Jumat, 21 Februari 2014


Salam Sahabat Mahakosmos,
Banyak yang bertanya, bahkan juga alumni praktisi yang mengalami masalah kehdupan sering melupakan bahwa konsep dasar Terapi Hati Terapi Ikhlas adalah hidup selaras dengan diri sendiri, sesama, alam sekitar dan juga kepada sebutan nama Tuhan yang satu. Dalam ajaran agama juga bisa disebut: Habluminannas dan Habluminallah.
Masalah kehidupan termasuk penyakit didalamnya adalah terjadi karena ketidakselarasan. Dengan diri sendiri ya itu seringkali kita mengabaikan keinginan diri sendiri yang datang dari dalam dada (hati / jiwa), sehingga seringnya memendam perasaan akhirnya jadi mindset yang sangat kuat namun negatif. Ujung-ujungnya, sepanjang hari datanglah terus energi negatif yang tersedot tertarik oleh programming tersebut. Juga bisa menjadikan penyakit stress, depresi, dan traumatik akibat memendam perasaan terlalu dalam. Parahnya, ya bisa jadi gangguan kejiwaan bila programming negatifnya sudah terlampau jauh masuk ke hati – alam bawah sadar terdalam.

Ketidakselarasan dengan diri sendiri sendiri juga bisa terjadi karena ketidaksesuaian antara omongan, pikiran, dan gerak tubuh. Omongannya sih oke-oke saja, baik-baik saja terkesan agamais sekali, santun, accepted style alias nrimo dengan situasi apapun misalnya keputusan keluarga, kantor, hubungan suami istri dan lain-lain. Namun perasaannya tidak menerima, so jadilah penyakit karena memendam ketidaksesuaian. Banyak rumah tangga akhirnya bubar, karena diluarnya manis sekali deh namun didalam perasaan masing-masing tidak ada keselarasan.
Hubungan kurang selaras, harmoni dengan tetangga, rekan, teman, relasi juga mengakibatkan tersumbatnya rejeki kehidupan. Saya sering melihat, ada keluarga tertimpa musibah namun tidak ada tetangga yang bantu menolong atau datang. Ironisnya yang datang membantu adalah teman yang baru dikenalnya dari jauh sekali. Juga pernah mencari alamat seseorang, namun tetangga kiri kanan depan belakang kok ya gak ada yang kenal. Ya, rejeki yang saya antarkan jadi gak sampai deh.

Banyak sekali yang saya temui seseorang yang lamban sekali terkesan terhambat untuk naik karirnya. Ternyata banyak diantaranya ya gak selaras dengan seluruh atasannya. Ketidakselarasan dengan cara berpikir, konsep, visi misi, juga hobi. Atasannya senang main golf, lha dia senang main golok. Juga konsep visi misi cara bekerjanya. Ya gak ketemu. Siapapun ingin sekali memiliki team yang solid yang selaras harmoni dalam kesamaan cara berpikir, visi misi, dan cara hidup. Inilah yang seringkali menjadi key decision untuk memilih partner kerja yang cocok dengan dia.
Ketidakselarasan dengan cara berpikir, cara berkata, perilaku / perbuatan, sifat, juga menjadi salah satu penyebab permasalahan hidup. Apapun energi negatif yang dihasilkan oleh kesemua cara hidup tersebut menimbulkan produksi energi negatif yang bersemayam di rongga-rongga badannya, darahnya, dan semua anggota tubuhnya. Jadilah menarik apapun energi yang sama kepada dirinya.

Semua keselarasan antara diri sendiri, sesama, alam sekitar adalah wujud dari perpaduan energi horizontal yang merambat satu sama lain, terkoneksi karena hukum koneksitas oleh suatu persamaan. Kesamaan misi, visi, sifat, karakter, hobbi, pekerjaan, dan apapun akhirnya mempertemukan siapapun apapun yang memiliki kesamaan untuk berhubungan satu sama lain mewujudkan niat dan impian masing-masing.
Namun sering terlupakan bahwa energi horizontal akan semakin kuat dan bahkan akan redup bermasalah, bila tidak menerima energi kuat dari atas (vertikal). Yaitu energi Sang Pemilik Kehidupan yang Satu. Sumber Power yang maha luarbiasa yang menghidupi.
Banyak kasus yang saya temui, masalah kehidupan selalu muncul silih berganti laksana antrian beli karcis. Ternyata sumber masalahnya karena ketidakselarasan dengan Tuhan Sang Pemilik Kehidupan yang merupakan kesadaran tertinggi dalam cara hidup.

Kisah lucu banyak saya dengar, seorang yang pekerjaannya negatif sekalipun akan diberi rejeki dan kemudahan ketika dia berdo’a meyakini kepada Sang Maha Hidup yang Ahad. Mengais rejeki dengan cara jahat pun ternyata tetap diberikan rejeki kasihNya.
Namun apes dan masalah akan muncul ketika dia sudah benar-benar meninggalkanNya. Karena DIA juga akan meninggalkannya.


Apapun itu kisahnya, Dia yang Satu akan berbalas sama dalam kehidupan. Untuk urusan duniawi pun Dia akan memudahkan mereka yang memudahkan urusan horizontal. DIA sang Esa akan menyedekahkan kekayaan kepada mereka yang menyedekahkan hartanya. DIA akan menaungi dengan kesempurnaan kebaikan kepada mereka yang juga berlaku baik. Begitupun sebaliknya, sebesar biji sagapun akan dihitung berbalas. sama. Kebaikan dibalas dengan pahala alias balasan baik. Kejahatan akan dibalas dosa alias balasan negatif.
Demikian juga Sang Esa akan berbalas sama untuk urusan hidup setelah kematian jasmani. Setidaknya apapun bentuk kehidupan surgawi dunia ataupun neraka dunia yang sekarang ini dialami adalah cerminan miniatur dari kehidupan nanti.

Hukum Semesta selalu berbalas sama, siapapun yang bermindset duniawi akan mendapatkan duniawi. Siapapun bermindset surgawi akan mendapatkan surgawi. Siapapun yang bermindset hidup hanya DIA dan ikhlas kepada DIA, maka akan kembali kepada DIA.

Hidup adalah present time, lupakan masa lalu, closing dan tatap masa depan.
Dan mindset hidup masa depan nanti juga merupakan suatu pilihan.

 Silahkan memilih.

Salam Ikhlas dan “Love”

0 komentar: