungguhnya kalian akan diberi pertolongan dan akan diberikan rezeki oleh Allah SWT, manakala kalian mau menolong, membantu, dan memberi kepada orang-orang yang lemah dan menderita dalam kehidupan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah shaum di bulan Ramadhan yang kini sedang kita jalani memiliki banyak tujuan. Salah satu tujuan utamanya adalah menumbuhkan sikap kepedulian sosial dan keberpihakan kepada kaum dhuafa. Tujuan itu bisa dicapai dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan kehidupan mereka sekaligus melatih diri untuk berbagi dan memberi dari apa yang kita miliki. Sikap seperti ini ternyata ujung dan akhirnya akan memberikan kebahagiaan yang sejati bagi kita semuanya. Pantaslah dalam perspektif pandangan ajaran Islam bahwa tangan di atas (memberi) jauh lebih baik daripada tangan di bawah (hanya mau menerima).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(KH Didin Hafidhuddin )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Republika Online&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-7605581353956548866?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/7605581353956548866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=7605581353956548866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7605581353956548866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/7605581353956548866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2008/12/bahagia-dengan-berbagi.html' title='BAHAGIA DENGAN BERBAGI'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-5992703280930401060</id><published>2008-12-25T00:50:00.002+07:00</published><updated>2008-12-25T00:52:56.110+07:00</updated><title type='text'>PELAJARAN BENCANA TSUNAMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVJ24CWGTNI/AAAAAAAAALc/d54-VzW-A9o/s1600-h/1156153203.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVJ24CWGTNI/AAAAAAAAALc/d54-VzW-A9o/s200/1156153203.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283416017933323474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PELAJARAN DARI BENCANA TSUNAMI BAGI KITA&lt;br /&gt;BY: HARUN YAHYA&lt;br /&gt;Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 di Asia Tenggara, yang terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir dan terbesar kelima sejak tahun 1900, tercatat 9 pada skala Richter. Gempa tersebut beserta gelombang tsunami yang terjadi setelahnya menyebabkan bencana yang menewaskan lebih dari 220.000 orang. Patahan seluas 1.000 kilometer persegi yang muncul akibat pergerakan sejumlah lempengan di bawah permukaan bumi dan energi raksasa yang ditimbulkan oleh bongkahan tanah raksasa yang berpindah tempat, berpadu dengan energi raksasa yang terjadi di samudra untuk membentuk gelombang tsunami. Gelombang tsunami itu menghantam negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Sri Lanka, India, Malaysia, Thailand, Bangladesh, Myanmar, Maladewa dan Seychelles, dan bahkan pesisir pantai Afrika seperti Somalia, yang terletak sejauh kurang lebih 5.000 kilometer.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Istilah "tsunami," yang dalam bahasa Jepang berarti gelombang pelabuhan, menjadi bagian dari bahasa dunia pasca tsunami raksasa Meiji pada tanggal 15 Juni 1896 yang melanda Jepang dan menyebabkan 21.000 orang kehilangan nyawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk memahami tsunami, sangatlah penting untuk dapat membedakannya dari pergerakan pasang-surut dan gelombang biasa yang diakibatkan oleh angin. Angin yang bertiup di atas permukaan laut menimbulkan arus yang terbatas pada lapisan bagian atas laut dengan memunculkan gelombang-gelombang yang relatif kecil. Misalnya; para penyelam dengan tabung udara dapat dengan mudah menyelam ke bawah dan mencapai lapisan air yang tenang. Gelombang laut mungkin dapat mencapai setinggi 30 meter atau lebih saat terjadi badai dahsyat, tapi hal ini tidak menyebabkan pergerakan air di kedalaman. Selain itu, kecepatan gelombang laut biasa yang diakibatkan angin tidaklah lebih dari 20 km/jam. Sebaliknya, gelombang tsunami dapat bergerak pada kecepatan 750-800 km/jam. Gelombang pasang surut bergerak di permukaan bumi dua kali dalam rentang waktu satu hari dan, seperti halnya tsunami, dapat menimbulkan arus yang mencapai kedalaman hingga dasar samudra. Namun, berbeda dengan gelombang pasang surut, penyebab gelombang tsunami bukanlah gaya tarik bumi dan bulan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tsunami merupakan gelombang laut berperiode panjang yang terbentuk akibat adanya energi yang merambat ke lautan akibat gempa bumi, letusan gunung berapi dan runtuhnya lapisan-lapisan kerak bumi yang diakibatkan bencana alam tersebut di samudra atau di dasar laut, peristiwa yang melibatkan pergerakan kerak bumi seperti pergeseran lempeng di dasar laut, atau dampak tumbukan meteor. Ketika lantai dasar samudra berpindah tempat dengan kecepatan tinggi, seluruh beban air laut di atasnya terkena dampaknya. Apa yang terjadi di lantai dasar samudra dapat disaksikan pengaruhnya di permukaan air laut, dan keseluruhan beban air laut tersebut, hingga kedalaman 5.000 - 6.000 meter, bergerak bersama dalam bentuk gelombang. Satu rangkaian bukit dan lembah gelombang itu dapat meliputi wilayah hingga seluas 10.000 kilometer persegi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TSUNAMI TIDAK BERDAMPAK DI LAUTAN LEPAS&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di laut lepas tsunami bukanlah berupa tembok air sebagaimana yang dibayangkan kebanyakan orang, tetapi umumnya merupakan gelombang berketinggian kurang dari 1 meter dengan panjang gelombang sekitar 1.000 kilometer. Di sini dapat dipahami bahwa permukaan gelombang memiliki kemiringan sangat kecil (ketinggian 1 cm yang terbentang sejauh 1 km). Di wilayah samudra dalam dan lepas, gelombang seperti ini terjadi tanpa dapat dirasakan, meskipun bergerak pada kecepatan sebesar 500 hingga 800 km/jam. Hal ini dikarenakan pengaruhnya tersamarkan oleh gelombang permukaan laut biasa. Agar lebih memahami betapa tingginya kecepatan gelombang tsunami, dapat kami katakan bahwa gelombang tersebut mampu menyamai kecepatan pesawat jet Boeing 747. Tsunami yang terjadi di laut lepas tidak akan dirasakan sekalipun oleh kapal laut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TSUNAMI MEMINDAHKAN 100.000 TON AIR KE DARATAN&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa tsunami ternyata bukan terdiri dari gelombang tunggal, melainkan terdiri atas rangkaian gelombang dengan satu pusat di tengah, seperti sebuah batu yang dilemparkan ke dalam kolam renang. Jarak antara dua gelombang yang berurutan dapat mencapai 500-650 kilometer. Ini berarti tsunami dapat melintasi samudra dalam hitungan jam saja. Tsunami hanya melepaskan energinya ketika mendekati wilayah pantai. Energi yang terbagi merata pada segulungan air raksasa menjadi semakin memadat seiring dengan semakin mengerutnya gulungan air tersebut, dan meningkatnya tinggi gelombang permukaan secara cepat dapat diamati. Gelombang berketinggian kurang dari 60 cm di laut lepas kehilangan kecepatannya saat mendekati perairan dangkal, dan jarak antargelombangnya pun berkurang. Akan tetapi, gelombang yang saling bertumpang tindih memunculkan tsunami dengan membentuk dinding air. Gelombang raksasa ini, yang biasanya mencapai ketinggian 15 meter tapi jarang melebihi 30 meter, melepaskan kekuatan dahsyat saat menerjang pantai dengan kecepatan tinggi, sehingga menyebabkan kerusakan hebat dan menelan banyak korban jiwa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tsunami memindahkan lebih dari 100.000 ton air laut ke daratan untuk setiap meter garis pantai, dengan daya rusak yang sulit dibayangkan. (Gelombang tsunami terbesar yang pernah diketahui, yang melanda Jepang pada bulan Juli 1993, naik hingga 30 meter di atas permukaan air laut.) Tanda awal datangnya tsunami biasanya bukanlah berupa dinding air, akan tetapi surutnya air laut secara mendadak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TSUNAMI-TSUNAMI BESAR DALAM SEJARAH&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gelombang-gelombang laut raksasa terbesar akibat gempa bumi yang tercatat dalam sejarah adalah sebagai berikut&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gelombang raksasa paling tua yang pernah diketahui akibat gempa di laut, yang diberi nama "tsunami" oleh orang Jepang dan "hungtao" oleh orang Cina, adalah yang terjadi di Laut Tengah sebelah timur pada tanggal 21 Juli 365 M dan menewaskan ribuan orang di kota Iskandariyah, Mesir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibukota Portugal hancur akibat gempa dahsyat Lisbon pada tanggal 1 November 1775. Gelombang samudra Atlantik yang mencapai ketinggian 6 meter meluluhlantakkan pantai-pantai di Portugal, Spanyol dan Maroko.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;27 Agustus 1883: Gunung berapi Krakatau di Indonesia meletus dan gelombang tsunami yang menyapu pantai-pantai Jawa dan Sumatra menewaskan 36.000 orang. Letusan gunung berapi tersebut sungguh dahsyat sehingga selama bermalam-malam langit bercahaya akibat debu lava berwarna merah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;15 Juni 1896: "Tsunami Sanriku" menghantam Jepang. Tsunami raksasa berketinggian 23 meter tersebut menyapu kerumunan orang yang berkumpul dalam perayaan agama dan menelan 26.000 korban jiwa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;17 Desember 1896: Tsunami merusak bagian pematang Santa Barbara di California, Amerika Serikat, dan menyebabkan banjir di jalan raya utama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;31 Januari 1906: Gempa di samudra Pasifik menghancurkan sebagian kota Tumaco di Kolombia, termasuk seluruh rumah di pantai yang terletak di antara Rioverde di Ekuador dan Micay di Kolombia; 1.500 orang meninggal dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1 April 1946: Tsunami yang menghancurkan mercu suar Scotch Cap di kepulauan Aleut beserta lima orang penjaganya, bergerak menuju Hilo di Hawaii dan menewaskan 159 orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;22 Mei 1960: Tsunami berketinggian 11 meter menewaskan 1.000 orang di Cili dan 61 orang di Hawaii. Gelombang raksasa melintas hingga ke pantai samudra Pasifik dan mengguncang Filipina dan pulau Okinawa di Jepang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;28 Maret 1964: Tsunami "Good Friday" di Alaska menghapuskan tiga desa dari peta dengan 107 warga tewas, dan 15 orang meninggal&lt;br /&gt;dunia di Oregon dan California.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;16 Agustus 1976: Tsunami di Pasifik menewaskan 5.000 orang di Teluk Moro, Filipina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;17 Juli 1998: Gelombang laut akibat gempa yang terjadi di Papua New Guinea bagian utara menewaskan 2.313 orang, menghancurkan 7 desa dan mengakibatkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;26 Desember 2004: Gempa berkekuatan 8,9 pada skala Richter dan gelombang laut raksasa yang melanda enam negara di Asia Tenggara menewaskan lebih dari 156.000 orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PENYEBAB TINGGINYA DAYA RUSAK TSUNAMI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut informasi yang diberikan oleh Dr. Walter C. Dudley, profesor oseanografi dan salah satu pendiri Museum Tsunami Pasifik, tak menjadi soal seberapa besar kekuatan gempa bumi, pergerakan lantai dasar samudra merupakan syarat terjadinya tsunami. Dengan kata lain, semakin besar perpindahan lempeng kerak bumi di lantai dasar samudra, semakin besar jumlah air yang digerakkannya, dan hal ini akan menambah kedahsyatan tsunami. Hal lain yang meningkatkan daya rusak tsunami adalah struktur pantai yang diterjangnya: Selain faktor seperti bentuk pantai yang berupa teluk atau semenanjung, landai atau curam, bagian dari pantai yang selalu berada di dalam air mungkin saja memiliki struktur yang dapat menambah kedahsyatan gelombang pembunuh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam pernyataannya lain, yang memperjelas bahwa tindakan pencegahan yang dilakukan tidak dapat dianggap sebagai jalan keluar sempurna, Dudley mengatakan bahwa Amerika dan Jepang telah mendirikan perangkat pemantau paling mutakhir di Samudra Pasifik, tapi seluruh perangkat ini memiliki tingkat kesalahan lima puluh persen!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TANDA-TANDA ZAMAN AKHIR&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bencana alam, yang tidak dapat dicegah menggunakan sarana teknologi atau tindakan penanggulangan dini, menunjukkan betapa tak berdaya manusia sesungguhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari abad ke-20, yang ditengarai sebagai "abad bencana alam", hingga kini, telah terjadi sejumlah bencana alam besar seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, angin tornado, badai, angin topan, angin puyuh, dan banjir, disamping tsunami, dan semua ini telah menimpakan kerusakan parah dan merenggut nyawa jutaan manusia. Ketika seseorang memikirkan fenomena luar biasa ini, dapat dipahami bahwa hal ini memiliki kemiripan dengan fenomena alam yang dinyatakan sebagai pertanda masa awal dari Zaman Akhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut apa yang dinyatakan dalam hadits, Zaman Akhir adalah suatu masa yang akan datang menjelang terjadinya hari kiamat, dan ketika nilai-nilai Al Qur'an tersebar luas ke masyarakat. Tahap pertama dari Zaman Akhir adalah di kala manusia menjauhkan diri dari nilai-nilai ajaran agama, ketika peperangan semakin meningkat, dan fenomena alam luar biasa terjadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikianlah, di dalam sejumlah hadits, kota-kota dan bangsa-bangsa yang dilenyapkan dari lembaran sejarah dikabarkan sebagai tanda-tanda Zaman Akhir. Dalam hadits-hadits yang mengupas masalah tersebut Nabi kita menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Saat (Hari Akhir) tidak akan terjadi hingga ... gempa bumi menjadi sering terjadi." (Bukhari)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Peristiwa-peristiwa besar akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Ibnu Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-&lt;br /&gt;Muntazar, h. 27)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada dua peristiwa besar sebelum hari Kiamat ... dan kemudian tahun-tahun gempa bumi. (Diriwayatkan oleh Ummu Salamah (r.a.))&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Banyak peristiwa yang begitu menyedihkan akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Imam Rabbani, Letters of Rabbani, 2/258)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tahap kedua Zaman Akhir, Allah akan membebaskan manusia dari kebobrokan akhlak dan peperangan melalui Imam Mahdi. Di masa ini, yang dikenal sebagai Zaman Keemasan, peperangan dan pertikaian akan berakhir, dunia akan dipenuhi oleh kemakmuran, keberlimpahan dan keadilan, dan nilai-nilai ajaran Islam akan melingkupi bumi dan diamalkan secara luas. Masa seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya, dengan izin Allah, tetapi akan berlangsung sebelum hari kiamat. Tahap ini sekarang tengah menunggu saatnya yang ditentukan oleh Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Segala sesuatu di bawah kendali Allah. Orang-orang beriman yang memahami kebenaran ini dan yang memiliki keimanan tulus kepada Allah, berserah diri kepada Tuhan kita dengan pemahaman bahwa mereka tengah mengikuti takdir mereka. Allah telah mengatur segala sesuatu dengan sempurna, hingga rinciannya yang terkecil, sejak penciptaan bumi hingga Hari Kiamat. Segala sesuatu dicatat dalam kitab "Lauh Mahfuz". Segala sesuatu telah terjadi dalam satu waktu dalam pandangan Allah, Yang tidak terikat oleh ruang ataupun waktu, dan ruang serta waktu dari setiap peristiwa telah ditetapkan. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah ayat: "Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui." (Al Qur'an, surat Al An'aam, 6:67)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-5992703280930401060?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/5992703280930401060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=5992703280930401060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5992703280930401060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/5992703280930401060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2008/12/pelajaran-bencana-tsunami.html' title='PELAJARAN BENCANA TSUNAMI'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVJ24CWGTNI/AAAAAAAAALc/d54-VzW-A9o/s72-c/1156153203.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-1612494157762552174</id><published>2008-12-25T00:41:00.002+07:00</published><updated>2008-12-25T00:43:42.833+07:00</updated><title type='text'>SIKAP MEMAAFKAN DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVJ0rXA8KbI/AAAAAAAAALU/6ZeLimp-7Ys/s1600-h/1151066151.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVJ0rXA8KbI/AAAAAAAAALU/6ZeLimp-7Ys/s200/1151066151.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283413601120168370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BY: HARUN YAHYA&lt;br /&gt;Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Pe&lt;/span&gt;nyayang." (QS. An Nuur, 24:22)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;... &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.&lt;br /&gt;Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah.&lt;br /&gt;Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.&lt;br /&gt;Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1648213800029605818-1612494157762552174?l=penilaipbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penilaipbb.blogspot.com/feeds/1612494157762552174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1648213800029605818&amp;postID=1612494157762552174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1612494157762552174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1648213800029605818/posts/default/1612494157762552174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penilaipbb.blogspot.com/2008/12/sikap-memaafkan-dan-manfaatnya-bagi.html' title='SIKAP MEMAAFKAN DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVJ0rXA8KbI/AAAAAAAAALU/6ZeLimp-7Ys/s72-c/1151066151.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1648213800029605818.post-8296312846474315417</id><published>2008-12-25T00:31:00.001+07:00</published><updated>2008-12-25T00:34:54.629+07:00</updated><title type='text'>YANG HENDAKNYA DIPIKIRKAN MANUSIA</title><content type='html'>OLEH : HARUN YAHYA&lt;br /&gt;Sejak awal, kami telah menekankan pentingnya berpikir, manfaat-manfaatnya bagi manusia dan sarana yang membedakan manusia dari makhluk lain. Kami telah menyebutkan pula sebab-sebab yang menghalangi manusia dari berpikir. Semua ini mempunyai tujuan utama mendorong manusia untuk berpikir dan membantu mereka mengetahui tujuan penciptaan dirinya; serta agar manusia mengagungkan ilmu dan kekuasaan Allah yang tak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di halaman-halaman berikutnya, kami akan mencoba menjelaskan bagaimana orang yang beriman kepada Allah berpikir tentang segala sesuatu yang dijumpainya sepanjang hari dan mendapatkan pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang ia saksikan; bagaimana ia seharusnya bersyukur dan menjadi semakin dekat kepada Allah setelah menyaksikan keindahan dan ilmu Allah di segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pasti apa yang disebutkan di sini hanya mencakup sebagian kecil dari kapasitas berpikir seorang manusia. Manusia memiliki kemampuan untuk setiap saat (dan bukan setiap jam, menit atau detik, tapi satuan waktu yang lebih kecil dari itu, yakni setiap saat) dalam hidupnya. Ruang lingkup berpikir manusia sedemikian luasnya sehingga tidak mungkin untuk dibatasi. Oleh karena itu, uraian di bawah ini bertujuan untuk sekedar membukakan pintu bagi mereka yang belum menggunakan sarana berpikir mereka sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa hanya mereka yang berpikir secara mendalam lah yang mampu memahami dan berada pada posisi lebih baik dibandingkan makhluk lain. Mereka yang tidak dapat melihat keajaiban dari peristiwa-peristiwa di sekitarnya dan tidak dapat memanfaatkan akal mereka untuk bepikir adalah sebagaimana diceritakan dalam firman Allah berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti." (QS. Al-Baqarah, 2: 171)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "… Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raaf, 7: 179)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)." (QS. Al-Furqaan, 25: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mereka yang mau berpikir yang mampu melihat dan kemudian memahami tanda-tanda kebesaran Allah, serta keajaiban dari obyek dan peristiwa-peristiwa yang Allah ciptakan. Mereka mampu mengambil sebuah kesimpulan berharga dari setiap hal, besar ataupun kecil, yang mereka saksikan di sekeliling mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika seseorang bangun dari tidurnya di pagi hari…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak diperlukan kondisi khusus bagi seseorang untuk memulai berpikir. Bahkan bagi orang yang baru saja bangun tidur di pagi hari pun terdapat banyak sekali hal-hal yang dapat mendorongnya berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpampang sebuah hari yang panjang dihadapan seseorang yang baru saja bangun dari pembaringannya di pagi hari. Sebuah hari dimana rasa capai atau kantuk seakan telah sirna. Ia siap untuk memulai harinya. Ketika berpikir akan hal ini, ia teringat sebuah firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha." (QS. Al-Furqaan, 25: 47)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah membasuh muka dan mandi, ia merasa benar-benar terjaga dan berada dalam kesadarannya secara penuh. Sekarang ia siap untuk berpikir tentang berbagai persoalan yang bermanfaat untuknya. Banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan dari sekedar memikirkan makanan apa yang dipunyainya untuk sarapan pagi atau pukul berapa ia harus berangkat dari rumah. Dan pertama kali ia harus memikirkan tentang hal yang lebih penting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, bagaimana ia mampu bangun di pagi hari adalah sebuah keajaiban yang luar biasa. Kendatipun telah kehilangan kesadaran sama sekali sewaktu tidur, namun di keesokan harinya ia kembali lagi kepada kesadaran dan kepribadiannya. Jantungnya berdetak, ia dapat bernapas, berbicara dan melihat. Padahal di saat ia pergi tidur, tidak ada jaminan bahwa semua hal ini akan kembali seperti sediakala di pagi harinya. Tidak pula ia mengalami musibah apapun malam itu. Misalnya, kealpaan tetangga yang tinggal di sebelah rumah dapat menyebabkan kebocoran gas yang dapat meledak dan membangunkannya malam itu. Sebuah bencana alam yang dapat merenggut nyawanya dapat saja terjadi di daerah tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mungkin saja mengalami masalah dengan fisiknya. Sebagai contoh, bisa saja ia bangun tidur dengan rasa sakit yang luar biasa pada ginjal atau kepalanya. Namun tak satupun ini terjadi dan ia bangun tidur dalam keadaan selamat dan sehat. Memikirkan yang demikian mendorongnya untuk berterima kasih kepada Allah atas kasih sayang dan penjagaan yang diberikan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai hari yang baru dengan kesehatan yang prima memiliki makna bahwa Allah kembali memberikan seseorang sebuah kesempatan yang dapat dipergunakannya untuk mendapatkan keberuntungan yang lebih baik di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat akan semua ini, maka sikap yang paling sesuai adalah menghabiskan waktu di hari itu dengan cara yang diridhai Allah. Sebelum segala sesuatu yang lain, seseorang pertama kali hendaknya merencanakan dan sibuk memikirkan hal-hal semacam ini. Titik awal dalam mendapatkan keridhaan Allah adalah dengan memohon kepada Allah agar memudahkannya dalam mengatasi masalah ini. Doa Nabi Sulaiman adalah tauladan yang baik bagi orang-orang yang beriman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh" (QS. An-Naml, 27 : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kelemahan manusia mendorong seseorang untuk berpikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh manusia yang demikian lemah ketika baru saja bangun dari tidur dapat mendorong manusia untuk berpikir: setiap pagi ia harus membasuh muka dan menggosok gigi. Sadar akan hal ini, ia pun merenungkan tentang kelemahan-kelemahannya yang lain. Keharusannya untuk mandi setiap hari, penampilannya yang akan terlihat mengerikan jika tubuhnya tidak ditutupi oleh kulit ari, dan ketidakmampuannya menahan rasa kantuk, lapar dan dahaga, semuanya adalah bukti-bukti tentang kelemahan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang telah berusia lanjut, bayangan dirinya di dalam cermin dapat memunculkan beragam pikiran dalam benaknya. Ketika menginjak usia dua dekade dari masa hidupnya, tanda-tanda proses penuaan telah terlihat di wajahya. Di usia yang ketigapuluhan, lipatan-lipatan kulit mulai kelihatan di bawah kelopak mata dan di sekitar mulutnya, kulitnya tidak lagi mulus sebagaimana sebelumnya, perubahan bentuk fisik terlihat di sebagian besar tubuhnya. Ketika memasuki usia yang semakin senja, rambutnya memutih dan tangannya menjadi rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berpikir tentang hal ini, usia senja adalah peristiwa yang paling nyata yang menunjukkan sifat fana dari kehidupan dunia dan mencegahnya dari kecintaan dan kerakusan akan dunia. Orang yang memasuki usia tua memahami bahwa detik-detik menuju kematian telah dekat. Jasadnya mengalami proses penuaan dan sedang dalam proses meninggalkan dunia ini. Tubuhnya sedikit demi sedikit mulai melemah kendatipun ruhnya tidaklah berubah menjadi tua. Sebagian besar manusia sangat terpukau oleh ketampanan atau merasa rendah dikarenakan keburukan wajah mereka semasa masih muda. Pada umumnya, manusia yang dahulunya berwajah tampan ataupun cantik bersikap arogan, sebaliknya yang di masa lalu berwajah tidak menarik merasa rendah diri dan tidak bahagia. Proses penuaan adalah bukti nyata yang menunjukkan sifat sementara dari kecantikan atau keburukan penampilan seseorang. Sehingga dapat diterima dan masuk akal jika yang dinilai dan dibalas oleh Allah adalah akhlaq baik beserta komitmen yang diperlihatkan seseorang kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat ketika menghadapi segala kelemahannya manusia berpikir bahwa satu-satunya Zat Yang Maha Sempurna dan Maha Besar serta jauh dari segala ketidaksempurnaan adalah Allah, dan iapun mengagungkan kebesaran Allah. Allah menciptakan setiap kelemahan manusia dengan sebuah tujuan ataupun makna. Termasuk dalam tujuan ini adalah agar manusia tidak terlalu cinta kepada kehidupan dunia, dan tidak terpedaya dengan segala yang mereka punyai dalam kehidupan dunia. Seseorang yang mampu memahami hal ini dengan berpikir akan mendambakan agar Allah menciptakan dirinya di akhirat kelak bebas dari segala kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala kelemahan manusia mengingatkan akan satu hal yang menarik untuk direnungkan: tanaman mawar yang muncul dan tumbuh dari tanah yang hitam ternyata memiliki bau yang demikian harum. Sebaliknya, bau yang sangat tidak sedap muncul dari orang yang tidak merawat tubuhnya. Khususnya bagi mereka yang sombong dan membanggakan diri, ini adalah sesuatu yang seharusnya mereka pikirkan dan ambil pelajaran darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana beberapa karakteristik tubuh manusia membuat anda berpikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat diri sendiri di dalam cermin, seseorang berpikir tentang berbagai hal yang sebelumnya tak pernah muncul dalam benaknya. Sebagai contoh: bulu mata, alis, tulang belulang dan gigi-giginya tidak tumbuh memanjang terus menerus. Dengan kata lain, di bagian tubuh dimana pertumbuhan anggota badan yang terus menerus akan menjadi sesuatu yang menyusahkan dan menghalangi pandangannya, maka anggota tubuh tersebut berhenti tumbuh. Sebaliknya, rambut yang kelihatan indah jika tumbuh memanjang, tidak berhenti tumbuh. Disamping itu, ada keseimbangan yang sempurna dalam pertumbuhan tulang-belulang. Misalnya tulang anggota bagian atas tidak akan tumbuh memanjang begitu saja sehingga menyebabkan badan kelihatan lebih pendek. Semua tulang ini berhenti pada saat tertentu seakan-akan tiap-tiap tulang tersebut tahu seberapa panjang mereka harus tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu, semua yang telah disebutkan di sini terjadi akibat dari reaksi-reaksi fisika dan kimia yang terjadi dalam tubuh. Orang yang merenungkan hal ini akan juga bertanya-tanya bagaimana reaksi-reaksi ini terjadi. Siapa yang memasukkan hormon-hormon dan enzim-enzim yang bertanggung jawab atas pertumbuhan ke dalam tubuh sesuai dengan dosis yang dibutuhkan? Dan siapakah yang mengontrol kadar dan waktu sekresi dari hormon dan enzim tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa mustahil untuk mengatakan bahwa ini semua terjadi secara kebetulan. Tidaklah mungkin sel-sel atau atom-atom pembentuk manusia yang tidak mempunyai kesadaran tersebut melakukan hal yang demikian dengan sendirinya. Ini adalah bukti bahwa fenomena tersebut terjadi karena kekuasaan Allah yang menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika dalam perjalanan…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah bangun tidur dan bersiap-siap di pagi hari, orang-orang kemudian berangkat ke kantor, sekolah atau melakukan pekerjaan mereka di luar rumah. Bagi orang yang beriman, keberangkatan ini adalah awal dari melakukan amal kebaikan yang mendatangkan ridha Allah. Ketika meninggalkan rumah dan bepergian ke luar, seseorang akan menjumpai banyak hal yang dapat ia pikirkan, misalnya ribuan manusia, kendaraan, pohon, besar dan kecil, dan beragam hal yang terdapat di banyak tempat. Dalam hal ini, pandangan orang yang beriman sudah jelas, yakni bahwa ia berusaha untuk mendapatkan sebanyak mungkin manfaat dari yang ia jumpai di sekelilingnya. Ia memikirkan tentang sebab-sebab dari peristiwa-peristiwa yang ada. Karena apa yang sedang ia saksikan terjadi dengan pengetahuan dan kehendak Allah, maka pasti ada sebuah makna di balik peristiwa atau pemandanga itu. Karena Allah lah yang memampukannya untuk pergi ke luar rumah serta meletakkan semua pemandangan ini di depan matanya, maka sudah pasti dari pemandangan-pemandangan tersebut ada yang mesti dilihat dan dipikirkan. Sejak bangun tidur, ia bersyukur kepada Allah yang telah memberinya umur satu hari lagi di dunia yang dapat digunakannya sebagai modal untuk mendapatkan pahala dari Allah. Kini, ia tengah memulai perjalanan yang dapat mendatangkan pahala baginya. Menyadari hal ini, ia teringat akan firman Allah: "Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan", (QS. An-Naba', 78 :11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpedomankan ayat tersebut, ia membuat rencana tentang bagaimana menghabiskan waktunya di siang hari dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak hanya bermanfaat untuk orang lain akan tetapi juga mendatangkan ridha Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berada dalam mobilnya atau di atas kendaraan apapun dengan pola pikir yang demikian, ia pun kembali bersyukur kepada Allah. Tidak menjadi masalah, betapapun jauhnya jarak perjalanan yang harus ia tempuh, ia masih memiliki sarana untuk pergi ke sana. Untuk memudahkan manusia, Allah telah menciptakan beragam sarana transportasi untuk membantu manusia dalam melakukan perjalanan. Bahkan kemajuan teknologi saat sekarang telah menyediakan sarana transportasi baru berupa mobil, kereta api, pesawat terbang, kapal laut, helikopter, bus…Ketika merenungkan hal ini, seseorang akan kembali teringat: Allah lah yang telah menciptakan teknologi untuk membantu manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, para ilmuwan membuat penemuan-penemuan dan inovasi-inovasi baru yang dapat memudahkan hidup kita. Mereka menghasilkan ini semua melalui sarana yang diciptakan Allah di bumi. Seseorang yang memikirkan tentang masalah tersebut akan menikmati perjalanannya sambil bersyukur kepada Allah atas kemudahan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju tempat tujuan, ia menyaksikan tumpukan sampah dengan bau yang tak sedap, tempat-tempat kumuh di sepanjang jalan. Hal ini menimbulkan beragam pikiran dalam benaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih berada di dunia, Allah telah memberikan informasi kepada kita yang membantu kita memperoleh gambaran tentang surga dan neraka; atau mengira-ngira keadaan kedua tempat ini dengan menggunakan perbandingan. Tumpukan sampah, bau yang tidak sedap dan daerah-daerah kumuh dapat menimbulkan stres atau tekanan dalam jiwa seseorang. Tak seorangpun ingin tinggal di tempat tersebut. Keadaan ini mengingatkan seseorang tentang neraka dan ayat-ayat yang mengisahkan neraka. Di banyak ayat-ayat Al-Qur'an Allah telah menceritakan segala sesuatu yang tidak menyenangkan, gelap serta menjijikkan tentang neraka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?&lt;br /&gt;    Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih,&lt;br /&gt;    dan dalam naungan asap yang hitam.&lt;br /&gt;    Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;    (QS. Al-Waaqi'ah, 56: 41-44)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan. (Akan dikatakan kepada mereka): "Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak." (QS. Al-Furqaan, 25: 13-14)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan memikirkan ayat-ayat di atas, orang tersebut berdoa agar Allah menjauhkannya dari siksa neraka dan mengampuni segala kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, seseorang yang tidak menggunakan cara berpikir yang demikian akan menghabiskan waktunya dengan menggerutu, kesal dan selalu mencari kambing hitam dari setiap permasalahan. Ia marah sekali kepada orang-orang yang menumpuk sampah tersebut dan pihak pemerintahan daerah setempat yang terlambat untuk mengumpulkan dan membuangnya. Sepanjang hari pikirannya disibukkan dengan hal-hal seperti: jalan raya yang penuh dengan lubang; orang-orang yang menyebabkan lalu lintas macet; badannya yang basah kuyup kehujanan akibat ulah badan meteorologi yang salah dalam memperkirakan cuaca; cemoohan kasar dari bossnya, dan lain sebagainya. Namun, pikiran yang sia-sia ini tidaklah bermanfaat dalam kehidupan akhiratnya nanti. Seseorang mungkin berhenti sejenak kemudian berpikir apakah ia seharusnya menghiraukan banyak hal. Sungguh, banyak orang mengatakan bahwa alasan utama yang mencegah mereka dari berpikir adalah segala kesibukan yang mengharuskan mereka bekerja keras terus-menerus