Jumat, 03 April 2009

KEHANCURAN EKONOMI ULAH KITA


Friday, 03 April 2009 08:53

Pemimpin dunia berusaha mengatasi problem yang dihadapi oleh ekonomi ribawi. Padahal ekonomi ribawi dijamin kehancurannya Allah



Oleh: Muhaimin Iqbal *


Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). QS 42:30

Hari ini para pemimpin dunia yang tergabung dalam G-20 dijadwalkan bertemu di London untuk mencari solusi atas krisis finansial global yang sudah berlangsung sejak tahun lalu.

Beda dengan pertemuan-pertemuan petinggi negara yang biasanya dihiasi banyak senyum dan tawa; pertemuan kali ini nampaknya akan cukup tegang karena sedari awal sudah ada dua kubu yang bertentangan.

Kubu Amerika, Inggris dan negara-negara pendukungnya memandang stimulus ekonomi-lah solusi dari krisis ini. Sementara Perancis dan Jerman berpendapat bahwa pengetatan regulasi finansial harus menjadi prioritas yang utama.

Diluar forum para pemimpin dunia tersebut bertemu, sejak kemarin demonstrasi hebat terjadi di London. Lebih dari 4000 demonstran yang sudah mulai mengarah pada anarki ini mengusung tema anti kapitalisme, karena menurut mereka kapitalisme inilah yang telah menimbulkan kesengsaraan yang mereka kini derita.

Di kala dunia lagi sibuk mengatasi krisis ini, kita di Indonesia lagi berpesta pora menghabiskan dana yang nggak kehitung jumlahnya. Setelah pesta ‘demokrasi’ ini selesai minggu depan, jumlah yang kecewa akan berpuluh kali lipat dari yang bergembira.

Mengapa ?, karena setiap kursi yang diperebutkan mereka harus bersaing dengan puluhan bahkan ratusan kandidat lainnya. Padahal masing-masing kandidat telah menguras harta kekayaannya untuk kursi yang mereka perebutkan tersebut. Maka tepatlah langkah antisipatif yang dilakukan oleh rumah sakit- rumah sakit jiwa (RSJ) di berbagai daerah yang berbenah dan bersiap kebanjiran tamu dari para mantan calon anggota legislative ini.

Dua masalah yang berbeda ini saya gabung dalam satu tulisan karena diantara keduanya ada benang merah persamaannya. Yaitu mereka menciptakan musibah bagi diri (atau bangsa) mereka sendiri seperti ayat yang saya kutip di awal tulisan ini.

Para pemimpin dunia berusaha mengatasi problem yang dihadapi oleh ekonomi kapitalisme ribawi – padahal ekonomi yang ribawi ini sudah dijanjikan kehancurannya oleh Allah Ta’ala pencipta kita semua. (QS 2 : 276 & 279)

Para caleg yang sangat ingin (tetap) menjadi anggota legislative dengan mengeluarkan seluruh sumber daya yang dimilikinya, mudah-mudahan mereka sadar tentang apa tugas mereka setelah benar-benar terpilih.

Tugas utama anggota legislative adalah membuat undang-undang atau membuat hukum; padahal muslim yang membaca Al-Quran dan mengerti maknanya tentu tahu bahwa kalau kita berhukum kepada hukum selain hukum Allah – maka menurut Al-Quran kita dihukumi sebagai kafir (QS 5 :44) , dhalim (QS 5:45) dan fasik (QS 5:47). Kalau yang berhukum (yang menggunakan) saja dihukumi seperti ini, lantas apa hukumnya bagi orang yang membuat hukum diluar hukum Allah tersebut ?, lantas apa pula hukumnya bagi orang yang membantu (memilih) mereka untuk menjadi pembuat hukum selain hukum Allah ?. Biarlah pertanyaan ini jadi renungan kita masing-masing menjelang hari pemilihan minggu depan.

Nasihat kecil saya barangkali berguna bagi sebagian besar calon (karena sebagian besarnya tentu tidak akan kepilih); bersyukurlah Anda bila nanti tidak kepilih. Bisa jadi Allah Ta’ala sedang sayang kepada Anda sehingga Anda diselamatkan olehNya, bisa jadi pula kalau Anda kepilih malah membuat musibah untuk diri dan bangsa Anda sendiri. Buatlah kecewa RSJ-RSJ yang telah siap menerima Anda, karena Anda tidak kunjung datang, karena Anda bukannya stress malah bersyukur dan berbahagia dengan tidak menjadi anggota legislative. Berterima kasih pulalah Anda pada saudara-saudara Anda yang tidak memilih Anda, karena dengan demikian mereka telah ikut berpartisipasi menyelamatkan Anda dengan ijin Allah. Wallahu A’lam. [www.hidayatullah.com]

Penulis Direktur Gerai Dinar. Tulisan ini adalah hasil kerjasama www.geraidinar.com dan www.hidayatullah.com

Foto: GI

0 komentar: