Kamis, 20 Februari 2014



Sahabat yang tercerahkan,
Saya yakin dan mendoakan dengan gembira dan syukur, bila semua pembacanya mulai hari ini dan seterusnya ikhlas berkemauan kuat untuk menyongsong rejeki yang lancaaaaaaar baik dari sesama manusia, juga melalui hewan, tanaman, tanah, bumi, batu, air, api, angin, cuaca, dan apapun di langit dan bumi.
Ada sahabat bisa jadi ada orangnya di group ini, kita belajar “memaknai kehidupan”.
Yang satu kesannya gak punya impian, gak pernah ngomongin yang belum terjadi bahkan 1 jam setelah ini. Dia hanya fokus mensyukuri yang sekarang, mengerjakan yang di depan mata dengan professional. Semua yang berdatangan, disambutnya sekarang. Kesannya biasa saja,
Satu lagi, sahabat dengan banyak impian, buku impian, bahkan detail memaksakan seperti merancang jalan hidup dari waktu ke waktu.    Dan memang sahabat penuh impian ini seperti luarbiasa karena semua yang diimpikan detail waktunya itu pun terjadi.
Waktu berlalu, sahabat yang punya impian banyak, dan “memaksakan” alur kehidupan ternyata sudah punya mobil, rumah, dan sebagainya. Namun dalam perjalanan waktu, ternyata selalu banyak ujian dan musibah, ada saja peristiwa musibah yang membuat uangnya terkuras.   Akhirnya hutangnya banyak,  rumahpun akhirnya terjual, mobil terjual, kembali naik motor. Dan pekerjaannya yang penuh impian sudah lepas dari tangannya dan kembali bekerja dengan pekerjaan barunya sebagai marketing atau apapun yang tidak memaksakan impian.
Sementara sahabat yang satu lagi, yang hanya berpikir dan mengerjakan professional di WAKTU SEKARANG, tidak memikir waktu lalu, dan bahkan waktu mendatang. Berpikir SEKARANG dengan KEYAKINAN “semua kebutuhannya tercukupi dan berhasil maksudnya”.
Kini setelah 3 tahun, assetnya bertambah, rumah bertambah, kendaraan nambah, pekerjaannya tenang, rumah tangga bahagia seperti berlayar di samudera dengan ombak yang asyik.   
Seandainya dirimu paham, rahasia BERPIKIR SEKARANG, TIADA WAKTU LALU DAN MENDATANG. Sesungguhnya dirimu sedang berada di zone tanpa ruang, tanpa waktu, tiada batas. Itulah wilayahNYA. Tempat dimana IMAGE, GAMBARAN KEYAKINAN TERJADI di ruang duniawi.
Saya jadi teringat, ketika jalan-jalan bersama keluarga ke luar kota (Demak), dan pulang dari sana setelah subuh sekitar jam 5.30 pagi.   Kita asyik asyik saja menikmati perjalanan, melihat pemandangan, ngobrol sambil nyetir.  Betapa kagetnya lho kok sudah sampai Jakarta padahal baru jam 11.30 siang, akhirnya makan di rumah makan seberang Aneka Tambang, Tanjung barat.   Sempet nanya sama keluarga, tadi apakah lewat cirebon atau lewat mana, kok sudah sampai disini saja.  Waktu yang sangat cepat sekali, padahal sampai sekarang, saya sering ngebut untuk mengejar waktu, ternyata selalu 8 – 9 jam bahkan lebih, kok ya selalu saja ada rintangan di perjalanan.
Tentu kita semua mengalami, bahkan di semua kegiatan di project, mengerjakan tugas, pencapaian target dan sebagainya. Kuncinya jangan mikir waktu.  Jangan-jangan kisah rakyat kegagalan seseorang menyelesaikan candi karena tiba-tiba memikirkan waktu yang dibuat oleh lawannya seolah sudah masuk waktu pagi dengan tipuan ayam berkokok.  Akhirnya jadi mikirin waktu.  Dan gagallah, pencapaiannya.
Sungguh, belajar gak mikir, seolah gak ada waktu, tidak dsadari memasuki ruang tanpa waktu, dan bisa saja terjadi lompatan keajaiban seperti melipat jarak, melipat pencapaian tiba-tiba sampai di tujuan,  target kok melampaui jadinya,  uangnya kok jadi makin banyak,  omzet kok jadi melampaui impian.
Agama mengajarkan bekerjalah, berbuatlah, beribadahlah terbaik seolah hari esok  tidak ada, seolah besok ajal menjemput. 
Demi waktu, dan sang waktu adalah Tuhan, Zat Hidup itu sendiri.  Dialah yang berkuasa atas ruang dan waktu, meliputi apapun.  Sungguh penderitaan manusia muncul, ujian semakin beruntun tatkala selalu berpikir masalah waktu,  berpikir waktu-waktu yang telah berlalu.  Kegagalannya, penderitaan masa lalu, selalu mengenang masa lalu…. kenapa sih selalu jadi kalendar lama?  Seorang yang selalu menatap masa lalu, kegagalannya, penderitaannya, maka kejadiannya selalu saja begitu terus.  Selalu pengulangan kejadian.
Bahkan berpikir hasil dari apa yang dikerjakan, berpikir merekayasa masa depan.  Walaupun impian itu terjadi, karena DIA Maha Pengabul namun perjalanan hidupnya selalu saja ada ombak besar.  Ketika telah merencanakan di waktu mendatang dengan detail, dan dikabulkan.  Maka terjadilah kejadiannya, karirnya melesat, semua impian tercapai, bahkan waktunya pun sesuai.  Luarbiasa.  Setelah direnungi, kenapa semua impian sesuai jadwal waktu itu terjadi,  namun penderitaannya makin bertambah banyak.  Karirnya cemerlan, harta didapat sesuai waktu yang telah digambarkan, namun dia kena penyakit parah yang sangat fatal, parkinson, stroke, dan sebagainya.   Daftar impiannya tercapai, namun hutangnya lebih banyak dari asset harta impiannya.
Belajarlah BERPIKIRLAH SEKARANG, seolah tiada waktu, tiada masa lalu bahkan sejam lalu, tiada waktu ke depan, bahkan sejam sekalipun.  Tataplah Tuhan, sang waktu itu sendiri, tiada ruang dan waktu.  Bekerjalah terbaik, berpikirlah terbaik, berkeyakinanlah yang terbaik dengan penuh “syukur” atas semua harapannya dan gak perlu memaksakan waktu.  Biarlah Sang Waktu merangkainya dengan kekuasaanNya dan pengaturan terbaik.   Maka masa depan di ruang duniawi akan terjadi sesuai keyakinannya tersebut.  
Namanya manusia yang juga ada hawa nafsu  keinginan, dan maunya selalu menghayal berpikir ke belakang, dan juga memikirkan hasil dari pergerakkannya di masa mendatang.  Segera leburkan keinginan itu, perbanyak intropeksi minta ampun karena telah keluar dari Sang waktu.  Dan terus fokus dengan “SEKARANG”, lihatlah sekelilingmu, kerjakan sebaik-baiknya apa yang bisa dikerjakan SEKARANG dengan membawa keyakinan atas semua harapan.
Dalam suatu atraksi di Pelatihan Mahakosmos, ketika seseorang fokus akan keinginannya agar orang yang dituju itu menghampirinya.  Ternyata tidak terjadi apa-apa.  Namun tatkala, memasrahkan kepada Sang Waktu, Tuhan, dan langsung berpikir SEKARANG yang disenangi dan menggembirakan.  Orang yang dituju tiba-tiba seperti tergerak menghampiri dengan sendirinya.
Salam,
mas kris
mbejo, deso, kartolo….gak usah banyak mikir hasil,  apalagi mikirin waktu.  Asyik aja mas bro.


Be Sociable, Share!

Sahabat mahakosmos yang tercerahkan,
Salamku untuk seluruh saudara-saudaraku yang menempati badan manusia maupun yang bertugas di semesta,  untuk membimbing bimbing jiwa dan pemikirannya untuk saling membaikkan semesta ini.  Damai di bumi ini.  Berkah dan selamat.
Kisah begitu banyak orang, salah satunya peserta dari acara guyub di Bintaro 15 September 2013 adalah beliau tidak sengaja bisa diterima bekerja di Bank Indonesia, padahal disuruh-suruh orangtuanya gak pernah mau.  Jadi niatnya terpaksa sekedar mengikuti perintah orangtuanya saja, asli gak mind blass, gak kepikiran untuk kerja disana.  Lha, malah diterima.   Demikian juga gak mind blass, gakkepikiran untuk naik pangkat, lha malah sering dipromosikan.  Dan ketika mulai MAIN PIKIRAN dan EGO JIWANYA untuk dikarir puncak, justru yang terjadi adalah penderitaan, dijegal, dijatuhkan oleh orang-orang terdekatnya.
Silahkan dirimu renungkan, sesuatu yang tak disangka-sangka datang, rejeki yang berkah, adalah selalu gak kepikiran sama sekali.  Namun ketika mulai terpikirkan, seakan sulit sekali meraihnya.   Bila harus meraihnya pun DIPAKSAKAN (force), dapet tapi berdarah-darah dan ujungnya penderitaan.
Sungguh ketika pkiran sudah lepas, gak kepikiran, justru DIRIMU sendiri yang ber-POWER, lompatan quantum akan bekerja.
Semakin dirimu fokus dengan hasil output, maka yang ada adalah KEKECEWAAN karena hasilnya seringkali tidak sesuai, bahkan gagal sama sekali.
Dalam bahasa saya,  ketika dirimu fokus dengan hasil, maka sepanjang hari yang ada hanya khayalan tanpa pergerakan.
Lupakan hasilnya, gak perlu memaksakan takdir harus dapet a, b, c, d, e, f, bla..bla..blaa.
Fokus kepada IMAGE+VIBRASI+ATTENTION “memperbesar wadah”.  Ingat rejeki datang sendiri, ini sudah mekanisme semesta.  Dia datang sendiri menempati wadahnya.  Kalau wadahmu kecil, ya alirannya kecil.  Percuma bergerak siang malam, kaki di kepala, dan kebalikannya, ya datangnya sesuai wadah.
Perbesar wadahmu,  fokus impian dengan memperbesar wadah.
Misalnya, seorang marketing yang berharap uang banyak, bisa beli mobil, rumah,  lupakan impian itu.
Ganti impianmu dengan FOKUS MEMPERBESAR WADAH, yaitu buat gambaran BAHWA DIRIMU SUDAH PUNYA BANYAK PELANGGAN.
Gambarkan melampaui sekarang, dirimu sudah punya banyak pelanggan.
Karena demikian, gambarkan dirimu semakin sibuk,  datang ke kantor jauh lebih pagi, merencanakan untuk “maintain” pelanggan dengan byphone, atau email dan sebagainya.  Perbanyak kontak dan  pertemuan dengan calon pelanggan yang dulu bisa jadi cuma 3 orang, kini tambah 20 orang minimum.  Lha, kamu kan sudah BANYAK PELANGGAN.  Pulang pun jadi semakin malam, untuk memperbanyak hubungan. Gambarkan detail aktivitas harian.
Bahkan gambarkan juga karena DIIRMU SUDAH KAYA, BANYAK PELANGGAN, maka banyak menanggung orang, dan memberi santunan setiap periode.
Kunci gambaranmu dengan keyword,  entah dengan cara spiritual adalah wirid atau apapun.
Lakukan semua aktivitas gambaran tadi mulai SEKARANG berikut memberi santunan tadi…kamu kan sudah banyak pelangggan, dan tetap fokus dengan IMAGE tersebut selama berhari-hari, sebaiknya 30-40 hari.  Hingga membentuk kepribadian, sosok kloningan dirimu.
Sosok kepribadian itulah yang menjadikan KEBIASAAN  pergerakan serta getaran VIBRASI memancar dari sosok tadi, law of attraction.
Sosok kepribadian ini, di mata mereka yang “tajam”, atau anak indigo adalah melihat penampakan.  Namun dalam psikologi ala mahakosmos ini adaah pembentukan kepribadian ganda yang terjadi karena fokus pemikiran, image terus menerus selama sebulan.  Makanya nenek moyang kita mengajarkan ‘TIRAKATAN” atas gambaran tadi, selama 40 hari.
Bayangkan, kalau pemikiran dan gambaran negatif, lalu dipraktekkan dijaankan semua gambaran tadi selama sebulan, maka dirimu seperti membelah ganda kepribadian, ada sosok yang “menyeramkan” sesuai perilaku negatif tadi.
Namun bila pemikiran dan gambaran positif lalu dipraktekkan hingga sebuan lebih, maka dirimu membelah ganda kepribadian menjadi sosok yang alim, sholeh, bersurban, baik sekali.
Dan sosok tadi seperti memecah banyak, dan seperti hukum LOA, menarik mempengaruhi sekitarnya dan siapapun yang dituju.
Itulah kenapa semua agama selalu mengajarkan kebaikan, dalam bahasa sekarang MARI BERPIKIR, BER-IMAGE, DAN PERILAKU POSITIF terus menerus hingga membentuk kepribadian sosok yang dalam bahasa supranatural namanya KHODAM.  Seyeeem banget namanya.  Cuma nama saja.
Bentuklah pemikiranmu yang baik, hingga kepribadian seperti malaikat.
Pribadi sukses, welas asih, terus bertumbuh, membaikkan, memberi rejeki, menolong, dan sebagainya jutaan kepribadian baik.
Maka demikianlah kehidupanmu seperti itu adanya.
Sahabat yang tercerahkan,
Dari cerita keajaiban sehari-hari, rejeki datang sendiri gak kepikiran, gak diinginkan.   Kenapa tidak dijadikan KEBIASAAN.  Sehingga dirimu selalu terperangah, wow…wow..wow dengan misteri kehidupan yang menakjubkan.
Biarkan lompatan quantum itu terjadi, tatkala gak kepikiran dengan hasilnya sama sekali.      Tidak memikirkan sama sekali apapun hasinya, situasinya, menerima adanya, inilah yang dinamakan ikhlas.  Gak perlu diucapkan sambil curhat sama temennya pake nangis segala.  “saya sudah ikhlas…..suamiku gak kasih nafkah materi…..saya ikhlas….ikhlas…..(huaaaaaaaa……..)”
Sekali lagi belajarlah TIDAK MEMIKIRKAN HASILNYA, LUPAKAN, LUPAKAN, DENGAN CARA FOKUS KEPADA SENANG DENGAN PERGERAKAN.
Sahabat, penyebab semua gangguan medis jasmani maupun sakit pemikiran adalah karena kebiasaan BERHARAP, BANYAK KEINGINAN.
Contoh:
Seorang tenaga ahli membantu owner perusahaan untuk membangun perusahaannya.  Biasalah, owner dengan jurus mautnya memberikan HARAPAN setinggi-tingginya, kelak akan dapat a, b, c, d, bla..bla..bla.  angin surga.
Maka bekerjalah si tenaga ahli i ni, dan ternyata harapan-harapan yang SUDAH TERPROGRAM DI bawah sadar, hingga sel -sel tubuh, dan jiwanya itu tidak sesuai.
Apa yang terjadi?  Mulai terganggu kinerja selnya, kejiwaannya, pemikirannya.
Silahkan dicoba saja, dirimu janjian sama temanmu nanti malam, ketemu di tempat A, jam sekian.   Ternyata temenmu telat sejam.  Kamu sih, cuma cengengesan kelaparan karena jamnya makan.  Sambil bilang,  ikhas..ikhas..ikhlas.
Coba amati badanmu,  pasti rasanya gak enak, dan akhirnya jadi puyeng, malamnya kurang nyaman tidur.
Kenapa? Karena sudah memprogram jam sekian ketemu dan terekam kuat di sekujur badan ini.  Dan ternyata meleset,  maka tubuhpun protes.  Inilah awal gangguan kesehatan dan semakin menumpuk seiring harapan dan keinginan tidak tercapai.
BERAPA BANYAK HARAPANMU SETIAP HARI dengan PASANGAN, ANAK, RUMAH TANGGA, KANTOR, TEMAN, DAN APAPUN.
Inilah penyebab utama semua penyakit kronis, hingga akhirnya stroke ringan hingga berat.
Sungguh luarbiasa, amalan agama yang memerintahkan untuk selalu intropeksi, bahkan dinyatakan do’a terbaik adalah minta ampun.
Ya minta ampunlah atas kebiasaan selalu banyak keinginan akan hasilnya,  selalu banyak harapan atau pamrih atas kehidupan ini.  Gambarkan semua satu persatu yang telah direkam setiap hari sejak masih anak-anak.  Alamak, milyaran rupanya, ini yang bikin penyakit dan gangguan kesehatan.
Dan bahkan menjadi biang keladi terhadap pencapaian.
Tafakurlah, meditasilah mengosongkan semua nafsu keinginan akan hasil, pamrih, harapan atas apapun selama ini.  Lakukan setiap selesai ibadah, tambah lagi saat malam hari. Kosongkan dirimu.
Belajarlah bekerja dimanapun, beraktivtas, berinteraksi dengan sebaiknya. Fokus kepada prosesnya saja.  Apapun hasilnya, janjinya, ataupun harapan atas aktivitas, interaksi tadi, lupakan, abaikan, masa bodoh, gak mind blasss.  Itu urusan Tuhan.
Hidup adalah keinginan Tuhan Sang Maha Welas Asih yang hidup menghidupi badanmu sendiri dan apapun disekitarmu.
Biarkan skenario itu berjalan adanya, kekuatan maha daya mengatur samudera kehidupan.  DIA lebih tahu yang terbaik buat kita semua.    Hukum harmonisasi, keseimbanganNya.
Lakukan mulai sekarang, praktekkan.   Dan dirimu akan menemui hal-hal menakjubkan diluar  jangkauan pemikiran bahkan daya mind and soul.    Bahkan yang sakit pun membaik dengan sendirinya.  Semua sehat dengan sendirinya.
Karena demikianlah asal kita, dari surga, skenario surga, melimpah, sehat, berkah, selamat, seperti itu adanya.  Biarkan itu kembali menemui diri kita semua.
Salamku,
mas kris
Rumah Motivasi-Konseling-Terapi
085715244100
Buka setiap Rabu-Kamis di Jakarta
Be Sociable, Share!

Kamis, 06 Desember 2012

MURSYID TQN PP SURYALAYA MASIH TETAP SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN RA. Jumat, 30 November 20120 komentar


MURSYID TQN PP SURYALAYA MASIH TETAP SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN RA.
Jumat, 30 November 20120 komentar

Banyak pertanyaan mengenai mursyid penerus TQN PP.Suryalaya. Bahkan beberapa pihak ada yang sudah tidak sabar untuk memberikan suatu pendapat dari dalil-dalil yang kurang dapat dipertanggungjawabkan mengenai hal ini.
Mengenai fenomena yang belaku saat ini Pondok Pesantren Suryalaya sebagai wadah dari TQN Suryalaya sudah menjawabnya dengan surat edaran Nomor: 045.PPS.VII.2012.
TQN PP.Suryalaya sudah memiliki sistem manajemen yang berlangsung dengan baik saat ini. Sistem manajemen tarekat yang tentunya memiliki beberapa karekteristik dan perbedaan satu sama lain di dunia ini. Di dunia Tarekat seorang Mursyid memiliki otoritas sendiri dalam mengubah/menambah sistem atau amaliyah yang akan diberlakukan di tarekat yang dipimpinnya.
Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ra. (Pangersa Abah Anom) selaku mursyid TQN PP.Suryalaya sudah mengangkat lebih dari 60 orang para wakil talqin, mendirikan Yayasan Serba Bakti PP.Suryalaya dan sudah pula mengangkat pengemban amanah dalam kelangsungan syiar dan bimbingan TQN PP.Suryalaya. Lembaga-lembaga pendidikan pun sudah dibentuk sampai tingkat Sekolah Tinggi/Universitas.
Tugas ikhwan wal akhwat TQN PP.Suryalaya saat ini adalah meningkatkan amaliyah serta menjalankan amanah yang sudah diberikan Pangersa Abah khususnya pula TANBIH TQN PP.Suryalaya. Tetaplah menjaga persatuan dan berpatokan kepada info dari PP.Suryalaya pusat sebagai wadah dari TQN PP.Suryalaya.

Berikut kami sampaikan surat edaran Nomor: 045.PPS.VII.2012 :

-TENTANG
HIMBAUAN DAN AJAKAN-

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dalam suasana bulan suci Ramadhan 1433 H dan menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1433 H, kami Pengemban Amanah Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya dan segenap Keluarga Syaikh KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin ra. mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa semoga kita semua senantiasa dalam ampunan Allah swt. Serta menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1433 H Pengemban Amanah Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya dan segenap Keluarga Syaikh KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin ra. mengucapkan “Minal ‘Aidin Walfaizin” mohon maaf lahir dan batin.

Menyikapi situasi yang berkembang dikalangan ikhwan/akhwat TQN Pondok Pesantren Suryalaya yang berkaitan dengan fenomena/issue tentang Mursyid sepeninggal Pangersa Abah Anom maka dengan ini kami permaklumkan dengan hormat kepada seluruh Wakil Talqin TQN Pondok Pesantren Suryalaya, Pengurus Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya (Korwil, Perwakilan dan Pembantu Perwakilan) dan seluruh Ikhwan/Akhwat TQN Pondok Pesantren Suryalaya, bahwa :

1. Pengemban Amanah Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya dan Keluarga Besar Pondok Pesantren Suryalaya secara tegas tidak mengakui pengakuan seseorang sebagai MURSYID Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya sepeninggal Pangersa Abah Anom karena sepanjang yang kami ketahui dari telaah dokumen ( Amanat, Maklumat Pangersa Abah Anom selaku Mursyid Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya ) sampai saat ini tidak ditemukan adanya bukti-bukti otentik adanya pelimpahan kemursyidan dari beliau kepada siapapun dan tidak ada penambahan Wakil Talqin baru sepeninggal beliau.

2. Selanjutnya apabila ada pengakuan sepihak dari seseorang yang mengaku sebagai Mursyid Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya sepeninggal Pangersa Abah Anom selaku Mursyid Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya maka kami Pengemban Amanah Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya dan Keluarga Besar Pondok Pesantren Suryalaya tidak turut campur pada urusan tersebut dan segala akibat yang timbul karenanya menjadi tanggungjawab yang bersangkutan. Sepeninggal Pangersa Abah Anom Selaku Mursyid Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya amaliah Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya yang selama ini kita amalkan, masih tetap berkembang di masyarakat tetap berjalan dan tidak terdapat perubahan artinya masih tetap sejalan dengan TANBIH wasiat Pangersa Guru Almarhum Syaikh H. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra., Uqudul Jumaan, Mifathus Sudur, serta Maklumat dan Amanat Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya Syaikh H. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra.
Ikhwan/akhwat Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya masih terus berkembang terbukti dengan masih banyaknya para tamu yang datang ke Pondok Pesantren Suryalaya meminta Talqin dzikir dan mengamalkan amaliah Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya, terutama dalam waktu Pengajian Manaqiban tiap tanggal 11 Hijriyah.

3.Bagi daerah–daerah yang Wakil Talqinnya atau Pembina di daerahnya telah meninggal dunia, Pembinaan kepada Ikhwan/akhwat masih tetap berjalan oleh Para Pembina, Pengurus Yayasan, Sesepuh Manaqib dan Khataman, Mubaligh/Mubalighah dari daerah lain yang terjangkau. Oleh karena itu para ikhwan/akhwat Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya hendaklah senantiasa tetap tenang, istiqomah melaksanakan amaliah Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya baik harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan. Apabila terjadi penyimpangan sepeninggal Pangersa Abah Anom maka Abah tidak bertanggung jawab. sebagaimana ditegaskan dalam Maklumat Pangersa Abah Nomor : 03.PPS.V.2002 butir 5 yang berbunyi “ Agar tetap menjaga diri tidak berbuat yang bertentangan dengan petunjuk, pedoman, bimbingan dan pengajaran yang telah ditetapkan dalam amalan TQN Pondok Pesantren Suryalaya, baik dilakukan secara sendiri-sendiri maupun secara organisasi, bagi mereka yang melakukan penyimpangan atau perekayasaan terhadapnya maka Abah tidak ikut bertanggungjawab dan segala akibat yang ditimbulkan karenanya menjadi tanggungjawab orang yang bersangkutan”

4. Demikian himbauan ini kami sampaikan, semoga dapat diindahkan sebagaimana mestinya.

Selanjutnya kita berdo’a semoga kita senantiasa dapat melaksanakan amaliah Tareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya secara istiqomah, semoga kita diakui menjadi muridnya dan mendapat limpahan barokah dari Almukarom Pangersa Abah Anom serta Almukarom Pangersa Abah Sepuh serta karomah dari Tuan Syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani qs. serta Syafa’at dari junjungan kita Nabiyullah Muhammad Saw.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Suryalaya, 14 Ramadhan 1433 H
3 Agustus 2012 M

Pengemban Amanah
Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya
K.H. Zaenal Abidin Anwar.

MAKLUMAT: Mengenai Futuh Robbani/Miftahul Ghaib Minggu, 06 Mei 20120 komentar MAKLUMAT NO.123.PPS.VI.1996


MAKLUMAT: Mengenai Futuh Robbani/Miftahul Ghaib
Minggu, 06 Mei 20120 komentar

MAKLUMAT NO.123.PPS.VI.1996


Bismilllahiraahmanirrohiim



Salah satu untuk mencapai ridho Allah, adalah dengan amaliyah Thorekat Qodiriyah Naqsabandiyah.

Dalam Pengamalan TQN, disamping diperlukan ketelitian, juga kesungguhan, sehingga dalam menyerap dan melaksanakan amaliyahnya sesuai dengan aturan dan tuntunan yang berlaku (dalam Kitabullah, Sunnah Rasul,Ijma Ulama dan Qiyas).



Bagi para pengamal TQN terkadang ada di antara mereka yang memperoleh Futuh Robbani/Miftahul Ghaib, hal ini sebagaimana Firman Alloh dalam Al-Quran Surat: Al-Jin Ayat 26-27 :



"(Dia adalah Tuhan) mengetahui yang Ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan seorang pun tentang yang Ghaib itu, kecuali kepada Rasul yang di ridhoi-Nya".



Dalam adab TQN, apabila murid/pengamal TQN, mendapatkan Miftahul Ghaib ini, harus hati2 dan tidak diperbolehkan untuk membuka rahasia kegaibannya kepada orang lain.

Sabda Nabi dalam hadistnya :

Dari 'Aisyah r.a. sesunggguhnya ia mendengar Rasululloh bersabda :

Sesungguhnya Malaikat turun ke langit mengingatkan beberapa hal, maka syetan mendengarkannya, dengan bermacam-macam pendengaran dan disampaikan kepada Kahin. Kemudian berdustalah mereka dengan seratus pendustaan/kebohongan dari dirinya sendiri.

Dalam hal Miftahul Ghaib, Sulton Aulia berkata :

Apabila menceritakan Karomah/Miftahul Ghaib, itu merupakan haidnya laki-laki.



Pendapat Ulama Tasawwuf :

Bahwa Miftahul Ghaib ialah :

(Membawa atau condong kepada kebaikan)

(Menjinakkan yang liar).

Karena menceritakan Miftahul Ghaib, merupakan sikap yang tidak baik/dilarang, Juga merupakan godaan bagi diri kita.

Maka kepada seluruh ikhwan TQN PP.Suryalaya (Wakil Talqin, Mubaligh, dan ikhwan yang sedang belajar mengamalkan TQN).

ABAH MENGHARAP, HENDAKNYA HARUS MENJAGA DIRI DAN BERHATI-HATI AGAR KITA SENANTIASA TETAP TETAP DALAM LINDUNGAN DAN RIDHO ALLAH SWT.



Suryalaya, 24 Juni 1996

Sesepuh PP Suryalaya,





KH.A.SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN

Siapakah Mursyid TQN Suryalaya, Sekarang?

Assalammu'alaikum wr wb Meninggalnya guru Agung Ikhwan TQN Suryalaya, menyisakan berbagai pertanyaan siapakah Pengganti Beliau..ijinkan Penulis menyampaikan pendapat semoga Alloh SWT memberikan kebaikan;

1. Kemursyidan TQN Suryalaya jangan kita pikirkan sebagai suatu perpecahan, serahkanlah sesuatu pada ahlinya, Kita yakin Di Suryalaya banyak pakar bahkan para wakil talqin yang memahami masalah ini

2. Pengakuan pihak2 lain tentang kemursyidan adalah tanggung jawab masing2 pihak, dan tentunya harus bernilai Ibadah
3. Tetap bersatu menghadapi perubahan2 ini..karena kemursyidan adalah ibarat hal yang tidak perlu diperebutkan..karena menjadi seorang mursid ga gampang dan harus siap ga enak

4. Para ikhwan marilah tetap mengikuti keputusan dari Pusat Ponpes Suryalaya, dengan tetap mengamalkan ajaran Nabi dan Alqur'an sebagaimana amalan dzikir yang diajarkan guru "Abah Anom " di uqudul Jum'an

5. Pihak2 yang mengakui menjadi mursyid sebenarnya harus memakai merek lain, jangan sangkut pautkan dengan Suryalaya karena hal tersebut lumrah dalam perguruan tarekat...jangan malah kita saling mengklaim.Apapun kita adalah produk guru ibadah kita Syekh Ahmad shohibul wafa Tajul Arifin

6. Kebenaran tidak bisa dibohongi tetaplah melangkah dan bersatu selama kita merasa jadi murid TQN SURYALAYA (kalau TQN nama lain tapi memisah, saya yakin itu diluar Suryalaya), tetap pesan Tanbih dijunjung tinggi dan saling menghormati Jadi tetaplah kita amalkan UQUDUL Jum'an..dan amalan syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin tetap diamalkan sesuai petunjuk dan jangan ditambahi..Tetap hormat pada sesepuh, Keluarga Abah, Para wakil Talqin , dan sesama ikhwan terutama sesama muslim dan Negara Kita..

Siapa Mursyid TQN sekarang?

Sebagai murid ikuti ajaran guru..tetap percayakan pada ahlinya dan kita yakin Di Pesantren Suryalaya lebih Paham..Jadi Jangan ikut Bingung..Tetaplah Ibadah dan Membangun Negara jangan tercerai Berai...

Wassallam

Senin, 24 Oktober 2011

Menghadirkan Alloh dalam Hati



Menghadirkan Alloh dalam Hati

Sumber:http://wwwahamid.blogspot.com/2011/09/menghadirkan-alloh-dalam-hati.html

============================
Langit tak dapat menampung-Ku,
bumipun tidak dapat memuat-Ku,
begitupula ruang di antara keduanya.
Hanya hati orang berimanlah
yang dapat meliputi-Ku.
(Hadis Qudsi)


Imam al-Ghazali, dalam Ihya' Ulumiddin, menuturkan bahwa suatu hari Imam 'Ali Zain al-'Abidin berwudu hendak salat. Tubuhnya bergetar. Orang-orang bertanya, “Apa yang menimpa Anda?" Imam menjawab, "Engkau tidak tahu di hadapan siapa sebentar lagi aku akan berdiri." Hatinya dipenuhi rasa takut yang luar biasa karena ia akan mene-mui Allah Swt. di dalam salatnya. Wajahnya menjadi pucat pasi dan hatinya berguncang keras.

Dalam kitab Futuhat Makkiyyah, karya Ibn 'Arabi, juga diceritakan pelbagai kisah tentang orang yang khusyuk. Salah satunya adalah kisah tentang seorang pemuda belia yang mempelajari tasawuf pada gurunya.




“Pada suatu pagi, pemuda itu menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi la berkata, "Semalam aku khatamkan Alquran dalam salat malamku." Gurunya berkomentar, "Bagus. Kalau begitu, aku sarankan nanti malam bacalah Alquran dan hadirkan seakan-akan aku berada di hadapanmu dan mendengarkan bacaanmu." Esok harinya, pemuda itu mengeluh, "Ya Ustad, tadi malam aku tidak sanggup menyelesaikan Alquran lebih dari setengahnya." Gurunya menjawab, "Kalau begi¬tu, nanti malam bacalah Alquran dan hadirkan di hadapan¬mu para sahabat Nabi yang mendengarkan Alquran itu langsung dari Rasulullah saw." Keesokan harinya, pemuda itu berkata, "Ya Ustad, semalam aku tak sanggup menye¬lesaikan lebih dari sepertiga Alquran."

"Nanti malam," kata gurunya, "bacalah Alquran dengan menghadirkan Rasu¬lullah saw. di hadapanmu, yang kepadanya Alquran itu diturunkan." Esok paginya pemuda itu bercerita, "Tadi malam aku hanya bisa menyelesaikan satu juz saja. Itu pun dengan susah payah." Sang guru kembali berkata, "Nanti malam, bacalah Alquran itu dengan menghadirkan Jibril a.s., yang diutus Tuhan untuk menyampaikan Al¬quran kepada Rasulullah saw."

Esoknya pemuda itu ber¬cerita bahwa ia tidak sanggup menyelesaikan satu juz pun dari Alquran. Gurunya lalu berkata, "Nanti kalau membaca Alquran, hadirkan Allah Swt. di hadapanmu. Karena se-betulnya yang mendengar bacaan Alquran itu adalah Allah Swt. Dialah yang menurunkan bacaan kepadamu."

Esok harinya, pemuda itu jatuh sakit. Ketika gurunya bertanya, "Apa yang terjadi?" Anak muda itu menjawab, "Aku tidak bisa menyelesaikan bahkan al-Fatihah sekalipun. Ketika hendak kuucapkan iyydka na'budu, wa iyydka nasta'in, lidahku kelu. Bibirku tak sanggup melafalkannya, karena aku tahu hatiku tengah berdusta. Dalam mulut, kuucap¬kan, Tuhan, kepada-Mu aku beribadah,' tapi dalam hatiku aku tahu aku sering memperhatikan selain Dia. Ucapan itu tidak mau keluar dari lidahku. Sampai terbit fajar, aku tak bisa menyelesaikan iyydka na'budu wa iyydka nasta¬'in" Tiga hari kemudian, anak muda itu meninggal dunia.

Sebetulnya yang diceritakan oleh guru tadi kepada muridnya adalah cara memperoleh hati yang khusyuk. Hati yang khusyuk adalah hati yang sanggup menghadirkan Allah SWT dihadapan kita. Hal itu membutuhkan olah rohani (ryadhoh) terlebih dahulu. Maka , dapat dipahami mengapa didalam tarekat, seseorang harus menghadirkan guru didalam doa-doa kita.
Hal itu sebenarnya sebuah latihan dan jalan karena sangatlah sulit bagi kita untuk menghadirkan Allah SWT.

Komentar NON-MUSLIM TENTANG NABI SAW


Komentar NON-MUSLIM TENTANG NABI MUHAMMAD S.A.W.
APA KATA NON-MUSLIM TENTANG NABI MUHAMMAD S.A.W.

=================================

Sumber: http://wwwahamid.blogspot.com/2011/03/komentar-non-muslim-tentang-nabi.html

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi…
(QS 33 al-Ahzab:40)

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi…
(QS 33 al-Ahzab:40)

Ya Allah, curahkan
Ya Allah, curahkan shalawat atas junjungan kami Muhammad dan keluaganya.

Berikut ini adalah kumpulan cuplikan pendek dari berbagai tokoh terkemuka non-Muslim dari kalangan sarjana, penulis, filosof, penyair, politisi, dan aktifis di dunia Timur dan Barat. Perlu diketahui bahwa, tak seorang pun di antara mereka yang kemudian menjadi Muslim. Karena itu, kalimat-kalimat yang dicuplik di bawah ini merefleksikan pandangan pribadi mereka atas berbagai aspek kehidupan Nabi Muhammad s.a.w.

Michael H. Hart (1932- )William Montgomery Watt (1909-
Profesor astronomi, fisika dan sejarah sains
“Pilihan saya menempatkan Muhammad di urutan teratas dalam daftar orang-orang yang paling berpengaruh di dunia boleh jadi mengejutkan para pembaca dan dipertanyakan oleh banyak orang, tetapi dia (Muhammad) adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang sangat berhasil dalam dua tataran sekaligus, agama (ukhrawi) dan sekular (duniawi).”
[The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History, New York, 1978, h. 33])

Profesor (Emeritus) Studi Bahasa Arab dan IslaProfesorm di University of Edinburgh
“Kerelaannya dalam mengalami penganiayaan demi keyakinannya, ketinggian akhlak orang-orang yang mempercayainya dan menghormatinya sebagai pemimpin, dan kegemilangan prestasi puncaknya —semua itu membuktikan ketulusan hatinya yang sempurna. Tetapi kenyataannya, tak seorang tokoh besar pun dalam sejarah yang sangat kurang dihargai di dunia Barat seperti Muhammad. Menganggap Muhammad sebagai seorang penipu akan menimbulkan lebih banyak masalah ketimbang memecahkannya.”
[Mohammad At Mecca, Oxford, 1953, h. 52]

Alphonse de Lamartine (1790-1869)
Penyair dan negarawan Prancis
“Filosof, orator, utusan Tuhan, pembuat undang-undang, pejuang, penakluk pikiran, pembaru dogma-dogma rasional dan penyembahan kepada Tuhan yang tak terperikan; pendiri dua puluh kerajaan bumi dan satu kerajaan langit, dialah Muhammad. Berkaitan dengan semua norma yang menjadi tolak ukur kemuliaan manusia, kita boleh bertanya, adakah manusia yang lebih besar daripada dia?”
[Histoire De La Turquie, Paris, 1854, vol. II, h. 276-277]

Reverend Bosworth Smith (1794-1884)
Mantan pengawas Trinity College, Oxford
“… Dia Caesar sekaligus Paus; tetapi dia adalah Paus tanpa pangkat Paus dan Caesar tanpa pasukan Caesar. Tanpa tentara tetap, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pendapatan tetap, jika pernah ada manusia yang memiliki hak untuk mengatakan bahwa dia diperintah oleh Tuhan Yang Maha Benar, dialah Muhammad; karena dia memiliki semua kekuasaan tanpa peralatan dan pendukung untuk itu.”
[Mohammed and Mohammedanism, London, 1874, p. 235]

Mohandas Karamchand Gandhi (1869-1948)
Pemikir, negarawan, dan pemimpin nasionalis India
“…. Saya semakin yakin bahwa bukanlah pedang yang menaklukkan sebuah daerah bagi Islam untuk hidup pada zaman itu. Kesederhanaan yang teguh, nabi yang sama sekali tidak menonjolkan-diri, kesetiaannya yang luar biasa kepada janjinya, kasih sayangnya yang amat besar kepada para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, kepercayaannya yang mutlak kepada Tuhan dan kepada misinya; inilah, dan bukan pedang, yang mengantarkan segala sesuatu di hadapan mereka dan mengatasi setiap masalah.”
[Young India (majalah), 1928, Volume X]

Edward Gibbon (1737-1794)
Dianggap sejarawan Inggris terbesar di zamannya
“Kesuksesan kehidupan Muhammad yang luar biasa disebabkan semata-mata oleh kekuatan akhlak tanpa pukulan pedang.”
[History Of The Saracen Empire, London, 1870]

John William Draper (1811-1882)
Ilmuwan, filosof, dan sejarawan Amerika
“Empat tahun setelah runtuhnya kekaisaran Roma Timur (Kaisar Justin), pada 569 Masehi, di kota Makkah, di jazirah Arab, lahirlah manusia yang di antara seluruh manusia telah memberikan pengaruh amat besar bagi umat manusia… Muhammad.”
[A History of the Intellectual Development of Europe, London, 1875, vol.1, h. 329-330]

David George Hogarth (1862-1927)
Ahli arkeologi Inggris, penulis, dan pengurus Museum Ashmolean, Oxford
“Tindak-tanduk kesehariannya, yang serius ataupun yang sepele, menjadi hukum yang ditaati dan ditiru secara sadar oleh jutaan orang masa kini. Tak seorang pun diperhatikan oleh golongan umat manusia mana pun seperti Manusia Sempurna ini yang diteladani secara saksama. Tingkah laku pendiri agama Kristen tidak begitu mempengaruhi kehidupan para pengikut-Nya. Selain itu, tak ada Pendiri suatu agama yang dikucilkan tetapi memperoleh kedudukan mulia seperti Rasul Islam.
[Arabia, Oxford, 1922, h. 52]

Washington Irving (1783-1859)
Terkenal sebagai “sastrawan Amerika pertama”
“Dia makan secara sederhana dan bebas dari minuman keras, serta sangat gemar berpuasa. Dia tidak menuruti nafsu bermewah-mewah dalam berpakaian, tidak pula ia menuruti pikiran yang sempit; kesederhaannya dalam berpakaian dilatarbelakangi oleh sikapnya yang tidak mempedulikan perbedaan dalam hal-hal yang sepele…. Dalam urusan pribadinya dia bersikap adil. Dia memperlakukan kawan dan orang asing, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah, dengan cara yang adil. Dia dicintai oleh rakyat jelata karena dia menerima mereka dengan kebaikan hati dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka…. Keberhasilan militernya bukanlah kemenangan yang sia-sia dan sekali-kali tidak membuatnya merasa bangga, karena tujuan semuanya itu bukan untuk kepentingan pribadinya. Ketika dia memiliki kekuasaan yang amat besar, ia tetap sederhana dalam sikap dan penampilannya, sama seperti ketika dia dalam keadaan sengsara. Sangat berbeda dengan seorang raja, dia tidak suka jika, ketika memasuki ruangan, orang menunjukkan penghormatan yang berlebihan kepadanya.”
[Life of Mahomet, London, 1889, h. 192-3, 199]

Annie Besant (1847-1933)
Teosof Inggris dan pemimpin nasionalis India, Presiden Kongres Nasional India pada 1917
“Siapa pun yang mempelajari kehidupan dan sifat Nabi besar dari jazirah Arabia ini, siapa pun yang mengetahui bagaimana ia mengajar dan bagaimana ia hidup, pasti memberikan rasa hormat kepada Nabi agung itu, salah seorang utusan Tuhan yang luar biasa. Dan meskipun dalam uraian saya kepada Anda akan tersebut banyak hal yang barangkali sudah biasa bagi kebanyakan orang, akan tetapi setiap kali saya membaca-ulang tentang dia, saya sendiri merasakan lagi kekaguman yang baru, menimbulkan lagi rasa hormat yang baru kepada guru bangsa Arab yang agung itu.”
[The Life and Teachings of Muhammad, Madras, 1932, h. 4]

Edward Gibbon (1737-1794)
Dianggap sejarawan besar Inggris di zamannya
“Memorinya (yakni, Muhammad) sangat besar dan kuat, sikapnya sederhana dan ramah, imajinasinya agung, keputusannya jelas, cepat, dan tegas. Dia memiliki keberanian berpikir maupun bertindak.”
[History of the Decline and Fall of the Roman Empire, London, 1838, vol.5, h.335]
==================================================
sumber :http://www.haddad-alwi.com/2008/04/14/apa-kata-non-muslim-tentang-muhammad-saw/