di dunia. Mereka berdalih bahwa mereka tidak mampu berpikir karena sibuk dengan masalah pangan, perumahan dan kesehatan. Akan tetapi ini hanyalah sekedar alasan untuk mengelak. Tanggung jawab dan kondisi tersebut tidak ada hubungannya dengan berpikir sebagaimana yang dikehendaki di sini. Seseorang yang berusaha untuk berpikir dalam rangka mencari ridha Allah akan mendapatkan pertolongan dari Allah. Ia akan melihat bahwa, seiring dengan bergantinya hari, beragam persoalan yang biasanya menjadi masalah baginya satu demi satu terselesaikan; hingga ia dapat meluangkan waktu untuk berpikir dan berpikir lagi. Hanya orang-orang yang beriman sajalah yang sadar, paham dan mengalami hal yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dunia yang berwarna-warni mendorong seseorang berpikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam perjalanannya, ia terus berusaha melihat keajaiban dari ayat-ayat ataupun ciptaan Allah di sekitarnya, dan memuji Allah ketika memikirkan ini semua. Ketika melihat ke luar melalui jendela mobilnya, ia menyaksikan dunia yang penuh dengan beragam warna. Lalu ia pun berpikir: "Bagaimana segala sesuatu akan terlihat seandainya dunia ini tidak berwarna?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah gambar-gambar di bawah dan anda pun mulai berpikir. Apakah kenikmatan yang kita rasakan dari memandang laut, pegunungan atau bunga yang tidak berwarna sebanding dengan sebagaimana yang anda lihat sekarang? Apakah pemandangan langit, buah, kupu-kupu, pakaian dan wajah-wajah manusia sebagaimana yang terlihat oleh anda sekarang memberikan kepuasan? Adalah nikmat dari Tuhan bahwa kita hidup di sebuah dunia yang cerah ceria dan memiliki beragam warna. Setiap warna yang kita lihat di alam, keseimbangan yang sempurna dari warna-warna makhluk hidup, semuanya adalah tanda-tanda tentang karya cipta dan seni khas Allah yang tak tertandingi. Beragam warna dari bunga atau burung; dan keharmonisan atau corak yang anggun antara warna-warna yang ada; bahwa tak satupun warna di alam ini yang mengganggu penglihatan kita; warna lautan, langit, pohon-pohon yang demikian serasi sehingga menimbulkan kedamaian dan tidak melelahkan mata kita, semua ini menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah. Dengan merenungkan beberapa fenomena tersebut, seseorang akan paham bahwa setiap sesuatu yang ia lihat di sekelilingnya adalah hasil dari ilmu dan kekuasaan Allah yang tak terbatas dan absolut. Setelah sadar akan segala nikmat yang Allah anugerahkan ini, ia pun menjadi hamba yang takut kepada Allah dan memohon perlindungan kepada-Nya agar tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang tidak bersyukur. Dalam Al-Qur'an, Allah mengisahkan fenomena warna-warna, dan berfirman bahwa hanya mereka yang memiliki pengetahuan, yakni mereka yang menyelami lebih jauh dengan berpikir dan menarik kesimpulan serta pelajaran dari fenomena ini lah yang memiliki rasa takut kepada Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Faathir, 35: 27-28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sebuah mobil jenazah yang melintas di jalan mendorong seseorang untuk berpikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang sedang bergegas menuju ke suatu tempat secara tiba-tiba berpapasan dengan mobil jenazah. Sungguh ini adalah kesempatan yang baik untuk berhenti sejenak dan menenangkan diri. Pemandangan yang ia temui mengingatkannya akan kematian. Suatu hari ia juga akan berada di mobil jenazah itu. Tiada keraguan tentang terhadapnya, tak peduli seberapa besar usaha untuk menghindarinya, cepat atau lambat kematian pasti akan datang menghampirinya. Tak peduli apakah ia sedang berada di tempat tidurnya, ketika dalam perjalanan, atau ketika berlibur, ia pasti akan meninggalkan dunia ini. Kematian adalah kenyataan yang tidak dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang demikian, seorang mukmin teringat akan ayat Allah berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya." (QS. Al-Ankabuut, 29: 57-59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan seseorang bahwa jasadnya akan juga dimasukkan dalam peti mati, ditimbun tanah oleh kerabatnya, namanya akan diukir diatas kuburan, akan menghilangkan kecintaannya kepada dunia. Seseorang yang dengan ikhlas dan secara sadar berpikir tentang hal ini paham bahwa tidaklah masuk akal untuk mengklaim kepemilikan tubuh yang suatu hari akan membusuk di dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas, Allah memberikan kabar gembira berupa surga setelah kematian kepada mereka yang sabar dan bertawakal kepada Allah. Oleh karenanya, dengan berpikir bahwa suatu hari ia akan mati, seorang mukmin akan berusaha menjalani hidup dengan akhlaq yang baik sebagaimana yang diperintahkan Allah untuk meraih surga. Setiap saat ia teringat akan dekatnya kematian, tekadnya untuk mendapatkan surga semakin menguat dan mendorongnya untuk senantiasa berusaha bertingkah laku sesuai dengan akhlaqnya yang semakin lama semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang-orang yang condong memikirkan hal-hal yang lain, dan menghabiskan hidup dengan angan-angan kosong, tidak berpikir bahwa suatu hari hal yang sama pasti akan menimpa mereka meskipun mereka berpapasan dengan mobil jenazah, setiap hari melewati kuburan atau bahkan salah satu orang yang paling dicintai meninggal dunia di samping mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di siang hari…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyaksikan segala peristiwa yang ditemuinya sepanjang hari, orang beriman selalu berpikir tentang tanda-tanda kebesaran Allah dan berusaha untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam peristiwa-peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menanggapi setiap kebaikan ataupun malapetaka sebagai sesuatu yang memiliki kebaikan sebagaimana dikehendaki Allah. Di mana saja ia berada, di sekolah, di tempat kerja ataupun di pasar, dan dengan berprasangka dan berpikir bahwa Allahlah yang menciptakan setiap sesuatu, ia selalu berusaha memahami keindahan-keindahan dan makna tersembunyi di balik peristiwa-peristiwa yang diciptakan-Nya untuk kemudian menjalani hidup dengan mematuhi ayat-ayat Allah. Sikap orang mukmin ini digambarkan dalam Al-Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (QS. An-Nuur, 24: 37-38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana orang berpikir ketika menghadapi kesulitan-kesulitan yang ditemuinya dalam pekerjaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia mungkin menghadapi berbagai macam kesulitan selama satu hari penuh. Namun apapun kesulitan tersebut, hendaklah ia berkeyakinan kepada Allah dan berpikir bahwa "Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita kerjakan dan pikirkan dalam hidup di dunia. Ini adalah kenyataan yang sangat penting yang seharusnya tidak pernah kita lupakan sekejap pun. Oleh karenanya, ketika menemui kesulitan dalam setiap hal yang kita lakukan atau pikirkan, sehingga tidak berjalan sebagaimana mestinya, kita hendaknya selalu ingat bahwa semua kesulitan ini telah dihadapkan oleh Allah kepada kita untuk menguji perbuatan kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran-pikiran yang muncul dalam benak seseorang ini berlaku untuk semua peristiwa, besar atau kecil, yang ia jumpai sepanjang hari. Sebagai contoh, seseorang membayar lebih tanpa sengaja akibat salah pengertian atau kecerobohan; sebuah file yang telah diselesaikan dalam waktu berjam-jam dengan menggunakan komputer dapat hilang begitu saja akibat terputusnya aliran listrik; seorang pelajar gagal dalam ujian universitas meskipun ia telah belajar secara sungguh-sungguh; seseorang terpaksa menghabiskan harinya menunggu dalam antrian untuk mendapatkan pekerjaan akibat birokrasi yang terlalu rumit; dokumen yang hilang dapat menjadi masalah yang menyebabkan pekerjaan seseorang tidak karuan; seseorang ketinggalan pesawat, atau bus ketika hendak pergi ke suatu tujuan yang mesti dihadirinya seawal mungkin…Ada banyak sekali peristiwa-peristiwa yang dialami seseorang dalam hidup yang dianggapnya merupakan sebuah kesulitan atau "masalah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengalami semua peristiwa tersebut, orang yang beriman akan berpikir dan ingat bahwa Allah menguji perilaku dan kesabarannya; sehingga tidaklah masuk akal bagi orang yang yakin bahwa ia akan mati dan mempertanggung jawabkan perbuatannya di akhirat terpengaruh dengan hal-hal serupa dan menghabiskan waktunya dengan perasaan takut dan khawatir akan hal tersebut. Ia paham bahwa ada sebuah kebaikan di balik semua peristiwa ini. Ia tak pernah mengatakan "Aduh" terhadap kejadian apapun. Ia berdoa kepada Allah untuk memudahkan pekerjaan-pekerjaannya dan menjadikan segala sesuatunya sebagai kebaikan.&lt;br /&gt;Ketika kesulitan tersebut telah berlalu dengan datangnya kemudahan, ia berpikir bahwa ini adalah jawaban dari doanya kepada Allah, Allah mendengarkan dan, kemudian, mengabulkan doa-doanya. Pada akhirnya ia pun bersyukur kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjalani hari dengan prinsip berpikir seperti ini, maka seseorang tak akan pernah putus harapan, merasa khawatir, menyesal ataupun menderita terhadap apapun yang dialaminya. Ia tahu bahwa Allah telah menciptakan semua ini untuk sebuah kebaikan dan keberkahan. Tidak hanya itu, ia berpikir yang demikian tidak hanya ketika terjadi peristiwa-peristiwa besar yang menimpanya, namun juga di semua hal yang rumit, besar ataupun kecil, yang ia jumpai dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba pikirkan, ada orang yang tidak mendapati urusannya yang penting terselesaikan sebagaimana yang ia kehendaki. Ataupun orang yang ketika hampir saja meraih tujuan, dihadapkan pada sebuah masalah yang serius. Orang ini mendadak menjadi sangat kecewa, merasa khawatir dan tertekan. Pendek kata, dirinya dipenuhi dengan pikiran-pikiran buruk. Sebaliknya, seseorang yag berpikir bahwa ada sesuatu kebaikan pada semua hal, akan berusaha menemukan makna-makna tersembunyi yang Allah tunjukkan padanya melalui peristiwa tersebut. Ia berpikir bahwa mungkin Allah telah melakukan ini semua untuk memberinya peringatan agar lebih berhati-hati dan serius dalam menangani masalah. Dengan demikian, ia pun kembali melakukan persiapan-persiapan yang lebih matang, serta bersyukur kepada Allah sambil mengatakan "mungkin ini membantu mencegah timbulnya malapetaka yang lebih besar lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang ketinggalan bus ketika hendak menuju suatu tempat, berpikir: "mungkin keterlambatan dan ketertinggalan saya dari bus tersebut telah menyelamatkan saya dari kecelakaan atau bahaya yang lain". Ia berpikir lagi: "mungkin masih banyak lagi hikmah-hikmah tersembunyi yang serupa". Banyak sekali contoh-contoh semisal yang dapat ditemukan dalam kehidupan manusia. Yang paling penting adalah rencana-rencana seseorang tidak harus selalu terlaksana sesuai dengan yang ia kehendaki. Secara mendadak ia mungkin mendapati dirinya berada dalam situasi yang sangat berbeda dari apa yang ia rencanakan. Dalam kondisi yang demikian, seseorang yang berkepribadian dan berperilaku secara tenang serta senantiasa mencari kebaikan dari sebuah peristiwa akan memperoleh keberuntungan. Hal ini dikarenakan Allah berfirman dalam ayat-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah, 2: 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah di atas, kita tidak mengetahui tetapi Allah mengetahui. Karena itu, hanya Allahlah yang mengetahui apa yang baik dan yang tidak baik untuk kita. Segala yang menimpa manusia hanyalah agar manusia mengambil Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang sebagai tempat mengadu dan meminta pertolongan, serta menyerahkan diri kepada Allah sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang terpikirkan ketika sedang mengerjakan sesuatu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala sedang mengerjakan sesuatu, seharusnya seseorang tidak membiarkan akalnya kosong, akan tetapi senantiasa memikirkan segala sesuatu yang baik. Otak manusia memiliki kemampuan untuk berpikir lebih dari satu hal pada saat yang bersamaan. Seseorang yang sedang mengendarai mobil, membersihkan rumah, bekerja mencari nafkah, berjalan di jalan raya, pada saat yang sama dapat berpikir hal-hal yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membersihkan rumah, ia bersyukur kepada Allah yang telah memberinya sarana seperti air dan detergen. Sadar bahwa Allah menyukai kebersihan dan orang yang membersihkan diri, ia memandang pekerjaan yang sedang ia lakukan sebagai bentuk ibadah sehingga dengan melakukan hal tersebut ia mengharapkan ridha Allah. Di samping itu, ia merasa bahagia karena telah mempersiapkan tempat yang nyaman untuk orang lain dengan membersihkan tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang tengah mengerjakan sesuatu, terus-menerus berdoa kepada Allah dan memohon agar dimudahkan dalam pekerjaannya karena yakin bahwa ia tidak dapat melakukan suatu pekerjaan dengan baik tanpa pertolongan Allah. Kita mengetahui di dalam Al-Qur'an bahwa para Nabi memberikan contoh kepada kita dengan terus menerus menghadapkan diri mereka kepada Allah dalam kesendirian, dan selalu mengingat Allah ketika mengerjakan sesuatu. Diantara contoh ini adalah Nabi Musa. Beliau menolong dua orang wanita yang ditemuinya dalam perjalanan. Setelah membantu memberikan minum untuk binatang gembalaan mereka, beliau berdoa kepada Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya". Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdo'a: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku". (QS. Al-Qashas, 28: 23-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain yang kita temui dalam Al-Qur'an yang berkenaan dengan masalah ini adalah Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il. Allah menceritakan bahwa kedua Nabi ini memikirkan kemaslahatan orang-orang mukmin yang lain pada saat keduanya sedang melaksanakan suatu pekerjaan. Mereka berdoa kepada-Nya sehubungan dengan pekerjaan yang sedang mereka lakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Baqarah, 2: 127-129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sarang laba-laba mendorong seseorang untuk berpikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang dapat dipikirkan oleh seseorang yang menghabiskan harinya dalam rumah. Ketika sedang membersihkan rumah, ia menjumpai seekor laba-laba yang merajut sarangnya di sebuah sudut rumah tersebut. Jika ia menyadari keharusan untuk memikirkan binatang yang seringkali tidak dihiraukan orang ini, ia akan mengerti bahwa pintu pengetahuan telah dibuka untuknya. Serangga kecil yang sedang disaksikannya adalah sebuah keajaiban. Sarang laba-laba tersebut memiliki bentuk simetri yang sempurna. Ia pun kagum terhadap seekor laba-laba yang mungil tetapi memiliki kemampuan dalam membuat sebuah disain sempurna yang sedemikian menakjubkan. Setelah itu ia membuat sebuah pengamatan singkat hingga mendapatkan beberapa fakta lain: serat yang digunakan laba-laba ternyata 30% lebih fleksibel dari serat karet dengan ketebalan yang sama. Serat yang diproduksi oleh laba-laba ini memiliki mutu yang demikian tinggi sehingga ditiru oleh manusia dalam pembuatan jaket anti peluru. Sungguh luar biasa, sarang laba-laba yang dianggap sederhana oleh kebanyakan manusia, ternyata terbuat dari bahan yang mutunya setara dengan bahan industri paling ideal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyaksikan disain yang sempurna pada makhluk hidup di sekitarnya, manusia terus menerus berpikir hingga kemudian mendorongnya untuk menemukan lebih banyak fakta-fakta yang menakjubkan. Ketika mengamati sebuah lalat yang setiap saat dijumpainya namun belum pernah diperhatikannya atau bahkan merasa sangat terganggu dan ingin sekali membunuhnya, ia melihat bahwa serangga tersebut memiliki kebiasaan membersihkan diri sampai bagian-bagian yang terkecil dari tubuhnya sekalipun. Lalat tersebut seringkali hinggap di suatu tempat lalu membersihkan tangan dan kakinya secara terpisah. Setelah itu lalat ini membersihkan debu yang menempel pada sayap dan kepalanya dengan menggunakan tangan dan kakinya secara menyeluruh. Lalat ini terus saja melakukan yang demikian sampai yakin akan kebersihannya. Semua lalat dan serangga membersihkan tubuh mereka dengan cara yang sama: dengan penuh perhatian dan ketelitian sampai ke hal-hal yang kecil sekalipun. Ini menunjukkan adanya satu-satunya Pencipta yang mengajarkan kepada mereka cara membersihkan diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terbang, lalat mengepakkan sayapnya kurang lebih 500 kali setiap detik. Padahal tak satupun mesin buatan manusia yang mampu memiliki kecepatan yang luar biasa ini. Kalaulah ada, mesin itu akan hancur dan terbakar akibat gaya gesek. Namun sayap, otot ataupun persendian lalat ini tidak mengalami kerusakan. Lalat dapat terbang ke arahmanapun tanpa terpengaruh oleh arah dan kecepatan angin. Dengan teknologi yang paling mutakhir sekalipun, manusia masih belum mampu membuat mesin yang memiliki spesifikasi dan teknik terbang yang luar biasa sebagaimana lalat. Begitulah, makhluk hidup yang cenderung diremehkan dan tidak terlalu mendapat perhatian manusia, dapat melakukan pekerjaan yang tak mampu dilakukan manusia. Tidak diragukan lagi, tidaklah mungkin mengklaim bahwa seekor lalat melakukan ini semua semata-mata karena kemampuan dan kecerdasan yang ia miliki. Semua karakteristik istimewa dari lalat adalah kemampuan yang Allah berikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang terlihat sepintas oleh manusia ternyata didalamnya terdapat kehidupan, baik yang terlihat ataupun tidak. Tak satu sentimeter persegi pun di bumi ini yang di dalamnya tidak terkandung kehidupan. Manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan adalah makhluk yang mampu dilihat oleh manusia. Namun, masih ada makhluk-makhluk lain yang tidak terlihat oleh manusia akan tetapi manusia sadar akan keberadaannya. Misalnya rumah yang ia diami yang penuh dengan makhluk-makhluk mikroskopis yang disebut "tungau". Demikian pula halnya dengan udara yang ia hirup, di dalamnya mengandung virus yang tak terhingga banyaknya, atau tanah kebunnya yang mengandung bakteri yang sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang merenung tentang keanekaragaman yang luar biasa dari kehidupan di bumi, akan mengetahui kesempurnaan makhluk-makhluk ini. Tiap makhluk yang ia lihat adalah tanda-tanda keagungan karya seni ciptaan Allah, demikian pula halnya dengan keajaiban luar biasa yang tersembunyi dalam makhluk-makhluk mikroskopis tersebut. Virus, bakteri ataupun tungau yang tidak terlihat oleh mata telanjang memiliki mekanisme tubuh yang unik. Habitat, cara makan, sistim reproduksi dan pertahanan mereka semuanya diciptakan oleh Allah. Seseorang yang memikirkan secara mendalam tentang fenomena ini teringat ayat Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Ankabuut, 29: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana penyakit mendorong seseorang untuk berpikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang memiliki banyak kelemahan dan harus selalu terus-menerus berusaha untuk mengatasi kelemahan tersebut. Adanya penyakit yang diderita manusia adalah gambaran paling jelas tentang kelemahan tersebut. Oleh karenanya, ketika seseorang atau sahabatnya jatuh sakit, ia hendaknya berpikir tentang makna yang terkandung dari musibah ini. Ketika sedang berpikir, ia memahami bahwa flu yang dianggap sebagai penyakit yang biasa pun memiliki pelajaran-pelajaran yang darinya manusia dapat mengambil hikmah ataupun peringatan. Ketika terjangkiti penyakit tersebut, ia memikirkan hal-hal seperti: pertama, penyebab utama flu adalah virus yang teramat kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Akan tetapi, makhluk yang kecil ini sudah cukup untuk membuat manusia yang bobotnya 60-70 kg menjadi kehilangan kekuatan, membuatnya sedemikian lemah sehingga tak mampu berjalan ataupun berbicara sekalipun. Seringkali obat atau makanan yang ia makan tidak membantu meringankan penderitaannya. Satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah beristirahat dan menunggu. Dalam tubuhnya, berlangsung sebuah peperangan yang ia tak pernah mampu untuk campur tangan, dengan kata lain ia dibuat lumpuh tak berdaya melawan organisme yang sangat kecil. Dalam keadaan yang demikian, ia hendaknya mengingat ayat Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "(Yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,&lt;br /&gt;    dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,&lt;br /&gt;    dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,&lt;br /&gt;    dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),&lt;br /&gt;    dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (Ibrahim berdo'a): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku 
